Tampilkan postingan dengan label Wirausaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wirausaha. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Maret 2009

Kementerian Lingkungan Hidup Sediakan Pinjaman Lunak UKM

Kementerian Lingkungan Hidup menyediakan pinjaman lunak demi membantu usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia untuk investasi lingkungan. Bantuan tersebut bekerja sama dengan pemerintahan Jepang dan Jerman.

Hal ini seperti dipaparkan Deputi Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Pembinaan Sarana Teknis dan Peningkatan Kapasitas, Sudaryono, saat seminar program pinjaman lunak lingkungan, di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (24/2/2009).

UKM tersebut dalam mengelola lingkungan tidak tersedia dana untuk pengadaan peralatan, pencegahan, dan pengendalian pencemaran. Ini menjadi masalah yang dihadapi UKM tersebut.

Maka dari itu, pihak Kementerian Lingkungan Hidup mengadakan program pinjaman lunak ke para UKM ini. Pinjaman lunak tersebut dibagi menjadi empat program.

Yakni JBIC-PAE (dana pinjaman lunak berasal dari pemerintah Jepang melalui program Japan Bank for International Cooperation Polution Abatement Equipment) dari tahun 1992. Dengan dana alokasi sebesar Rp313 miliar, dana yang tersedia sebesar Rp15 miliar (status revolving di bank pelaksana), jenis kredit investasi, serta sistem penyaluran bank langsung.
Program kedua, IEPC-KfW I dana pinjaman lunak dari pemerintah Jerman melalui program industrial efisiensi and polution control atau IEPC-KfW tahap I yang sudah digelontorkan sejak 1997. Dengan status revolving di bank pelaksana, dana pinjaman ditujukan bagi UKM skala kecil dan menengah nasional yang memiliki aset kurang dari Rp8 miliar (di luar tanah dan bangunan).

Jumlah pinjaman maksimum Rp3 miliar, dan suku bunga pinjaman 9-14 persen. Sementara jumlah alokasi dana sebesar 95 persen dan dana yang tersedia Rp42 miliar, serta jenis kredit investasi.

Program ketiga, IEPC-KfW tahap II, di mana dana pinjaman untuk UKM nasional yang memiliki aset kurang dari Rp10 miliar, jumlah pinjaman maksimum Rp5 miliar.

Tingkat suku bunga pinjaman tergantung bank penyalur dan sudah digelontorkan sejak 2005 pinjamannya, jumlah alokasi dana Rp110 miliar, dana tersedia Rp70 miliar, jenis kredit investasi dan modal kerja, sistem penyaluran menggunakan Apex Bank, serta masih menggunakan dana loan hingga 2009.

Sedangkan program keempat yakni debt for nature swap (dana pinjaman ini merupakan kerja sama antara pemerintah Jerman dengan Indonesia). Melalui KfW, dan pinjaman ditujukan bagi usaha kecil dan mikro dengan maksimum pinjaman Rp500 juta dengan sistem bagi hasil dan pinjaman ini ada sejak 2006.

Jumlah alokasi dana Rp80 miliar, dana tersedia Rp35 miliar, jenis kredit investasi dan modal kerja, sistem penyaluran bank langsung, serta pinjaman ini masih menggunakan dana swap hingga 2010.

(www.okezone.com)

Minggu, 09 November 2008

Plastik Ramah Lingkungan dari Kelapa Sawit

Pengepul sampah plastik di Jalan Citarum, Cideng, Jakarta Pusat, Harto, memilah botol plastik yang dibelinya seharga Rp 1.000 per kilogram dari pemulung, Rabu (27/2). Sampah plastik tersebut kemudian dijual ke pabrik pengolah plastik untuk didaur ulang. Mereka secara tidak langsung ikut membantu pemerintah dalam menangani masalah sampah.

 

Kompas, Jumat, 22 Agustus 2008 | 20:33 WIB

MEDAN, JUMAT - Peneliti Universitas Sumatera Utara, Basuki Wirjosentono, mengenalkan plastik ramah berbahan hasil samping minyak sawit mentah. Plastik yang selama ini beredar di masyarkat masih memakai zat kimia yang berpotensi mengganggu kesehatan manusia. Hasil samping sawit terbukti aman dari gangguan itu.

"Hasil samping ini sebagai pelunak plastik. Bahannya banyak terdapat di sekitar kita. Pemanfaatan hasil samping minyak sawit ini sekaligus bisa meningkatkan nilai jualnya," kata Basuki Wirjosentono di Kampus Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Jumat (22/8).

Gliserol menjadi bahan pengganti dioktil ftalat atau dalam istilah kimia dikenal dengan DOP. Bahan ini bagus bereaksi dan murah harganya. Sayangnnya, zat kimia ini bersifat racun penyebab kanker pada manusia. DOP dan glicerol sama-sama bisa menjadi bahan pelunak plastik. Namun gliserol lebih aman bagi kesehatan dan tidak mengandung racun.   

Dalam penelitiannya, Basuki mengubah gliserol menjadi poli gliserol agar zat ini menjadi lebih kental. Selanjutnya dia mengubahnya lagi menjadi poligliserol asetat agar senyawa ini bisa bercampur baik dengan plastik. Dia mulai melakukan penelitian ini lima tahun lalu.

Sementara ini hasil penelitiannya belum dimanfaatkan secara komersial. Di sejumlah forum internasional, Basuki sudah mengenalkannya. Produksi alat pelunak plastik ini masih dalam skala laboratorium dalam jumlah liter.

Sabtu, 24 Mei 2008

BBM Naik, Inflasi Tinggi, Apa yang bisa kita lakukan?

Pengumuman kenaikan harga BBM tadi malam sudah di ketok palu. Setelah itu kepanikan akan merebak di mana-mana. Rakyat menjerit. Ibarat orang tenggelam, air sudah mencapai lehernya.
Tapi kita tidak usahlah ikut-ikutan menambah keresahan. Kalau golongan menengah terpelajar resah, itu jauh lebih berbahaya.

Apa yang bisa kita lakukan menyikapi semua ini? Itu yang lebih penting.
Yang jelas, pendapatan kita akan tergerus oleh inflasi itu. Harga diperkirakan akan naik di atas kenaikan BBM yang 28,7% itu.

Beberapa hal yang bisa kita lakukan adalah:

1. Meningkatkan pendapatan di atas inflasi. Kalau inflasi misalnya 20%, berarti pendapatan kita harus di atas itu. Mau tidak mau bisnis kita musti dipacu untuk menghasilkan pemasukan lebih tinggi dari inflasi.
Silakan gunakan semua jurus yang kita punya untuk meningkatkan kinerja bisnis. Salah satunya adalah mempraktekkan cara-cara meningkatkan profit bisnis.

2. Mencari alternatif pelindung nilai pendapatan kita. Misalnya membeli emas atau properti. Nilai emas dan properti selalu di atas inflasi. Emas dan properti (landed) selalu kebal terhadap inflasi karena kelangkaannya.
Nasihat ini sudah disampaikan oleh Bellum Tan (pemegang authorized seminar dan produk Robert Kiyosaki di Asia Pasifik) saat berkunjung ke Indonesia tahun lalu. Katanya, harga emas akan naik. Segeralah investasi di emas. Ternyata benar, kan?
Membeli dinar? Menarik juga untuk dicoba.

3. Berhemat. Sudah tentu. Bahasa keren yang sedang nge-trend saat ini adalah simple living. Gaya hidup naturalis, sederhana, bersahaja. Di barat sana arus gaya hidup seperti ini sedang diminati.
Nggak usah malu untuk naik angkot lagi atau naik motor. Kalau ditanya, kok naik angkot? Bilang aja, saya mendukung pencegahan global warming. Gaya hidup hemat itu keren sekarang.
Reduce, re-use, recycle adalah langkah bijak yang bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari. Stop konsumsi yang tidak perlu.
Silakan baca 72 ide untuk menyederhanakan kehidupan kita dari blog Zen Habits.

4. Mendapatkan income selain rupiah. Misalnya, dollar, euro atau mata uang lainnya. Tim Ferris, di buku The 4-Hour Workweek (terlaris New York Times) berbagi kisah tentang ini. Pendapatannya dalam dollar, tapi pengeluarannya dalam rupee. Dia mencari duit di Amerika, tapi berlibur di India atau China.

Kalau bisa kita juga begitu, pendapatan dalam dollar pengeluaran dalam rupiah. Silakan cari kemungkinan-kemungkinan apa saja yang bisa kita lakukan. Tidak harus jadi TKI ya. Itu nggak kreatif banget.

Silakan ditambahkan daftarnya. Dari saya baru 4 poin itu yang bisa ditawarkan. Ini adalah pendapat pribadi saya saja.

Salam FUUUNtastic!

Wassalam,

Roni

Source

Jumat, 23 Mei 2008

Menarilah dan Menyanyilah Sesuka Hatimu...

Saya punya saudara yang memililiki bisnis cukup bagus, dan dia juga seorangseniman. Sambilannya sangat menarik yakni menjadi penghibur di kafe2, mall ataudi hotel2 papan atas...lewat musik-musik yang dia tabuh dan lagu-lagu dinyanyikan. Dia bisa bernyanyi dan bisa memainkan musik apa saja dari Jazz yang terbaru hingga lagu2nya Inul pun dia bisa..."Kapan dia berlatih itu semua..? Kapan dia menghafal lagu-lagu terbaru danmenurut kami sulit banget ditiru itu..?" Kadang dia hanya meminjam kaset dari seorang kawan saya yang lain yang penggemar jazz...dia dengarkan 1-2 kali, membaca text inggrisnya sekilas....dan hasilnya dia bisa tampil membawakan lagu dengan applaus yang sangat bagus....wow...

Kepada kawan2 profesinya seniman maupun yang tahu mengenai seni, Penari,Penyanyi dan Pelukis, ketika secara langsung maupun tersamar saya bertanya"Bagaimana mereka bisa menghasilkan sesuatu yang sangat bagus dan indah seperti itu..?"

Ternyata nasehat mereka hampir sama..!"Jangan ragu menarik garis..semua lukisan indah, dan tidak ada lukisan yang salah. Apapun yang kamu lukis kalau kamu melakukan dengan sepenuh hati, dan menurutkamu indah maka itu akan dilihat sebagai lukisan yang menawan dimata oranglain...""Jangan ragu untuk mengeluarkan suaramu, tidak usah berpikir jangan-jangan fales, jangan-jangan sember, indah apa tidak ya di telinga ditelinga oranglain..?

Temen, apapun yang kamu nyanyikan, kalau kamu menyanyi dengan sepenuhhati...maka bersuara seperti apapun itu menjadi nada-nada yang indah puladitelinga orang lain...""Jangan jangan membatasi gerakan tubuhmu dengan maksud agar terlihat elok dilihat orang lain..bergeraklah sesuka hatimu dan itulah tarianmu yang palingindah"

Ternyata semua ada garis merah...bisnis itu ibarat nyanyian, ibarat tarian,lukisan bahkan seperti sebuah petualangan...jangan terpengaruh oleh suara-suara sumbang mengenai remehnya komoditi yang anda jual...nikmatilah bisnisnya...

Rasakan nikmatnya bertemu dengan orang-orang yang berbeda, nikmati kehebatan anda menenteng kerupuk udang ke pelanggan anda, meski anda adalah lulusan MM Gadjah Mada, UI, ITB, ITS atau Harvard misalnya...
Rasakan indahnya kata-kata anda ketika menerangkan produk yang anda bawa...Meski pada akhirnya pembeli menggelengkan kepala, tegakkanlah kepala dan bersyukurlah.. karena membuka mulut anda menerangkan dagangan anda adalah nikmatdan prestasi yang luar biasa...meski anda seorang dokter spesialis dan jualananda di sela-sela kesibukan andalah jualan sprei atau bantal misalnya...

Saat ini saya menyaksikan banyak sahabat-sahabat yang berbisnis bak mereka menari, menyanyi dan berpetualang...tabungan mereka sudah besar, gaji merekatinggi, dan seharusnya gengsi mereka lebih tinggi lagi..tapi tanpa malu-malumenenteng keripik singkong ke kantor... Saya punya bos yang kaya raya di kantorku dulu yang memiliki beberapa apartemendan di kontrak-kontrakkan mahasiswa-mahasiswa di Australia, namun begitu beliaumasih pede membawa kue-kue dan ditawarkan kepada saya juga kantor...."Ini adalah petualangan, bagian dari hidup saya yang tidak bisa dinilai denganuang katanya.."So kepada anda yang masih takut-takut, malu, di belenggu gengsi padahalsebenernya hati anda kepengen seperti ini..just do it...mulailah dan lakukanlah mulai sekarang...mulailah menari...apapun komoditi anda...kalau anda sudah bisa berbisnis laksana menari...meski saat ini komoditi yang anda jual hanya sandal jepit, suatu saat nanti anda bisa berbisnis apapun...! Saya YAKIN akan hal ini...dan sudah membuktikannya.

Cobalah anda kontak istri saya...siapa menyangka istri saya saat ini bisa berbisnis sesuatu yang tadinya mustahil..yakni berbisnis TRIPLEK...! Ya..TRIPLEK KAYU yang sering nempel di plafon kita. Kok Bisa..? Berawal dari bisnis baju muslim dan selimut, karena menikmati petualangannya...tidak terasa dia menjadi piawai ngobrol dengan orang, meyakinkan customer, menghadapai komplain pelanggan dan sebagaianya...sehingga ketika pada suatu hari istri saya tidak sengaja main ke pabrik kayu lapis bersama kakak ipar saya, naluri bisnis mulai main..."Boleh enggak ikutan masarin triplek anda..?" kata istri dan ini membuat saya kaget.. tapi belakangan saya lebih kaget lagi karena istri bener-bener bisa berjualan triplek di kampung memasok ke toko2 material yang dimiliki engkong-engkong.... dan mendapat hasil yang menurut di kampung sangat lumayan...!

Tahukah anda..? Jarak antara pabrik itu dengan toko engkong2 itu hanya sepeminumteh saja...tapi istri bisa ambil triplek di pabrik ukuran 3 mm misalnya, yang harganya 31ribu dan dijual 34ribu..!Beda cuman 4 ribu..? Memang...tapi kalau satu toko sebulan belinya 500 lembar..?dan dilakukan hanya dengan main2..? dan di kampung yang sejuk dan dingin lagi..? apa enggak lumayan...? abis itu ambil barang ke pabriknya enggak perlu modal lagi, karena sudah ada donatur yang menjadi penyandang dana....apa enggak lebih lumayan lagi..? Ya...semua berawal dari hal yang sepele....anggap bisnis anda sebagai petualangan yang paling indah dalam hidup anda...dan anda akan terkejut akan hasil didalamnya..

Semoga anda terinspirasi...
Salam Hangat..

Hadi Kuntoro
http://rajaselimut.com/