Rabu, 05 Mei 2010

Cuaca Panas Karena Matahari Bergeser


Jakarta (ANTARA News) - Cuaca panas yang terasa mulai Maret hingga memuncak pada Mei ini di sejumlah daerah di Indonesia disebabkan oleh bergesernya posisi matahari dari selatan ke utara, kata pakar astronomi.

"Pola pemanasan berubah. Wilayah paling panas ada di sekitar khatulistiwa, di Indonesia. Angin cenderung berputar di sekitar wiliayah Indonesia. Tidak ada efek pendinginan dari wilayah lain," kata pakar astronimi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin yang dikonfirmasi dari Jakarta, Senin.

Dampak dari kondisi itu lah yang menyebabkan meningkatnya suhu udah di sejumlah wilayah di Indonesia belakangan ini.

Ancaman dari Antariksa


YUNI IKAWATI
KOMPAS.com — Meteor yang sampai ke Bumi dalam ukuran cukup besar merupakan kejadian langka, tetapi kemungkinan meteorit mengenai permukiman akan meningkat seiring memadatnya penduduk. Ancaman lain dari antariksa muncul dengan bertambahnya jumlah sampah antariksa berupa rongsokan satelit.

Meteorit yang menimpa rumah seperti yang terjadi pada Kamis (29/4/2010) di permukiman padat di Kelurahan Malakasari, Duren Sawit, Jakarta Timur, menurut catatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), merupakan yang pertama kali terjadi di Indonesia.

Suhu Udara Siang Mencapai 34 Derajat Celsius

Sebaran lubang tambang batu bara terlihat jelas dari udara saat terbang melintasi Kota Balikpapan-Kabupaten Kutai Kartanegara-Samarinda-Kabupaten Kutai Timur-Kabupaten Berau, Senin (3/5). Lubang-lubang tambang di Kalimantan Timur itu terlihat ada yang masih aktif dikerjakan dan ada juga yang telah ditinggalkan sehingga berbentuk seperti danau besar. Seharusnya lubang yang ditinggalkan ditutup kembali dengan mereklamasi dan revegetasi sesuai kewajiban kontraknya.
 

Rabu, 5 Mei 2010 | 03:59 WIB
Jambi, Kompas - Potensi munculnya titik-titik api kian meningkat di Provinsi Jambi pada masa transisi menuju kemarau tahun ini. Sejumlah titik api di wilayah itu juga mulai terpantau satelit NOAA. Kondisi ini dipicu suhu udara pada siang hari mencapai 34 derajat celsius.
Supervisor Prakiraan Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi Kurnianingsih, Selasa (4/5), mengatakan, potensi tumbuhnya titik-titik api didorong oleh faktor suhu yang tinggi dalam sebulan terakhir. Pada siang hari, suhu bisa mencapai 34 derajat celsius, atau di atas kondisi normal yang mencapai hingga 32 derajat celsius. Tingginya suhu pada siang hari akan meningkatkan pembentukan awan- awan konvektif. Hal itu memunculkan angin kencang disertai hujan pada sore hingga malam hari.

Melestarikan Sungai Bersama Ciblon


Rabu, 5 Mei 2010 | 03:01 WIB


Mawar Kusuma W
Sabtu (1/5) sore, ratusan orang serentak berkerumun di ruas Sungai Gajahwong, Yogyakarta. Puluhan warga nyemplung ke sungai yang keruh. Tangan mereka menepuk-nepuk air hingga tercipta bunyi plung-plak-plung-blung, yang biasa mereka sebut musik ciblon.
Ciblon kini telah bermetamorfosis menjadi semacam indikator kerusakan lingkungan. Kaum bapak dan ibu bersorak keras sebelum melantunkan tembang Jawa dengan iringan musik ciblon. Beberapa tembang Jawa, seperti ”Suwe Ora Jamu”, diganti liriknya menjadi ”suwe ora ciblon amergo banyune mambu” (lama tidak ciblon karena airnya bau). Anak-anak pun berlarian nyemplung ke sungai.
Warga bantaran Sungai Gajahwong di Kampung Darakan Barat, Kotagede, DI Yogyakarta (DIY), kembali menghidupkan musik ciblon yang sempat hilang karena makin buruknya kualitas air sungai. Sejak lima tahun terakhir, Sungai Gajahwong dilirik kembali untuk ciblon setelah pembersihan sungai digiatkan.
Sarwanto (45) segera memijat-mijat lengannya yang terasa pegal setelah bermain musik ciblon selama hampir setengah jam. Meski sekujur tubuhnya basah kuyup, tawanya tetap berderai. Sambil menggaruk beberapa bagian tubuhnya yang terasa gatal, Sarwanto berujar, ”Jadi terkenang masa kecil.”

Sabtu, 17 April 2010

Tirta Sangga Jaya, Mengelola Air Sembari Berbisnis


KANAL Tirta Sangga Jaya (TSJ) bilamana terwujud jadi kenyataan, akan  punya multi-manfaat. TSJ menjadi sarana pengelolaan air yang bisa dikembangkan menuju bisnis air baku, transportasi air dan jalan, pembangkit listrik tenaga air serta pariwisata.
Mimpi Syaykh AS Panji Gumilang untuk Jakarta itu, bisa menjadi proyek monumental yang masuk akal dengan menata aliran air dari Sungai Cisadane, Ciliwung, Bekasi dan Citarum serta sejumlah sungai kecil yang menyerbu Ibukota Negara. Syaykh prihatin atas nasib Ibukota Negara dan masyarakat Jabodetabek yang mengalami kesulitan lantaran terjangan air bah di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau.
Padahal dengan tatakelola air yang diimpikannya lewat pembangunan kanal huruf U, selain memanfaatkan air dengan semestinya, juga menawarkan berbagai bisnis yang menggiurkan. Atau, “sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.”

Jumat, 16 April 2010

Peneliti: Air Embun Mampu Atasi Gangguan Sirkulasi Darah

 Jakarta (ANTARA News) - Air minum embun dalam botol (purence dew drinking water) yang dihasilkan dari kelembaban udara dengan teknologi syatemized dew process (SDP) akan mampu mengatasi gangguan sirkulasi darah, kata peneliti dari Badan Litbangkes Kemenkes.

Dalam Seminar Upaya Preventif dan promotif tentang mengatasi gangguan sirkulasi darah di Jakarta, Rabu, Dra Lucie Widowati, Apt, MS dari Badan Litbangkes itu mengatakan, air minum embun Purence merupakan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi sehingga dapat terditribusi dengen lebih efisien dan efektif untuk membuang racun dari dalam tubuh.

Rabu, 14 April 2010

Hidrologi Gambut Harus Dipulihkan

Rabu, 14 April 2010 | 04:39 WIB
Jakarta, Kompas - Restorasi hidrologi lahan gambut lokasi megaproyek lahan 1 juta hektar di Provinsi Kalimantan Tengah jadi kunci keberhasilan pemenuhan target penurunan emisi karbon 26 persen 2020.
Jika kanal eks proyek lahan gambut dibendung dan lahan gambut tetap basah selama 2010-2020, emisi karbon Indonesia akan berkurang sekitar 250 juta ton. Hal itu disampaikan Direktur Wetland International Indonesia Nyoman Suryadiputra selaku pembicara dalam seminar Post Copenhagen expectation, How to Meet Indonesia’s Commitment di Jakarta, Selasa (13/4). Reboisasi, menurut dia, butuh waktu sebelum pohon bisa menyerap karbon.
Megaproyek di Provinsi Kalimantan Tengah ialah proyek gagal pembuatan sawah pada lahan gambut seluas 1,457 juta hektar di akhir masa pemerintahan Soeharto. Hanya sekitar 300.000 hektar lahan bisa ditanami.
Proyek itu menghancurkan lingkungan dan meningkatkan risiko bencana kebakaran lahan gambut. Tanpa terbakar, lahan gambut telah melepas emisi karbon dalam jumlah besar. Jumlah itu semakin berlipat jika lahan gambut terbakar. Pelepasan karbon dari lahan gambut menambah tebal gas rumah kaca yang meningkatkan temperatur bumi.

Selasa, 13 April 2010

Membangun "Eco City" di Indonesia, Masih Mungkinkah?


KOMPAS.com — Ada yang masih mengingat, bagaimana wajah Jakarta pada tahun 1980-an? Melihat foto-foto gambaran Jakarta pada tahun-tahun itu, kota tersebut begitu indah. Kini? Jakarta semakin padat, dengan polusi udara yang juga memprihatinkan. Mungkinkah Jakarta dibuat menjadi eco city? Bagaimana dengan kota-kota lainnya?

Eco city merupakan konsep kota yang hijau, sehat, dan bersahabat dengan lingkungan. Konsep ini menekankan adanya ketergantungan fisik dari masyarakat pada kondisi lingkungan.

Izin Lingkungan Bukan Ancaman

Selasa, 13 April 2010 | 04:15 WIB
Jakarta, Kompas -  Kementerian Lingkungan Hidup sedang menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Izin Lingkungan seperti diamanatkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Izin lingkungan sebagai syarat pemberian izin usaha/kegiatan bukan ancaman bagi bisnis serta investasi, sebaliknya justru menjamin kepastian hukum di bidang lingkungan hidup.
Deputi I Menteri Lingkungan Hidup Bidang Tata Lingkungan Hermien Roosita mengakui, penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) sempat dipertanyakan. ”Yang mempertanyakan mulai dari instansi pemerintah pemberi izin lainnya sampai kalangan usaha. Mereka takut izin lingkungan memperumit proses perizinan,” kata Hermien di Jakarta, Senin (12/4).
Hermien menyatakan, ”Izin itu justru memberikan kepastian hukum bagi pengusaha bahwa sejak awal mereka telah memenuhi semua ketentuan di bidang lingkungan hidup,” katanya.
Izin lingkungan yang termuat dalam UU No 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menggabungkan proses pengurusan keputusan kelayakan lingkungan hidup, izin pembuangan limbah cair, dan izin limbah bahan beracun berbahaya (B3).

600 Tahun Silam, Ulama Mendaur Ulang Jelaga untuk Tinta



BOGOR, KOMPAS.com — Sebanyak 250 ulama dari 14 negara menghadiri Konferensi Internasional I Aksi Umat Islam untuk Perubahan Iklim di Kota Bogor, Jumat (9/4/2010) hingga Sabtu (10/4/2010).

Mereka memantapkan akar-akar teologis soal kepedulian Islam terhadap lingkungan hidup. Mahmoud Akef, pendiri Earth Mate Dialog Center yang berbasis di London, Inggris, mengatakan, masalah lingkungan hidup banyak dibahas dalam Al Quran. Begitu juga dalam keseharian Nabi Muhammad, beliau banyak berbicara tentang perlunya menjaga lingkungan.

Ia mencontohkan tindakan para ulama 600 tahun silam di Masjid Solaimania di Istambul, Turki. Pada saat itu, prinsip mendaur ulang pun sudah dikenal. Mereka, yang saat itu menggunakan penerangan dari minyak/lilin, menangkap asap hitamnya sehingga tidak mengotori udara. "Jelaga yang terkumpul didaur ulang menjadi tinta," katanya.

Emil Salim, anggota Dewan Penasehat Presiden RI, seusai menjadi salah satu pembicara di konferensi tersebut, bercerita mengenai penyebab merosotnya peradaban Islam.

Senin, 05 April 2010

Obat-obatan Juga Sumber Polusi



Senin, 29 Maret 2010 | 10:48 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Toilet atau kamar mandi ternyata merupakan sumber polusi. Di tempat ini terdapat beragam polutan berasal dari kandungan farmasi aktif, seperti obat, hormon, atau antibiotik, yang dikeluarkan lewat urine atau feses. Bukan cuma itu, banyak orang juga terbiasa membuang obat ke dalam toilet. 

Kandungan obat farmasi aktif atau active pharmaceutical ingridient (API) menurut para peneliti terkadang bisa lolos dari proses pembersihan dan larut sampai ke tanah, sungai, danau, bahkan laut. Beberapa jenis API juga diketahui terbawa hingga ke air minum. 

Bakteri Anaerob Serba Guna


Jumat, 26 Maret 2010 | 09:37 WIB
Nawa Tunggal
KOMPAS.com — Masyarakat urban tidak jarang menjumpai persoalan kloset mampet. Penghuni apartemen menemui saluran pencuci piring tersumbat sisa-sisa makanan. Aroma tak sedap pun sering merebak dari saluran air kotor permukiman.
Jika penyebabnya adalah bahan-bahan organik, bakteri-bakteri pengurai bisa memperbaiki keadaan tersebut. Bakteri-bakteri pengurai dipilih dari jenis bakteri anaerob.
Bakteri anaerob merupakan jenis bakteri yang tidak membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup dan berkembang biak. Bakteri anaerob tumbuh tanpa terkontaminasi udara bebas. Salah satunya tumbuh di dalam kotoran hewan yang masih berada di dalam perut.
Ada dua cara untuk memperolehnya. Cara pertama, mengambil bakteri anaerob dari kotoran di dalam perut hewan yang disembelih. Cara kedua, mengambil kotoran dari dalam perut hewan ternak yang dipertahankan tetap hidup. Cara ini menggunakan teknologi medis dengan operasi fistula.

Sabtu, 27 Maret 2010

BUKA INFORMASI LINGKUNGAN UNTUK HINDARI BENCANA


Ratusan jiwa melayang saat terjadi tragedi Situ Gintung beberapa tahun silam. 
Ini disebabkan oleh minimnya akses informasi lingkungan bagi masyarakat setempat


UU No. 14/2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik
Mulai 30 April mendatang, semua badan publik wajib membuka akses informasi kepada publik. Ini adalah amanat Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (selanjutnya: UU-KIP) yang mulai berlaku tanggal 30 April 2010. Pemberlakukan UU-KIP tersebut tentu menimbulkan berbagai konsekuensi hukum. Baik bagi badan-badan publik sebagai sumber informasi maupun bagi publik selaku pengguna informasi.

PerMENLH No.7 Tahun 2010


PerMENLH 07 Tahun 2010 Tentang Sertifikasi Kompetensi Penyusun Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup dan Persyaratan Lembaga Pelatihan kompetensi Penyusun Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup, merupakan PerMENLH pengganti Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Persyaratan Kompetensi Dalam Penyusunan Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup dan Persyaratan Lembaga Pelatihan Kompetensi Penyusun Dokumen Analisis Mengenai dampak Lingkungan.

Jumat, 26 Maret 2010

BERKAH LAIN TEKNOLOGI SEL SURYA

 Teknologi Solar Cell dimanfaatkan oleh warga Banyumeneng, Pangang, Gunungkidul untuk mengangkat air bagi 200 KK di wilayah tersebut yang kesulitan air bersih di musim kemarau. Teknologi itu diinisiasi oleh mahasiswa KKN UGM.

WARGA masyarakat di Banyumeneng, Giriharjo, Panggang, Gunung kidul kini tak kuatir lagi saat menghadapi musim kemarau. Kebutuhan air bersih, bisa tercukupi dengan biaya murah, dengan pemanfaaatan sistem pengangkatan air dengan tenaga matahari (solar cell).

KEMBALIKAN HAK PUBLIK ATAS AIR

Catatan Hari Air Sedunia 22 Maret 2010

Masyarakat internasional telah menetapkan tanggal 22 Maret sebagai Hari Air Sedunia. Momentum tersebut tentu memiliki makna penting, sebab disatu sisi dapat mengingatkan semua pihak bahwa air sangat vital bagi kelangsungan kehidupan di bumi, dan  pada sisi yang lain, air bisa menjadi sumber ancaman yang serius bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Kelangkaan serta degradasi kualitas air yang terjadi akibat degradasi lingkungan hidup memang bisa memicu munculnya berbagai bencana, seperti kelangkaan pangan, mewabahnya aneka macam penyakit, dan sebagainya. Sementara pada saat bersamaan, juga terjadi  banjir, rob, tanah longsor, dan sebagainya yang menjadi indikasi kegagalan manusia dalam mengelola air secara bijak.
Saat ini, permasalahan tersebut  sudah kerap terjadi di Indonesia.  Kelangkaan air saat  air hujan berkurang, sering melanda  di beberapa wilayah di tanah air. Sedangkan saat musim hujan, peningkatan air justru membawa petaka dengan munculnya banjir di kawasan yang dulu tidak pernah mengalami kebanjiran seperti kawasan Palangkaraya dan Samarinda.

Sabtu, 20 Maret 2010

Sampah Bantar Gebang Akan Jadi Listrik

Sampah Bantar Gebang 


JAKARTA, KOMPAS.com — Timbunan sampah di Tempat Pemusnahan Sampah Terpadu Bantar Gebang atau TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, akan segera diubah menjadi sumber energi. Di lokasi itu akan didirikan pembangkit listrik baru bertenaga sampah atau PLTS.

PLTS rencananya akan dikembangkan untuk menghasilkan tenaga listrik 26 MW. Sampah memang tidak beperan langsung menghasilkan listrik, tetapi diproses dulu untuk menghasilkan gas metan yang akan diubah menjadi energi listrik.

Mula-mula, sampah-sampah dari TPST Bantar Gebang dikumpulkan dan diolah melalui sebuah proses pengolahan yang disebut control and sanitary landfill, yakni proses penguraian, penutupan, dan pemanasan sampah untuk menghasilkan gas metan.

Minggu, 14 Maret 2010

Tanaman Anti Polusi

kembang sepatu mampu menyerap nitrogen
namun meneruskan radiasi/wilkipedia

Walau tanaman hijau diklaim dapat memperbaiki lingkungan, namun ada beberapa tanaman yang memiliki nilai lebih. Misalnya dapat menghambat polusi, mendatangkan burung-burung, atau menunjukkan tingkat polusi udara. Berikut tanaman anti polusi hasil ngobrol dengan RMI Bogor beberapa waktu lalu :
  1. Pohon dadap merah. Pohon ini baik ditanam di halaman terbuka, karena bisa mengundang datangnya para burung. Soalnya berbagai jenis burung suka sekali menyantap buah si dadap merah ini.
  2. Pohon kelengkeng. Siapapun tahu betapa enaknya rasa buah kelengkeng. Namun tahukah Anda kalau pohon kelengkeng mampu meredam polusi suara. Itu sebabnya pada pabrik-pabrik yang menggunakan genset, ada baiknya menanam pohon ini di dekat genset tersebut.

Sabtu, 13 Maret 2010

Forests Are Growing Faster, Ecologists Discover; Climate Change Appears to Be Driving Accelerated Growth

ScienceDaily (Feb. 2, 2010) — Speed is not a word typically associated with trees; they can take centuries to grow. However, a new study in theProceedings of the National Academy of Scienceshas found evidence that forests in the Eastern United States are growing faster than they have in the past 225 years. The study offers a rare look at how an ecosystem is responding to climate change.

For more than 20 years forest ecologist Geoffrey Parker has tracked the growth of 55 stands of mixed hardwood forest plots in Maryland. The plots range in size, and some are as large as 2 acres. Parker's research is based at the Smithsonian Environmental Research Center, 26 miles east of the nation's capital.

Jumat, 12 Maret 2010

Pelacakan Polusi Udara Meningkatkan Kesehatan Anda


Musim panas ini, para ilmuwan EPA mulai pengambilan sampel udara di Cleveland, Ohio, untuk lebih memahami hubungan antara sumber-sumber polusi udara dan efek kesehatan yang merugikan. Penelitian akan digunakan untuk mengembangkan alat-alat baru dan model untuk manajer kualitas udara dan pengendalian untuk mengurangi polusi udara pada sumbernya.

Obama ke Indonesia Bahas Perubahan Iklim

Jakarta (ANTARA News) - Presiden Amerika Serikat Barack Obama dalam kunjungannya ke Indonesia yang dijadwalkan pertengahan Maret ini, menyiapkan lima agenda pertemuan, salah satunya mengenai perubahan iklim.

"Item kelima dari lima agenda yang dibawa Obama adalah mengenai perubahan iklim," kata Staf Khusus Presiden RI untuk perubahan iklim, Agus Purnomo, yang ditemui di kantor Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) di Jakarta, Senin.

Obama akan melakukan pertemuan komprehensif yang membahas beberapa elemen antara lain mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang perubahan iklim.

"Dengan berbagai kegiatan yang dikerjakan untuk peningkatan kapasitas dalam hal ilmu pengetahuan dan perubahan iklim," kata Agus.

Ribuan Pabrik Cikarang Belum Dilengkapi Ipal

Cikarang, Bekasi (ANTARA News) - Ribuan perusahaan yang tersebar di tujuh kawasan industri Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, belum memiliki fasilitas Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL).

"Hal ini telah berdampak pada pencemaran limbah cair di sekitar lingkungan warga, sebab patut diduga pabrik yang tidak memiliki fasilitas IPAL membuang limbahnya ke sungai," kata Kepala Sub Bidang (Kasubid) Penataan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bekasi, Nanang S Hadi, di Cikarang, Rabu.

Dikatakan Nanang, saat ini ada sedikitnya 5.000 pabrik yang beroperasi di kawasan industri Jababeka I dan II, EJIP, Hyundai, MM2100, Delta Silikon dan Delta Mas.

"Dinas LH hingga kini baru memberikan 30 izin pengolahan limbah cair yang dikelola oleh 10 hingga 15 pabrik di setiap kawasan industri. Idealnya, dengan 5.000 pabrik, kita mempunyai 150 izin pengelolaan limbah cair," katanya.

Kamis, 11 Maret 2010

PENDIDIKAN LINGKUNGAN JANGAN SEBATAS TEORI



SEKOLAH HARUS MENJADI TEMPAT YANG NIHIL LIMBAH
Pikiran Rakyat, 11 Maret 2009, A-157/A-165
Foto: WPL 2002, Murid SD pinggir Citarum berpraktek Zerowaste
Pemerhati lingkungan Supardiyono Sobirin mengungkapkan, sekolah sebagai institusi memiliki potensi besar untuk memulai penerapan prinsip-prinsip cinta lingkungan. Salah satu penerapan yang dia sarankan adalah merintis sekolah sebagai tempat nihil limbah (zero waste).




BANDUNG, (PR).- Pengajaran pendidikan lingkungan hidup (PLH) seyogianya diikuti dengan tindakan nyata warga sekolah mempraktikkan prinsip pelestarian. Salah satu yang bisa dikedepankan adalah praktik tata kelola sampah. Dengan demikian, pengajaran muatan lokal (mulok) tersebut tidak berhenti sebagai teori.

2011, Jakarta Bebas Kantong Plastik



JAKARTA--Pemprov DKI bersama Kadin DKI menargetkan Jakarta bebas dari penggunaan kantong plastik pada 2011 karena sifat bahan plastik yang sulit terurai secara alami sehingga dinilai berbahaya. "Kita akan menyiapkan tas untuk menggantikan plastik dari bahan daur ulang atau bahan yang tidak mencemari lingkungan," kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo seusai bertemu Kadin DKI di Balaikota Jakarta, Senin.
Asosiasi ritel disebut Gubernur akan menjadi pionir untuk berhenti menggunakan kantong plastik untuk membungkus belanjaan konsumen dan menggantinya dengan tas yang menggunakan bahan tidak berbahaya.

Minggu, 07 Maret 2010

Amdal Vs Sanksi Bisnis



Mulai tahun 2010 kita berharap penerapan sanksi lingkungan akan semakin tegas. Hal ini tecermin pada 19 pasal tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009: tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup. Sebelumnya pada UU No 23/1887, hanya ada 3 pasal soal amdal.
Analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) atau environmental impact assessment (EIA) awalnya diintroduksi di Amerika Serikat (1969) melalui National Environmental Policy Act. UNEP (1972) mengadopsi EIA. Lalu, OECD memublikasi Guidelines for EIA (1979), dan Masyarakat Eropa (1985) mengeluarkan Directive on EIA. Bank Dunia (1989) diikuti Bank Pembangunan Asia dan Bank Pembangunan Afrika pun mengharuskan EIA. Penegasan EIA sebagai instrumen pengelolaan lingkungan dikuatkan pada Principle 17 Rio Declaration pada tahun 1992.
Implementasi terbatas
Amdal di Indonesia diperkenalkan pada UU No 4/1982 tentang Lingkungan Hidup, penjabarannya melalui PP No 29/1986. Pada periode ini, implementasinya masih terbatas, hanya dikenal amdal proyek tunggal. Pendekatannya sektoral dengan 16 komisi amdal pusat. PP No 51/1993 mengintroduksi amdal terpadu, kawasan, dan regional; serta Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL UPL) untuk kegiatan yang tidak berdampak negatif penting.
Pengembangan selanjutnya ada pada PP No 27/1999. Redesentralisasi dengan dibentuknya sekitar 119 komisi amdal kabupaten/kota dan sentralisasi dengan hanya ada satu komisi amdal pusat di Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH). Untuk membuat amdal ditetapkan, harus ada pelibatan masyarakat dan keterbukaan informasi amdal (Keputusan Bapedal No 8/2000).

Merajut Kostum DARI LIMBAH

Minggu, 7 Maret 2010 | 03:51 WIB OLEH ANTON SANJOYO
Dua juta orang diperkirakan membanjiri Afrika Selatan saat negara pertama di Benua Afrika itu menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010, yang akan berlangsung sebulan penuh mulai 11 Juni mendatang. Tetapi, bukan cuma orang, negara itu juga akan dibanjiri limbah plastik yang ”diangkut” tim-tim berkostum Nike dan pendukung setianya. anton sanjoyo

Untuk pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan Piala Dunia, tema ramah lingkungan akan menjadi salah satu isu pokok yang diusung sejumlah negara peserta. Ya, dipimpin pasukan penuh bintang Brasil yang sudah mengoleksi lima gelar juara dunia, beserta delapan negara lain, mereka akan menggunakan kostum yang 100 persen terbuat dari bahan polyester daur ulang.

Sabtu, 06 Maret 2010

KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN (IMPLEMENTASI UU NO. 32/2009)


Jakarta, 3 Maret 2010. Pada kesempatan Pertemuan Nasional Persiapan Implementasi UU No. 32 Tahun 2009 mengenai Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dan Perencanaan pembangunan yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Ir. Gusti Muhammad Hatta, MS. Menegaskan, “penataan ruang harus harmonis dengan upaya pelestarian lingkungan hidup. Dengan begitu ruang dimana kita berada didalamnya, akan memberikan kesejahteraan yang hakiki. Hal ini tentu harus melalui perencanaan dan penerapan yang sistematis dan komprehensif serta selalu melibatkan masyarakat”.

Minggu, 17 Januari 2010

Limbah Minyak Setebal 30 Cm Selimuti Pantai Tanjung Bemban Batam


Kamis, 14 Januari 2010 | 10:52 WIB
TEMPO Interaktif, Batam - Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Kota Batam melakukan cek fisik limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) jenis sludge oil pagi ini, Kamis (14/1).
"Pagi ini akan diambil contoh limbah B3 itu," kata Kepala Bapedalda Kota Batam, Ir Dendi Purnomo kepada Tempo, Kamis (14/1).

Limbah itu mulanya diketahui oleh para nelayan Tanjung Bemban, Kecamatan Nongsa, Kota Batam yang kemudian dilaporkan ke Bapedalda. "Kami sudah melihat limbah tersebut," ujar Dendi. Pihaknya akan mengerahkan warga setempat guna mencegah jangan sampai limbah berupa minyak mentah (Sludge oil) itu melebar ke bibir pantai lainnya.