Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Januari 2009

Apakah Anda seorang Profesional ?



Seorang profesional adalah
seseorang yang menjalankan profesinya secara rasional.

Profesional bekerja menurut nilai-nilai dan prioritas.

Profesional umumnya menganut paham;
… melakukan, walaupun …

Contoh:
“Saya akan mengunjungi client saya, walaupun hujan dan macet berat”.
“Saya akan menulis artikel ini, walaupun pekerjaan saya menumpuk”



Sebaliknya,
seorang amatir lebih bergantung kepada perasaan hatinya.

Amatir mensyaratkan kondisi ideal untuk melakukan sesuatu.
Amatir senang menggunakan kata;
… melakukan, bila …

Contoh:
“Saya akan mengunjungi client saya, bila tidak hujan dan macet”.
“Saya akan menulis artikel ini, bila pekerjaan saya tidak menumpuk”



Seorang profesional selalu menyelesaikan pekerjaannya,
Sedangkan seorang amatir cenderung menundanya.

Jarak perbedaan karir, dan juga gaji,
antara seorang profesional dan amatir,
akan terlihat jelas dalam hitungan bulan.



Pertanyaannya:
1. Termasuk golongan manakah Anda?
2. Bagaimanakah caranya mengerjakan sesuatu, walaupun perasaan hati tidak mengizinkan?

See You At The Top,

John Y. Rusly
Your Success Partner
www.1000hari.blogspot.com

Sabtu, 28 Juni 2008

5 Keuntungan Melakukan Mobile Working

Jakarta - Pada saat harga BBM melangit, ditambah dengan kemacetan yang mengular setiap hari di jalan raya, borosnya konsumsi bahan bakar dan dampak polusi yang berakibat pada pemanasan global, maka melakukan mobile working (atau dikenal juga dengan istilah remote working) adalah salah satu solusi yang layak dikaji. Apalagi, kini konotasi bekerja adalah pada apa yang kita kerjakan (dan hasilkan), bukan lagi sekedar mengacu pada tempat yang kita tuju (kantor).

Berikut ini adalah keuntungan yang dapat diperoleh:

1. Meningkatkan produktifitas kerja.
Sepanjang mobile worker dapat mengakses data-data yang dibutuhkan tanpa harus terikat jam kerja dan bisa darimana saja, maka melakukan pekerjaan tak lagi harus membuang waktu menembus kemacetan guna berada di kantor untuk dapat bekerja. Bekerja bahkan tetap dapat dilakukan sebelum jam kerja mulai ataupun setelahnya. Produktifitas pun tak lagi tunduk pada keterbatasan jam kerja. Tentu saja hal ini dituntut pula profesionalitas dari para mobile worker, karena prioritas orientasi bekerja mereka adalah pada output, tak lagi sekedar proses belaka.

2. Meningkatkan pelayanan client.
Bagi mereka yang pekerjaannya lebih mengutamakan melakukan business meeting, maka tentu bisa tepat waktu untuk bertemu dengan client dan dalam keadaan yang fresh, adalah nilai lebih. Mobile worker dituntut untuk dapat mengikuti jadwal meeting yang dikehendaki oleh client. Sehingga pada kondisi tertentu, harus berada di kantor terlebih dahulu baru kemudian menemui client di suatu tempat, akan beresiko pada ketepatan waktu dan kesegaran pikiran serta penampilan. Bahkan dengan piranti bergerak semacam smartphone, blackberry ataupun notebook yang dilengkapi modem/datacard, respon kepada client akan dapat lebih cepat.

3. Meningkatkan penghematan waktu.
Seorang pekerja, ketika harus ke suatu tempat untuk menyelesaikan pekerjaannya, maka dengan model mobile working dia bisa mendapatkan keleluasaan untuk mengubah rute (re-route) dan jam perjalanannya yang dikalkulasi dapat lebih hemat waktu tempuh. Ada kalanya, dengan melakukan mobile working, beberapa pekerjaan dapat diselesaikan sekaligus secara lebih cepat. Misalnya bertemu client, mengirimkan proposal, membuat materi presentasi, yang semuanya bisa dilakukan pada lokasi yang diperhitungkan lebih mudah ditempuh.

4. Meningkatkan efisiensi biaya.
Efisiensi juga bisa dilakukan oleh kantor yang menerapkan mobile working bagi sejumlah karyawan pada bagian atau posisi yang memungkinkan untuk itu. Efisiensi tersebut dapat dihitung misalnya pada pemanfaatan jumlah cubical (office space) yang digunakan, termasuk hal terkaitnya semisal akses Internet, daya pendingin ruangan, listrik, ruang parkir kendaraan, perawatan dan sebagainya. Maka sejumlah kantor, dapat mengoptimalkan lahannya atau cubical yang ada. Bagi karyawan yang memungkinkan untuk melakukan mobile working, maka hak untuk menempati cubical-nya sendiri yang privat dan permanen hendaknya ditiadakan. Kantor cukup menyediakan beberapa cubical yang bisa digunakan secara bergantian.

5. Meningkatkan kualitas hidup.
Kualitas kehidupan di sini bisa dalam artian keseimbangan antara kesehatan fisik maupun psikis. Dengan memiliki keleluasaan untuk mengatur jam kerjanya sendiri, yang tentunya tetap mengikuti koridor yang ditentukan, maka karyawan akan dapat mengelola waktunya untuk hal-hal yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan pikirannya. Misalnya dengan menyempatkan diri lebih lama berolahraga atau ke gym sembari menunggu jadwal bertemu client, masih sempat mengantar anak ke sekolah atau menjemputnya, hingga memiliki kesempatan lebih lapang untuk menyelaraskan berbagai aspek kehidupannya, meng-update pengetahuannya dengan menghadiri eksibisi, mengunjungi toko buku dan hal lainnya sebelum atau seusai menyelesaikan pekerjaan secara mobile. Untuk dapat melakukan mobile working dengan sukses dan nyaman, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Beberapa hal tersebut dapat dibaca pada artikel selanjutnya.*)

Penulis adalah peneliti ICT Watch dan penulis blog www.donnybu.com.
Tulisan ini adalah pendapat pribadi.
Source

Jumat, 23 Mei 2008

Menarilah dan Menyanyilah Sesuka Hatimu...

Saya punya saudara yang memililiki bisnis cukup bagus, dan dia juga seorangseniman. Sambilannya sangat menarik yakni menjadi penghibur di kafe2, mall ataudi hotel2 papan atas...lewat musik-musik yang dia tabuh dan lagu-lagu dinyanyikan. Dia bisa bernyanyi dan bisa memainkan musik apa saja dari Jazz yang terbaru hingga lagu2nya Inul pun dia bisa..."Kapan dia berlatih itu semua..? Kapan dia menghafal lagu-lagu terbaru danmenurut kami sulit banget ditiru itu..?" Kadang dia hanya meminjam kaset dari seorang kawan saya yang lain yang penggemar jazz...dia dengarkan 1-2 kali, membaca text inggrisnya sekilas....dan hasilnya dia bisa tampil membawakan lagu dengan applaus yang sangat bagus....wow...

Kepada kawan2 profesinya seniman maupun yang tahu mengenai seni, Penari,Penyanyi dan Pelukis, ketika secara langsung maupun tersamar saya bertanya"Bagaimana mereka bisa menghasilkan sesuatu yang sangat bagus dan indah seperti itu..?"

Ternyata nasehat mereka hampir sama..!"Jangan ragu menarik garis..semua lukisan indah, dan tidak ada lukisan yang salah. Apapun yang kamu lukis kalau kamu melakukan dengan sepenuh hati, dan menurutkamu indah maka itu akan dilihat sebagai lukisan yang menawan dimata oranglain...""Jangan ragu untuk mengeluarkan suaramu, tidak usah berpikir jangan-jangan fales, jangan-jangan sember, indah apa tidak ya di telinga ditelinga oranglain..?

Temen, apapun yang kamu nyanyikan, kalau kamu menyanyi dengan sepenuhhati...maka bersuara seperti apapun itu menjadi nada-nada yang indah puladitelinga orang lain...""Jangan jangan membatasi gerakan tubuhmu dengan maksud agar terlihat elok dilihat orang lain..bergeraklah sesuka hatimu dan itulah tarianmu yang palingindah"

Ternyata semua ada garis merah...bisnis itu ibarat nyanyian, ibarat tarian,lukisan bahkan seperti sebuah petualangan...jangan terpengaruh oleh suara-suara sumbang mengenai remehnya komoditi yang anda jual...nikmatilah bisnisnya...

Rasakan nikmatnya bertemu dengan orang-orang yang berbeda, nikmati kehebatan anda menenteng kerupuk udang ke pelanggan anda, meski anda adalah lulusan MM Gadjah Mada, UI, ITB, ITS atau Harvard misalnya...
Rasakan indahnya kata-kata anda ketika menerangkan produk yang anda bawa...Meski pada akhirnya pembeli menggelengkan kepala, tegakkanlah kepala dan bersyukurlah.. karena membuka mulut anda menerangkan dagangan anda adalah nikmatdan prestasi yang luar biasa...meski anda seorang dokter spesialis dan jualananda di sela-sela kesibukan andalah jualan sprei atau bantal misalnya...

Saat ini saya menyaksikan banyak sahabat-sahabat yang berbisnis bak mereka menari, menyanyi dan berpetualang...tabungan mereka sudah besar, gaji merekatinggi, dan seharusnya gengsi mereka lebih tinggi lagi..tapi tanpa malu-malumenenteng keripik singkong ke kantor... Saya punya bos yang kaya raya di kantorku dulu yang memiliki beberapa apartemendan di kontrak-kontrakkan mahasiswa-mahasiswa di Australia, namun begitu beliaumasih pede membawa kue-kue dan ditawarkan kepada saya juga kantor...."Ini adalah petualangan, bagian dari hidup saya yang tidak bisa dinilai denganuang katanya.."So kepada anda yang masih takut-takut, malu, di belenggu gengsi padahalsebenernya hati anda kepengen seperti ini..just do it...mulailah dan lakukanlah mulai sekarang...mulailah menari...apapun komoditi anda...kalau anda sudah bisa berbisnis laksana menari...meski saat ini komoditi yang anda jual hanya sandal jepit, suatu saat nanti anda bisa berbisnis apapun...! Saya YAKIN akan hal ini...dan sudah membuktikannya.

Cobalah anda kontak istri saya...siapa menyangka istri saya saat ini bisa berbisnis sesuatu yang tadinya mustahil..yakni berbisnis TRIPLEK...! Ya..TRIPLEK KAYU yang sering nempel di plafon kita. Kok Bisa..? Berawal dari bisnis baju muslim dan selimut, karena menikmati petualangannya...tidak terasa dia menjadi piawai ngobrol dengan orang, meyakinkan customer, menghadapai komplain pelanggan dan sebagaianya...sehingga ketika pada suatu hari istri saya tidak sengaja main ke pabrik kayu lapis bersama kakak ipar saya, naluri bisnis mulai main..."Boleh enggak ikutan masarin triplek anda..?" kata istri dan ini membuat saya kaget.. tapi belakangan saya lebih kaget lagi karena istri bener-bener bisa berjualan triplek di kampung memasok ke toko2 material yang dimiliki engkong-engkong.... dan mendapat hasil yang menurut di kampung sangat lumayan...!

Tahukah anda..? Jarak antara pabrik itu dengan toko engkong2 itu hanya sepeminumteh saja...tapi istri bisa ambil triplek di pabrik ukuran 3 mm misalnya, yang harganya 31ribu dan dijual 34ribu..!Beda cuman 4 ribu..? Memang...tapi kalau satu toko sebulan belinya 500 lembar..?dan dilakukan hanya dengan main2..? dan di kampung yang sejuk dan dingin lagi..? apa enggak lumayan...? abis itu ambil barang ke pabriknya enggak perlu modal lagi, karena sudah ada donatur yang menjadi penyandang dana....apa enggak lebih lumayan lagi..? Ya...semua berawal dari hal yang sepele....anggap bisnis anda sebagai petualangan yang paling indah dalam hidup anda...dan anda akan terkejut akan hasil didalamnya..

Semoga anda terinspirasi...
Salam Hangat..

Hadi Kuntoro
http://rajaselimut.com/

Rabu, 21 Mei 2008

100 Tahun Kebangkitan Nasional

Bangkit Itu…


Bangkit Itu… Susah
Susah melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senang


Bangkit itu… Takut
Takut Korupsi
Takut makan yang bukan haknya


Bangkit Itu… Mencuri
Mencuri perhatian dunia dengan Prestasi


Bangkit itu… Marah
Marah bila martabat bangsa dilecehkan


Bangkit itu… Malu
Malu jadi benalu
Malu karena minta melulu


Bangkit itu… Tidak Ada
Tidak ada kata menyerah
Tidak ada kata putus asa


Bangkit itu… Aku
Aku… untuk Indonesiaku


By Deddy Mizwar