Selasa, 09 Oktober 2007

FENOMENA ALUMNI STTL

Perkembangan dan kemajuan perguruan tinggi tidak terlepas dari peranan alumni. Dinamika sejarah perkembangan STTL masa lalu dan kini secara nyata telah berpengaruh terhadap rasa kepemilikan (self belonging) alumni terhadap almamater dimana dulu kita semua dibesarkan.

Trend globalisasi yang ditandai dengan networking, menuntut semua pihak (alumni dan almamater) untuk saling bekerjasama jika ingin exist menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi. Alumni dan almamater adalah ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Nama besar STTL tidak bisa dilepaskan dari peran alumni begitu pula sebaliknya.

Keberadaan Keluarga Alumni STTL sampai saat ini dapat dikatakan belum berfungsi maksimal, baik itu untuk alumni sendiri maupun untuk almamater. Hal ini menjadikan jalinan komunikasi antar alumni untuk saling bertukar informasi mengalami stagnasi.

Partisipasi anda menjadi kata kunci untuk menyelesaikan berbagai persoalan dan tantangan yang kita hadapi bersama.

2 komentar:

dormaringan mengatakan...

Fenomena..??? apa tepatnya istilah yang dipakai untuk menggambarkan kondisi KA STTL.

Minggu lalu, saya bertemua dengan Kakak Jack Hareawan, angk 85/86, yang sekarang telah menjadi Kasubdin Penyehatan Lingkungan di Dinas PU Kab. Manokwari, Papua Barat.

Diskusi panjang kami, sama-sama menyimpulkan bahwa "Fenomena" STTL memang "unik". Dugaanya petinggi kampus sekarang kurang berjiwa "sttl-ers",tetapi lebih berperan sbg "guru besar".
Sayangnya kami tidak bisa mendefinisikan apa itu "sttl-ers" ada yang bisa sharing...? helep ya..
+dhs+

ivankurniawan75 mengatakan...

Abang Dormaringan Saragih,... Saya mendukung komentar abang. Rasa memiliki STTL pada jiwa Alumni tidak berbanding lurus dangan Sikap Para Petinggi STTL. Fakta.
Di sejumlah Instansi Pemerintah/Swasta, Alumni sangat dibanggakan dan membanggakan....