Tampilkan postingan dengan label Daur Ulang Sampah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daur Ulang Sampah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Maret 2010

2011, Jakarta Bebas Kantong Plastik



JAKARTA--Pemprov DKI bersama Kadin DKI menargetkan Jakarta bebas dari penggunaan kantong plastik pada 2011 karena sifat bahan plastik yang sulit terurai secara alami sehingga dinilai berbahaya. "Kita akan menyiapkan tas untuk menggantikan plastik dari bahan daur ulang atau bahan yang tidak mencemari lingkungan," kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo seusai bertemu Kadin DKI di Balaikota Jakarta, Senin.
Asosiasi ritel disebut Gubernur akan menjadi pionir untuk berhenti menggunakan kantong plastik untuk membungkus belanjaan konsumen dan menggantinya dengan tas yang menggunakan bahan tidak berbahaya.

Minggu, 07 Maret 2010

Merajut Kostum DARI LIMBAH

Minggu, 7 Maret 2010 | 03:51 WIB OLEH ANTON SANJOYO
Dua juta orang diperkirakan membanjiri Afrika Selatan saat negara pertama di Benua Afrika itu menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010, yang akan berlangsung sebulan penuh mulai 11 Juni mendatang. Tetapi, bukan cuma orang, negara itu juga akan dibanjiri limbah plastik yang ”diangkut” tim-tim berkostum Nike dan pendukung setianya. anton sanjoyo

Untuk pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan Piala Dunia, tema ramah lingkungan akan menjadi salah satu isu pokok yang diusung sejumlah negara peserta. Ya, dipimpin pasukan penuh bintang Brasil yang sudah mengoleksi lima gelar juara dunia, beserta delapan negara lain, mereka akan menggunakan kostum yang 100 persen terbuat dari bahan polyester daur ulang.

Senin, 22 Juni 2009

Wow, Burung Angsa Dari Sampah Bungkus Kopi

 Oom Rosliawati dengan karya seninya dari sampah bungkus kopi

Minggu, 21 Juni 2009 | 21:19 WIB

CIMAHI, KOMPAS.com - Sebagian besar peminum kopi mungkin akan membuang wadahnya begitu selesai memindahkan isinya ke dalam cangkir atau gelas.

Tapi, bagi orang kreatif, bungkus kopi itu mungkin lebih berharga dibandingkan dengan isinya. Bahan yang sekilas tampak tak berguna itu bisa juga menjadi bahan untuk hasil karya berupa hiasan di rumah atau karya lain yang indah.
Itulah yang dilakukan Oom Rosliawati, warga Jalan Encep Kartawirya, Citeureup, Cimahi Utara. Di usianya yang sudah mencapai 59 tahun, ia masih terus mengembangkan karyanya dengan bahan bungkus kopi.

Lebih dari 20 model sudah diciptakannya. Mulai model tas tangan yang biasa digunakan sebagai wadah kosmetik dan keperluan perempuan, wadah buah, dompet, sarung telepon seluler, hingga vas bunga.

Namun, yang paling menarik adalah model angsa yang dipajang di rak televisi rumahnya. Model itu menghabiskan 1.827 bungkus kopi dan dikerjakan selama dua pekan.

"Angsa itu bisa mengambang di atas air karena saya beri dandang plastik di bawahnya," ujar istri dari Anang Hendi (61).

Menurut Oom, satu karya angsanya pernah dibeli istri Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf, Sandy Dede Yusuf, pada suatu pameran. Beberapa karyanya dipajang di ruang tengah rumahnya.

Saat ini Oom sedang mengerjakan topi koboi dari bungkus kopi untuk dipajang pada pameran ulang tahun Kota Cimahi, Juni mendatang.

Perempuan yang juga Ketua RT 05 Kampung Sukareja ini mengaku, karya ini berawal dari keprihatinannya saat sampah Leuwigajah tidak bisa digunakan lagi.

Oom sudah sejak kelas 6 SD suka melipat-lipat wadah bekas rokok. Setelah berhenti cukup lama, akhirnya setahun lalu, ibu tiga anak ini memulai kembali hobinya untuk melipat-lipat bungkus kopi yang sudah tidak terpakai. Bahkan, kertas koran pun dijadikan rak buku.

"Saya tidak biasa mematok harganya. Terkadang sungkan untuk membuka harga karena hanya terbuat dari bungkus kopi. Biar konsumen saja, mau beli berapa saja silakan," ujarnya.

Demi mempercepat waktu pembuatan, ia dibantu tiga ibu-ibu tetangganya. "Sebenarnya pengen buka galeri di depan rumah, tetapi saya butuh bantuan banyak ibu-ibu," jelasnya. (agung yulianto wibowo)


Sumber : TRIBUN JABAR