Berikut ini saya ambil dari: http://profiles.friendster.com/sttl
Setiap tahun jumlah mahasiswa yang masuk di STTL terus mengalami penurun an. Kondisi ini dimulai pada tahun 2003, ketika jumlah mahasiswa baru hanya mencapai angka 60 orang saja. Kemudian di tahun - tahun berikutnya hanya berkisar pada angka 30 - 40 orang. Hal ini jelas sangat berpengaru h terhadap kelangsungan hidu p STTL, karena jumlah kelulusan setiap tahun mencapai angka diatas 150 orang. Ketika jumlah yang masuk lebih kecil daripada jumlah yang keluar, tentu akan terjadi ketidakseimbangan baik dalam hal SDM maupun biaya operasional kampus. Berbagai strategi untuk menyelamatkan STTL harus dijalankan, jangan sampai kampus kita tercinta ini menjadi kampus Teknik Lingkungan tertua dan pertama di Indonesia menjadi yang pertama tutup. Mari kita diskusikan melalui forum ini. Diam bukan emas untuk situasi seperti ini
Wahana Silaturahmi, curhat, belajar, tukar informasi, lowongan pekerjaan, peluang bisnis, dll
Rabu, 24 Oktober 2007
Kamis, 11 Oktober 2007
Dapatkah Pemanasan Global Mencairkan Seluruh Es di Bumi?
28/03/07 17:26
Moskow (ANTARA News/Ria Novosti) - Jika suatu ketika lapisan es di bumi mencair maka ketinggian permukaan air laut dapat dipastikan naik hingga 64 meter.Nikolai Osokin, pakar glaciologi pada Institut Geografi, Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, memperkirakan, kota-kota ditepi pantai kemudian tenggelam di bawah permukaan air, termasuk Belanda, yang sebagian besar wilayahnya notabene berada di bawah permukaan air laut.
Bagaimanapun juga, baik Belanda maupun seisi planet bumi yakin bahwa kehancuran yang luar biasa dapat terjadi setiap saat dalam beberapa ribu tahun mendatang.
"Institut kami telah mempersiapkan atlas yang menggambarkan tempat-tempat dengan sumber es dan salju di seluruh dunia, bahkan kami juga telah menyiapkan model peta dunia dengan tanpa lapisan es," katanya.
Hal ini, bagaimanapun juga, hanyalah sebuah model, bukan ramalan. Akan tetapi, peringatan dari sebuah ramalan tetap saja ada jika pemanasan global yang telah terlihat pada akhir abad ke-20 ini berlanjut untuk beberapa dekade kedepan -- banyak es di samudra Artik akan mencair.
Ada sebuah prasyarat yang penting: Sekalipun es Artik harus mencair, ketinggian permukaan laut tidak akan berubah karena volume air yang dihasilkan oleh es yang mencair sama dengan volume air yang digantikan ketika es tersebut mengambang.
Tingkat bahayanya berbeda: pemanasan dapat memicu pencairan pulau sebesar satu benua es. Saat ini, lapisan es terbesar menutupi Antartika, dimana 90 persen es dunia berada di sana dan Greenland. Cairnya lapisan es ini dipastikan dapat membawa kehancuran.
Lantas, adakah alasan untuk panik? Tingkat suhu yang naik antara 3-6 derajat celcius dalam beberapa abad ke depan diyakini tidak mempunyai pengaruh yang signifikan bagi Antartika, dimana suhu rata-rata di sana kurang dari 40 derajat di bawah nol.
Proses yang terjadi pada lapisan permafrost bahkan lebih rumit lagi bila dibandingkan dengan proses yang terjadi pada es itu sendiri.
Musim dingin pada beberapa dekade terakhir sedikit tidak normal. Karena itu, lapisan permafrost yang tertutup es di wilayah Artik mulai berkurang dan mencair. Masa pemanasan sebenarnya dapat terlihat, bahkan semakin dekat.
Proses paling alami di bumi adalah sebuah siklus, dengan ritme yang pendek atau panjang. Tetapi, apapun yang terlihat, kenaikan suhu tidak dapat dihindari akan diikuti oleh penurunan, dan sebaliknya.
Penelitian tentang inti es yang dilakukan oleh stasiun Antartik Vostok milik Rusia menunjukkan bahwa ini adalah apa yang telah terjadi di bumi untuk paling sedikit 400.000 tahun.
Saat ini, para ilmuwan mengatakan bahwa mencairnya lapisan es mulai berhenti, yang telah dibuktikan dari data yang didapatkan oleh stasiun meteorologi di sepanjang pantai Artik Rusia.
"Kami saat ini sedang mempelajari pengaruh dari atmosfer dan lapisan salju yang menutupi lapisan permafrost," kata Osokin seperti dikutip Ria Novosti.
Di wilayah yang tertutupi lapisan permafrost, sebuah lapisan mencair pada musim panas, ketika suhu naik di atas nol. Namun demikian, pada musim dingin lapisan ini kembali membeku. Ini adalah proses yang normal: mencair, membeku.
Akan tetapi, jika musim dingin secara tidak normal menjadi hangat, lapisan yang mencair tidak membeku kembali. Kemudian, lapisan yang disebut talik, dengan suhu sekitar nol, terbentuk. Ini adalah suatu hal yang cukup mengganggu bagi bangunan-bangunan dan pipa-pipa.
Terlihat jelas bahwa lapisan es seharusnya mencair jika suhu meningkat. Akan tetapi, banyak tempat yang menyaksikan hal berbeda. Suhu rata-rata tahunan bertambah tinggi, tetapi lapisan es tidak mencair, bahkan bertambah luas.
Kenapa? Karena faktor yang paling penting adalah adanya lapisan salju. Pemanasan global mengurangi lapisan ini, yang pada akhirnya membentuk semacam penyumbat panas bagi lapisan es yang lebih tipis. Sehingga es yang paling lunak sekalipun dapat membekukan tanah di bawahnya.
Di banyak tempat, tanah yang membeku dalamnya sekitar 500-800 meter. Bahkan jika perkiraan pemanasan tertinggi menjadi kenyataan dan suhu naik dengan 3-6 derajat, tidak lebih dari 20 meter tanah yang beku akan mencair.
Beberapa orang takut bahwa lapisan es yang mencair akan mencemari udara dengan metana yang menguap. Akan tetapi, air yang membeku hanya membutuhkan 15 persen dari lapisan berkedalaman 20 meter, dan jumlah gas yang menguap tidak signifikan. Jadi, manusia hanya akan menerima dampak yang kurang menyenangkan ini dalam beberapa ratus tahun mendatang.
Saat ini, para ilmuwan tidak begitu mengkhawatirkan pemanasan global sebagai suatu perubahan dalam sirkulasi atmosfer. Dalam beberapa tahun belakangan ini, apa yang disebut dengan pergeseran barat telah mendominasi, yang berarti bahwa udara bergerak dari wilayah barat menuju timur.
Sedikit sekali yang membicarakan mengenai pergeseran meridian, bergerak dari selatan ke utara dan sebaliknya. Sekarang, pergeseran meridian menjadi sering.
Jika angin bergerak menuju selatan, maka akan timbul udara dingin; jika bergerak ke utara, angin membawa udara hangat dan hujan pada musim dingin.
Hal ini mengakibatkan meleleh dan bergeraknya salju es baik pada situasi biasa maupun dalam hujan salju yang lebat, mengakibatkan longsor dan Lumpur di pegunungan.
Proses meridian telah menjadi suatu rutinitas akhir-akhir ini, yang menjanjikan sebuah perhitungan anomali udara yang berbeda; suhu yang tinggi dan rendah, hujan deras dan hujan salju serta banjir dalam waktu yang lama, yang pastinya akan membawa kepada kehancuran.(*)
Copyright © 2007 ANTARA
Label:
Pemanasan Global
Rabu, 10 Oktober 2007
Mengamankan Air Minum Isi Ulang
AIR tawar bersih yang layak minum, kian langka di perkotaan. Sungai-sungai yang menjadi sumbernya sudah tercemar berbagai macam limbah, mulai dari buangan sampah organik rumah tangga hingga limbah beracun dari industri. Air tanah pun sudah tidak aman dijadikan bahan air minum karena telah terkontaminasi rembesan dari tangki septik maupun air permukaan yang tercemar.
ITULAH salah satu alasan mengapa air minum dalam kemasan (AMDK)-yang disebut-sebut menggunakan air dari pegunungan- banyak dikonsumsi. Namun, harga AMDK dari berbagai merek yang terus meningkat membuat konsumen mencari alternatif baru yang murah.
Air minum isi ulang menjadi jawabannya. Air minum yang bisa diperoleh di depot-depot itu harganya bisa sepertiga dari produk air minum dalam kemasan yang bermerek. Tak heran banyak rumah tangga beralih pada layanan ini. Tak heran bila depot-depot air minum isi ulang juga menjamur.
Siapa saja dapat membuka usaha penjualan air minum isi ulang, asalkan punya modal Rp 30-70 juta. Salah satu pengusaha air minum isi ulang di Kalimalang, Bekasi, Andreas Sanusi, mengeluarkan modal sekitar Rp 70 juta untuk memasang instalasi pengolahan air minum isi ulang yang didatangkan dari Australia.
Bahan baku tersedia
Baginya usaha itu tidak sulit, karena segala sesuatu mulai dari pemasangan instalasi, pemasokan air baku yang berasal dari Sukabumi, filter atau penyaring, hingga lampu ultraviolet untuk membunuh kuman telah ada pemasoknya.
Sejak menekuni bidang usaha itu tujuh bulan lalu, omzetnya mencapai 100 galon per hari. Dari itu ia sudah memperoleh keuntungan bersih 30 persen dari biaya operasional setiap bulannya.
Instalasi buatan Australia yang digunakan Andreas tergolong memadai dari segi proses penyaringan dan desinfeksi. Dalam depotnya terpasang empat tangki besar yang menampung air baku. Kemudian untuk mengisi tabung-tabung galon konsumen, air baku itu harus melewati beberapa proses.
Pertama air akan melewati filter dari bahan silika untuk menyaring partikel kasar. Setelah itu memasuki tabung karbon aktif untuk menghilangkan bau. Tahap berikutnya adalah air disaring dengan mata saringan berukuran 10 mikron lalu ke saringan 1 mikron untuk menahan bakteri.
Dari situ air yang telah bebas dari bau dan bakteri ditampung di tabung khusus yang berukuran lebih kecil dibanding tabung penampung air baku. Selanjutnya adalah tahap mematikan kuman yang mungkin masih tersisa.
Untuk mematikan kuman instalasi air minum isi ulang banyak menggunakan sistem lampu sinar ultraviolet atau ultraungu yang daya radiasinya efektif membasmi bakteri.
Dijelaskan oleh Suprihatin, Ketua Penelitian Laboratorium Teknologi dan Manajemen Lingkungan Institut Pertanian Bogor, sinar itu berfungsi mengoksidasi unsur organik dalam air sehingga rusak. Bila itu berupa kuman, maka mikroorganisme itu akan mati.
"Namun, untuk dapat mematikan bakteri diperlukan penyinaran dalam jangka waktu tertentu," paparnya.
Jenis pengolahan air
Menurut Willy Sidharta, Direktur Operasi Aqua, proses sanitasi air memang dapat dilakukan dengan beberapa cara mulai dari memanaskan air hingga ozonisasi. Cara sanitasi air yang paling sederhana adalah memanaskan air hingga titik didih.
Cara kedua yang juga mudah dan murah adalah klorinasi atau pencampuran kaporit kedalam air. Konsentrasi sekitar 2 ppm cukup untuk membunuh bakteri. Penggunaan kaporit akan menimbulkan bau pada air dan untuk menghilangkannya diperlukan proses penyaringan dengan media karbon aktif.
Alternatif ketiga yang jarang dipakai adalah penggunaan senyawa perak-biasanya perak nitrat-dengan mencampurkannya ke dalam air. Penggunaan ini biasanya untuk keadaan memaksa, misalnya tentara pada waktu perang atau bagi petugas survei yang harus bekerja di tempat yang jauh dan tak ada air bersih.
Alternatif keempat, sanitasi dengan ultraviolet. Air dialirkan melalui tabung dengan lampu ultraviolet berintensitas tinggi, sehingga bakteri terbunuh oleh radiasi sinar ultraviolet. Yang harus diperhatikan disini adalah intensitas lampu ultraviolet yang dipakai harus cukup, untuk sanitasi air yang efektif diperlukan intensitas sebesar 30.000 MW sec/cm² (Micro Watt detik per sentimeter persegi).
Proses yang relatif baru adalah mencampur gas ozon kedalam air, dikenal dengan nama ozonisasi. Ozon merupakan oksidan kuat yang mampu membunuh bakteri patogen, termasuk virus.
Keuntungan penggunaan ozon adalah pipa, peralatan, dan kemasan akan ikut disanitasi sehingga produk yang dihasilkan akan lebih terjamin selama tidak ada kebocoran di kemasan. Ozon merupakan bahan sanitasi air yang efektif disamping sangat aman.
Seperti halnya ozon, radiasi sinar ultraviolet dapat membunuh semua jenis mikroba bila intensitas dan waktunya cukup. Tidak ada residu atau hasil samping dari proses penyinaran dengan UV.
Namun, agar efektif lampu UV harus dibersihkan atau secara teratur, dan harus diganti paling lama satu tahun. Air yang akan disinari dengan UV harus telah melalui filter halus dan karbon aktif untuk menghilangkan partikel tersuspensi, bahan organik, dan Fe atau Mn (jika konsentrasinya cukup tinggi).
Sistem filtrasi
Desinfeksi air minum juga dapat dilakukan dengan filtrasi membran. Klorinasi tidak digunakan dalam proses pengolahan air minum, karena sisa klor dalam air dapat menimbulkan bau yang mengganggu pada saat dikonsumsi.
Penyaringan (filtrasi) dapat dibedakan menjadi dua, yaitu filtrasi dengan pasir dan filtrasi membran. Filtrasi pasir untuk memisahkan partikel berukuran besar ($> 3 mikrometer), mikrofiltrasi membran dapat memisahkan partikel berukuran lebih kecil ($> 0,08 mikrometer), ultrafiltrasi dapat memisahkan makromolekul, nanofiltrasi dapat memisahkan mikromolekul dan ion-ion bervalensi dua (misalnya Mg, Ca).
Adapun ion-ion dapat dipisahkan dengan membran reverses osmosis. Dengan demikian, penggunaan mikrofiltrasi dapat memisahkan bakteri, dan penggunaan ultrafiltrasi dapat memisahkan selain bakteri juga virus (ukuran virus setara dengan ukuran molekul protein, yaitu sekitar 0,02-0,1 mikrometer).
"Proses pengolahan air minum pada prinsipnya harus mampu menghilangkan semua jenis polutan, baik pencemar fisik, kimia maupun mikrobiologis," urai Suprihatin.
Bahan tersuspensi dapat dihilangkan dengan cara koagulasi/flokulasi, sedimentasi, filtrasi pasir atau membran filtrasi (mikrofiltrasi). Bahan-bahan terlarut dapat dihilangkan dengan aerasi (misalnya Fe dan Mn), oksidasi (misalnya dengan ozonisasi atau radiasi UV), adsorpsi dengan karbon aktif, atau membran filtrasi (Reversed Osmosis).
Menurut Suprihatin, munculnya usaha air minum isi ulang merupakan fenomena yang tidak dapat dihilangkan. Dengan menjamurnya usaha tersebut, yang diperlukan adalah pengaturan berupa standar produk dan prosesnya.
"Dengan begitu bukan hanya pihak konsumen yang terlindungi tetapi juga usaha air minum isi ulang itu sendiri," paparnya. (yun)
ITULAH salah satu alasan mengapa air minum dalam kemasan (AMDK)-yang disebut-sebut menggunakan air dari pegunungan- banyak dikonsumsi. Namun, harga AMDK dari berbagai merek yang terus meningkat membuat konsumen mencari alternatif baru yang murah.
Air minum isi ulang menjadi jawabannya. Air minum yang bisa diperoleh di depot-depot itu harganya bisa sepertiga dari produk air minum dalam kemasan yang bermerek. Tak heran banyak rumah tangga beralih pada layanan ini. Tak heran bila depot-depot air minum isi ulang juga menjamur.
Siapa saja dapat membuka usaha penjualan air minum isi ulang, asalkan punya modal Rp 30-70 juta. Salah satu pengusaha air minum isi ulang di Kalimalang, Bekasi, Andreas Sanusi, mengeluarkan modal sekitar Rp 70 juta untuk memasang instalasi pengolahan air minum isi ulang yang didatangkan dari Australia.
Bahan baku tersedia
Baginya usaha itu tidak sulit, karena segala sesuatu mulai dari pemasangan instalasi, pemasokan air baku yang berasal dari Sukabumi, filter atau penyaring, hingga lampu ultraviolet untuk membunuh kuman telah ada pemasoknya.
Sejak menekuni bidang usaha itu tujuh bulan lalu, omzetnya mencapai 100 galon per hari. Dari itu ia sudah memperoleh keuntungan bersih 30 persen dari biaya operasional setiap bulannya.
Instalasi buatan Australia yang digunakan Andreas tergolong memadai dari segi proses penyaringan dan desinfeksi. Dalam depotnya terpasang empat tangki besar yang menampung air baku. Kemudian untuk mengisi tabung-tabung galon konsumen, air baku itu harus melewati beberapa proses.
Pertama air akan melewati filter dari bahan silika untuk menyaring partikel kasar. Setelah itu memasuki tabung karbon aktif untuk menghilangkan bau. Tahap berikutnya adalah air disaring dengan mata saringan berukuran 10 mikron lalu ke saringan 1 mikron untuk menahan bakteri.
Dari situ air yang telah bebas dari bau dan bakteri ditampung di tabung khusus yang berukuran lebih kecil dibanding tabung penampung air baku. Selanjutnya adalah tahap mematikan kuman yang mungkin masih tersisa.
Untuk mematikan kuman instalasi air minum isi ulang banyak menggunakan sistem lampu sinar ultraviolet atau ultraungu yang daya radiasinya efektif membasmi bakteri.
Dijelaskan oleh Suprihatin, Ketua Penelitian Laboratorium Teknologi dan Manajemen Lingkungan Institut Pertanian Bogor, sinar itu berfungsi mengoksidasi unsur organik dalam air sehingga rusak. Bila itu berupa kuman, maka mikroorganisme itu akan mati.
"Namun, untuk dapat mematikan bakteri diperlukan penyinaran dalam jangka waktu tertentu," paparnya.
Jenis pengolahan air
Menurut Willy Sidharta, Direktur Operasi Aqua, proses sanitasi air memang dapat dilakukan dengan beberapa cara mulai dari memanaskan air hingga ozonisasi. Cara sanitasi air yang paling sederhana adalah memanaskan air hingga titik didih.
Cara kedua yang juga mudah dan murah adalah klorinasi atau pencampuran kaporit kedalam air. Konsentrasi sekitar 2 ppm cukup untuk membunuh bakteri. Penggunaan kaporit akan menimbulkan bau pada air dan untuk menghilangkannya diperlukan proses penyaringan dengan media karbon aktif.
Alternatif ketiga yang jarang dipakai adalah penggunaan senyawa perak-biasanya perak nitrat-dengan mencampurkannya ke dalam air. Penggunaan ini biasanya untuk keadaan memaksa, misalnya tentara pada waktu perang atau bagi petugas survei yang harus bekerja di tempat yang jauh dan tak ada air bersih.
Alternatif keempat, sanitasi dengan ultraviolet. Air dialirkan melalui tabung dengan lampu ultraviolet berintensitas tinggi, sehingga bakteri terbunuh oleh radiasi sinar ultraviolet. Yang harus diperhatikan disini adalah intensitas lampu ultraviolet yang dipakai harus cukup, untuk sanitasi air yang efektif diperlukan intensitas sebesar 30.000 MW sec/cm² (Micro Watt detik per sentimeter persegi).
Proses yang relatif baru adalah mencampur gas ozon kedalam air, dikenal dengan nama ozonisasi. Ozon merupakan oksidan kuat yang mampu membunuh bakteri patogen, termasuk virus.
Keuntungan penggunaan ozon adalah pipa, peralatan, dan kemasan akan ikut disanitasi sehingga produk yang dihasilkan akan lebih terjamin selama tidak ada kebocoran di kemasan. Ozon merupakan bahan sanitasi air yang efektif disamping sangat aman.
Seperti halnya ozon, radiasi sinar ultraviolet dapat membunuh semua jenis mikroba bila intensitas dan waktunya cukup. Tidak ada residu atau hasil samping dari proses penyinaran dengan UV.
Namun, agar efektif lampu UV harus dibersihkan atau secara teratur, dan harus diganti paling lama satu tahun. Air yang akan disinari dengan UV harus telah melalui filter halus dan karbon aktif untuk menghilangkan partikel tersuspensi, bahan organik, dan Fe atau Mn (jika konsentrasinya cukup tinggi).
Sistem filtrasi
Desinfeksi air minum juga dapat dilakukan dengan filtrasi membran. Klorinasi tidak digunakan dalam proses pengolahan air minum, karena sisa klor dalam air dapat menimbulkan bau yang mengganggu pada saat dikonsumsi.
Penyaringan (filtrasi) dapat dibedakan menjadi dua, yaitu filtrasi dengan pasir dan filtrasi membran. Filtrasi pasir untuk memisahkan partikel berukuran besar ($> 3 mikrometer), mikrofiltrasi membran dapat memisahkan partikel berukuran lebih kecil ($> 0,08 mikrometer), ultrafiltrasi dapat memisahkan makromolekul, nanofiltrasi dapat memisahkan mikromolekul dan ion-ion bervalensi dua (misalnya Mg, Ca).
Adapun ion-ion dapat dipisahkan dengan membran reverses osmosis. Dengan demikian, penggunaan mikrofiltrasi dapat memisahkan bakteri, dan penggunaan ultrafiltrasi dapat memisahkan selain bakteri juga virus (ukuran virus setara dengan ukuran molekul protein, yaitu sekitar 0,02-0,1 mikrometer).
"Proses pengolahan air minum pada prinsipnya harus mampu menghilangkan semua jenis polutan, baik pencemar fisik, kimia maupun mikrobiologis," urai Suprihatin.
Bahan tersuspensi dapat dihilangkan dengan cara koagulasi/flokulasi, sedimentasi, filtrasi pasir atau membran filtrasi (mikrofiltrasi). Bahan-bahan terlarut dapat dihilangkan dengan aerasi (misalnya Fe dan Mn), oksidasi (misalnya dengan ozonisasi atau radiasi UV), adsorpsi dengan karbon aktif, atau membran filtrasi (Reversed Osmosis).
Menurut Suprihatin, munculnya usaha air minum isi ulang merupakan fenomena yang tidak dapat dihilangkan. Dengan menjamurnya usaha tersebut, yang diperlukan adalah pengaturan berupa standar produk dan prosesnya.
"Dengan begitu bukan hanya pihak konsumen yang terlindungi tetapi juga usaha air minum isi ulang itu sendiri," paparnya. (yun)
Label:
PENGOLAHAN AIR MINUM
MILIST KA STTL "YLH"
Om/Tante alumnus/mahasiswa/pengelola KA STTL "YLH",
Sudahkah Om/Tante bergabung dalam Milis KA STTL "YLH" ? Milis KA STTL adalah medium komunikasi berbentuk milis (electronic mailing list) khusus bagi para alumni, mahasiswa, dan pengelola KA STTL. Untuk bergabung dalam Milis, kirim email kosong ke alumni_sttl-subscribe@yahoogroups.com (subject dan body dari pesan email tersebut tidak perlu diisi). Ajak juga rekan-rekan alumni, mahasiswa, dan pengelola KA STTL lain untuk ikut bergabung dalam Milis.
Setelah Om/Tante bergabung, pesan-pesan yang dimuat dalam Milis akan otomatis dikirim ke alamat email Om/Tante dengan subject berawalan "[alumni_sttl]". Jika menerima pesan secara satu per satu dirasa mengganggu, silakan berlangganan alumni_sttl Digest, yaitu kumpulan pesan yang dimuat dalam satu hari. Caranya? Kirim email kosong ke alumni_sttl-digest@yahoogroups.com (Kelak untuk kembali menerima secara normal, kirim email kosong ke alumni_sttl-normal@yahoogroups.com).
Untuk memuat pesan dalam Milis, Om/Tante bisa mengirimkan pesan tersebut ke alumni_sttl@yahoogroups.com. Attachments tidak ikut dimuat. Perlu diperhatikan netiket (netiquette) dalam mengirimkan pesan (termasuk reply). Om-Om Admin (kami para administrator Milis) sebenarnya tidak suka pada aturan-aturan, namun ini dirasa perlu diadakan mengingat besarnya jumlah anggota Milis dengan minat dan keterbatasan masing-masing. Berjalan baiknya suatu milis tentu saja sangat tergantung dari kerja sama para anggotanya:
1. Perihal Perkenalan Diri
- Om/Tante tidak perlu mengirim pesan yang khusus berisi perkenalan diri.
- Sebaiknya selalu mencantumkan nama dan angkatan dalam setiap pesan.
2. THE TRADITION OF QUALITY
Jaga agar pesan berkualitas dan sekiranya relevan bagi alumni, mahasiswa, dan pengelola KA STTL YLH.
Contoh:
- Jangan melakukan spamming, seperti mengirim iklan, surat berantai, pesan coba-coba, dan forward-forward yang tidak relevan. Misalnya, forward mengenai virus mesin cuci atau bayi yang terkena kanker mungkin menarik bagi Om/Tante tetapi barangkali tidak bagi anggota Milis yang lain.
- Sebaiknya tidak mengirim pesan "one-liners", seperti "Setuju Om!!!".
- Pesan privat, seperti "Betulkah ini Diah yang dulu suka manjat pohon?", sebaiknya dikirim ke alamat email yang bersangkutan.
- Pesan mengenai permasalahan administrasi atau teknis, seperti "unsubcribe!", seharusnya dikirim ke alamat email Om-Om Admin.
3. Not QUANTITY
Pesan yang terlalu panjang selain bisa menambah beban pulsa atau menimbulkan masalah kantor bagi para anggota Milis yang lain, juga menyebabkan pesan tersebut sulit dibaca. Jaga agar keseluruhan pesan Om/Tante tidak terlalu panjang.
Contoh:
- Jika Om/Tante me-reply, komputer biasanya secara otomatis akan mengutip pesan asli ke dalam reply Om/Tante. Hapuslah semua kutipan ini kecuali bagian-bagian yang relevan dengan reply Om/Tante.
- Jika Om/Tante menyisipkan (dengan cara forward atau copy-paste) tulisan dari luar Milis ke dalam pesan Om/Tante, hapuslah bagian-bagian dari tulisan itu yang tidak relevan.
4. Perihal Subject
Subject dari pesan seharusnya ditulis sedemikian sehingga jelas menggambarkan topik dari pesan tersebut, dan bisa membantu tiap anggota Milis dalam memutuskan perlu membaca pesan tersebut atau tidak. Misalnya, "Bisakah Jadwal Reuni Diubah?" akan lebih jelas daripada sekedar "Halo Om, Halo Tante" atau "Re: Digest Number 89" atau kosong sama sekali.
- Jika Om/Tante me-reply dengan topik yang bergeser dari topik pesan semula, sesuaikanlah subject pada reply Om/Tante.
Misalnya:
Subject dari pesan semula: "Re: [alumni_sttl] Fasilitas Perpustakaan bagi Alumni"
Subject dari reply Om/Tante: "Subsidi BBM bagi Alumni (was: Re: Fasilitas Perpustakaan bagi Alumni)"
Untuk permasalahan administrasi atau teknis seputar Milis,
silakan Om/Tante menghubungi Admin di alumni_sttl alumni_sttl-owner@yahoogroups.com.
Terima kasih.
Admin
Sudahkah Om/Tante bergabung dalam Milis KA STTL "YLH" ? Milis KA STTL adalah medium komunikasi berbentuk milis (electronic mailing list) khusus bagi para alumni, mahasiswa, dan pengelola KA STTL. Untuk bergabung dalam Milis, kirim email kosong ke alumni_sttl-subscribe@yahoogroups.com (subject dan body dari pesan email tersebut tidak perlu diisi). Ajak juga rekan-rekan alumni, mahasiswa, dan pengelola KA STTL lain untuk ikut bergabung dalam Milis.
Setelah Om/Tante bergabung, pesan-pesan yang dimuat dalam Milis akan otomatis dikirim ke alamat email Om/Tante dengan subject berawalan "[alumni_sttl]". Jika menerima pesan secara satu per satu dirasa mengganggu, silakan berlangganan alumni_sttl Digest, yaitu kumpulan pesan yang dimuat dalam satu hari. Caranya? Kirim email kosong ke alumni_sttl-digest@yahoogroups.com (Kelak untuk kembali menerima secara normal, kirim email kosong ke alumni_sttl-normal@yahoogroups.com).
Untuk memuat pesan dalam Milis, Om/Tante bisa mengirimkan pesan tersebut ke alumni_sttl@yahoogroups.com. Attachments tidak ikut dimuat. Perlu diperhatikan netiket (netiquette) dalam mengirimkan pesan (termasuk reply). Om-Om Admin (kami para administrator Milis) sebenarnya tidak suka pada aturan-aturan, namun ini dirasa perlu diadakan mengingat besarnya jumlah anggota Milis dengan minat dan keterbatasan masing-masing. Berjalan baiknya suatu milis tentu saja sangat tergantung dari kerja sama para anggotanya:
1. Perihal Perkenalan Diri
- Om/Tante tidak perlu mengirim pesan yang khusus berisi perkenalan diri.
- Sebaiknya selalu mencantumkan nama dan angkatan dalam setiap pesan.
2. THE TRADITION OF QUALITY
Jaga agar pesan berkualitas dan sekiranya relevan bagi alumni, mahasiswa, dan pengelola KA STTL YLH.
Contoh:
- Jangan melakukan spamming, seperti mengirim iklan, surat berantai, pesan coba-coba, dan forward-forward yang tidak relevan. Misalnya, forward mengenai virus mesin cuci atau bayi yang terkena kanker mungkin menarik bagi Om/Tante tetapi barangkali tidak bagi anggota Milis yang lain.
- Sebaiknya tidak mengirim pesan "one-liners", seperti "Setuju Om!!!".
- Pesan privat, seperti "Betulkah ini Diah yang dulu suka manjat pohon?", sebaiknya dikirim ke alamat email yang bersangkutan.
- Pesan mengenai permasalahan administrasi atau teknis, seperti "unsubcribe!", seharusnya dikirim ke alamat email Om-Om Admin.
3. Not QUANTITY
Pesan yang terlalu panjang selain bisa menambah beban pulsa atau menimbulkan masalah kantor bagi para anggota Milis yang lain, juga menyebabkan pesan tersebut sulit dibaca. Jaga agar keseluruhan pesan Om/Tante tidak terlalu panjang.
Contoh:
- Jika Om/Tante me-reply, komputer biasanya secara otomatis akan mengutip pesan asli ke dalam reply Om/Tante. Hapuslah semua kutipan ini kecuali bagian-bagian yang relevan dengan reply Om/Tante.
- Jika Om/Tante menyisipkan (dengan cara forward atau copy-paste) tulisan dari luar Milis ke dalam pesan Om/Tante, hapuslah bagian-bagian dari tulisan itu yang tidak relevan.
4. Perihal Subject
Subject dari pesan seharusnya ditulis sedemikian sehingga jelas menggambarkan topik dari pesan tersebut, dan bisa membantu tiap anggota Milis dalam memutuskan perlu membaca pesan tersebut atau tidak. Misalnya, "Bisakah Jadwal Reuni Diubah?" akan lebih jelas daripada sekedar "Halo Om, Halo Tante" atau "Re: Digest Number 89" atau kosong sama sekali.
- Jika Om/Tante me-reply dengan topik yang bergeser dari topik pesan semula, sesuaikanlah subject pada reply Om/Tante.
Misalnya:
Subject dari pesan semula: "Re: [alumni_sttl] Fasilitas Perpustakaan bagi Alumni"
Subject dari reply Om/Tante: "Subsidi BBM bagi Alumni (was: Re: Fasilitas Perpustakaan bagi Alumni)"
Untuk permasalahan administrasi atau teknis seputar Milis,
silakan Om/Tante menghubungi Admin di alumni_sttl alumni_sttl-owner@yahoogroups.com.
Terima kasih.
Admin
SELAMAT DATANG
Assalamu'alaikum Wr Wb
Selamat datang di web blog KA STTL.
Web blog ini saya dedikasikan untuk ajang silaturahmi, curhat, berbagi informasi yang baru bagi semua Alumni STTL.
Dengan harapan agar web blog ini LEBIH HIDUP dari website sebelumnya.
Kami persilahkan kepada rekan - rekan alumni STTL untuk dapat berpartisipasi memberikan tulisan yang bermanfaat, baik berupa artikel teknik lingkungan, curhat, renungan, unek-unek, cerita sukses, dan lain - lain, DARI KITA UNTUK KITA, MEMBERI DAN MELAYANI.
Bentuk tulisan bebas dan bertanggungjawab. Semua bisa diposting disini.
Silahkan kontak saya via :
SMS ke : 08174119917
email ke : ichsansnts@yahoo.com
YM : ichsansnts
Terimakasih atas perhatiannya
Wassalam
ICHSAN SANTOSO
Moderator Mailinglist KA STTL
Selamat datang di web blog KA STTL.
Web blog ini saya dedikasikan untuk ajang silaturahmi, curhat, berbagi informasi yang baru bagi semua Alumni STTL.
Dengan harapan agar web blog ini LEBIH HIDUP dari website sebelumnya.
Kami persilahkan kepada rekan - rekan alumni STTL untuk dapat berpartisipasi memberikan tulisan yang bermanfaat, baik berupa artikel teknik lingkungan, curhat, renungan, unek-unek, cerita sukses, dan lain - lain, DARI KITA UNTUK KITA, MEMBERI DAN MELAYANI.
Bentuk tulisan bebas dan bertanggungjawab. Semua bisa diposting disini.
Silahkan kontak saya via :
SMS ke : 08174119917
email ke : ichsansnts@yahoo.com
YM : ichsansnts
Terimakasih atas perhatiannya
Wassalam
ICHSAN SANTOSO
Moderator Mailinglist KA STTL
Selasa, 09 Oktober 2007
FENOMENA ALUMNI STTL
Perkembangan dan kemajuan perguruan tinggi tidak terlepas dari peranan alumni. Dinamika sejarah perkembangan STTL masa lalu dan kini secara nyata telah berpengaruh terhadap rasa kepemilikan (self belonging) alumni terhadap almamater dimana dulu kita semua dibesarkan.
Trend globalisasi yang ditandai dengan networking, menuntut semua pihak (alumni dan almamater) untuk saling bekerjasama jika ingin exist menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi. Alumni dan almamater adalah ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Nama besar STTL tidak bisa dilepaskan dari peran alumni begitu pula sebaliknya.
Keberadaan Keluarga Alumni STTL sampai saat ini dapat dikatakan belum berfungsi maksimal, baik itu untuk alumni sendiri maupun untuk almamater. Hal ini menjadikan jalinan komunikasi antar alumni untuk saling bertukar informasi mengalami stagnasi.
Partisipasi anda menjadi kata kunci untuk menyelesaikan berbagai persoalan dan tantangan yang kita hadapi bersama.
Trend globalisasi yang ditandai dengan networking, menuntut semua pihak (alumni dan almamater) untuk saling bekerjasama jika ingin exist menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi. Alumni dan almamater adalah ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Nama besar STTL tidak bisa dilepaskan dari peran alumni begitu pula sebaliknya.
Keberadaan Keluarga Alumni STTL sampai saat ini dapat dikatakan belum berfungsi maksimal, baik itu untuk alumni sendiri maupun untuk almamater. Hal ini menjadikan jalinan komunikasi antar alumni untuk saling bertukar informasi mengalami stagnasi.
Partisipasi anda menjadi kata kunci untuk menyelesaikan berbagai persoalan dan tantangan yang kita hadapi bersama.
INDAHNYA BERBAGI
Pada suatu kesempatan saya bersama kawan-kawan pergi untuk mendaki gunung,dan saat suasana tidak mendukung, kami kehabisan perbekelan, dengan keadaan perut lapar, kami bertemu dengan tim pendaki gunung lainnya, dan kami berjalan beriringan, kami menceritakan bahwa kami kehabisan perbekalan, dan dengan kemurahan hati tim pendaki gunung lainnya bebagi perbekalan, kami membuka bekal dan makan bersama, dan suasana pun menjadi akrab. Sangat indah bila kita berbagi
Mungkin contoh yang saya tuliskan hanyalah salah satu contoh tentang indahnya berbagi, berbagi dalam hal ini kita bisa berbagi itu tidak hanya berbagi materi. Seperti contoh ketika ada anak baru dalam lingkungan kantor, saya dengan ikhlas berbagi pengetahuan tentang apa yang harus dikerjakan, dan anak tersebut dapat bekerja dengan baik, malah anak tersebut sering membantu beberapa tugas saya.
Atau berbagi informasi, ketika saya baru lulus kuliah, allhamdulillah saya pun tidak mengalami masa menganggur, ketika pertama kali bekerja, saya berbagi informasi lowongan pekerjaan kepada sahabat saya, dan beberapa sahabat saya berhasil bekerja ditempat saya, dan kami pun menjadi partner.
Dalam hal berbagi, jangan takut apa yang kita miliki akan cepat habis, percaya atau tidak sesuatu yang kita bagi dengan orang yang membutuhkan akan membuat sesuatu yang kita punya akan bertambah, missal kita memiliki ilmu, ketika kita berbagai, kita mengajaari seseorang dengan ilmu yang kita miliki, ilmu yang kita miliki akan bertambah, kita akan tembah mengerti dengan ilmu tersebut.
Ketika kita berbagi informasi, pada suatu saat sahabat yang kita beri informasi secara tidak langsung mungkin akan membalas memberi informasi, jadi semakin kita berbagi semakin banyak yang akan kita dapati.
Dalam agama kita pun diwajibkan untuk berbagi, dengan mengeluarkan zakat, sedekah dan lainya, untuk berdasarkan perintah tuhan, jika kita memberi sedekah atau zakat kita akan dikembalikan dalam jumlah berkali-kali lipat. Tapi pengembalian dari zakat yang diberi tidak selalu instant dan tidak dalam bentuk uang tunai. Tetapi bisa suatu rezeki yang sangat tidak ternilai.
Saat ini kita sering susah dalam berbagi, kita takut harta kita habis, padahal ketakutan-ketakuan tersaebuat tidak benar. Hal tersebut disebabkan ketamakan kita terhdap harta, informasi, atau sesuatu yang bisa kita bagi.
Mari kita mulai berbagi, bersama dengan sahabat kita, tetangga kita, tema kita, orang yang membutuhkan, saat ini banyak orang yang membutuhkan bantuan kita tidak hanya materi, ilmu pengethuan, informasi dan apa-pun yang bisa kita beri.
"Dengan memberi berupa 1x anda akan mendapatkan masukan sebesar 10x, jadi mari kita berbagi dengan sesama"
"Memberi dengan ikhlas akan membuka rizki yang berlimpah "
Dalam Perenunganku, Ingin Berbagi untuk sahabat
ICHSAN SANTOSO
(disadur dari berbagai sumber dg copy dan paste)
Mungkin contoh yang saya tuliskan hanyalah salah satu contoh tentang indahnya berbagi, berbagi dalam hal ini kita bisa berbagi itu tidak hanya berbagi materi. Seperti contoh ketika ada anak baru dalam lingkungan kantor, saya dengan ikhlas berbagi pengetahuan tentang apa yang harus dikerjakan, dan anak tersebut dapat bekerja dengan baik, malah anak tersebut sering membantu beberapa tugas saya.
Atau berbagi informasi, ketika saya baru lulus kuliah, allhamdulillah saya pun tidak mengalami masa menganggur, ketika pertama kali bekerja, saya berbagi informasi lowongan pekerjaan kepada sahabat saya, dan beberapa sahabat saya berhasil bekerja ditempat saya, dan kami pun menjadi partner.
Dalam hal berbagi, jangan takut apa yang kita miliki akan cepat habis, percaya atau tidak sesuatu yang kita bagi dengan orang yang membutuhkan akan membuat sesuatu yang kita punya akan bertambah, missal kita memiliki ilmu, ketika kita berbagai, kita mengajaari seseorang dengan ilmu yang kita miliki, ilmu yang kita miliki akan bertambah, kita akan tembah mengerti dengan ilmu tersebut.
Ketika kita berbagi informasi, pada suatu saat sahabat yang kita beri informasi secara tidak langsung mungkin akan membalas memberi informasi, jadi semakin kita berbagi semakin banyak yang akan kita dapati.
Dalam agama kita pun diwajibkan untuk berbagi, dengan mengeluarkan zakat, sedekah dan lainya, untuk berdasarkan perintah tuhan, jika kita memberi sedekah atau zakat kita akan dikembalikan dalam jumlah berkali-kali lipat. Tapi pengembalian dari zakat yang diberi tidak selalu instant dan tidak dalam bentuk uang tunai. Tetapi bisa suatu rezeki yang sangat tidak ternilai.
Saat ini kita sering susah dalam berbagi, kita takut harta kita habis, padahal ketakutan-ketakuan tersaebuat tidak benar. Hal tersebut disebabkan ketamakan kita terhdap harta, informasi, atau sesuatu yang bisa kita bagi.
Mari kita mulai berbagi, bersama dengan sahabat kita, tetangga kita, tema kita, orang yang membutuhkan, saat ini banyak orang yang membutuhkan bantuan kita tidak hanya materi, ilmu pengethuan, informasi dan apa-pun yang bisa kita beri.
"Dengan memberi berupa 1x anda akan mendapatkan masukan sebesar 10x, jadi mari kita berbagi dengan sesama"
"Memberi dengan ikhlas akan membuka rizki yang berlimpah "
Dalam Perenunganku, Ingin Berbagi untuk sahabat
ICHSAN SANTOSO
(disadur dari berbagai sumber dg copy dan paste)
Label:
ARTIKEL
Langganan:
Postingan (Atom)
