<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242</id><updated>2012-02-17T07:40:25.740+07:00</updated><category term='Pengolahan Air Baku'/><category term='Temu Alumni'/><category term='Admin Blog'/><category term='AMDAL'/><category term='Mikro Organisme'/><category term='Daur Ulang Sampah'/><category term='Limbah B3'/><category term='Hukum Lingkungan'/><category term='Data Alumni'/><category term='Kerjasama'/><category term='SAMPAH'/><category term='Pengolahan Limbah'/><category term='Pemanasan Global'/><category term='Perencenaan Kota'/><category term='Biologi Lingkungan'/><category term='Pengolahan Sampah'/><category term='Pendidikan Lingkungan'/><category term='Air'/><category term='Drainase'/><category term='AD ART KASTTL'/><category term='Pelatihan'/><category term='Konservasi'/><category term='Informasi Lingkungan'/><category term='INFO ALUMNI'/><category term='FOTO KENANGAN'/><category term='Plumbing'/><category term='Profil Alumni'/><category term='Polusi Udara'/><category term='Kajian Lingkungan'/><category term='Pengelolaan Kualitas Udara'/><category term='Alumni Wilayah'/><category term='Pengolahan Limbah Cair'/><category term='Info Moderator'/><category term='Limbah'/><category term='Software'/><category term='Energi Alternatif'/><category term='CURHAT'/><category term='Motivasi'/><category term='Video'/><category term='ARTIKEL'/><category term='Wirausaha'/><category term='Sain'/><category term='Teknologi Nuklir'/><category term='Pencemaran Tanah'/><category term='Berita'/><category term='Lowongan Pekerjaan'/><category term='PENGOLAHAN AIR MINUM'/><title type='text'>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</title><subtitle type='html'>Wahana Silaturahmi, curhat, belajar, tukar informasi, lowongan pekerjaan, peluang bisnis, dll</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>132</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-2668656660831819411</id><published>2010-05-05T19:01:00.001+07:00</published><updated>2010-05-05T19:02:06.848+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemanasan Global'/><title type='text'>Cuaca Panas Karena Matahari Bergeser</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://img.antaranews.com/stockphotos/peristiwa/20091209224852-thomas-091209.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://img.antaranews.com/stockphotos/peristiwa/20091209224852-thomas-091209.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jakarta (ANTARA News) - Cuaca panas yang terasa mulai Maret hingga  memuncak pada Mei ini di sejumlah daerah di Indonesia disebabkan oleh  bergesernya posisi matahari dari selatan ke utara, kata pakar astronomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pola  pemanasan berubah. Wilayah paling panas ada di sekitar khatulistiwa, di  Indonesia. Angin cenderung berputar di sekitar wiliayah Indonesia.  Tidak ada efek pendinginan dari wilayah lain," kata pakar astronimi  Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin  yang dikonfirmasi dari Jakarta, Senin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak dari kondisi itu  lah yang menyebabkan meningkatnya suhu udah di sejumlah wilayah di  Indonesia belakangan ini.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, saat pancaroba dari kemarau ke penghujan yakni pada  September-Oktober pun akan menjadi bulan yang panas melebih saat  kemarau, seperti juga saat pancaroba dari musim penghujan ke kemarau  pada Maret-Mei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kondisi regional juga harus diperhatikan yang kadang  memberi efek penguatan, ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat awal April 2010 ada efek gabungan El Nino di Pasifik, Dipole Mode  di Lautan Hindia, dan siklus periodik MJO (Madden-Julian Oscillation)  aktif yang bersifat menekan pembentukan awan di wilayah Indonesia,  ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Efek gabungan itu cenderung mengurangi liputan awan di wilayah  Indonesia. Akibatnya pada siang hari kita merasakan panas yang sangat  terik," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ujarnya, ada juga dampak perubahan iklim lokal seperti  perubahan tataguna lahan dan aktivitas manusia yang berdampak pada  pemanasan kota misalnya pepohonan banyak ditebang berubah menjadi  bangunan dan pelataran berlapis semen, maka permukaan bumi menyerap  panas lebih efektif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Panas tersebut dipancar lagi ke atas sebagai gelombang panas  inframerah. Sebagai fenomena sesaat, kita bisa merasakan perbedaan panas  di wilayah yang masih banyak pohonnya dan wilayah yang tanpa atau  sedikit pohonnya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, bahwa pemanasan itu bukan hanya sesaat karena ada  proses lanjutannya di mana panas itu tersimpan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya pancaran gelombang panas itu bermanfaat menghangatkan bumi  saat matahari sudah terbenam, tetapi karena bertambahnya gas  karbondioksida (CO2) di udara perkotaan akibat kendaraan bermotor dan  industri serta aktivitas manusia lainnya, maka lebih banyak panas yang  ditahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karbondioksida memang bersifat menyerap inframerah yang berarti  menahan panas. Akibatnya kota semakin panas," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membantah berita yang dikirim secara berantai melalui pesan singkat  mengenai matahari yang sedang pada titik terdekat dengan bumi sehingga  meningkatkan suhu bumi sebesar empat derajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(T.D009/S026)&lt;br /&gt;http://www.antaranews.com/berita/1272890457/cuaca-panas-karena-matahari-bergeser&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-2668656660831819411?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/2668656660831819411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=2668656660831819411' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/2668656660831819411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/2668656660831819411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2010/05/cuaca-panas-karena-matahari-bergeser.html' title='Cuaca Panas Karena Matahari Bergeser'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-5795563410709104855</id><published>2010-05-05T18:48:00.000+07:00</published><updated>2010-05-05T18:48:32.181+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Limbah B3'/><title type='text'>Ancaman dari Antariksa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/04/22/1834347620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/04/22/1834347620X310.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="isi_berita pt_5"&gt;&lt;strong&gt;YUNI IKAWATI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS.com&lt;/strong&gt;  — Meteor yang sampai ke Bumi dalam ukuran cukup besar merupakan  kejadian langka, tetapi kemungkinan meteorit mengenai permukiman akan  meningkat seiring memadatnya penduduk. Ancaman lain dari antariksa  muncul dengan bertambahnya jumlah sampah antariksa berupa rongsokan  satelit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meteorit yang menimpa rumah seperti yang terjadi pada  Kamis (29/4/2010) di permukiman padat di Kelurahan Malakasari, Duren  Sawit, Jakarta Timur, menurut catatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa  Nasional (Lapan), merupakan yang pertama kali terjadi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selama  ini, meteorit—batu meteor yang sampai ke permukaan Bumi—jatuh di  wilayah tak berpenghuni. Tujuh tahun terakhir, Lapan mencatat ada  beberapa kejadian meteorit di wilayah Indonesia, antara lain berlokasi  di pinggir hutan dekat Pontianak, Kalimantan Barat (2003); di sebuah  lahan terbuka di Tegal; dan daerah persawahan di Gianyar, Bali (2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang  terakhir adalah meteor yang jatuh di Bone, Sulawesi Selatan, Oktober  2009. Meteor berdiameter sekitar 10 meter yang jatuh di perairan dekat  Teluk Bone ini menimbulkan ledakan yang besar di udara, dan dilihat oleh  banyak saksi mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1908, wilayah daratan Indonesia  diketahui pernah kejatuhan 17 meteor berukuran relatif besar. Kejadian  paling awal adalah meteor seberat 1,63 kilogram yang ditemukan di Pulau  Kangean, Sumenep, Jawa Timur, 27 November 1908. Meteor yang terberat  ditemukan di Jumapolo, Jawa Timur, 13 Maret 1984, seberat 32,49 kg.&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejatuhan  benda langit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap bulan sesungguhnya permukaan Bumi  ini terkena jatuhan meteorit. Namun, banyak yang tidak diketahui manusia  karena meteorit jatuh di laut, hutan, rawa, dan daerah terbuka lainnya.  Meteorit yang jatuh di wilayah Indonesia bisa terjadi 2 hingga 3 tahun  sekali. Peluang jatuh di darat pun kecil karena sebagian besar  wilayahnya berupa lautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran meteorit yang sampai ke  permukaan Bumi pun sangat kecil, berupa serpihan dan pasir. Benda  antariksa itu masuk ke atmosfer dengan kecepatan sekitar 100.000  kilometer per jam. Ia biasanya akan terkikis oleh massa udara yang  relatif padat di atmosfer Bumi. Akibatnya, meteorit akan mulai terbakar  dengan suhu ratusan derajat celsius menyerupai bola api pada ketinggian  100 km dari permukaan Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oleh karena itu, begitu sampai di  Bumi, meteorit telah hancur berkeping-keping berupa serpihan,” ujar  Thomas Djamaluddin, pakar astronomi dan astrofisika dari Lapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena  panas yang sangat tinggi, bagian luar meteorit akan meleleh hingga  menyisakan material yang menghitam di permukaan Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meteorit  umumnya mengandung nikel dan logam lain. Adapun yang berupa batuan  terdiri dari karbon dan silikat. ”Material dari langit itu tidak  mengandung zat beradiasi atau radioaktif,” kata Thomas.&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meteor&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meteor  merupakan sisa asteroid atau bintang yang telah hancur atau sisa-sisa  dari pembentukan tata surya antarplanet. Saat Bumi yang berada dalam  tata surya Matahari berpapasan dengan obyek antariksa itu, meteor akan  tertarik oleh gravitasi Bumi hingga masuk ke atmosfer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga  kini, belum ada sistem pemantau yang mampu mendeteksi meteor yang  berukuran kurang dari 10 meter, apalagi meteor yang gerakannya sangat  sporadis dan acak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan jatuhnya sampah antariksa,  hujan meteor bisa diprediksi setiap bulannya. Hujan meteor berupa  butiran seukuran pasir berasal dari gugusan debu sisa komet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain  hujan meteor Lyrid bulan lalu, penduduk Bumi akan melihat hujan meteor  awal Mei ini dan di antaranya meteor Leonid pada November mendatang.  Tahun ini total akan ada 11 kali hujan meteor utama.&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debu  antariksa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekeliling Bumi ini bertebaran batuan  antariksa dengan berbagai ukuran dari yang berukuran pasir hingga  relatif lebih besar. Jumlahnya mencapai lebih dari 25.000 ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Material  ini belum termasuk sampah antariksa akibat aktivitas manusia sendiri.  Sampah itu berupa rongsokan satelit yang tidak aktif lagi. Menurut data  Lapan, jumlah sampah antariksa lebih dari 15.000 buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus  untuk sampah satelit ini, pihak Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika  Serikat (NASA) telah mengeluarkan katalog untuk setiap satelit bekas  yang berada di sekeliling Bumi. Katalog itu juga memuat pemilik satelit  itu dan potensi bahaya saat masuk ke atmosfer. Sayangnya, katalog itu  hanya berisi daftar sampah yang berukuran di atas 10 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuhnya  sampah antariksa merupakan ancaman lain bagi Indonesia. Peluang  jatuhnya serpihan satelit—yang beredar di sekitar khatulistiwa—tergolong  besar karena Indonesia membentang hingga seperdelapan wilayah  khatulistiwa. Hal itu disampaikan Kepala Pusat Pemanfaatan Sains  Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Sri Kaloka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama  seperti meteor, meski sampah antariksa berupa kepingan, benda itu akan  melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi saat jatuh ke permukaan Bumi  dan bisa mengenai kawasan permukiman atau obyek penting lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk  mengantisipasi hal itu, Lapan mengamati obyek itu dan melakukan  tindakan pengamanan sebelum kejadian, misalnya dengan menutup jalan tol  dan membebaskan kawasan yang akan terkena obyek tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  masa mendatang, peluang jatuhnya sampah antariksa di muka Bumi akan kian  membesar. Hingga 27 Januari tahun lalu, jumlah serpihan ada 7.789  (berukuran di atas 10 cm), satelit berfungsi dan tidak berfungsi  berjumlah 3.338, serta badan roket sebanyak 1.820. Total, ada 12.947  buah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-5795563410709104855?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/5795563410709104855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=5795563410709104855' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/5795563410709104855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/5795563410709104855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2010/05/ancaman-dari-antariksa.html' title='Ancaman dari Antariksa'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-4921932571648249615</id><published>2010-05-05T18:37:00.000+07:00</published><updated>2010-05-05T18:37:48.933+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konservasi'/><title type='text'>Suhu Udara Siang Mencapai 34 Derajat Celsius</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/data/photo/2010/05/05/3803273p.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://www.kompas.com/data/photo/2010/05/05/3803273p.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sebaran lubang tambang batu bara terlihat jelas dari udara saat terbang  melintasi Kota Balikpapan-Kabupaten Kutai  Kartanegara-Samarinda-Kabupaten Kutai Timur-Kabupaten Berau, Senin  (3/5). Lubang-lubang tambang di Kalimantan Timur itu terlihat ada yang  masih aktif dikerjakan dan ada juga yang telah ditinggalkan sehingga  berbentuk seperti danau besar. Seharusnya lubang yang ditinggalkan  ditutup kembali dengan mereklamasi dan revegetasi sesuai kewajiban  kontraknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 5 Mei 2010 | 03:59 WIB&lt;br /&gt;&lt;span id="article_body"&gt;             Jambi, Kompas - &lt;bell&gt;&lt;/bell&gt;Potensi munculnya  titik-titik api kian meningkat di Provinsi Jambi pada masa transisi  menuju kemarau tahun ini. Sejumlah titik api di wilayah itu juga mulai  terpantau satelit NOAA. Kondisi ini dipicu suhu udara pada siang hari  mencapai 34 derajat celsius.&lt;br /&gt;Supervisor Prakiraan Cuaca Badan  Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi  Kurnianingsih, Selasa (4/5), mengatakan, potensi tumbuhnya titik-titik  api didorong oleh faktor suhu yang tinggi &lt;line&gt;&lt;/line&gt;dalam sebulan  terakhir. Pada &lt;line&gt;&lt;/line&gt;siang hari, suhu bisa mencapai 34 derajat  celsius, atau di atas kondisi normal yang mencapai hingga 32 derajat  celsius. Tingginya suhu pada siang hari akan meningkatkan pembentukan  awan- awan konvektif. Hal itu memunculkan angin kencang disertai hujan  pada sore hingga malam hari.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan angin juga dinilai sangat  cepat, mencapai hingga &lt;line&gt;&lt;/line&gt;30 kilometer per jam dari &lt;line&gt;&lt;/line&gt;kondisi  normal 10 knot. Dua kondisi itulah yang memicu timbulnya titik-titik  api. ”Kondisi ini tergolong ekstrem sehingga &lt;line&gt;&lt;/line&gt;harus  diwaspadai,” ujarnya di Jambi.&lt;br /&gt;Ia mencontohkan, pada Selasa (4/5)  kecepatan angin sempat mencapai 18 knot atau 32 kilometer per jam pada  sore hari. Jika terjadi kebakaran lahan &lt;line&gt;&lt;/line&gt;dalam hutan,  perluasan kebakaran akan berlangsung cepat. &lt;line&gt;&lt;/line&gt;Hal ini harus  diantisipasi oleh para pengguna lahan, masyarakat sekitar, ataupun  pemerintah &lt;line&gt;&lt;/line&gt;daerah.&lt;br /&gt;Tidak hanya di darat, perairan  pantai timur Jambi juga berpeluang terjadi angin kencang. Namun,  ketinggian gelombang laut diperkirakan normal. ”Nelayan direkomendasikan  tetap dapat melaut. Ketinggian gelombang laut diperkirakan mencapai 0,5  meter-1,3 meter. Ini masih normal,” tuturnya.&lt;br /&gt;Kondisi cuaca  ekstrem ini, lanjut Kurnianingsih, bakal terus berlanjut hingga akhir  Mei. Setelah itu, Jambi akan memasuki musim kemarau. Berdasarkan data  BMKG Provinsi Jambi, wilayah Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, dan  Batanghari akan memasuki kemarau pada dasarian ketiga Mei ini.&lt;br /&gt;Sementara  di wilayah barat Jambi, seperti di Kabupaten Kerinci, Bungo, Merangin,  dan Tebo, akan mulai mengalami kemarau pada dasarian pertama Juni. Untuk  wilayah pantai timur Jambi, seperti di Kabupaten Tanjung Jabung Barat  dan Tanjung Jabung Timur, kemarau baru mulai berlangsung pada dasarian  kedua Juni.&lt;br /&gt;Mengingat semakin dekatnya musim kemarau,  Kurnianingsih mengimbau kepada para petani untuk segera menebar benih  padi. ”Sekarang ini semestinya padi sudah ditebar. Pada musim kemarau,  kondisi tanah akan &lt;line&gt;&lt;/line&gt;cenderung mengering, kurang bagus untuk  menebar benih,” katanya.&lt;bell&gt;&lt;/bell&gt; (ITA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/05/05/03590530/suhu.udara.siang..mencapai.34.derajat.celsius&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-4921932571648249615?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/4921932571648249615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=4921932571648249615' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/4921932571648249615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/4921932571648249615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2010/05/suhu-udara-siang-mencapai-34-derajat.html' title='Suhu Udara Siang Mencapai 34 Derajat Celsius'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-5482598567131946727</id><published>2010-05-05T18:30:00.001+07:00</published><updated>2010-05-05T18:34:54.281+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konservasi'/><title type='text'>Melestarikan Sungai Bersama Ciblon</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/data/photo/2010/05/05/3803269p.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://www.kompas.com/data/photo/2010/05/05/3803269p.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 5 Mei 2010 | 03:01 WIB&lt;br /&gt;&lt;span id="article_body"&gt;             &lt;lead&gt;&lt;/lead&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span id="article_body"&gt;&lt;b&gt;Mawar Kusuma W&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="article_body"&gt;Sabtu  (1/5) sore, ratusan orang serentak berkerumun di ruas Sungai Gajahwong,  Yogyakarta. Puluhan warga nyemplung ke sungai yang keruh. Tangan mereka  menepuk-nepuk air hingga tercipta bunyi plung-plak-plung-blung, yang  biasa mereka sebut musik ciblon. &lt;byline&gt;&lt;/byline&gt;&lt;br /&gt;Ciblon kini  telah bermetamorfosis menjadi semacam indikator kerusakan lingkungan.  Kaum bapak dan ibu bersorak keras sebelum melantunkan tembang Jawa  dengan iringan musik ciblon. Beberapa tembang Jawa, seperti ”Suwe Ora  Jamu”, diganti liriknya menjadi ”&lt;text bd="0" co="K" f="602" fontfamily="Chronicle Text G1" fontname="ChronicleTextG1-Italic" gray="100" h="9036m" it="1" jmp="0m" mode="0" modedata="0" small="0" w="9036m"&gt;&lt;/text&gt;suwe ora ciblon amergo banyune mambu”&lt;text bd="0" co="K" f="602" fontfamily="Chronicle Text G1" fontname="ChronicleTextG1-Italic" gray="100" h="9036m" it="1" jmp="0m" mode="0" modedata="0" small="0" w="9036m"&gt;&lt;/text&gt; (lama tidak ciblon karena airnya bau). Anak-anak  pun berlarian &lt;text bd="0" co="K" f="602" fontfamily="Chronicle Text G1" fontname="ChronicleTextG1-Italic" gray="100" h="9036m" it="1" jmp="0m" mode="0" modedata="0" small="0" w="9036m"&gt;&lt;/text&gt;nyemplung ke  sungai.&lt;br /&gt;Warga bantaran Sungai Gajahwong di Kampung Darakan Barat,  Kotagede, DI Yogyakarta (DIY), kembali menghidupkan musik ciblon yang  sempat hilang karena makin buruknya kualitas air sungai. Sejak lima  tahun terakhir, Sungai Gajahwong dilirik kembali untuk ciblon setelah  pembersihan sungai digiatkan.&lt;br /&gt;Sarwanto (45) segera memijat-mijat  lengannya yang terasa pegal setelah bermain musik ciblon selama hampir  setengah jam. Meski sekujur tubuhnya basah kuyup, tawanya tetap  berderai. Sambil menggaruk beberapa bagian tubuhnya yang terasa gatal,  Sarwanto berujar, ”Jadi terkenang masa kecil.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="article_body"&gt;&lt;br /&gt;Sudah lebih dari 30  tahun Sarwanto dan warga bantaran Sungai Gajahwong tak pernah lagi  bermain air di sungai itu. Sejak tahun 1980-an, air Sungai Gajahwong  tercemar akibat pembuangan limbah industri ataupun rumah tangga.&lt;br /&gt;”Dulu,  (sungai ini) bersih sekali. Banyak tanaman air. Jika menyelam di bawah  tanaman air, masih banyak ikan,” kata Sarwanto.&lt;br /&gt;Ketika air sungai  makin keruh, Sarwanto pun melarang anak-anaknya bermain di sungai.  Akibatnya, generasi muda makin terpisah dari aneka budaya sungai,  termasuk dari keberadaan musik ciblon. Ketika para orangtua terkenang  ciblon dan mulai kembali turun ke sungai, anak-anak juga ikut berlatih  menepuk-nepukkan telapak tangan hingga musik sungai itu kembali  terdengar.&lt;br /&gt;Mujilan (52) mengisahkan, tradisi ciblon dulu biasa  dilakukan sambil mandi bersama di sungai. Sepulang bekerja, air sungai  yang masih jernih menjadi tempat melepas lelah sekaligus berolahraga  dengan bermain ciblon. Cukup tiga orang, air sungai sudah bisa digubah  menjadi lantunan musik merdu.&lt;br /&gt;Warga mengaku mulai menghidupkan  ciblon setiap satu pekan sekali seusai bergotong royong membersihkan  sungai. Khusus pada Sabtu awal Mei lalu, ciblon sengaja dihadirkan  kembali dalam pertunjukan untuk memperingati Hari Air Sedunia. Pada  kesempatan itu, seniman pantomim, Jemek Supardi, turut serta  memperkenalkan kembali tradisi sungai yang juga sudah menghilang, yaitu  ritual memanggil ikan.&lt;br /&gt;Jemek dan warga menggunakan sapu lidi yang  ditepuk- tepukkan ke permukaan air sungai. Sewaktu air sungai masih  bersih, ikan yang bersembunyi di bebatuan biasanya akan keluar ketika  ritual semacam ini dilakukan. Baik ritual memanggil ikan maupun ciblon  merupakan tradisi yang dulunya sangat diakrabi warga bantaran sungai.&lt;br /&gt;Meski  airnya masih keruh, menurut warga, Sungai Gajahwong kini berangsur  bersih. Sejak lima tahun terakhir, ikan-ikan yang berkeriapan di sungai  tak lagi mengandung minyak oli di tubuhnya. Jentik ataupun belatung pun  mulai jarang ditemui di air.&lt;br /&gt;Tradisi ciblon tak hanya dikenal di  Kotagede, Yogyakarta. Di pedalaman Jawa Tengah pun masyarakatnya  mengenal kegiatan semacam itu. Meski tidak mentradisi, anak-anak  biasanya menjadikannya sebagai ajang permainan untuk melepas lelah  sehabis sekolah atau menggembala ternak.&lt;br /&gt;”Karena air sungai  menyusut dan tercemar limbah pabrik, permainan ciblon lama-lama hilang,”  ujar Agustyarto (52), warga Desa Delanggu, Klaten.&lt;br /&gt;Semasa di  sekolah dasar, Agus yang kini meneruskan usaha toko buku dan alat tulis  warisan orangtua mengaku biasa berciblon ria di Sungai Pusur dan Sungai  Plered yang tak jauh dari rumahnya. Kedua sungai ini melewati kawasan  pabrik karung Delanggu sehingga pencemaran pun tak terhindarkan.&lt;br /&gt;Agus  mengakui, tak semua orang bisa menciptakan gema suara saat berciblon.  ”Bagi yang tidak biasa hanya bisa mengeluarkan suara cipratan air, bukan  bunyi glung-glung,” tutur Agus. Penempatan telapak tangan saat  bersentuhan dengan genangan air harus pas. Ada satu syarat, katanya,  sungai bisa untuk ciblon kalau genangan airnya cukup, paling tidak  sebatas lutut, dan air mengalir pelan.&lt;br /&gt;&lt;crosshead&gt;&lt;/crosshead&gt;&lt;b&gt;Budaya  sungai&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Agus Hartana dari Lembaga Studi dan Tata Mandiri  (Lestari) yang mendampingi warga bantaran sungai berharap kemunculan  kembali tradisi ciblon mampu mendorong munculnya kesadaran akan  pentingnya menjaga air. ”Ciblon menjadi ekspresi kegembiraan sekaligus  ungkapan rasa syukur karena limpahan air,” papar Agus.&lt;br /&gt;Kepala  Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber  Daya Mineral DIY Budi Antono mengatakan, pemerintah terus memperbaiki  kondisi sungai. Sejak 10 tahun terakhir, misalnya, pemerintah  mengarahkan warga untuk menjadikan sungai sebagai halaman rumah.  Orientasi bangunan diubah dari membelakangi sungai menjadi menghadap  sungai.&lt;br /&gt;Pemerintah juga menyediakan instalasi pengolahan air  limbah dan memberi bantuan alat penjernih air. Beberapa kelompok  masyarakat, seperti Forum Kali Code, Masyarakat Gambiran, dan Masyarakat  Gajahwong Utara, telah memperoleh bantuan alat penjernih air.&lt;br /&gt;Ketika  budaya sungai, seperti tradisi ciblon, dihidupkan kembali, masyarakat  niscaya akan kembali mencintai sungai. Sebab, seperti diungkapkan Agus  Maryono dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, sungai berperan  penting dalam keseimbangan alam; baik sebagai aset penyedia air tanah,  wisata, penelitian, maupun penyedia bahan bangunan. Ayo, berciblon ria  di sungai yang jernih.&lt;bell&gt;&lt;/bell&gt; (pom)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="article_body"&gt;http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/05/05/03590530/suhu.udara.siang..mencapai.34.derajat.celsius&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="article_body"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-5482598567131946727?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/5482598567131946727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=5482598567131946727' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/5482598567131946727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/5482598567131946727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2010/05/melestarikan-sungai-bersama-ciblon.html' title='Melestarikan Sungai Bersama Ciblon'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-8660226498024248440</id><published>2010-04-17T22:41:00.000+07:00</published><updated>2010-04-17T22:41:27.065+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perencenaan Kota'/><title type='text'>Tirta Sangga Jaya, Mengelola Air Sembari Berbisnis</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/peta-tirtasanggajaya-300x227.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/peta-tirtasanggajaya-300x227.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KANAL&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Tirta Sangga Jaya&lt;/strong&gt; (TSJ)  bilamana terwujud    jadi kenyataan, akan&amp;nbsp; punya multi-manfaat. TSJ  menjadi sarana pengelolaan air    yang bisa dikembangkan menuju bisnis  air baku, transportasi air dan    jalan, pembangkit listrik tenaga air  serta pariwisata.&lt;br /&gt;Mimpi Syaykh AS Panji Gumilang untuk Jakarta itu, bisa menjadi proyek     monumental yang masuk akal dengan menata aliran air dari Sungai   Cisadane,    Ciliwung, Bekasi dan Citarum serta sejumlah sungai kecil  yang menyerbu     Ibukota Negara. Syaykh prihatin atas nasib Ibukota  Negara dan  masyarakat    Jabodetabek yang mengalami kesulitan lantaran  terjangan air bah di  musim    hujan dan kekeringan di musim kemarau.&lt;br /&gt;Padahal dengan    tatakelola air yang diimpikannya lewat pembangunan  kanal huruf &lt;strong&gt;U&lt;/strong&gt;,  selain    memanfaatkan air dengan  semestinya, juga menawarkan berbagai bisnis  yang    menggiurkan. Atau,  “sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.”&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mimpi tentang TSJ bermula dari keprihatinan atas nasib ’sial’ yang   menimpa    Ibukota Negara yang setiap tahun terancam banjir, terutama  air kiriman     dari daerah hulu. Setiap musim hujan, air terbuang  percuma ke Laut  Jawa,    setelah menerjang kawasan-kawasan pemukiman  Jakarta. Padahal di musim    kemarau para petani Banten dan  Karawang-Bekasi berteriak kekurangan  air,    lantaran pasokan air dari  Waduk Jatiluhur tak mampu menjangkau daerah    pertanian di sepanjang  kawasan Pantura (Pantai Utara) Jawa.&lt;br /&gt;TSJ bukan semata-mata proyek pengendalian banjir Jakarta, melainkan   juga    menawarkan berbagai peluang bisnis dan kesempatan kerja bagi   masyarakat    Jabodetabek. Secara geografis, TSJ menghubungkan tiga  provinsi—DKI    Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Jalan tol dua arah yang  melintas di  luar    Jakarta—dari Sumatera ke Jawa, Bali dan NTB, dan  sebaliknya, secara    berarti akan mengurangi beban jalan-jalan Ibukota  dari kendaraan  berat,    seperti truk gandeng, trailer dan bus. Juga,  dengan membangun PLTA di    Waduk Cibinong, maka kekurangan pasokan  listrik di wilayah Jabodetabek     bisa teratasi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bisnis Basah Air Baku&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Banyak perusahaan daerah air minum kesulitan air baku. Proyek Tirta     Sangga Jaya menawarkan jalan keluar yang menggiurkan. Manajemen PT. Aqua  Golden Misissippi Tbk, akhir 2005 pernah&amp;nbsp; berencana  mengubah    status  dari perusahaan terbuka (go publc) menjadi perusahaan tertutup    (go  private). Pihak manajemen berencana menghentikan (delisting)     perdagangan sahamnya dari lantai Bursa Efek Jakarta (BEJ). Namun dalam      tiga kali Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk meminta persetujuan     para pemegang saham, peserta RUPS tidak pernah mencapai quorum 75%.     Artinya, para pemegang saham, khususnya pemegang saham independen yang      minoritas, sama sekali tidak menyetujui rencana delisting dari BEJ.&lt;br /&gt;Pertanyaan yang paling penting, kenapa ada setuju dan tidak setuju   pada    go public dan go private? Jawabannya, kedua-duanya menginginkan     keuntungan yang maksimal. Pemegang saham independen menyadari bahwa     bisnis air minum, terlebih dengan posisi kepemimpinan pasar Aqua,     merupakan bisnis yang sangat menguntungkan. Jadi, tidak heran jika     tawaran harga Rp 100.000 per lembar saham dari pemegang saham   pengendali    ditolak oleh pemegang saham independen. Padahal nilai riil  saham PT.    Aqua Golden Misissippi saat itu hanya ribuan rupiah per  lembar. Bisnis     air mineral merupakan mesin yang menggiurkan bagi  banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bisnis Sepanjang Zaman&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bisa saja orang menganggap TSJ hanya proyek mimpi yang tak mungkin     terwujud. Namun dari segi penyediaan dan pasokan air baku saja, proyek      kalau sudah jalan, bisa menjadi mesin uang tidak terkira. Tanpa     diuraikan secara rinci pun, TSJ dengan rencana pembangunan kanal     sepanjang 240 KM, pasti mampu memasok air baku dalam jumlah sangat   besar.    Dari bisnis air baku saja, TSJ bisa meraup uang triliunan  rupiah  setiap    tahun. Karena air merupakan sumber pokok kehidupan  manusia, ternak dan     industri. Bisnis air baku di mana pun di dunia  memiliki posisi yang  amat    prospektif, bisa disejajarkan dengan  komoditi-komoditi unggulan  lainnya.&lt;br /&gt;Misalnya, dalam 100 tahun terakhir, komoditi air minum sering     disejajarkan dengan minyak mentah atau gas (Migas) dalam perspektif     pembandingan apple to apple. Atau dalam sepuluh tahun terakhir     diperbandingkan dengan bisnis teknologi informasi (IT). Sejak awal abad  ke-20, bisnis Migas disebut-sebut sebagai bisnis  paling    bergengsi.  Namun para pelaku bisnis belakangan ini lebih percaya    menanamkan  uangnya ke dalam bisnis air minum ketimbang Migas.&lt;br /&gt;Kenapa?&lt;br /&gt;Logika berpikirnya sangat sederhana. Walaupun penting, kenyataannya     tidak semua orang membutuhkan Migas. Berbeda dengan air, dibutuhkan     hampir setiap saat. Manusia mampu bertahan hidup dan sehat selama 3×24      jam tanpa makanan. Namun dalam 1×12 jam tubuh manusia akan langsung     melemah jika tidak mengonsumsi air atau paling sedikit terancam     dehidrasi.&lt;br /&gt;Itulah sebabnya mengapa usaha-usaha air minum paling kecil sekalipun,     seperti pedagang kaki lima dapat bertahan hidup dari sekadar   menjajakan    air mineral atau minuman lain seperti teh, kopi, atau susu  dalam  kemasan.    Itu semata-mata didorong tingginya intensitas  masyarakat dalam    mengonsumsi air. Inilah yang menempatkan air baku  sebagai bisnis yang    sangat prospektif. Jika dikelola dengan baik,  bisnis air dapat    berlangsung sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kemitraan Bisnis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan TSJ yang melintasi atau berdekatan dengan seluruh kawasan     Jabodetabek, memberikan kemudahan tersendiri dalam pendistribusian air      baku. Posisi strategis ini memberi peluang besar bagi air baku TSJ   untuk    mengakses dan diakses PDAM-PDAM di daerah sekitarnya. Ada  sekitar 8  PDAM    yang berpotensi menjadi mitra bisnis TSJ, yakni PDAM  Kabupaten Bekasi,     PDAM Kabupaten Karawang, PDAM Kabupaten Bogor,  PDAM Kabupaten  Tangerang,    PDAM Kota Bekasi, PDAM Kota Bogor, PDAM  Kota Tangerang, PDAM DKI    Jakarta.&lt;br /&gt;Salah satu poin penting dari keberadaan TSJ sebagai pemasok air baku     adalah kemungkinan kualitas airnya yang jauh lebih baik dari sumber   air    baku yang selama ini digunakan PDAM-PDAM tersebut.&lt;br /&gt;Di satu sisi, kualitas air baku yang berkualitas memudahkan TSJ   mengikat    perjanjian kemitraan dengan PDAM-PDAM tersebut. Di sisi  lain, kualitas     air baku TSJ akan memberi banyak insentif kepada  PDAM-PDAM tersebut.&lt;br /&gt;Pertama, ongkos pengolahan air baku bisa ditekan, karena PDAM tidak     perlu melakukan proses pembersihan berulang-ulang untuk mendapatkan     standar air bersih yang dibutuhkan. Selama ini, PDAM mengeluh rugi     karena mutu air baku yang sangat buruk. Mereka harus mengeluarkan  lebih     banyak biaya untuk pengolahan air baku agar mendapatkan mutu air  yang    dibutuhkan konsumen.&lt;br /&gt;Kedua, berkurangnya ongkos pengolahan air baku, akan dengan  sendirinya     mengurangi biaya distribusi air bersih ke para pelanggan.  Dengan    demikian, setiap PDAM berpeluang meningkatkan keuntungan.&lt;br /&gt;Ketiga, efisiensi tersebut memberi peluang bagi PDAM untuk membuat     lompatan besar; melebarkan wilayah usaha dengan mengembangkan jaringan      distribusi guna menjangkau lebih banyak pelanggan, dan meningkatkan   mutu    air bersih supaya siap minum.&lt;br /&gt;Penggunaan air baku yang bermutu melipatgandakan keuntungan yang akan     diraih masing-masing PDAM. Ini merupakan kunci utama bagi TSJ  mengikat     perjanjian kemitraan dengan PDAM.&lt;br /&gt;Dalam estimasi minimal dengan asumsi menjaring 20 juta pelanggan air     bersih di seluruh kawasan Jabodetabek dan sekitarnya, maka TSJ     berpeluang memasok sekitar 50 juta meter kubik air baku per bulan atau      600 juta meter kubik per tahun.&lt;br /&gt;Katakan saja, air baku itu dijual ke    PDAM Rp 2.000 per meter  kubik, maka diperoleh omzet sebanyak Rp 1,2    triliun setahun. Saat ini  jumlah pelanggan PDAM di wilayah Jabodetabek     masih sekitar 2 juta  KK. Dengan pasokan air baku TSJ, jumlah pelanggan     PDAM bisa melompat  10 kali lipat atau 20 juta pelanggan.&lt;br /&gt;Tentu, begitu proyek ini menjadi kenyataan, perhitungan yang lebih     persis bisa dilakukan oleh tim profesional.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bisnis Pariwisata&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kawasan TSJ juga berpeluang besar mendulang uang masyarakat Jakarta   dari    liburan akhir pekan. Lewat konsep multisensasi, kawasan wisata  TSJ  bisa    meraup para pelancong jauh lebih besar dari kawasan-kawasan  wisata    lainnya di wilayah Jabodetabek.&lt;br /&gt;Ada kelakar di kalangan masyarakat profesional Jakarta. Mengantisipasi      kemacetan setiap Jum’at sore, lebih baik terlambat tiba di rumah     daripada terjebak kemacetan sangat parah di jalan. Atau memilih     alternatif pulang lebih awal.&lt;br /&gt;Tetapi saat yang bersamaan, ribuan orang     membuat janji dengan  rekan atau sejawat bisnis. Maka ketika mereka    tumpah di jalan pada  waktu yang bersamaan, meninggalkan kantor lebih    awal pun, bisa  terjebak macet. Biasanya, pasangan atau keluarga  memulai    libur akhir  pekan mereka pada hari Jum’at. Bagi masyarakat Jakarta,  dua    tujuan  penting untuk berlibur: ke arah Puncak atau Pantai Carita.&lt;br /&gt;Namun kawasan wisata TSJ bisa menawarkan paket wisata dengan kapal     pesiar atau menikmati dam Cibinong dengan segala fasilitas yang     ditawarkan.&lt;br /&gt;Kalau memilih berlibur ke kawasan wisata, para pelancong    tidak  perlu mengambil jalan darat. Mereka bisa mengambil transportasi    air  dengan menitip kendaraan mereka di setiap dermaga transit. Di     tempat-tempat tertentu, mereka bisa menikmati fasilitas hotel,   restoran,    olahraga dan rekreasi di alam terbuka. Mereka bisa  mengambil paket    wisata tiga dimensi: marina, alam dan air. Misalnya,  mengambil paket    penuh pelayaran dengan kapal pesiar 24 jam plus  fasilitas penginapan  dan    restoran. (Tim Berindo )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://ekonomi.kompasiana.com/2010/04/17/tirta-sangga-jaya-mengelola-air-sembari-berbisnis/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-8660226498024248440?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/8660226498024248440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=8660226498024248440' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/8660226498024248440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/8660226498024248440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2010/04/tirta-sangga-jaya-mengelola-air-sembari.html' title='Tirta Sangga Jaya, Mengelola Air Sembari Berbisnis'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-7500262267445164225</id><published>2010-04-16T21:55:00.000+07:00</published><updated>2010-04-16T21:55:11.332+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Air'/><title type='text'>Peneliti: Air Embun Mampu Atasi Gangguan Sirkulasi Darah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://img.antara.co.id/stockphotos/ilustrasi/20100415025900-embun140410.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://img.antara.co.id/stockphotos/ilustrasi/20100415025900-embun140410.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1 class="news-title" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;Jakarta (ANTARA News) - Air minum embun dalam botol (purence dew  drinking water) yang dihasilkan dari kelembaban udara dengan teknologi  syatemized dew process (SDP) akan mampu mengatasi gangguan sirkulasi  darah, kata peneliti dari Badan Litbangkes Kemenkes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  Seminar Upaya Preventif dan promotif tentang mengatasi gangguan  sirkulasi darah di Jakarta, Rabu, Dra Lucie Widowati, Apt, MS dari Badan  Litbangkes itu mengatakan, air minum embun Purence merupakan nutrisi  dari makanan yang dikonsumsi sehingga dapat terditribusi dengen lebih  efisien dan efektif untuk membuang racun dari dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan  demikian, katanya, sel-sel dan jaringan tubuh terpelihara dengan baik  sehingga tubuh manusia akan dapat lebih tahan terhadap serangan  penyakit, sangat baik untuk pencernaan, dan metabolisme tubuh, menjaga  vitalitas tubuh dan melembabkan kulit sehingga wajah tampak awet muda  dan cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil uji pra-klinis yang dilakukan oleh  Puslitbang Biomedis dan Farmasi, Badan Litbangkes bekerja sama PT Divine  Eternair Water Indonesia pada Maret- November 2009 bahwa terapi air  embun (Purence Dew Therapy) mampu menurunkan koleterol dan LDL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air  embun juga mampu mencegah dan membantu menyembuhkan atherosclerosis  (penebalan dinding arteri dikarenakan penumpukan lemak, seperti  kolesterol) yang akan menyumbat sirkulasi darah, membantu mengencerkan  darah sehingga mencegah dan mengurangi risiko stroke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu,  mampu mengatasi dan menecegah sembelit, membantu mencapai berat badan  yang ideal, membuang racun dan garam dari tubuh secara efektif, serta  menjaga kelembaban kulit dan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam seminar yang diadakan  Badan Litbangkes itu juga menampilkan pembicara antara lain Dr dr Anwar  Santoso,SpJP (Dirut RS Harapan kita Jakarta), dr Delima, MKes (Badan  Litbangkes) dan Dr Tjandrawti Mozef (dari LIPI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu,  Tjandrawati Mozef mengatakan, tanaman sukun (Artocorpus altillis)  merupakan salah satu tanaman yang potensial untuk dikembangkan lebih  lanjut, melalui penelitian sejak 2004 hingga saat ini, tanaman sukun  diketahui berkhasiat untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uji  toksisitas ektrak sukun pada tikus putih selama 90 hari menunjukkan  mampu menurunkan kolesterol dalam darah dan mampu menghambat akumulasi  lemak pada dinding pembuluh darah aorta, serta tidak mempengaruhi fungsi  jantung, ginjal, hati maupun hematologi pada tubuh tikus putih.&lt;br /&gt;(Ant/R009)&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 class="news-title" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber : http://www.antaranews.com/berita/1271251418/peneliti-air-embun-mampu-atasi-gangguan-sirkulasi-darah &lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-7500262267445164225?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/7500262267445164225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=7500262267445164225' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/7500262267445164225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/7500262267445164225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2010/04/peneliti-air-embun-mampu-atasi-gangguan.html' title='Peneliti: Air Embun Mampu Atasi Gangguan Sirkulasi Darah'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-296722275115660716</id><published>2010-04-14T11:14:00.002+07:00</published><updated>2010-04-14T11:14:47.426+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemanasan Global'/><title type='text'>Hidrologi Gambut Harus Dipulihkan</title><content type='html'>Rabu, 14 April 2010 | 04:39 WIB&lt;br /&gt;&lt;span id="article_body"&gt;             Jakarta, Kompas&lt;bell&gt;&lt;/bell&gt; - Restorasi hidrologi lahan gambut lokasi megaproyek lahan 1 juta hektar di Provinsi Kalimantan Tengah jadi kunci keberhasilan pemenuhan target penurunan emisi karbon 26 persen 2020.&lt;br /&gt;Jika kanal eks proyek lahan gambut dibendung dan lahan gambut tetap basah selama 2010-2020, emisi karbon Indonesia akan berkurang sekitar 250 juta ton. Hal itu disampaikan Direktur Wetland International Indonesia Nyoman Suryadiputra selaku pembicara dalam seminar Post Copenhagen expectation, How to Meet Indonesia’s Commitment di Jakarta, Selasa (13/4). Reboisasi, menurut dia, butuh waktu sebelum pohon bisa menyerap karbon.&lt;br /&gt;Megaproyek di Provinsi Kalimantan Tengah ialah proyek gagal pembuatan sawah pada lahan gambut seluas 1,457 juta hektar di akhir masa pemerintahan Soeharto. Hanya sekitar 300.000 hektar lahan bisa ditanami.&lt;br /&gt;Proyek itu menghancurkan lingkungan dan meningkatkan risiko bencana kebakaran lahan gambut. Tanpa terbakar, lahan gambut telah melepas emisi karbon dalam jumlah besar. Jumlah itu semakin berlipat jika lahan gambut terbakar. Pelepasan karbon dari lahan gambut menambah tebal gas rumah kaca yang meningkatkan temperatur bumi.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nyoman memproyeksikan, tanpa upaya menurunkan emisi, maka pada 2020 emisi karbon Indonesia akan mencapai 2,82 gigaton (Gt). ”Untuk memenuhi target penurunan emisi 26 persen yang dijanjikan Presiden, emisi karbon harus dikurangi hingga 580 juta ton CO pada 2010-2020. Emisi karbon lahan gambut kering sepanjang tahun mencapai 50 juta ton CO per hektar per tahun. Pelepasan karbon di enam bulan musim kemarau, saat lahan eks PLG mengering melepaskan 25 juta ton CO,” kata Nyoman.&lt;br /&gt;Kalimantan memiliki 5,8 juta ha lahan gambut—simpanan karbonnya 11,27 Gt Carbon (setara 40 Gt CO). ”Kalimantan Tengah memiliki 3 juta hektar lahan gambut, sebagian besar di Kabupaten Kapuas, Katingan, dan Kahayan Hilir. Kepadatan penduduknya rendah, 7-22 jiwa per kilometer persegi, sehingga restorasi hidrologi tidak menelan banyak biaya,” katanya.&lt;br /&gt;Dia menegaskan, restorasi hidrologi PLG harus diimbangi komitmen pemerintah membatasi pembukaan lahan gambut atau pembangunan di atas lahan gambut dengan pengeringan. Dia meminta pemerintah meninjau ulang Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung, Peraturan Menteri Pertanian Nomor 14 Tahun 2009 mengatur alih fungsi lahan gambut.&lt;br /&gt;Pembicara lainnya, Direktur Bina Rencana Pemanfaatan Hutan Kementerian Kehutanan Iman Santoso, menyatakan, Indonesia dengan 21,07 juta hektar lahan gambut merupakan negara dengan lahan gambut terluas keempat di dunia. ”Namun, lahan gambut Indonesia menjadi penghasil emisi karbon terbesar di dunia,” kata Iman.&lt;br /&gt;Dia menjelaskan, selain PLG, lahan gambut di Indonesia juga dijadikan hutan tanaman industri (HTI) dan hak pengusahaan hutan (HPH). ”Luas HTI di lahan gambut 1,79 juta hektar, sedangkan HPH 1,39 juta hektar. Yang telanjur jadi HTI dan HPH tetap dimanfaatkan, tetapi kami menghindari pembukaan baru,” katanya. &lt;bell&gt;&lt;/bell&gt;(ROW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/14/04394755/hidrologi.gambut.harus.dipulihkan &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-296722275115660716?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/296722275115660716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=296722275115660716' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/296722275115660716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/296722275115660716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2010/04/hidrologi-gambut-harus-dipulihkan.html' title='Hidrologi Gambut Harus Dipulihkan'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-4476039399097509668</id><published>2010-04-13T22:48:00.001+07:00</published><updated>2010-04-13T22:54:08.059+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemanasan Global'/><title type='text'>Membangun "Eco City" di Indonesia, Masih Mungkinkah?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/07/08/1245548p.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/07/08/1245548p.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KOMPAS.com — &lt;/b&gt;Ada yang masih mengingat, bagaimana  wajah Jakarta pada tahun 1980-an? Melihat foto-foto gambaran Jakarta  pada tahun-tahun itu, kota tersebut begitu indah. Kini? Jakarta semakin  padat, dengan polusi udara yang juga memprihatinkan. Mungkinkah Jakarta  dibuat menjadi &lt;i&gt;eco city&lt;/i&gt;? Bagaimana dengan kota-kota lainnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Eco  city &lt;/i&gt;merupakan konsep kota yang hijau, sehat, dan bersahabat  dengan lingkungan. Konsep ini menekankan adanya ketergantungan fisik  dari masyarakat pada kondisi lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CEO IndonesiaWise Amol  Titus mengatakan, untuk konteks Jakarta, perlu kerja yang sangat keras  untuk mengembalikan kota ini menjadi kota yang ramah lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perlu  keseriusan, komitmen, dan dibuktikan dengan implementasi. Untuk  Jakarta, hal ini sangat sulit karena permasalahannya sudah sangat  kompleks. Tapi, bisa dimulai dengan kepedulian masyarakatnya," kata Amol  dalam Eco City Workshop British Council di Museum Bank Mandiri, Kota,  Jakarta, Rabu (18/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amol menguraikan, konsep &lt;i&gt;eco city &lt;/i&gt;harus  menjawab persoalan perkotaan seperti permukiman, sistem transportasi,  suplai energi, suplai dan ketersediaan air, serta aspek sosiokultural.  Untuk mewujudkannya, diperlukan keterlibatan seluruh &lt;i&gt;stake holder&lt;/i&gt;,  baik pemerintahan, kalangan bisnis, maupun peran aktif masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Amol, kerangka kerja &lt;i&gt;eco city&lt;/i&gt; mencakup beberapa hal yang harus  menjadi perhatian. Di antaranya, membangun kepedulian dan melakukan  perubahan gaya hidup yang dimulai dengan sikap dan pemikiran yang  berorientasi lingkungan, kontrol konsumsi personal, serta mempunyai  keinginan untuk melakukan penghematan dan daur ulang terhadap  produk-produk yang sudah tidak terpakai. "Partisipasi masyarakat,  walaupun kecil, tetap diperlukan. Berpikir dan mulailah melakukannya,"  kata Amol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengajak berbagai pihak, seperti pemerintahan, LSM,  dan media untuk memiliki komitmen yang sama dalam hal pelestarian  lingkungan. Amol juga menekankan perlunya adaptasi dan inovasi yang tak  menghabiskan banyak biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota-kota yang berhasil menerapkan  konsep &lt;i&gt;eco city &lt;/i&gt;di dunia di antaranya Singapura, Hyderabad  (India), Cape Town (Afrika Selatan), Abu Dhabi, London, Curitiba  (Brasil) dan Kopenhagen. Indonesia, menurut Amol, memiliki potensi untuk  mengembangkan konsep ini di beberapa kota di Tanah Air. "Saya pikir  beberapa kota di Indonesia berpotensi untuk dijadikan &lt;i&gt;eco city&lt;/i&gt;,  seperti Malang," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amol saat ini tengah berkonsultasi  dengan seorang Climate Champions&lt;i&gt; &lt;/i&gt;British Council, Reggy  Hasibuan, yang memiliki konsep menjadikan Malang sebagai pionir &lt;i&gt;eco  city&lt;/i&gt; di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Author:  KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-4476039399097509668?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/4476039399097509668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=4476039399097509668' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/4476039399097509668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/4476039399097509668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2010/04/membangun-eco-city-di-indonesia-masih.html' title='Membangun &quot;Eco City&quot; di Indonesia, Masih Mungkinkah?'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-5183057525260797171</id><published>2010-04-13T21:26:00.000+07:00</published><updated>2010-04-13T21:26:30.932+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Lingkungan'/><title type='text'>Izin Lingkungan Bukan Ancaman</title><content type='html'>Selasa, 13 April 2010 | 04:15 WIB&lt;br /&gt;&lt;span id="article_body"&gt;             Jakarta, Kompas - &amp;nbsp;&lt;bell&gt;&lt;/bell&gt;Kementerian Lingkungan  Hidup sedang menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Izin  Lingkungan seperti diamanatkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang  Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Izin lingkungan sebagai  syarat pemberian izin usaha/kegiatan bukan ancaman bagi bisnis serta  investasi, sebaliknya justru menjamin kepastian hukum di bidang  lingkungan hidup.&lt;br /&gt;Deputi I Menteri Lingkungan Hidup Bidang Tata  Lingkungan Hermien Roosita mengakui, penyusunan Rancangan Peraturan  Pemerintah (RPP) sempat dipertanyakan. ”Yang mempertanyakan mulai dari  instansi pemerintah pemberi izin lainnya sampai kalangan usaha. Mereka  takut izin lingkungan memperumit proses perizinan,” kata Hermien di  Jakarta, Senin (12/4).&lt;br /&gt;Hermien menyatakan, ”Izin itu justru  memberikan kepastian hukum bagi pengusaha bahwa sejak awal mereka telah  memenuhi semua ketentuan di bidang lingkungan hidup,” katanya.&lt;br /&gt;Izin  lingkungan yang termuat dalam UU No 32/2009 tentang Perlindungan dan  Pengelolaan Lingkungan Hidup menggabungkan proses pengurusan keputusan  kelayakan lingkungan hidup, izin pembuangan limbah cair, dan izin limbah  bahan beracun berbahaya (B3).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;”Dahulu keputusan kelayakan  lingkungan hidup diurus di awal kegiatan usaha. Tambang, misalnya,  diurus sebelum pembangunan konstruksi tambang. Setelah konstruksi  selesai, pengusaha harus mengurus izin pembuangan limbah cair dan B3.  Sekarang ketiga perizinan itu digabungkan, diurus satu kali menjadi izin  lingkungan. Syaratnya jelas, yaitu analisis mengenai dampak lingkungan  (amdal), upaya pengelolaan lingkungan hidup (UKL) dan upaya pemantauan  lingkungan hidup (UPL). Tanpa ketiga dokumen, izin lingkungan tak akan  diberikan,” katanya.&lt;br /&gt;Direktur Eksekutif Indonesian Center For  Enviromental Law (ICEL) Rino Subagyo menilai, penolakan lebih karena  perubahan tata urutan pemberian izin kegiatan atau usaha.&lt;br /&gt;”Izin  lingkungan menjadi prasyarat izin usaha. Jika ada pejabat publik  memberikan izin usaha kepada pemohon yang tidak memiliki izin  lingkungan, maka pejabat publik itu bisa dipidana. Itu yang membuat  sejumlah pihak mempertanyakan,” kata Rino.&lt;br /&gt;Rino menjelaskan,  ”Dengan UU Lingkungan yang baru, izin lingkungan bukan birokrasi  perizinan, tetapi merupakan instrumen pengendalian dan pengawasan risiko  lingkungan dari berbagai kegiatan,” katanya.&lt;br /&gt;Rino mengatakan, di  masa lalu banyak usaha berjalan tanpa amdal. ”Sekarang tertutup  kemungkinan suatu kegiatan usaha bisa berjalan tanpa amdal. Izin  lingkungan justru menghindarkan pengusaha dari ekonomi biaya tinggi  karena cukup mengurus izin di bidang lingkungan satu kali saja,”  katanya. &lt;bell&gt;&lt;/bell&gt;(ROW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/13/04154657/izin.lingkungan.bukan.ancaman &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-5183057525260797171?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/5183057525260797171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=5183057525260797171' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/5183057525260797171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/5183057525260797171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2010/04/izin-lingkungan-bukan-ancaman.html' title='Izin Lingkungan Bukan Ancaman'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-2371316164296368866</id><published>2010-04-13T21:19:00.000+07:00</published><updated>2010-04-13T21:19:27.007+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemanasan Global'/><title type='text'>600 Tahun Silam, Ulama Mendaur Ulang Jelaga untuk Tinta</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/07/04/181351p.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/07/04/181351p.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BOGOR, KOMPAS.com &lt;/strong&gt;— Sebanyak 250 ulama dari 14 negara   menghadiri Konferensi Internasional I Aksi Umat Islam   untuk Perubahan  Iklim   di Kota Bogor, Jumat (9/4/2010) hingga Sabtu (10/4/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka  memantapkan akar-akar teologis soal kepedulian Islam terhadap  lingkungan hidup. Mahmoud Akef,  pendiri Earth Mate Dialog Center yang  berbasis di London, Inggris, mengatakan, masalah lingkungan hidup banyak  dibahas dalam Al Quran. Begitu juga dalam keseharian Nabi Muhammad,  beliau  banyak berbicara tentang perlunya menjaga lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia  mencontohkan tindakan para ulama 600 tahun silam di Masjid Solaimania   di Istambul, Turki. Pada saat itu, prinsip mendaur  ulang pun sudah  dikenal. Mereka, yang saat itu menggunakan  penerangan dari  minyak/lilin, menangkap asap hitamnya sehingga tidak mengotori udara.  "Jelaga yang terkumpul didaur ulang menjadi tinta,"  katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emil  Salim, anggota Dewan Penasehat Presiden RI, seusai menjadi salah satu  pembicara di konferensi tersebut, bercerita mengenai penyebab merosotnya  peradaban Islam.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Masalah ini (turunnya peradaban Islam) banyak  terori. Salah satunya akibat buku-buku yang ditulis cendekia muslim  dibakar saat Istambul diserbu (Mongol)  pada abad ke-7. Setelah  buku-buku habis, yang lebih berkembang masalah fikih Islam, cenderung  menekankan pengajaran   apa saja yang dilarang. Misalnya, umat Islam  tidak boleh membunuh, tidak boleh ini, tidak boleh itu,"  katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  dia, hal itu berlanjut hingga kini, termasuk di Indonesia. Misalnya  dalam menyikapi soal pornografi. "Penggunaan kata bernada larangan atau  negatif itu cenderung mengukung pemikiran.  Karena itu, Al Quran jangan  hanya dibaca, tetapi juga dipelajari dan dipahami," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  dia, ajaran tentang shalat harus menghadap kiblat melahirkan ilmu  astronomi. Adapun ajaran soal Allah menciptakan manusia dari segumpal  darah melahirkan ilmu kedokteran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai perubahan iklim,  mantan Menteri Lingkungan Hidup era Presiden Soeharto itu menuding bahwa  masalah itu adalah akibat dari kesalahan kebijakan  pembangunan  ekonomi.  Dalam pembangunan   ekonomi, memelihara lingkungan tidak  dimasukkan dalam biaya produksi. "Akibatnya, keharusan ada analisis  dampak lingkungan dan pengolahan limbah tidak dilakukan dengan baik,  bahkan diabaikan karena dianggap hanya membebani ongkos produksi,"   katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="font12 c_abu pt_5"&gt;Laporan wartawan &lt;strong class="c_abu5"&gt;KOMPAS  Ratih P Sudarsono&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="c_blue_kompas font11 pb_10 pt_3"&gt;Jumat, 9 April 2010 | 20:40 WIB&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-2371316164296368866?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/2371316164296368866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=2371316164296368866' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/2371316164296368866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/2371316164296368866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2010/04/600-tahun-silam-ulama-mendaur-ulang.html' title='600 Tahun Silam, Ulama Mendaur Ulang Jelaga untuk Tinta'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-7315220850713617451</id><published>2010-04-05T01:43:00.000+07:00</published><updated>2010-04-05T01:43:45.933+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengolahan Limbah'/><title type='text'>Obat-obatan Juga Sumber Polusi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/08/07/130318p.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/08/07/130318p.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #232323; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #232323; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #1170a0; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;Senin, 29 Maret 2010 | 10:48 WIB&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #232323; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #1170a0; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;JAKARTA, KOMPAS.com —&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Toilet atau kamar mandi ternyata merupakan sumber polusi. Di tempat ini terdapat beragam polutan berasal dari kandungan farmasi aktif, seperti obat, hormon, atau antibiotik, yang dikeluarkan lewat urine atau feses. Bukan cuma itu, banyak orang juga terbiasa membuang obat ke dalam toilet.&amp;nbsp;&lt;br style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Kandungan obat farmasi aktif atau&amp;nbsp;&lt;em style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;active pharmaceutical ingridient&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(API) menurut para peneliti terkadang bisa lolos dari proses pembersihan dan larut sampai ke tanah, sungai, danau, bahkan laut. Beberapa jenis API juga diketahui terbawa hingga ke air minum.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;"Kita harus lebih peduli pada cara kita menggunakan obat-obatan farmasi karena dapat menyebabkan dampak lingkungan yang tak dikehendaki. Mengidentifikasi cara API masuk dan mencemari lingkungan adalah langkah penting untuk meminimalkan dampaknya," kata Dr Ilene Ruhoy, Direktur Institute for Environmental Medicine dari Touro University, Amerika.&amp;nbsp;&lt;br style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Ia menambahkan, jenis obat yang dioles (topikal), seperti krim,&amp;nbsp;&lt;em style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;lotion&lt;/em&gt;, salep, gel, atau obat tempel di kulit, merupakan jenis API yang paling mudah mencemari lingkungan karena mudah larut saat terkena air ketika kita mandi.&amp;nbsp;&lt;br style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;"API dari obat topikal punya dampak lebih besar daripada yang dikeluarkan lewat urine atau feses, yang bahan kimianya telah dipecah di liver atau ginjal," kata Ruhoy. Untuk obat-obatan oles, disarankan agar kita menghapusnya dulu dengan lap sebelum mandi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-7315220850713617451?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/7315220850713617451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=7315220850713617451' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/7315220850713617451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/7315220850713617451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2010/04/obat-obatan-juga-sumber-polusi.html' title='Obat-obatan Juga Sumber Polusi'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-6320878576101501519</id><published>2010-04-05T01:08:00.000+07:00</published><updated>2010-04-05T01:08:12.342+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengolahan Limbah'/><title type='text'>Bakteri Anaerob Serba Guna</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #232323; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #1170a0; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;Jumat, 26 Maret 2010 | 09:37 WIB&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Nawa Tunggal&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;KOMPAS.com&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;— Masyarakat urban tidak jarang menjumpai persoalan kloset mampet. Penghuni apartemen menemui saluran pencuci piring tersumbat sisa-sisa makanan. Aroma tak sedap pun sering merebak dari saluran air kotor permukiman.&lt;/div&gt;&lt;div style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;a href="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/02/12/3193576p.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/02/12/3193576p.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Jika penyebabnya adalah bahan-bahan organik, bakteri-bakteri pengurai bisa memperbaiki keadaan tersebut. Bakteri-bakteri pengurai dipilih dari jenis bakteri anaerob.&lt;/div&gt;&lt;div style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Bakteri anaerob merupakan jenis bakteri yang tidak membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup dan berkembang biak. Bakteri anaerob tumbuh tanpa terkontaminasi udara bebas. Salah satunya tumbuh di dalam kotoran hewan yang masih berada di dalam perut.&lt;/div&gt;&lt;div style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ada dua cara untuk memperolehnya. Cara pertama, mengambil bakteri anaerob dari kotoran di dalam perut hewan yang disembelih. Cara kedua, mengambil kotoran dari dalam perut hewan ternak yang dipertahankan tetap hidup. Cara ini menggunakan teknologi medis dengan operasi fistula.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Operasi fistula untuk membuat saluran pengambilan kotoran hewan ternak dari dalam perut tanpa menyebabkan hewan itu mati. Secara ilmiah, terbukti kandungan bakteri anaerob paling banyak berada di rumen, yaitu bagian perut pertama pada hewan pemamah biak. Bagian ini terletak di antara kerongkongan dan perut jala.&lt;/div&gt;&lt;div style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;"Kotoran yang mengandung bakteri anaerob dapat diambil setiap hari dari hewan yang dioperasi fistula," kata Suryadi, periset pada Pusat Teknologi Limbah Radioaktif Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Minggu (21/3/2010) di Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Batan sejak 2006 mengembangkan riset pemanfaatan bakteri anaerob yang diambil dari hewan ternak yang dioperasi fistula. Hewan sapi dan kerbau yang dipilih.&lt;/div&gt;&lt;div style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;"Operasi fistula sudah dilakukan pada tiga sapi dan seekor kerbau. Pada uji coba pertama mengakibatkan seekor sapi mati," ujar Suryadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Hewan yang akan dioperasi fistula harus berusia di atas dua tahun. Setiap pagi dapat diambil kotoran melalui lubang operasi fistula di bagian samping atas perut sapi atau kerbau tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pengambilan kotoran dalam bentuk cairan sekitar 120 mililiter, tetapi berisi jutaan bakteri anaerob yang siap dikembangbiakkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Selanjutnya, pembiakan bakteri bisa untuk berbagai tujuan, antara lain, untuk menghasilkan bahan peluruh bahan-bahan organik yang menimbulkan sumbatan-sumbatan pada kloset, wastafel, saluran cuci piring, dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;"Batan sendiri mengembangkan untuk campuran pakan ternak yang dikeringkan. Pakan ternak dengan kandungan bakteri anaerob (direkayasa dalam keadaan mati suri) akan membantu proses pencernaan ternak," kata Suryadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Bakteri anaerob yang sebelumnya direkayasa supaya mati suri itu akan kembali hidup ketika masuk ke dalam perut hewan bersamaan dengan bahan makanan yang dikonsumsi. Dengan imbuhan bakteri anaerob, proses pencernaan makanan menjadi lebih cepat.&lt;/div&gt;&lt;div style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pembiakan bakteri&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Suryadi selama ini juga mendampingi usaha skala kecil dan menengah untuk usaha produktif pembiakan bakteri anaerob. Salah satunya, Koperasi Serba Usaha Agro Makmur di Karanganyar, Jawa Tengah.&lt;/div&gt;&lt;div style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Soelaiman Budi Sunarto, selaku pendiri koperasi tersebut, menuturkan, proses membiakkan bakteri bisa dilakukan di tingkat petani dengan bahan baku pedesaan yang melimpah. Koperasinya membuatnya dengan produk yang diberi merek "BioJoos".&lt;/div&gt;&lt;div style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;"Medianya bisa menggunakan sekam padi yang digiling atau umbi-umbian yang dijadikan tepung," kata Budi.&lt;/div&gt;&lt;div style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Menurut Budi, langkah pertama, yaitu mempersiapkan media tepung sekam padi atau umbi-umbian. Kotoran ternak yang sudah diambil lalu diperas. Air perasan itu mengandung biang bakteri. Air itu lalu dicampur dengan tepung sekam atau tepung umbi-umbian. "Namanya proses probiotik," ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Proses itu harus seminimal mungkin terkontaminasi udara bebas agar kandungan bakteri aerob (bakteri yang membutuhkan oksigen) tidak tumbuh subur di media tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Media tepung sekam atau umbi-umbian yang sudah dicampuri biang bakteri kemudian diperam dalam wadah tertutup rapat. Lamanya diperam sampai dua minggu, tetapi setiap dua hari sekali harus diaduk-aduk selama beberapa menit.&lt;/div&gt;&lt;div style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Proses selesai setelah dua minggu diperam. Media tepung sekam atau umbi-umbian itu sudah mengandung bakteri anaerob yang mati suri dan siap digunakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;"Kalau tidak akan digunakan langsung, sebaiknya dikemas ke dalam plastik yang tertutup rapat," kata Budi.&lt;/div&gt;&lt;div style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Penyimpanan produk disarankan pada suhu 30 derajat celsius dalam keadaan tertutup rapat sehingga bakteri anaerob tetap mati suri dan bisa bertahan sampai bertahun-tahun lamanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-6320878576101501519?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/6320878576101501519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=6320878576101501519' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/6320878576101501519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/6320878576101501519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2010/04/bakteri-anaerob-serba-guna.html' title='Bakteri Anaerob Serba Guna'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-2543586045117862578</id><published>2010-03-27T00:57:00.003+07:00</published><updated>2010-03-27T01:02:49.287+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi Lingkungan'/><title type='text'>BUKA INFORMASI LINGKUNGAN UNTUK HINDARI BENCANA</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; font-family: Tahoma,Arial,Tahoma,Verdana; font-size: 12px; line-height: 19px; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; font-family: Tahoma,Arial,Tahoma,Verdana; font-size: 12px; line-height: 19px; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.menlh.go.id/home/images/stories/situ%20gintung2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="171" src="http://www.menlh.go.id/home/images/stories/situ%20gintung2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; font-family: Tahoma,Arial,Tahoma,Verdana; font-size: 12px; line-height: 19px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; font-family: Tahoma,Arial,Tahoma,Verdana; font-size: 10px; line-height: 19px; text-align: left;"&gt;Ratusan jiwa melayang saat terjadi  tragedi Situ Gintung beberapa tahun silam.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Tahoma,Arial,Tahoma,Verdana; font-size: 12px; line-height: 19px; text-align: center;"&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Tahoma,Arial,Tahoma,Verdana; font-size: 12px; line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; font-family: Tahoma,Arial,Tahoma,Verdana; font-size: 12px; line-height: 19px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; font-family: Tahoma,Arial,Tahoma,Verdana; font-size: 10px; line-height: 19px; text-align: left;"&gt;Ini disebabkan oleh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; font-family: Tahoma,Arial,Tahoma,Verdana; font-size: 10px; line-height: 19px; text-align: left;"&gt; minimnya akses informasi lingkungan  bagi masyarakat setempat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Tahoma,Arial,Tahoma,Verdana; font-size: 12px; line-height: 19px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; font-family: Tahoma,Arial,Tahoma,Verdana; font-size: 12px; line-height: 19px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; font-family: Tahoma,Arial,Tahoma,Verdana; font-size: 10px; line-height: 19px; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; font-family: Tahoma,Arial,Tahoma,Verdana; font-size: 12px; line-height: 19px; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; font-family: Tahoma,Arial,Tahoma,Verdana; font-size: 12px; line-height: 19px; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; font-family: Tahoma,Arial,Tahoma,Verdana; font-size: 12px; line-height: 19px; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Tahoma,Arial,Tahoma,Verdana; font-size: 12px; line-height: 19px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; font-family: Tahoma,Arial,Tahoma,Verdana; font-size: 12px; line-height: 19px; text-align: left;"&gt;&lt;b style="border-width: 0px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;UU No. 14/2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; font-family: Tahoma,Arial,Tahoma,Verdana; font-size: 12px; line-height: 19px; text-align: left;"&gt;Mulai 30 April mendatang, semua badan publik wajib membuka akses informasi kepada publik. Ini adalah amanat Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (selanjutnya: UU-KIP) yang mulai berlaku tanggal 30 April 2010. Pemberlakukan UU-KIP tersebut tentu menimbulkan berbagai konsekuensi hukum. Baik bagi badan-badan publik sebagai sumber informasi maupun bagi publik selaku pengguna informasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; font-family: Tahoma,Arial,Tahoma,Verdana; font-size: 12px; line-height: 19px; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Tahoma,Arial,Tahoma,Verdana; font-size: 12px; line-height: 19px; text-align: justify;"&gt;Dengan demikian, tak ada alasan apa pun bagi badan publik membatasi akses publik memperoleh informasi, terutama mengenai kebijakan-kebijakan yang berdampak bagi kehidupan publik, atau hajat hidup orang banyak.&amp;nbsp; Pada Pasal&amp;nbsp; 64&amp;nbsp; ayat (1) UU-KIP ditegaskan bahwa dua tahun setelah diundangkan, undang-undang ini dinyatakan berlaku. Dan pada ayat (2) dijelaskan bahwa&amp;nbsp; penyusunan dan penetapan Peraturan Pemerintah, Petunjuk Teknis, sosialisasi, sarana dan prasarana pelaksanaan undang-undang ini&amp;nbsp; harus rampung paling lambat 2(dua)&amp;nbsp; tahun sejak undang-undang ini diundangkan.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Informasi publik memang merupakan hak publik, dan karenanya mesti dibuka kepada publik. Artinya, masyarakat diberi kemudahan untuk mendapatkan informasi yang lengkap, utuh dan akurat terutama berkaitan dengan kebijakan yang berdampak bagi kehidupan masyarakat luas. Dengan akses informasi yang lengkap, utuh dan akurat, diharapkan dapat mendorong partisipasi publik dalam pengambilan kebijakan kenegaraan, sehingga kualitas demokrasi di negeri ini kian meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, dengan adanya UU-KIP, pengelolaan informasi publik memiliki rambu-rambu yang pasti, sekaligus menegaskan tanggung jawab dari semua pihak yang terlibat di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UU-KIP memang hal baru dalam kehidupan bernegara. Karena itu, semua pihak mesti berbenah diri. Jika selama ini banyak Badan Publik tidak terbuka, atau membatasi akses publik terhadap informasi yang seharusnya diketahui publik atau masyarakat maka dengan berlakunya UU tersebut, badan-badan tersebut bakal berhadapan dengan hukum. Sebab, informasi hak dasar masyarakat dilindungi hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, bagi&amp;nbsp; Badan Publik yang memberikan informasi tentu juga memiliki hak mendapatkan perlindungan hukum. Selama ini, badan-badan publik, atau instansi pemerintahan pada level tengah memang kerap menghadapi dilema, dan serbah salah. Terlalu terbuka kepada publik, bisa dipersalahkan oleh atasan. Di pihak lain, menutup-nutupi informasi yang memiliki implikasi bagi kehidupan publik, bisa diprotes masyarakat, bahkan bisa memancing unjuk rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="border-width: 0px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Informasi Lingkungan Hidup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Salah satu informasi publik yang patut diketahui khalayak jelas adalah informasi tentang lingkungan hidup. Hal ini tidak hanya penting untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), akuntabel dan transparan, sebagai prasyarat terciptanya partisipasi publik dalam pengambilan kebijakan, tapi lebih penting dari itu adalah untuk menyelamatkan manusia dari ancaman bencana.&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada skala internasional, sebenarnya keterbukaan informasi telah diakui sebagai salah satu prinsip yang bersifat mutlak dalam pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang berbasis tata kelola lingkungan yang baik&amp;nbsp; (Good Sustainable Development Governance GSDG).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadinya degradasi lingkungan yang luar biasa di Indonesia adalah akibat pola salah urus pembangunan selama ini. Dan itu diperparaha oleh terbatasnya akes publik terhadap informasi lingkungan. Bencana ekologi yang terjadi selama ini,&amp;nbsp; hendaknya tidak lagi dilihat sebagai akibat aktivitas alam, tetapi akibat ulah manusia yang bisa saja terjadi karena tidak memperoleh informasi lingkungan hidup yang benar, akurat dan lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, jika selama ini&amp;nbsp; konsep pembangunan berkelanjutan diyakini sebagai suatu prinsip yang memperhatikan daya dukung lingkungan, dan menjamin masa depan kehidupan manusia, maka penerapan prinsip-prinsip keterbukaan, partisipasi, dan akuntabilitas menjadi sangat penting.&amp;nbsp; Selama ini aktualisasi dari&amp;nbsp; prinsip-prinsip tersebut secara efektif memang belum mampu menjawab permasalahan tingginya laju degradasi lingkungan. Karenanya negara selaku pelaku mesti&amp;nbsp; bertanggungjawab atas terjadinya bencana ekologi yang kian massif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, Kementerian Lingkungan Hidup telah berulangkali mengingatkan akan pentingnya keterbukaan informasi bagi publik, terkait dengan meningkatnya bencana lingkungan di tanah air. Karena itu, beberapa tahun silam, Kementerian Lingkungan Hidup bersama&amp;nbsp; Indonesia Center for Enviromental Law (ICEL) menerbikan buku berjudul “Menutup Akses, Menuai Bencana, Potret Pemenuhan Akses Informasi, Partisipasi dan Keadilan&amp;nbsp; dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam di Indonesia,”&amp;nbsp; untuk menjelaskan kepada seluruh masyarakat bahwa keterbukaan merupakan hal yang amat mendasar dalam mengatasi permasalahan lingkungan dewasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada peluncuran buku tersebut, 28 Pebruari 2008 di Jakarta Rino Subagyo SH, Direktur Eksekutif Indonesian Center for Enviromental Law (ICEL), menjelaskan ada 3(tiga) akses merupakan prasyarat penting yang harus diberikan oleh negara dalam pengambilan&amp;nbsp; kebijakan pembangunan, khususnya yang berdampak kepada lingkungan dan masyarakat rentan. Tiga akses itu adalah:&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Akses informasi (access to information) adalah hak setiap orang untuk memperoleh&amp;nbsp; informasi yang utuh (full) akurat&amp;nbsp;&amp;nbsp; (accurate) dan mutakhir (up to date).&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Akses partisipasi dalam pengambilan keputusan (access to participation in decision making)&amp;nbsp; adalah pilar demokrasi yang&amp;nbsp; menekankan&amp;nbsp; pada jaminan hak&amp;nbsp; untuk berpartisipasi&amp;nbsp; dalam proses pengambilan keputusan.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Akses keadilan (access to justice) adalah akses untuk memperkuat kedua akses tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rino Subayo tiga akses itu telah diakui dalam Prinsip 10 Deklarasi Rio hasil KTT Bumi (Earth Summit) 1992 di Rio de Janeiro. Sayangnya, temuan di lapangan menunjukkan indikasi belum terpenuhinya akses-akses yang dibutuhkan masyarakat tersebut. Padahal terlihat jelas adanya keterkaitan antara persoalan lingkungan dan bencana ekologi selama ini dengan&amp;nbsp; tidak terpenuhinya akses masyarakat terhadap informasi,&amp;nbsp; partisipasi dan tidak terpenuhinya akses keadilan masyarakat atas lingkungan, hidup yang sehat.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, meski konstitusi sudah menjamin hak masyarakat untuk mendapatkan informasi, untuk menyediakan peluang berpartisipasi dan mendapatkan keadilan, namun peraturan perundang-undangan dibawahnya belum jelas dan tegas mengatur ketiga hal tersebut. Selain itu juga masih terdapat kendala bagi masyarakat&amp;nbsp; dalam mengakses informasi lingkungan dari pemerintah, yang terkait perizinan, AMDAL dan informasi yang terkait kondisi pentaan dan penegakan hukum lingkungan suatu perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak adanya informasi lingkungan yang memadai seperti inilah yang&amp;nbsp; mengakibatkan masyarakat tidak dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang menyangkut perlindungan lingkungan dan keselamatan dirinya.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula belum ada peraturan perundang-undangan yang mengatur secara tegas tentang mekanisme penyelesaian sengketa dan penjatuhan sanksi bagi pejabat publik yang tidak memberikan akses informasi dan partisipasi pada masyarakat dalam hal ini jelas ditunjukan dengan tidak adanya satupun klaim atas gugatan masyarakat akibat adanya penolakan informasi dan partisipasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika menyimak materi UU-KIP, terlihat besarnya semangat untuk membuka ketiga akses tersebut, melalui keterbukaan informasi publik. Karena itu, UU tersebut memberikan perspektif baru yang positif dalam pengelolaan masalah lingkungan hidup. Sebagai sesuatu yang baru implementasi UU-KIP tentu masih perlu penyempurnaan agar kian efektif berfungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterkait dengan itu, maka ada baiknya jika dalam penyempurnaan tersebut perlu memperhatikan kembali beberapa rekomendasi yang disampaikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan ICEL yakni antara lain, mempertegas dan memperjelas aturan hukum terkait pemenuhan hak akses informasi, hak untuk berpartisipasi dan hak untuk mendapatkan keadilan, melakukan pembaruan kebijakan yang fokus pada upaya&amp;nbsp; yang menjembatani kesenjangan antara jaminan hukum dengan praktek pelaksanaannya dilapangan.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu Pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah perlu melakukan penilaian dan pengawasan terhadap kinerjanya sendiri dengan menggunakan indikator yang obyektif dan terukur sementara kelompok-kelompok kepentingan masyarakat, khususnya media masa dan Ornop memiliki peran yang penting dalam mendorong dan memfasilitasi pemenuhan tiga akses tersebut. Paulus Londo.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Tahoma,Arial,Tahoma,Verdana; font-size: 12px; line-height: 19px; text-align: justify;"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Suara Akar Rumput Edisi 105&lt;br /&gt;Tanggal 24-29 Maret 2010&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-2543586045117862578?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/2543586045117862578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=2543586045117862578' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/2543586045117862578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/2543586045117862578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2010/03/buka-informasi-lingkungan-untuk-hindari.html' title='BUKA INFORMASI LINGKUNGAN UNTUK HINDARI BENCANA'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-7832212952208047899</id><published>2010-03-27T00:39:00.001+07:00</published><updated>2010-03-27T00:49:11.358+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AMDAL'/><title type='text'>PerMENLH No.7 Tahun 2010</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; color: #1e3614; font-family: 'Trebuchet MS',Tahoma,Arial,Helvetica,'Sans Serif'; font-size: 11px; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; color: #1e3614; font-family: 'Trebuchet MS',Tahoma,Arial,Helvetica,'Sans Serif'; font-size: 11px; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://kompetensilingkungan.menlh.go.id/" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="90" src="http://kompetensilingkungan.menlh.go.id/templates/solartransport/images/header_1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; color: #1e3614; font-family: 'Trebuchet MS',Tahoma,Arial,Helvetica,'Sans Serif'; font-size: 11px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;PerMENLH 07 Tahun 2010 Tentang Sertifikasi Kompetensi Penyusun Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup dan Persyaratan Lembaga Pelatihan kompetensi Penyusun Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup, merupakan PerMENLH pengganti Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Persyaratan Kompetensi Dalam Penyusunan Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup dan Persyaratan Lembaga Pelatihan Kompetensi Penyusun Dokumen Analisis Mengenai dampak Lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; color: #1e3614; font-family: 'Trebuchet MS',Tahoma,Arial,Helvetica,'Sans Serif'; font-size: 11px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; color: #1e3614; font-family: 'Trebuchet MS',Tahoma,Arial,Helvetica,'Sans Serif'; font-size: 11px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;PerMENLH No. 07 Tahun 2010 telah mengalami penyesuaian dengan UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, khususnya Pasal 122. Dengan demikian, ketentuan dalam PerMENLH Nomor 11 Tahun 2008 berubah menjadi:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 13pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-right: -1.55pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; color: #1e3614; font-family: 'Trebuchet MS',Tahoma,Arial,Helvetica,'Sans Serif'; font-size: 11px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;Dalam waktu selambat-lambatnya 3 Oktober 2010;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; color: #1e3614; font-family: 'Trebuchet MS',Tahoma,Arial,Helvetica,'Sans Serif'; font-size: 11px; text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;setiap penyusun Amdal memiliki sertifikat kompetensi penyusun Amdal;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;setiap lembaga penyedia jasa penyusunan dokumen Amdal memiliki registrasi kompetensi; dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;setiap LPK Amdal memiliki registrasi kompetensi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="margin-right: -1.55pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; color: #1e3614; font-family: 'Trebuchet MS',Tahoma,Arial,Helvetica,'Sans Serif'; font-size: 11px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;PerMENLH tersebut juga menjelaskan mengenai ketentuan kewajiban LPK AMDAL diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional yang diatur dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 178 tahun 2004 tentang Kurikulum Penyusunan, Penilaian dan Pedoman Serta Kriteria Penyelenggaraan Pelatihan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in -1.55pt 6pt -1.5pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in -1.55pt 6pt -1.5pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; color: #1e3614; font-family: 'Trebuchet MS',Tahoma,Arial,Helvetica,'Sans Serif'; font-size: 11px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;File PerMENLH No. 07 Tahun 2010 dapat diunduh di http://kompetensilingkungan.menlh.go.id&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; color: #1e3614; font-family: 'Trebuchet MS',Tahoma,Arial,Helvetica,'Sans Serif'; font-size: 11px; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-7832212952208047899?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/7832212952208047899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=7832212952208047899' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/7832212952208047899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/7832212952208047899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2010/03/permenlh-no7-tahun-2010.html' title='PerMENLH No.7 Tahun 2010'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-280022175136779792</id><published>2010-03-26T21:07:00.000+07:00</published><updated>2010-03-26T21:07:29.088+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Energi Alternatif'/><title type='text'>BERKAH LAIN TEKNOLOGI SEL SURYA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.menlh.go.id/home/images/stories/tenaga%20surya%20pic.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="206" src="http://www.menlh.go.id/home/images/stories/tenaga%20surya%20pic.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;Teknologi Solar Cell dimanfaatkan oleh warga Banyumeneng, Pangang,  Gunungkidul untuk mengangkat air bagi 200 KK di wilayah tersebut yang  kesulitan air bersih di musim kemarau. Teknologi itu diinisiasi oleh  mahasiswa KKN UGM.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;WARGA&lt;/strong&gt; masyarakat di Banyumeneng, Giriharjo,  Panggang, Gunung kidul kini tak kuatir lagi saat menghadapi musim  kemarau. Kebutuhan air bersih, bisa tercukupi dengan biaya murah, dengan  pemanfaaatan sistem pengangkatan air dengan tenaga matahari (solar  cell).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berkat bantuan pemanfaatan teknologi terbarukan, yang di  inisiasi, oleh sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM,  teknologi pemanfaatan air yang terpasang mampu mencukupi kemampuan air  bagi 118 kepala keluarga atau 200 jiwa lebih. Paku Alam IX, Wakil  Gubernur DI Yogyakarta yang meresmikan pengoperasian teknologi matahari  menyatakan seiring beroperasinya teknologi tenaga matahari, kedepan bisa  meningkatkan kesejahteraan warga. Mereka tak perlu lagi memberi air,  untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan tak perlu lagi menghabiskan  banyak waktu untuk mengambil air dari sumber air yang berjarak  berkilometer dari rumah mereka dari tahun-tahun sebelumnya. “Waktu  produktif, bisa berkarya dan kegiatan lain. Mereka juga bisa  berkreativitas guna meningkatkan kesejahtraan,” kata Paku Alam IX,  Kamis, (25/3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terciptanya teknologi yang berguna bagi masyarakat  tersebut bermula dari kreatifitas mahasiswa UGM dan berkerjasama dengan  Curtin University Australia. Kerjasama ide teknologi tersebut mampu  menjadi juara satu dalam lomba Mondialogo Engineering Aword (MEA) tahun  2007 mendapat dana hibah 20.000 euro atau senilai Rp. 250 juta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbekal  dana hibah itu, upaya sosialisasi dilakukan kemasyarakat agar sampai  kepembangunan infrastruktur dan pelatihan warga untuk melakukan  pengelolaan secara mandiri dan berkelanjutan. Melalui instrument KKN,  program tersebut dijalankan dan mulai uji coba tiga bulan silam.&amp;nbsp; Ada  sebanyak 12 panel surya mampu menghasilkan tenaga 1.200 watt dan  langsung mengerakan pompa yang dipasang dari sumber air Banyumeneng. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air  kemudian diangkat ke &lt;em&gt;reservoir&lt;/em&gt; utama setinggi 88 meter,  mengunakan pipa 1.600 meter.&amp;nbsp; Air kemudian dialirkan keenam bak  penampung (&lt;em&gt;reservoir&lt;/em&gt;) lain dengan memanfaatkan teknologi  gravitasi air untuk mencukupi kebutuhan 52 Kepala Keluarga (KK). ”Debit  yang dihasilkan rata-rata 7.800 liter tiap hari. Tiap kepala keluarga  membayar Rp 15.000 per-bulan selama pembangunan distribusi air,  selebihnya penglolaan kita serahkan ke warga,” kata Bayu Buana  Natanegara, Ketua Komunitas Mahasiswa Sentra Energi (Kamase), Teknik  Fisika UGM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukiran, Kepala Dusun Banyumeneng Sukiran  menjelaskan dengan terbentuknya Organisasi Pengelola Air Kaligede  (OPAKg) masyarakat memang berhimpun dalam pengelolaan instalasi tenaga  surya yang terpasang. Termasuk memastikan pendistribusian, dan  keberlanjutan operasionalisasi alat yang terpasang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat  memang diminta iuran, dan uang yang terkumpul dimanfaatkan untuk  perawatan sarana prasarana, seperti untuk penggantian keran yang rusak  ataupun penggantian pipa yang bocor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusmiyarto (46) warga  setempat menyatakan rasa senangnya atas hadirnya teknologi pengangkatan  air bersih yang jadi kebutuhan selama musim kemarau. Sebelumnya untuk  memperoleh air bersih ia harus berjalan sejauh 2 kilometer untuk  mengambil air di Kaligede. Menggunakan dua jerigen bekas minyak goreng,  biasanya mengangkat air dilakukan seusai pulang dari ladang di sore  hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau tidak ambil air, warga biasanya membeli air Rp.  125.000 per 5000 liter dari PDAM. Harus antri untuk dapat giliran air,  kini kita bisa berlanganan air bersih dengan Rp. 15.000 tiap bulan,  uangnya kita kelola secara swadaya,” kata Kusmiarto.&lt;br /&gt;(Much  Fatchurochman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Jurnal nasional&lt;br /&gt;26 maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-280022175136779792?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/280022175136779792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=280022175136779792' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/280022175136779792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/280022175136779792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2010/03/berkah-lain-teknologi-sel-surya.html' title='BERKAH LAIN TEKNOLOGI SEL SURYA'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-3204044658954447911</id><published>2010-03-26T20:43:00.002+07:00</published><updated>2010-03-26T20:43:57.275+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Air'/><title type='text'>KEMBALIKAN HAK PUBLIK ATAS AIR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Catatan Hari Air Sedunia 22 Maret 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat internasional telah menetapkan tanggal 22 Maret sebagai Hari  Air Sedunia. Momentum tersebut tentu memiliki makna penting, sebab  disatu sisi dapat mengingatkan semua pihak bahwa air sangat vital bagi  kelangsungan kehidupan di bumi, dan&amp;nbsp; pada sisi yang lain, air bisa  menjadi sumber ancaman yang serius bagi kehidupan manusia dan makhluk  hidup lainnya. Kelangkaan serta degradasi kualitas air yang terjadi  akibat degradasi lingkungan hidup memang bisa memicu munculnya berbagai  bencana, seperti kelangkaan pangan, mewabahnya aneka macam penyakit, dan  sebagainya. Sementara pada saat bersamaan, juga terjadi&amp;nbsp; banjir, rob,  tanah longsor, dan sebagainya yang menjadi indikasi kegagalan manusia  dalam mengelola air secara bijak.    &lt;br /&gt;Saat ini, permasalahan tersebut&amp;nbsp; sudah kerap terjadi di Indonesia.&amp;nbsp;  Kelangkaan air saat&amp;nbsp; air hujan berkurang, sering melanda&amp;nbsp; di beberapa  wilayah di tanah air. Sedangkan saat musim hujan, peningkatan air justru  membawa petaka dengan munculnya banjir di kawasan yang dulu tidak  pernah mengalami kebanjiran seperti kawasan Palangkaraya dan Samarinda.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sementara akibat eksploitasi air tanah secara berlebihan masyarakat  yang tinggal di sejumlah kota besar pinggir pantai seperti Jakarta,  Semarang dan Surabaya, kini menghadapi ancaman intrusi air laut, yang  masuk hingga ke dalam sumur-sumur penduduk. Kelangkaan air ini tentu  bisa jadi memunculkan pertentangan di kalangan masyarakat yang dapat  memicu pertikaian warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risiko ini semakin besar jika distribusi  air tidak dilakukan dengan baik. Masalah alam yang terlihat sederhana  dapat menimbulkan petaka bila tidak ditangani dengan cermat. Jika  dikaitkan dengan pertumbuhan penduduk, maka masalah pencemaran air  paling mungkin terjadi. Pengalaman naiknya derajat keasaman pada musim  kemarau dan diikuti munculnya hujan asam menyebabkan terganggunya  binatang air tawar dan percepatan korosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hak Publik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sedemikian vitalnya fungsi air bagi kehidupan manusia, maka sejak awal,  hak atas air ditempatkan setara dengan hak asasi manusia. Pengakuan  atas hak-hak dasar tersebut tercantum di dalam Undang-Undang Dasar 1945  Pasal 33 yang menyatakan "Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung  didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya  kemakmuran rakyat ". Dengan demikian, negara bertanggung jawab menjamin  penyediaan air yang&amp;nbsp; bagi setiap individu warga negara.&amp;nbsp; Adanya hak&amp;nbsp;  publik atas air, juga telah diakui pada tingkat internasional karena  telah ditegaskan&amp;nbsp; dalam ECOSOC DECLARATION (Deklarasi Ekonomi, Sosial,  dan Budaya) PBB pada bulan November 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di Indonesia, hak  publik atas air tersebut, kini sedang terancam oleh adanya agenda  privatisasi dan komersialisasi air. Pers memberitakan, puluhan sumber  air di kawasan Kabupaten Sukabumi misalnya, sudah dikuasai oleh swasta.  Sementara penduduk setempat mulai terganggu oleh kelangkaan persediaan  air bersih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ditelusuri, kebijakan privatisasi dan  komersialisasi air yang kini berlaku di Indonesia, sebenarnya merupakan  bagian dari agenda kapitalis internasional. Sebab kebijakan tersebut  lahir karena didorong oleh lembaga-lembaga keuangan internasional (World  Bank, ADB, dan IMF). Kebijakan ini, tidak hanya berlaku bagi Indonesia  tapi juga di sejumlah negara sebagai persyaratan pinjaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena  itu dalam kebijakan tersebut terdapat&amp;nbsp; kepentingan kapitalis global  sektor air untuk menguasai sumber-sumber air dan badan penyedia air  bersih (PDAM) milik pemerintah. Jadi masalah, Indonesia langsung  merespon permintaan tersebut dengan senang hati.&amp;nbsp; Ini tercermin dari  terbitnya&amp;nbsp;&amp;nbsp; Undang-undang Sumber Daya Air yang disahkan pada&amp;nbsp; 19  Februari 2004, sebagai&amp;nbsp; bagian dari persyaratan pencairan pinjaman  program WATSAL dari World Bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mekanisme Pasar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beberapa  pasal dalam UU tersebut memang membuka peluang&amp;nbsp; privatisasi sektor  penyediaan air minum, dan penguasaan sumber-sumber air (air tanah, air  permukaan, dan sebagian badan sungai) oleh badan usaha dan individu.  Implikasi dari kebijakan privatisasi ini, maka&amp;nbsp; jaminan pelayanan hak  dasar bagi rakyat banyak akhirnya&amp;nbsp; ditentukan oleh swasta&amp;nbsp; dengan  mekanisme pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air yang sejatinya memiliki fungsi sosial kini  telah berubah menjadi komoditas yang diperjualbelikan. Dalam  pengelolaan&amp;nbsp; air paradigma yang dikembangkan oleh World Bank memang  bertumpu pada prinsip komodifikasi semua sektor, termasuk yang berkaitan  dengan hajat hidup orang banyak. Bagi World Bank, manajemen sumberdaya  air yang efektif haruslah memperlakukan air sebagai "komoditas ekonomis"  dan " partisipasi swasta dalam penyediaan air umumnya menghasilkan  hasil yang efisien, peningkatan pelayanan, dan mempercepat investasi  bagi perluasan jasa penyediaan".&amp;nbsp;&amp;nbsp; (World Bank, 1992).&amp;nbsp; Privatisasi air  akan meliputi jasa penyediaan air di perkotaan, maupun pengelolaan  sumber-sumber air di pedesaan oleh swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai “harga air”  di Indonesia, menurut World Bank, air yang diperoleh masyarakat saat ini  masih berada di bawah "harga pasar. " Karena itu perlu dinaikkan.&amp;nbsp; Baik  World Bank dan ADB dalam "Kebijakan Air"-nya mendorong diterapkannya  mekanisme harga yang mengadopsi apa yang disebut sebagai Full Cost  Recovery.&amp;nbsp; Artinya,&amp;nbsp; konsumen&amp;nbsp; harus membayar harga yang mencakup semua  biaya yang dikeluarkan.&amp;nbsp; Dengan demikian privatisasi, sebagaimana yang  telah terjadi di sejumlah negara, identik dengan kenaikan harga tarif  air.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakanya, yang paling menderita dampak kebijakan  privatisasi justru kelompok masyarakat miskin. Dengan kenaikan tarif  tersebut, mereka kian kehilangan akses terhadap air. Dalam jangka  panjangm kebijakan tersebut juga mengancam “kedaulatan rakyat” atas  pangan. Sebab jika&amp;nbsp; air, sebagaimana yang diinginkan oleh World Bank dan  ADB, diperlakukan sebagai komoditas ekonomis dan pihak yang mendapatkan  air ditentukan atas dasar keuntungan ekonomis semata, maka&amp;nbsp; ke depan  hal sama juga diberlakukan di semua sektor, termasuk sektor pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan aktivis yang menolak privatisasi air telah berulangkali  memaparkan akan adanya bahaya dari kebijakan tersebut. Salah satu yang  jadi sorotan mereka adalah, kebijakan&amp;nbsp; Pemerintah Daerah Jawa Barat pada  tahun 2002 yang dalam&amp;nbsp; Peraturan Daerah (Perda) mengenai Irigasi yang  baru, telah mengadopsi&amp;nbsp; penerapan "cost recovery"&amp;nbsp; kepada petani atas  penggunaan air irigasi. Sektor pertanian akan semakin mahal bagi petani  dengan diterapkannya tarif atas air irigasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kembalikan  Hak Publik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk menopang privatisasi air, kini penjualan  air kemasan kian ditingkatkan, terutama sebagai solusi atas terjadinya&amp;nbsp;  penurunan kualitas air. Ketergantungan masyarakat&amp;nbsp; terhadap swasta tentu  kian menguat. Realitas ini sangat ironis karena penguasaan publik atas  air&amp;nbsp; pada dasarnya merupakan harkat dari semua kehidupan dan manusia  sangat membutuhkan air untuk hidup.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu apa yang harus dilakukan?&lt;br /&gt;Sebagaimana  air dan bumi seisinya dikuasai negara, maka pihak yang terkait dengan  pengelolaan dan penyediaan air negara seyogyanya memperhatikan masalah  air. Diperlukan profesionalisme dan kedewasaan dalam pengelolaan air  untuk mendukung pembangunan di Indonesia yang berkelanjutan.&amp;nbsp; Namun  lebih penting dari semua itu adalah pengelolaan air seyogyanya  dikembalikan pada jalur yang tepat sesuai amanat UUD 1945, yang tegas  menjamin hak-hak publik atas air. (&lt;strong&gt;LS2LP) Sumber: Suara Akar  Rumput Edisi 105&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh:&lt;br /&gt;PAULUS LONDO&lt;br /&gt;Pemerhati  Sosial pada LS2LP (Lembaga Studi Sosial, Lingkungan &amp;amp; Perkotaan)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-3204044658954447911?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/3204044658954447911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=3204044658954447911' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/3204044658954447911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/3204044658954447911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2010/03/kembalikan-hak-publik-atas-air.html' title='KEMBALIKAN HAK PUBLIK ATAS AIR'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-2419507860710918647</id><published>2010-03-20T00:16:00.000+07:00</published><updated>2010-03-20T00:16:48.415+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SAMPAH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengolahan Sampah'/><title type='text'>Sampah Bantar Gebang Akan Jadi Listrik</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/08/12/154123p.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/08/12/154123p.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sampah Bantar Gebang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;         &lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com — &lt;/strong&gt;Timbunan sampah di Tempat  Pemusnahan Sampah Terpadu Bantar Gebang atau TPST Bantar Gebang, Bekasi,  Jawa&amp;nbsp;Barat,&amp;nbsp;akan segera diubah menjadi sumber energi. Di lokasi itu  akan didirikan pembangkit listrik baru bertenaga sampah atau PLTS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PLTS  rencananya akan dikembangkan untuk menghasilkan tenaga listrik 26 MW.  Sampah memang tidak beperan langsung menghasilkan listrik, tetapi  diproses dulu untuk menghasilkan gas metan yang akan diubah menjadi  energi listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula-mula, sampah-sampah dari TPST Bantar Gebang  dikumpulkan dan diolah melalui sebuah proses pengolahan yang disebut &lt;em&gt;control  and sanitary landfill, &lt;/em&gt;yakni proses penguraian, penutupan, dan  pemanasan sampah untuk menghasilkan gas metan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gas metan yang  dihasilkan kemudian akan dikumpulkan dan digunakan sebagai bahan bakar  generator penggerak PLTS. Untuk menghidupkan dan menggerakkan sebuah  generator PLTS per jam dibutuhkan gas metan hasil olahan dari sekitar  1.000 kubik sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk menghidupkan dan menggerakkan  generator butuh lebih kurang 1.000 kubik sampah per jamnya," kata  Manajer TPST Bantar Gebang August PL Toruan, saat ditemui di Kantor TPST  Bantar Gebang, Bekasi, Senin (8/3/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, selain diolah dan dimanfaatkan sebagai bahan bakar  generator penggerak PLTS, sampah-sampah di Bantar Gebang ini rencananya  juga akan didaur ulang agar bisa kembali dimanfaatkan oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau  sampah-sampah jenis lain diolah melalui proses &lt;em&gt;control and sanitary  landfill&lt;/em&gt; untuk menghasilkan gas metan sebagai bahan bakar  generator PLTS, khusus untuk sampah plastik di Bantar Gebang akan diolah  melalui proses &lt;em&gt;recycling&lt;/em&gt;. Sampah-sampah ini akan kami lebur  kembali menjadi bijih-bijih plastik. Yah, mungkin nanti kami akan kerja  sama dengan perusahaan atau pabrik tertentu untuk mengolah bijih-bijih  plastik itu nantinya menjadi barang-barang yang bisa kembali dipakai  masyarakat," tandas August.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="font12 c_abu pt_5"&gt;Laporan wartawan &lt;strong class="c_abu5"&gt;  PURI&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="c_blue_kompas font11 pb_10 pt_3"&gt;Senin, 8 Maret 2010 | 18:24 WIB&lt;/div&gt;&lt;div class="c_blue_kompas font11 pb_10 pt_3"&gt;http://megapolitan.kompas.com/read/2010/03/08/18241526/Sampah.Bantar.Gebang.Siap.Jadi.Listrik &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-2419507860710918647?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/2419507860710918647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=2419507860710918647' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/2419507860710918647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/2419507860710918647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2010/03/sampah-bantar-gebang-akan-jadi-listrik.html' title='Sampah Bantar Gebang Akan Jadi Listrik'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-1345335749790790058</id><published>2010-03-14T21:45:00.001+07:00</published><updated>2010-03-14T21:49:10.742+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biologi Lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Polusi Udara'/><title type='text'>Tanaman Anti Polusi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/01/sepatu1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/01/sepatu1.jpg" width="282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;kembang sepatu mampu menyerap nitrogen&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;namun meneruskan  radiasi/wilkipedia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Walau tanaman hijau diklaim dapat memperbaiki lingkungan, namun ada beberapa tanaman yang memiliki nilai lebih. Misalnya dapat menghambat polusi, mendatangkan burung-burung, atau menunjukkan tingkat polusi udara. Berikut tanaman anti polusi hasil ngobrol dengan RMI Bogor beberapa waktu lalu :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pohon dadap merah. Pohon ini baik ditanam di halaman terbuka,  karena bisa mengundang datangnya para burung. Soalnya berbagai jenis  burung suka sekali menyantap buah si dadap merah ini.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pohon kelengkeng. Siapapun tahu betapa enaknya rasa buah  kelengkeng. Namun tahukah Anda kalau pohon kelengkeng mampu meredam  polusi suara. Itu sebabnya pada pabrik-pabrik yang menggunakan genset,  ada baiknya menanam pohon ini di dekat genset tersebut.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pohon bungur dan mahoni dikenal mampu menyerap polutan udara  seperti timbal. Maka kedua pohon ini sebaiknya ditanam untuk penghijauan  di kota-kota besar, dekat jalan protokol yang padat lalu lintasnya.  Bukan rahasia lagi kalau kendaraan bermotor menjadi penyumbang timbal  terbesar di udara. Sebaliknya, pohon seperti akasia sebaiknya jangan  dijadikan pohon jalur hijau. Mengapa? karena akasia menjadi salah satu  pencetus asma. Begitu juga pohon palem yang indah bentuknya, tak begitu  besar manfaatnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanaman yang menyegarkan mata seperti bunga berwarna-warni mampu  menjernihkan pikiran kita, sehingga baik ditanam di rumah sakit agar  bisa mempecepat kesembuhan pasien. Tanaman ini jelas melawan polusi  jiwa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lumut yang menempel di batang pohon mampu mendeteksi tingkat polusi  udara suatu daerah. Semakin banyak lumut menempel di sebuah pohon  berarti semakin baik kualitas udara di tempat itu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanaman sirih belanda atau dikenal sebagai Devil’s Ivy. Tanaman  perdu yang bisa tumbuh dimana saja, termasuk di dalam pot di halaman  rumah ini mampu menyerap formaldehida dan benzena. Hasilnya rumah pun  lebih segar dan lega untuk bernafasp.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kembang sepatu mampu menyerap nitrogen sehingga membuat paru-paru  kita jadi lega. Namun jangan sekali-sekali menanam bunga kembang sepatu  di dekat ruang Radiografi. Tanaman ini berfungsi meneruskan radiasi  sehingga berbahaya bagi orang di sekitar tempat radiografi tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalau kembang sepatu berfungsi melanjutkan radiasi, tidak demikian  dengan tanaman sanseveira ini. Sanseveira mampu menyerap 107 jenis  racun, termasuk polusi udara, asap rokok (nikotin), hingga radisi  nuklir, sehingga cocok dijadikan penyegar. Saya ingat ketika praktek  kerja di Badan Tenaga Atom Nasional, tanaman ini banyak menghiasi ruang  kosong di halaman Batan. Oya, kaktus juga bisa menghambat radiasi,  demikian menurut Felix, kompasianer kita.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pohon trambesi mampu menyerap karbondioksida dalam jumlah yang  besar, sehingga sangat disarankan untuk ditanam sebagai pohon  penghijauan. Namun trambesi membutuhkan lahan yang cukup luas.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Masih banyak lagi tanaman hias dan pohon yang bisa menyerap polutan.&lt;br /&gt;Anda bisa menambahkannya sendiri. Mau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hijau,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kompasiana.com/ary-amhir"&gt;Ary Amhir&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;http://www.kompasiana.com/ary-amhir&lt;br /&gt;http://kesehatan.kompasiana.com/2010/01/16/tanaman-anti-polusi/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-1345335749790790058?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/1345335749790790058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=1345335749790790058' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/1345335749790790058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/1345335749790790058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2010/03/tanaman-anti-polusi.html' title='Tanaman Anti Polusi'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-5251498292155296199</id><published>2010-03-13T19:34:00.000+07:00</published><updated>2010-03-13T19:34:18.854+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konservasi'/><title type='text'>Forests Are Growing Faster, Ecologists Discover; Climate Change Appears to Be Driving Accelerated Growth</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.sciencedaily.com/images/2010/02/100201171641.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="http://www.sciencedaily.com/images/2010/02/100201171641.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="date" style="color: #666666; font-style: italic;"&gt;ScienceDaily (Feb. 2, 2010)&lt;/span&gt;&amp;nbsp;— Speed is not a word typically associated with trees; they can take centuries to grow. However, a new study in the&lt;em&gt;Proceedings of the National Academy of Sciences&lt;/em&gt;has found evidence that forests in the Eastern United States are growing faster than they have in the past 225 years. The study offers a rare look at how an ecosystem is responding to climate change.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 19px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 13px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 5px;"&gt;For more than 20 years forest ecologist Geoffrey Parker has tracked the growth of 55 stands of mixed hardwood forest plots in Maryland. The plots range in size, and some are as large as 2 acres. Parker's research is based at the Smithsonian Environmental Research Center, 26 miles east of the nation's capital.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 13px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 5px;"&gt;Parker's tree censuses have revealed that the forest is packing on weight at a much faster rate than expected. He and Smithsonian Tropical Research Institute postdoctoral fellow Sean McMahon discovered that, on average, the forest is growing an additional 2 tons per acre annually. That is the equivalent of a tree with a diameter of 2 feet sprouting up over a year.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 13px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 5px;"&gt;Forests and their soils store the majority of the Earth's terrestrial carbon stock. Small changes in their growth rate can have significant ramifications in weather patterns, nutrient cycles, climate change and biodiversity. Exactly how these systems will be affected remains to be studied.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 13px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 5px;"&gt;Parker and McMahon's paper focuses on the drivers of the accelerated tree growth. The chief culprit appears to be climate change, more specifically, the rising levels of atmospheric CO2, higher temperatures and longer growing seasons.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 13px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 5px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 13px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 5px;"&gt;Assessing how a forest is changing is no easy task. Forest ecologists know that the trees they study will most likely outlive them. One way they compensate for this is by creating a "chronosequence" -- a series of forests plots of the same type that are at different developmental stages. At SERC, Parker meticulously tracks the growth of trees in stands that range from 5 to 225 years old. This allowed Parker and McMahon to verify that there was accelerated growth in forest stands young and old. More than 90% of the stands grew two to four times faster than predicted from the baseline chronosequence.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 13px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 5px;"&gt;By grouping the forest stands by age, McMahon and Parker were also able to determine that the faster growth is a recent phenomenon. If the forest stands had been growing this quickly their entire lives, they would be much larger than they are.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 13px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 5px;"&gt;Parker estimates that among himself, his colleague Dawn Miller and a cadre of citizen scientists, they have taken a quarter of a million measurements over the years. Parker began his tree census work Sept. 8, 1987 -- his first day on the job. He measures all trees that are 2 centimeters or more in diameter. He also identifies the species, marks the tree's coordinates and notes if it is dead or alive.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 13px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 5px;"&gt;By knowing the species and diameter, McMahon is able to calculate the biomass of a tree. He specializes in the data-analysis side of forest ecology. "Walking in the woods helps, but so does looking at the numbers," said McMahon. He analyzed Parker's tree censuses but was hungry for more data.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 13px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 5px;"&gt;It was not enough to document the faster growth rate; Parker and McMahon wanted to know why it might be happening. "We made a list of reasons these forests could be growing faster and then ruled half of them out," said Parker. The ones that remained included increased temperature, a longer growing season and increased levels of atmospheric CO2.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 13px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 5px;"&gt;During the past 22 years CO2 levels at SERC have risen 12%, the mean temperature has increased by nearly three-tenths of a degree and the growing season has lengthened by 7.8 days. The trees now have more CO2 and an extra week to put on weight. Parker and McMahon suggest that a combination of these three factors has caused the forest's accelerated biomass gain.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 13px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 5px;"&gt;Ecosystem responses are one of the major uncertainties in predicting the effects of climate change. Parker thinks there is every reason to believe his study sites are representative of the Eastern deciduous forest, the regional ecosystem that surrounds many of the population centers on the East Coast. He and McMahon hope other forest ecologists will examine data from their own tree censuses to help determine how widespread the phenomenon is.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 13px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 5px;"&gt;Funding for this research was provided by the HSBC Climate Partnership.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 13px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 5px;"&gt;&lt;a href="http://www.sciencedaily.com/releases/2010/02/100201171641.htm"&gt;http://www.sciencedaily.com/releases/2010/02/100201171641.htm&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-5251498292155296199?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/5251498292155296199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=5251498292155296199' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/5251498292155296199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/5251498292155296199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2010/03/forests-are-growing-faster-ecologists.html' title='Forests Are Growing Faster, Ecologists Discover; Climate Change Appears to Be Driving Accelerated Growth'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-5188783927582577807</id><published>2010-03-12T01:04:00.000+07:00</published><updated>2010-03-12T01:04:04.076+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengelolaan Kualitas Udara'/><title type='text'>Pelacakan Polusi Udara Meningkatkan Kesehatan Anda</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.epa.gov/ord/sciencenews/images/air-pollutant-tracker.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://www.epa.gov/ord/sciencenews/images/air-pollutant-tracker.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Musim panas ini, para ilmuwan EPA mulai pengambilan sampel udara di Cleveland, Ohio, untuk lebih memahami hubungan antara sumber-sumber polusi udara dan efek kesehatan yang merugikan. Penelitian akan digunakan untuk mengembangkan alat-alat baru dan model untuk manajer kualitas udara dan pengendalian untuk mengurangi polusi udara pada sumbernya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sumber polusi udara bervariasi, mulai dari kendaraan bermotor ke industri, pembangkit tenaga listrik, pertanian dan peralatan rumah seperti mesin pemotong rumput. Mereka juga dapat dibentuk photochemically di udara dari sumber yang berbeda. Sebagai ilmuwan menganalisa sampel udara yang diperoleh dalam penelitian ini, mereka mencari komponen kimia yang dapat menuntun mereka ke sumber atau sumber-sumber mereka. Mereka juga akan mengukur jumlah atau konsentrasi polutan, yang penting dalam menentukan dampak kesehatan potensial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi akan memberikan regulator dengan kemampuan untuk mengembangkan strategi yang lebih disesuaikan untuk mengendalikan polusi udara yang berasal dari sumber tertentu. Pendekatan yang ditargetkan ini dapat menyebabkan biaya yang lebih efektif dan efisien peraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, jika analisis menunjukkan kendaraan bermotor merupakan sumber utama pencemaran udara di daerah tertentu, kemudian mengganti bahan bakar, mengurangi kendaraan mil bepergian, atau mengubah pola lalu lintas yang mungkin paling efektif dalam mengurangi polusi di wilayah tersebut. Jika sampel menunjukkan sumber utama pembangkit listrik atau industri tertentu, kemudian memasang peralatan pengendalian polusi bagi orang-orang tertentu harus mengurangi emisi polutan dan kemudian menurunkan tingkat udara dari polutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kombinasi pengukuran memberikan informasi baru mengenai lokal, perkotaan, dan pedesaan perbedaan untuk berbagai polutan udara," kata Dr Gary Norris dari Exposure Nasional EPA Laboratorium Penelitian dan salah satu peneliti utama untuk Cleveland Polutan Udara Multiple Studi , atau CMAPS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model yang dikembangkan akan membantu memprediksi tingkat polusi udara bahwa orang-orang yang terkena, dan akan digunakan dalam penelitian efek kesehatan untuk mempelajari lebih lanjut tentang sumber-sumber yang mungkin penting untuk memahami dampak dari polusi udara pada kesehatan. Pengukuran juga akan digunakan untuk mengevaluasi dan meningkatkan pemodelan maju alat yang dapat digunakan di masa depan analisis pemodelan kualitas udara di Cleveland dan area lain dari Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kombinasi pengukuran memberikan informasi baru mengenai lokal, perkotaan, dan pedesaan perbedaan untuk berbagai polutan udara," kata Dr Gary Norris dari Exposure Nasional EPA Laboratorium Penelitian dan salah satu peneliti utama untuk Cleveland Polutan Udara Multiple Studi , atau CMAPS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model yang dikembangkan akan membantu memprediksi tingkat polusi udara bahwa orang-orang yang terkena, dan akan digunakan dalam penelitian efek kesehatan untuk mempelajari lebih lanjut tentang sumber-sumber yang mungkin penting untuk memahami dampak dari polusi udara pada kesehatan. Pengukuran juga akan digunakan untuk mengevaluasi dan meningkatkan pemodelan maju alat yang dapat digunakan di masa depan analisis pemodelan kualitas udara di Cleveland dan area lain dari Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi ini sedang dilakukan dalam dua bagian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Pertama, tahun pengukuran polusi udara selama periode yang dimulai pada Juli 2009 akan terus mengumpulkan data tentang partikel (PM) dan merkuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Kedua, dua bulan selama periode pengukuran, satu di bulan Agustus 2009 dan yang lainnya di bulan Februari 2010, akan mengumpulkan data tentang PM polusi, ozon, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, merkuri, karbon hitam (jelaga), dan amonia. Polutan lain ini sedang diperiksa karena mereka sering bersama-dipancarkan atau terlibat dalam pembentukan PM. Meteorologi pengukuran (suhu, kecepatan dan arah angin, dan curah hujan) juga akan diambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cleveland dipilih sebagai lokasi penelitian karena kualitas udara kota ini dipengaruhi oleh banyak lokal dan regional sumber polusi udara. Plus, dua situs pemantauan udara yang ada telah menunjukkan tingkat polusi udara yang melebihi PM nasional saat ini standar kualitas udara. Analisis data dan pemodelan menggunakan pengukuran CMAPS akan terus berlanjut sepanjang 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmuwan EPA bermitra dengan kualitas udara setempat dan profesional kesehatan masyarakat untuk melakukan penelitian mereka. Mitra termasuk Cleveland Departemen Kesehatan Umum Divisi Kualitas Air, Akron Daerah Kabupaten Pengelolaan Kualitas Udara, dan Ohio EPA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.epa.gov/ord/sciencenews/scinews_air-pollution.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-5188783927582577807?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/5188783927582577807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=5188783927582577807' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/5188783927582577807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/5188783927582577807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2010/03/pelacakan-polusi-udara-meningkatkan.html' title='Pelacakan Polusi Udara Meningkatkan Kesehatan Anda'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-828260225253737084</id><published>2010-03-12T00:24:00.000+07:00</published><updated>2010-03-12T00:24:55.671+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemanasan Global'/><title type='text'>Obama ke Indonesia Bahas Perubahan Iklim</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://img.antara.co.id/stockphotos/tokoh/20091215121237-obama1412.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://img.antara.co.id/stockphotos/tokoh/20091215121237-obama1412.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Tahoma,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px; text-align: left;"&gt;Jakarta (ANTARA News) - Presiden Amerika Serikat Barack Obama dalam kunjungannya ke Indonesia yang dijadwalkan pertengahan Maret ini, menyiapkan lima agenda pertemuan, salah satunya mengenai perubahan iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Item kelima dari lima agenda yang dibawa Obama adalah mengenai perubahan iklim," kata Staf Khusus Presiden RI untuk perubahan iklim, Agus Purnomo, yang ditemui di kantor Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) di Jakarta, Senin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama akan melakukan pertemuan komprehensif yang membahas beberapa elemen antara lain mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang perubahan iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan berbagai kegiatan yang dikerjakan untuk peningkatan kapasitas dalam hal ilmu pengetahuan dan perubahan iklim," kata Agus.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada dua elemen yang akan dibahas yaitu mengenai kelautan dan perubahan iklim serta kemampuan Indonesia untuk memprediksi perubahan iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus mengatakan Indonesia belum bisa memprediksi secara akurat mengenai perubahan iklim yang bakal terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Musibah-musibah yang terjadi saat ini karena kita belum siap mengantisipasi dari prediksi perubahan iklim yang kita buat dengan baik," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Indonesia perlu belajar dan tukar pengalaman dengan Amerika yang telah maju dalam hal prediksi cuaca dan perubahan iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Amerika telah maju dalam hal itu karena punya NOAA, NASA dan berbagai ekspedisi kelautan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Indonesia berencana menjadi pusat regional untuk perubahan iklim (Regional Excellent Center of Climate Change) untuk negara-negara sekitar dalam aspek teknis tentang perubahan iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia juga berkeinginan untuk menjalin kerjasama dengan negara-negara kepulauan di Asia Pasifik terkait perubahan iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana ketiga, lanjut Agus, bahwa Indonesia berkeinginan untuk memberi layanan cuaca&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;(climate services)&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita berkeinginan Amerika menjadi partner pertama untuk Regional Excellent Center of Climate Change yang akan membantu dalam tenaga ahli, pendanaan dan membantu alih teknologi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(T.N06/S026)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.antaranews.com/berita/1267449422/obama-ke-indonesia-bahas-perubahan-iklim"&gt;http://www.antaranews.com/berita/1267449422/obama-ke-indonesia-bahas-perubahan-iklim&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Tahoma,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px; text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #787878; font-family: Tahoma,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 10px; line-height: 18px; text-align: left;"&gt;Senin, 1 Maret 2010 20:17 WIB | Warta Bumi | Pemanasan Global |&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Tahoma,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px; text-align: left;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-828260225253737084?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/828260225253737084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=828260225253737084' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/828260225253737084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/828260225253737084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2010/03/obama-ke-indonesia-bahas-perubahan.html' title='Obama ke Indonesia Bahas Perubahan Iklim'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-6011221140128982269</id><published>2010-03-12T00:20:00.000+07:00</published><updated>2010-03-12T00:20:41.516+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengolahan Limbah Cair'/><title type='text'>Ribuan Pabrik Cikarang Belum Dilengkapi Ipal</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://img.antara.co.id/stockphotos/peristiwa/20100107160700-mandibusa-070110.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://img.antara.co.id/stockphotos/peristiwa/20100107160700-mandibusa-070110.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Cikarang, Bekasi (ANTARA News) - Ribuan perusahaan yang tersebar di  tujuh kawasan industri Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, belum memiliki  fasilitas Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hal ini telah  berdampak pada pencemaran limbah cair di sekitar lingkungan warga, sebab  patut diduga pabrik yang tidak memiliki fasilitas IPAL membuang  limbahnya ke sungai," kata Kepala Sub Bidang (Kasubid) Penataan  Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bekasi, Nanang S  Hadi,&amp;nbsp;di Cikarang, Rabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Nanang, saat ini ada  sedikitnya 5.000 pabrik yang beroperasi di kawasan industri Jababeka I  dan II, EJIP, Hyundai, MM2100, Delta Silikon dan Delta Mas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dinas  LH hingga kini baru memberikan 30 izin pengolahan limbah cair yang  dikelola oleh 10 hingga 15 pabrik di setiap kawasan industri. Idealnya,  dengan 5.000 pabrik, kita mempunyai 150 izin pengelolaan limbah cair,"  katanya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nanang mengatakan, sesuai kesepakatan limbah cair hasil  produksi pabrik seharusnya diolah melalui IPAL agar zat kimia yang  nantinya dibuang tidak merusak biota air, dan air tanah untuk konsumsi  warga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bila limbah cair dibuang sembarangan dikhawatirkan  berdampak negatif pada lingkungan, sebab masih banyak warga yang  mengkonsumsi air sungai untuk keperluan rumah tangga dan pertanian,"  ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kata dia, limbah cair dapat menimbulkan  beragam penyakit khususnya bagi warga yang tinggal di bantaran sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sungai  yang belakangan ini diketahui tercemar seperti Sungai Cilemah Abang,  Sungai Cikarang, Sungai Cikedokan, Cikarang Bekasi Laut (CBL)," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan  Nanang, pemerintah setempat kerap meminta laporan kandungan zat kimia  dari berbagai paremeter yang terkandung didalam limbah hasil industri  kepada perusahaan sebanyak tiga kali dalam satu bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanang  mencontohkan, Kawasan Industri Jababeka hanya memiliki dua IPAL, padahal  diwilayah tersebut terdapat 3.000 lebih perusahaan. Limbah cair dari  kawasan itu dibuang kedalam Sungai Cilemah Abang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kurun  waktu 2009, kata dia, warga yang tinggal di bantaran Sungai Cikarang  memprotes maraknya pencemaran limbah cair hingga menyebabkan ikan mati  mengambang disungai. "Tidak hanya itu, bahkan hasil pertanian pun ikut  rusak," katanya.(ANT/A024)&lt;br /&gt;&lt;h1 class="news-title"&gt;&lt;/h1&gt;Rabu, 24 Pebruari 2010 16:18  WIB | Warta Bumi | Masalah Lingkungan |&lt;br /&gt;http://www.antaranews.com/berita/1267003085/ribuan-pabrik-cikarang-belum-dilengkapi-ipal&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-6011221140128982269?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/6011221140128982269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=6011221140128982269' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/6011221140128982269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/6011221140128982269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2010/03/ribuan-pabrik-cikarang-belum-dilengkapi.html' title='Ribuan Pabrik Cikarang Belum Dilengkapi Ipal'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-4989389085771397824</id><published>2010-03-11T23:51:00.001+07:00</published><updated>2010-03-11T23:51:46.619+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Lingkungan'/><title type='text'>PENDIDIKAN LINGKUNGAN JANGAN SEBATAS TEORI</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XSAHJiocPcI/SbhL1pQYsmI/AAAAAAAAAi8/Jn7hEiEHzhU/s200/murid+sd+lingkungan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/_XSAHJiocPcI/SbhL1pQYsmI/AAAAAAAAAi8/Jn7hEiEHzhU/s320/murid+sd+lingkungan.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;SEKOLAH HARUS MENJADI TEMPAT YANG NIHIL  LIMBAH&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #3333ff; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pikiran  Rakyat&lt;/span&gt;, 11 Maret 2009, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A-157/A-165&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: #3333ff; font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: #3333ff; font-style: italic;"&gt;Foto: WPL 2002,  Murid SD pinggir Citarum berpraktek Zerowaste&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pemerhati  lingkungan Supardiyono &lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;Sobirin&lt;/span&gt; mengungkapkan, sekolah sebagai institusi memiliki  potensi besar untuk memulai penerapan prinsip-prinsip cinta lingkungan.  Salah satu penerapan yang dia sarankan adalah merintis sekolah sebagai  tempat nihil limbah &lt;span style="color: #006600; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(zero waste)&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: 100%; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;BANDUNG, (PR).-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="color: #ff6600; font-size: 180%; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;P&lt;/span&gt;engajaran pendidikan lingkungan hidup (PLH)  seyogianya diikuti dengan tindakan nyata warga sekolah mempraktikkan  prinsip pelestarian. Salah satu yang bisa dikedepankan adalah praktik  tata kelola sampah. Dengan demikian, pengajaran muatan lokal (mulok)  tersebut tidak berhenti sebagai teori. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemerhati  lingkungan Supardiyono &lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;Sobirin &lt;/span&gt;mengungkapkan, sekolah sebagai institusi memiliki  potensi besar untuk memulai penerapan prinsip-prinsip cinta lingkungan.  Salah satu penerapan yang dia sarankan adalah merintis sekolah sebagai  tempat nihil limbah (zero waste), yang tidak menghasilkan sampah keluar  dari lingkungannya. "Jangan sampai PLH berhenti sebatas teori. Tata  kelola sampah di sekolah masing-masing bisa menjadi praktik yang  mengena. Pemisahan antara sampah organik dan anorganik dapat dijadikan  kegiatan menyenangkan," kata &lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;Sobirin&lt;/span&gt; di Bandung, Selasa (10/3).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan  sampah disarankan sebagai ajang praktik karena sampai saat ini masih  menjadi masalah di Kota Bandung. Data PD Kebersihan menunjukkan,  produksi sampah Kota Bandung mencapai 7.500 meter kubik per hari. Dari  jumlah tersebut, hanya 4.000 meter kubik terangkut ke tempat pembuangan  akhir (TPA). Dari sisa sampah 3.500 meter kubik, baru 25% di antaranya  diolah warga menjadi kompos. Sisanya dibiarkan menumpuk di tempat  pembuangan sementara (TPS), dibakar, dan tidak sedikit yang dibuang ke  sungai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah juga menjadi penyumbang  sampah walaupun belum ada data pasti berapa kontribusinya setiap hari.  Namun jika dilihat dari jumlah sekolah Kota Bandung yang mencapai 1.360  sekolah, dengan perincian tingkat SD/MI sekitar 800, SMP/MTs. 290, dan  SMA/MA/SMK 270, jumlah sampah yang dihasilkan tidak sedikit. Dengan  menerapkan pola nihil limbah di sekolah, bisa dipastikan adanya  penurunan volume sampah secara signifikan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%; font-weight: bold;"&gt;Evaluasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala  Dinas Pendidikan Kota Bandung Oji Mahroji mengatakan, evaluasi terhadap  pelaksanaan program mulok PLH dilakukan Juni mendatang, atau tepat dua  tahun mulok diajarkan di semua sekolah. "Evaluasi kemungkinan akan  dilaksanakan pada Juni mendatang sebab mulok PLH ini baru efektif dalam  satu tahun terakhir. Sebelumnya adalah masa transisi pada Juli 2007  sampai Juni 2008," katanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hasil evaluasi didapat,  kata Oji, Disdik baru bisa menyimpulkan efektivitas dari mulok ini  terutama dilihat dari nilai kualitatif siswa dan institusi. Oleh karena  itu, menurut dia, untuk saat ini Disdik belum bisa menjawab sejauh mana  efektivitas pelaksanaan mulok PLH di lapangan dan bagaimana  kontribusinya terhadap penyelesaian permasalahan lingkungan Kota  Bandung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang jelas selama ini kurikulum PLH  kita susun dengan menitikberatkan pada praktik. Sebagian besar diisi  oleh kegiatan praktik yang presentasenya mencapai 70%. Namun ada juga di  jenjang tertentu yang praktiknya 60%, tergantung dari sekolah dan  tenaga pengajarnya," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oji pun mengakui jika  sampai saat ini belum ada pengajar khusus dengan latar belakang PLH  sebab sangat sulit mencari guru yang berlatar belakang khusus PLH.  "Kepala sekolah yang berperan dalam menentukan siapa yang dianggap mampu  mengasuh mulok ini," ucapnya. &lt;span style="color: #3333ff; font-style: italic;"&gt;(A-157/A-165)***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="color: #3333ff; font-style: italic;"&gt;http://clearwaste.blogspot.com/2009/03/pendidikan-lingkungan-jangan-sebatas.html&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="color: #3333ff; font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-4989389085771397824?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/4989389085771397824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=4989389085771397824' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/4989389085771397824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/4989389085771397824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2010/03/pendidikan-lingkungan-jangan-sebatas.html' title='PENDIDIKAN LINGKUNGAN JANGAN SEBATAS TEORI'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XSAHJiocPcI/SbhL1pQYsmI/AAAAAAAAAi8/Jn7hEiEHzhU/s72-c/murid+sd+lingkungan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-5482440301805758531</id><published>2010-03-11T23:41:00.001+07:00</published><updated>2010-03-11T23:41:56.730+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengolahan Sampah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daur Ulang Sampah'/><title type='text'>2011, Jakarta Bebas Kantong Plastik</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/filez/imagecache/headline/anti_tas_plastik.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="231" src="http://www.republika.co.id/filez/imagecache/headline/anti_tas_plastik.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue',Arial,Helvetica,Geneva,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-bottom: 15px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue',Arial,Helvetica,Geneva,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;JAKARTA--Pemprov DKI bersama Kadin DKI menargetkan Jakarta bebas dari penggunaan kantong plastik pada 2011 karena sifat bahan plastik yang sulit terurai secara alami sehingga dinilai berbahaya. "Kita akan menyiapkan tas untuk menggantikan plastik dari bahan daur ulang atau bahan yang tidak mencemari lingkungan," kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo seusai bertemu Kadin DKI di Balaikota Jakarta, Senin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-bottom: 15px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue',Arial,Helvetica,Geneva,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Asosiasi ritel disebut Gubernur akan menjadi pionir untuk berhenti menggunakan kantong plastik untuk membungkus belanjaan konsumen dan menggantinya dengan tas yang menggunakan bahan tidak berbahaya.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-bottom: 15px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue',Arial,Helvetica,Geneva,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Ketua Kadin DKI Edi Kuntadi menyebut waktu setahun sebelum target akan digunakan pihaknya untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pengusaha untuk tidak lagi menggunakan tas plastik dan&amp;nbsp;elakukan penelitian mengenai bahan tas pengganti plastik. "Setahun ini akan kita cari solusinya, untuk pengganti tas plastik. Karena ini kan masalahnya kepentingan lingkungan. Bagaimana menggunakan produk-produk yang bisa didaur ulang, produk yang ramah lingkungan," kata Edi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-bottom: 15px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue',Arial,Helvetica,Geneva,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Kadin akan mensosialisasikan himbauan untuk tidak menggunakan kantong plastik itu dalam rapat pimpinan seprovinsi yang akan digelar pada bulan Februari ini. Masyarakat juga akan dihimbau&amp;nbsp;agar membawa sendiri kantong belanja mereka sehingga tidak perlu menggunakan kantong plastik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-bottom: 15px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue',Arial,Helvetica,Geneva,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/103521/2011-jakarta-bebas-kantong-plastik"&gt;http://www.republika.co.id/berita/103521/2011-jakarta-bebas-kantong-plastik&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue',Arial,Helvetica,Geneva,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-5482440301805758531?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/5482440301805758531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=5482440301805758531' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/5482440301805758531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/5482440301805758531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2010/03/2011-jakarta-bebas-kantong-plastik.html' title='2011, Jakarta Bebas Kantong Plastik'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-6986313399235491763</id><published>2010-03-07T20:39:00.000+07:00</published><updated>2010-03-07T20:39:04.016+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AMDAL'/><title type='text'>Amdal Vs Sanksi Bisnis</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/02/grand-mining.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/02/grand-mining.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mulai tahun 2010 kita berharap penerapan sanksi lingkungan akan semakin tegas. Hal ini tecermin pada 19 pasal tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009: tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup. Sebelumnya pada UU No 23/1887, hanya ada 3 pasal soal amdal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) atau environmental impact assessment (EIA) awalnya diintroduksi di Amerika Serikat (1969) melalui National Environmental Policy Act. UNEP (1972) mengadopsi EIA. Lalu, OECD memublikasi Guidelines for EIA (1979), dan Masyarakat Eropa (1985) mengeluarkan Directive on EIA. Bank Dunia (1989) diikuti Bank Pembangunan Asia dan Bank Pembangunan Afrika pun mengharuskan EIA. Penegasan EIA sebagai instrumen pengelolaan lingkungan dikuatkan pada Principle 17 Rio Declaration pada tahun 1992.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Implementasi terbatas&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Amdal di Indonesia diperkenalkan pada UU No 4/1982 tentang Lingkungan Hidup, penjabarannya melalui PP No 29/1986. Pada periode ini, implementasinya masih terbatas, hanya dikenal amdal proyek tunggal. Pendekatannya sektoral dengan 16 komisi amdal pusat. PP No 51/1993 mengintroduksi amdal terpadu, kawasan, dan regional; serta Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL UPL) untuk kegiatan yang tidak berdampak negatif penting.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengembangan selanjutnya ada pada PP No 27/1999. Redesentralisasi dengan dibentuknya sekitar 119 komisi amdal kabupaten/kota dan sentralisasi dengan hanya ada satu komisi amdal pusat di Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH). Untuk membuat amdal ditetapkan, harus ada pelibatan masyarakat dan keterbukaan informasi amdal (Keputusan Bapedal No 8/2000).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kelemahan amdal&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seiring waktu, amdal telah bermetamorfosis 3 kali, tetapi wajahnya masih karut-marut. Tulisan ”Amdal Masuk Laci” muncul di Kompas (7 Juli 2009). Tak jarang amdal dijadikan instrumen retribusi! Presentasi dokumen amdal di daerah tertentu terkadang dipatok dengan harga fantastis! Pejabat daerah kalau diundang ke Jakarta untuk menghadiri presentasi terkadang minta hotel dan fasilitas mewah. Walaupun segelintir, hal itu jelas membebani pengusaha yang ingin taat lingkungan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Amdal belum diapresiasi secara merata oleh kalangan industri. Badan usaha milik negara pun masih ada yang sama sekali tak punya dokumen lingkungan. Amdal akhirnya jatuh sebagai syarat administrasi belaka, terutama dengan tidak diimplementasikannya Rencana Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kompetensi tak merata&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buruknya kualitas amdal juga terkait dengan tidak meratanya kompetensi penyusun amdal; belum adanya organisasi profesi amdal, yang mewadahi pengembangan profesi; serta tidak adanya sistem registrasi terhadap konsultan penyusun amdal. Tak aneh, konsultan yang kompetensi intinya bukan lingkungan, juga latah menyusun amdal! Tidak adanya lisensi komisi penilai amdal juga mengakibatkan kapabilitas komisi dalam menilai amdal juga diragukan. Terkadang di kabupaten/kota tertentu, penunjukan otoritas pengelola lingkungan lebih condong ditentukan oleh kedekatan emosional, bukan kompetensinya di bidang lingkungan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pihak KLH melansir 70-80 persen amdal yang dinilai komisi di kabupaten/kota berkualitas buruk hingga sangat buruk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Penguatan amdal&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak 2004 KLH mencanangkan program Revitalisasi Amdal, untuk membenahi konsultan lingkungan, tenaga ahli amdal, komisi amdal, dan pemrakarsa amdal. Komisi amdal kabupaten/kota wajib beranggotakan 3 orang yang bersertifikat amdal penilai, 2 orang bersertifikat amdal penyusun, ada tenaga ahli, ada anggota dari lembaga swadaya masyarakat (LSM), ada kerja sama dengan laboratorium terakreditasi (Permen LH No 05 dan 06/2008), dan agar komisi diisi orang lingkungan. Diharapkan tak akan ada lagi amdal yang melanggar tata ruang justru disahkan layak lingkungan. Setiap personal penyusunan amdal yang telah bersertifikat amdal wajib mengikuti ujian kompetensi (Permen LH No 11/2008) yang dilaksanakan oleh Lembaga sertifikasi kompetensi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konsultan penyusun amdal harus mendaftar ke KLH, berbadan hukum, memiliki tenaga ahli tetap yang berkualifikasi ketua tim 2 orang, dan memiliki panduan mutu. Tidak seperti sekarang ini, tenaga ahli konsultan amdal bisa outsourcing sepenuhnya atau malah hanya pinjam nama. Lembaga pelatihan penyusun amdal harus registrasi ke KLH (Permen LH No 11/2008 dan No 06/2009). Kurikulum pelatihan harus mengacu Kepmen LH No 178/2004 agar multidisiplin amdal terwadahi. Laboratorium lingkungan terakreditasi harus registrasi. Adapun metode pelingkupan dan prakiraan dampak kualitas udara telah dibakukan pula.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap pengusaha tanpa izin lingkungan, penyusun dokumen amdal tidak bersertifikat kompetensi, dan pejabat penerbit izin lingkungan tanpa dokumen amdal, dapat dibui hingga 3 tahun dan denda hingga Rp 3 miliar (Pasal 109, 110, 111; UU No 32/2009). Kelak, mulai 3 Oktober 2010, kita berharap menyaksikan kinerja amdal yang makin baik dan penerapan sanksi yang tegas sehingga bunyi sanksi itu tak hanya jadi macan kertas!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dimuat juga di http://csr-bisnis.blogspot.com berjudul&amp;nbsp;&lt;a href="http://csr-bisnis.blogspot.com/" title="Amdal Vs Sanksi Bisnis"&gt;Amdal Vs Sanksi Bisnis&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber :&amp;nbsp;&lt;a href="http://ekonomi.kompasiana.com/2010/02/10/amdal-vs-sanksi-bisnis/"&gt;http://ekonomi.kompasiana.com/2010/02/10/amdal-vs-sanksi-bisnis/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-6986313399235491763?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/6986313399235491763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=6986313399235491763' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/6986313399235491763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/6986313399235491763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2010/03/amdal-vs-sanksi-bisnis.html' title='Amdal Vs Sanksi Bisnis'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-2094244854825112261</id><published>2010-03-07T08:33:00.000+07:00</published><updated>2010-03-07T08:33:28.606+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daur Ulang Sampah'/><title type='text'>Merajut Kostum DARI LIMBAH</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;Minggu, 7 Maret 2010 | 03:51 WIB&amp;nbsp;&lt;strong&gt;OLEH ANTON SANJOYO&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;Dua juta orang diperkirakan membanjiri Afrika Selatan saat negara pertama di Benua Afrika itu menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010, yang akan berlangsung sebulan penuh mulai 11 Juni mendatang. Tetapi, bukan cuma orang, negara itu juga akan dibanjiri limbah plastik yang ”diangkut” tim-tim berkostum Nike dan pendukung setianya.&amp;nbsp;&lt;byline&gt;&lt;/byline&gt;anton sanjoyo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Untuk pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan Piala Dunia, tema ramah lingkungan akan menjadi salah satu isu pokok yang diusung sejumlah negara peserta. Ya, dipimpin pasukan penuh bintang Brasil yang sudah mengoleksi lima gelar juara dunia, beserta delapan negara lain, mereka akan menggunakan kostum yang 100 persen terbuat dari bahan&amp;nbsp;&lt;text bd="0" co="K" f="602" fontfamily="Chronicle Text G1" fontname="ChronicleTextG1-Italic" gray="100" h="11044m" it="1" jmp="0m" mode="0" modedata="0" small="0" w="11044m"&gt;&lt;/text&gt;polyester daur ulang.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Selain Brasil, tim Belanda, Portugal, Amerika Serikat, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, Serbia, dan Slovenia akan memakai kostum yang bahan dasarnya adalah limbah botol plastik. Menurut klaim Nike, satu kostum yang akan dipakai Cristiano Ronaldo atau Alexandre Pato di Afrika Selatan kelak, terbuat dari delapan botol plastik seukuran botol air mineral kapasitas 600 mililiter.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Untuk memasok kebutuhan sembilan tim pada Piala Dunia 2010 Afsel, serta kebutuhan replika kostum yang bakal menjadi atribut utama suporternya, sebanyak 13 juta botol plastik telah ”disulap” menjadi bahan kostum sepak bola paling inovatif selama ini. Botol-botol plastik yang dikumpulkan dari pemasok di Jepang dan Taiwan itu jika dikumpulkan sanggup menutupi 29 lapangan sepak bola, dan jika dibaringkan berjejer, panjangnya akan setara dengan 3.000 kilometer atau lebih panjang dari seluruh garis pantai Afrika Selatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Menurut Creative Director Football Nike Phil Dickinson, kostum dari generasi terakhir teknologi&lt;text bd="0" co="K" f="602" fontfamily="Chronicle Text G1" fontname="ChronicleTextG1-Italic" gray="100" h="9036m" it="1" jmp="0m" mode="0" modedata="0" small="0" w="9036m"&gt;&lt;/text&gt;dri-fit itu dirancang tidak hanya untuk sedap dipandang dan memberikan manfaat penambahan kinerja pemain, tetapi juga sangat bersahabat dengan lingkungan karena membantu bumi dari polusi limbah plastik yang tidak bisa diurai tanah.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;”Botol plastik terbuat dari bahan dasar&amp;nbsp;&lt;text bd="0" co="K" f="602" fontfamily="Chronicle Text G1" fontname="ChronicleTextG1-Italic" gray="100" h="9036m" it="1" jmp="0m" mode="0" modedata="0" small="0" w="9036m"&gt;&lt;/text&gt;polyethylene dan&amp;nbsp;&lt;text bd="0" co="K" f="602" fontfamily="Chronicle Text G1" fontname="ChronicleTextG1-Italic" gray="100" h="9036m" it="1" jmp="0m" mode="0" modedata="0" small="0" w="9036m"&gt;&lt;/text&gt;polypropylene. Dengan teknologi penguraian kimia bahan itu kemudian diubah menjadi serat&amp;nbsp;&lt;text bd="0" co="K" f="602" fontfamily="Chronicle Text G1" fontname="ChronicleTextG1-Italic" gray="100" h="9036m" it="1" jmp="0m" mode="0" modedata="0" small="0" w="9036m"&gt;&lt;/text&gt;polyester,” ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;”Tentu saja selain faktor kenyamanan, sisi keamanan juga menjadi fokus dalam perancangan kostum. Yang pasti, bahan kostum ini sudah lulus standar industri Eropa,” lanjut Dickinson.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;crosshead&gt;&lt;/crosshead&gt;&lt;strong&gt;Menjaga suhu badan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Nike mengklaim, kostum teknologi&amp;nbsp;&lt;text bd="0" co="K" f="602" fontfamily="Chronicle Text G1" fontname="ChronicleTextG1-Italic" gray="100" h="9036m" it="1" jmp="0m" mode="0" modedata="0" small="0" w="9036m"&gt;&lt;/text&gt;dri-fit terbaru ini sangat nyaman dalam pemakaian di iklim dengan kelembaban cukup tinggi seperti di Afsel. Menurut Dickinson, teknologi perajutan&amp;nbsp;&lt;text bd="0" co="K" f="602" fontfamily="Chronicle Text G1" fontname="ChronicleTextG1-Italic" gray="100" h="9036m" it="1" jmp="0m" mode="0" modedata="0" small="0" w="9036m"&gt;&lt;/text&gt;dri-fit generasi baru ini memungkinkan badan pemakainya tetap sejuk karena bahan&amp;nbsp;&lt;text bd="0" co="K" f="602" fontfamily="Chronicle Text G1" fontname="ChronicleTextG1-Italic" gray="100" h="9036m" it="1" jmp="0m" mode="0" modedata="0" small="0" w="9036m"&gt;&lt;/text&gt;polyester-nya dirancang tidak menyerap keringat, melainkan mengalirkan keringat ke luar melalui pori-pori, kemudian membuatnya menguap dengan cepat.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;”Dengan kostum yang relatif tetap kering, suhu badan pemain dijaga tetap optimum sehingga mampu mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya,” ujar Dickinson pada peluncuran kostum ramah lingkungan ini di London, Inggris, Kamis (25/2), yang dihadiri&amp;nbsp;&lt;text bd="0" co="K" f="602" fontfamily="Chronicle Text G1" fontname="ChronicleTextG1-Italic" gray="100" h="9036m" it="1" jmp="0m" mode="0" modedata="0" small="0" w="9036m"&gt;&lt;/text&gt;Kompas.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Meraba produk&amp;nbsp;&lt;text bd="0" co="K" f="602" fontfamily="Chronicle Text G1" fontname="ChronicleTextG1-Italic" gray="100" h="9036m" it="1" jmp="0m" mode="0" modedata="0" small="0" w="9036m"&gt;&lt;/text&gt;apparel canggih Nike ini, memang sulit dipercaya bahwa bahan dasarnya adalah&amp;nbsp;&lt;text bd="0" co="K" f="602" fontfamily="Chronicle Text G1" fontname="ChronicleTextG1-Italic" gray="100" h="9036m" it="1" jmp="0m" mode="0" modedata="0" small="0" w="9036m"&gt;&lt;/text&gt;polyester daur ulang botol plastik. Jika&amp;nbsp;&lt;text bd="0" co="K" f="602" fontfamily="Chronicle Text G1" fontname="ChronicleTextG1-Italic" gray="100" h="9036m" it="1" jmp="0m" mode="0" modedata="0" small="0" w="9036m"&gt;&lt;/text&gt;polyester biasa terkesan kasar karena memang dirancang untuk mengurangi dampak kusut pada kain,&amp;nbsp;&lt;text bd="0" co="K" f="602" fontfamily="Chronicle Text G1" fontname="ChronicleTextG1-Italic" gray="100" h="9036m" it="1" jmp="0m" mode="0" modedata="0" small="0" w="9036m"&gt;&lt;/text&gt;polyester daur ulang Nike ini lembut, ringan, dan sejuk.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Sejuk karena kostum ini dirancang dengan zona-zona ventilasi yang memungkinkan udara mengalir. Zona ventilasi udara terdiri dari ratusan lubang mikro (&lt;text bd="0" co="K" f="602" fontfamily="Chronicle Text G1" fontname="ChronicleTextG1-Italic" gray="100" h="9036m" it="1" jmp="0m" mode="0" modedata="0" small="0" w="9036m"&gt;&lt;/text&gt;lazer cut holes) dan ditempatkan di kedua sisi bawah ketiak hingga ke pinggul.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Bagi Nike, inovasinya pada&amp;nbsp;&lt;text bd="0" co="K" f="602" fontfamily="Chronicle Text G1" fontname="ChronicleTextG1-Italic" gray="100" h="9036m" it="1" jmp="0m" mode="0" modedata="0" small="0" w="9036m"&gt;&lt;/text&gt;apparel memang menjadi bagian penting dalam strategi mempertahankan pangsa pasarnya di industri olahraga. Sampai dengan kuarter keempat 2009, Nike masih teratas dalam penjualan dan masih unggul atas Adidas yang merupakan seteru abadi di industri&amp;nbsp;&lt;text bd="0" co="K" f="602" fontfamily="Chronicle Text G1" fontname="ChronicleTextG1-Italic" gray="100" h="9036m" it="1" jmp="0m" mode="0" modedata="0" small="0" w="9036m"&gt;&lt;/text&gt;apparel olahraga.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;crosshead&gt;&lt;/crosshead&gt;&lt;strong&gt;Adidas lebih banyak&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Rivalitas antara Nike dan Adidas dalam industri&amp;nbsp;&lt;text bd="0" co="K" f="602" fontfamily="Chronicle Text G1" fontname="ChronicleTextG1-Italic" gray="100" h="9036m" it="1" jmp="0m" mode="0" modedata="0" small="0" w="9036m"&gt;&lt;/text&gt;apparel dan perlengkapan olahraga menjadi warna paling dominan dalam dua dekade terakhir. Nike sangat mapan di cabang atletik dan bola basket, sementara Adidas unggul di cabang sepak bola. Jika di Afsel mendatang Nike mensponsori sembilan negara, kostum Adidas akan dipakai 12 negara, seperti Argentina, Spanyol, Afsel, dan tentu saja Jerman.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Adidas juga menjadi sponsor resmi Piala Dunia dan memasok semua peralatan ofisial FIFA, termasuk kostum wasit dan hakim garis, serta bola resmi.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Persaingan dua merek kelas dunia ini juga diwarnai dengan strategi akuisisi merek lain untuk memperluas penetrasi pasar. Nike membeli Umbro pada 2007 untuk memboyong Inggris dalam&lt;text bd="0" co="K" f="602" fontfamily="Chronicle Text G1" fontname="ChronicleTextG1-Italic" gray="100" h="9036m" it="1" jmp="0m" mode="0" modedata="0" small="0" w="9036m"&gt;&lt;/text&gt;line-up&amp;nbsp;&lt;text bd="0" co="K" f="602" fontfamily="Chronicle Text G1" fontname="ChronicleTextG1-Italic" gray="100" h="9036m" it="1" jmp="0m" mode="0" modedata="0" small="0" w="9036m"&gt;&lt;/text&gt;apparel-nya. Sementara Nike sudah menandatangani kontrak dengan Perancis mulai tahun 2011. Sebelumnya, pasukan ”Les Bleus” Perancis berkostum Adidas.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Di luar peserta Piala Dunia 2010, Nike juga mensponsori sejumlah negara, termasuk Indonesia. Namun, karena Indonesia selalu hanya menjadi penonton dalam gelaran sport paling agung itu, kebanggaan yang bisa diberikan Nike hanya pada tempat produksi. Tengoklah kostum Brasil terbaru itu. Di bagian kerahnya tertulis: ”Made in Indonesia”, ”Fabrique en Indonesie”.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/07/03514691/Merajut.Kostum.DARI.LIMBAH?utm_source=twitterfeed&amp;amp;utm_medium=twitter"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/07/03514691/Merajut.Kostum.DARI.LIMBAH?utm_source=twitterfeed&amp;amp;utm_medium=twitter&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-2094244854825112261?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/2094244854825112261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=2094244854825112261' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/2094244854825112261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/2094244854825112261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2010/03/merajut-kostum-dari-limbah.html' title='Merajut Kostum DARI LIMBAH'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-5690364831291377171</id><published>2010-03-06T21:51:00.000+07:00</published><updated>2010-03-06T21:51:56.918+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AMDAL'/><title type='text'>KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN (IMPLEMENTASI UU NO. 32/2009)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ka9jI_GMgYg/S5Jr4uRihMI/AAAAAAAAAEk/HNMxJdpx-7M/s1600-h/pantai%20amdal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="65" src="http://1.bp.blogspot.com/_ka9jI_GMgYg/S5Jr4uRihMI/AAAAAAAAAEk/HNMxJdpx-7M/s400/pantai%20amdal.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta, 3 Maret 2010&lt;/strong&gt;.  Pada kesempatan Pertemuan Nasional Persiapan Implementasi UU No. 32  Tahun 2009 mengenai Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dan  Perencanaan pembangunan yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta,  Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Ir. Gusti Muhammad Hatta, MS.  Menegaskan, “penataan ruang harus harmonis dengan upaya pelestarian  lingkungan hidup. Dengan begitu ruang dimana kita berada didalamnya,  akan memberikan kesejahteraan yang hakiki. Hal ini tentu harus melalui  perencanaan dan penerapan yang sistematis dan komprehensif serta selalu  melibatkan masyarakat”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penataan ruang yang berwawasan  lingkungan tersebut dilakukan melalui KLHS. Hasil KLHS terhadap rencana  penataan ruang pulau Sumatera, Jawa, dan Sulawesi serta kajian singkat  terhadap pulau Kalimantan yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan  Hidup menyimpulkan bahwa Jawa telah mencapai tingkat kritis, Sumatera  dan Kalimantan akan segera memasuki kondisi kritis bila kegiatan tetap  berjalan dengan pola business as usual, dan Sulawesi sudah dipastikan  menjadi jauh lebih rentan daripada masa-masa sebelumnya.&amp;nbsp; Lebih lanjut  Gusti Muhammad Hatta mengatakan, “Margin biaya sosial dan lingkungan  yang timbul akibat pembangunan fisik dan ekonomi pada masa mendatang  akan jauh lebih tinggi daripada sebelumnya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana  Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) nasional disusun  dengan memuat : (1) rencana pemanfaatan dan pencadangan sumber daya  alam, (2) pemeliharaan dan perlindungan kualitas/fungsi lingkungan  hidup, (3) pengendalian, pemantauan, pendayagunaan, dan pelestarian  sumberdaya alam, dan (4) adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan  iklim.&amp;nbsp; Instrumen lingkungan hidup di bidang perencanaan seperti KLHS  dan RPPLH akan diterapkan berdasarkan strategi berikut :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Target jangka pendek (transisi 1  tahun): penerapan KLHS bagi Rencana Tata Ruang Wilayah daerah yang  direvisi, dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah baru yang harus  disusun dengan pola pendekatan asistensi.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Target jangka menengah (5 tahun) :  penerapan KLHS dalam perencanaan sektoral, dan pengembangan kapasitas  sumberdaya manusia yang memahami teknik dan cara mitigasi dampak,  penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan, dan perencanaan lingkungan  pada seluruh aspek perencanaan pembangunan formal maupun non-formal di  Indonesia &lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Target jangka panjang (20 tahun ke  depan) : (a) prosedur perencanaan pembangunan formal telah  mempertimbangkan aspek lingkungan hidup secara proporsional, efektif,  dan komprehensif, dan (b) mendorong internalisasi KLHS ke dalam proses  perencanaan pembangunan formal&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Saat ini KLHS telah diberlakukan sebagai  salah satu persyaratan dalam tata cara alih fungsi hutan sebagaimana  diatur dalam PP No. 10 Tahun 2010, salah satu tahapan yang harus dilalui  dalam penyusunan rencana tata ruang sebagaimana diatur dalam PP No. 15  Tahun 2010, dan akan segera ditetapkan pedoman umumnya pada tahun 2010.  Acara ini juga dihadiri Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, dan sekitar  300 undangan yang berasal dari berbagai lembaga pemerintah lainnya,  yaitu Departemen PU, Bappenas, seluruh perwakilan Bappeda dan Badan  Bengelolaan Lingkungan Hidup, serta dinas Tata Ruang Kabupaten/Kota  seluruh Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-5690364831291377171?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/5690364831291377171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=5690364831291377171' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/5690364831291377171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/5690364831291377171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2010/03/kajian-lingkungan-hidup-strategis-dan.html' title='KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN (IMPLEMENTASI UU NO. 32/2009)'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ka9jI_GMgYg/S5Jr4uRihMI/AAAAAAAAAEk/HNMxJdpx-7M/s72-c/pantai%20amdal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-5663200378490136679</id><published>2010-01-17T11:15:00.001+07:00</published><updated>2010-02-06T11:31:50.490+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Limbah B3'/><title type='text'>Limbah Minyak Setebal 30 Cm Selimuti Pantai Tanjung Bemban Batam</title><content type='html'>&lt;div class="jam_artikel"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.co.id/imgall/12/imgori/39755large.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://www.jawapos.co.id/imgall/12/imgori/39755large.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 14 Januari 2010 | 10:52 WIB&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #666666;"&gt;&lt;b&gt;TEMPO &lt;i&gt;Interaktif&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: #666666;"&gt;&lt;b&gt;Batam&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; - Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Kota Batam melakukan cek fisik limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) jenis sludge oil pagi ini, Kamis (14/1).&lt;br /&gt;"Pagi ini akan diambil contoh limbah B3 itu," kata Kepala Bapedalda Kota Batam, Ir Dendi Purnomo kepada &lt;i&gt;Tempo&lt;/i&gt;, Kamis (14/1). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Limbah itu mulanya diketahui oleh para nelayan Tanjung Bemban, Kecamatan Nongsa, Kota Batam yang kemudian dilaporkan ke Bapedalda. "Kami sudah melihat limbah tersebut," ujar Dendi. Pihaknya akan mengerahkan warga setempat guna mencegah jangan sampai limbah berupa minyak mentah (Sludge oil) itu melebar ke bibir pantai lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dendi memastikan limbah bahan berbahaya dan beracun itu berasal kapal tanker minyak yang dibersihkan di perairan Singapura. Karena bulan Januari merupakan arah angin utara, maka minyak mengalir hingga ke Batam. Dendi khawatir bila tidak dicegah, akan merusak pesisir pantai di Nongsa dan pinggir pantai Belakang Padang. Sebab daerah Belakang Padang merupakan daerah paling dekat dengan Singapura, dan menjadi kawasan penyangga di Batam. "Pasti oli merusak alat tangkap ikan nelayan di sana," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang warga di Tanjung Bemban, Muchlis Lubis kepada &lt;i&gt;Tempo&lt;/i&gt; mengatakan, ketebalan minyak yang berada di pantai saat ini 30 sentimeter. Muchlis yakin sebelum limbah itu menutupi pantai di Tanjung Bemban, ada minyak mentah yang telah tenggelam ke dasar laut. Dipastikan pula telah menimbun terumbu karang. "Yang tiba di pantai aja tebal, bang!" kata Muchsin sambil memegang karung plastik. Karung itu akan digunakan untuk tempat minyak mentah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa mengalirnya limbah minyak ini telah terjadi berulang-ulang. Oleh sebab itu pihak pemerintah akan kordinasi antar institusi guna mencegah terjadinya peristiwa serupa. Menurut Dendi limbah ini merugikan para nelayan setempat. Bila dibiarkan, maka akan merusak biota laut secara serius. Tidak hanya terumbu karang yang punah, tapi juga hutan mangrove tidak lagi menjadi tempat ikan berkembang biak. Ia menyebutkan, pihak Singapura selalu melalukan pembersihan tanker di bulan-bulan yang angin berhembus ke utara. "Ini peristiwa sistemik," kata Dendi menirukan Sri Mulyani soal Bank Century.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Dewan Kota Batam Bidang Lingkungan, Yunus Muda kepada &lt;i&gt;Tempo&lt;/i&gt; mengaku belum mengetahui persis adanya limbah B3 asal Singapura itu. "Kami akan cek dulu ke lapangan, lalu akan panggil Bapedalda," kata Yunus Muda kepada &lt;i&gt;Tempo&lt;/i&gt; di Lobi Gedung Dewan Batam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;RUMBADI DALLE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2010/01/14/brk,20100114-219105,id.html&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Foto diambil dari Jawa Pos&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;http://www.jawapos.co.id/imgall/12/imgori/39755large.jpg&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-5663200378490136679?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/5663200378490136679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=5663200378490136679' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/5663200378490136679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/5663200378490136679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2010/01/limbah-minyak-setebal-30-cm-selimuti.html' title='Limbah Minyak Setebal 30 Cm Selimuti Pantai Tanjung Bemban Batam'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-2561929518790656016</id><published>2009-11-30T22:20:00.013+07:00</published><updated>2010-02-06T11:40:59.522+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alumni Wilayah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO ALUMNI'/><title type='text'>Hasil Pertemuan Alumni STTL se-Jabodetabek Tanggal 21 November 2009</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ka9jI_GMgYg/SuCMHUQUgII/AAAAAAAAAEI/aURfAlut1jM/s320/10121_1141798460879_1104964549_30368047_2778993_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_ka9jI_GMgYg/SuCMHUQUgII/AAAAAAAAAEI/aURfAlut1jM/s320/10121_1141798460879_1104964549_30368047_2778993_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span style="border-collapse: collapse; color: #111111; font-family: 'times new roman','new york',times,serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 24px; margin: auto auto 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="border-collapse: separate; color: black; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span style="border-collapse: collapse; color: #111111;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Salam STTL,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 24px; margin: auto auto 0pt;"&gt;&lt;span style="border-collapse: separate; color: black; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span style="border-collapse: collapse; color: #111111;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Pertemuan alumni STTL se-Jabodetabek telah dilakukan pada tanggal 21 November 2009 bertempat di R.M Simpang Raya Pasar Induk, Kramat Jati pada jam 11.00 – 15.30 WIB. Selain acara ramah tamah serta berbagi cerita dan pengalaman, terdapat juga agenda pembahasan mengenai pembentukan Badan Koordinasi Alumni STTL (BKKA STTL), pembahasan AD/ART BKKA STTL, serta pembicaraan mengenai program kerja alumni wilayah Jabodetabek. Acara temu alumni kali ini dihadiri oleh sekitar 40 orang dari berbagai angkatan dan latar belakang pekerjaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="border-collapse: separate; color: black; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span style="border-collapse: collapse; color: #111111;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 24px; margin: auto auto 0pt;"&gt;&lt;span style="border-collapse: separate; color: black; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span style="border-collapse: collapse; color: #111111;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Saat pembahasan AD/ART ditetapkan bahwa draft AD/ART BKKA STTL harus disosialisasikan ke teman –teman di daerah karena lingkup organisasi BKKA STTL mencakup semua kegiatan alumni di setiap wilayah (propinsi). Oleh karena itu, diharapkan masukan dari teman-teman mengenai rancangan draft AD/ART (terlampir)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;paling lambat tanggal 6 Desember 2009&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;. Saran dan masukan dapat dikirimkan via email ke Adolf Leopold&amp;nbsp;&lt;b&gt;(&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:leopoldsihombing@yahoo.com" style="color: #2357c3;" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;leopoldsihombing@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&amp;nbsp;atau Iwan Wiriawan&lt;b&gt;(&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="mailto:iwan.109sm@yahoo.co.id" style="color: #2357c3;" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;iwan.109sm@yahoo.co.id&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;)&lt;/span&gt;.&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&amp;nbsp;Program kerja alumni wilayah Jabodetabek masih dalam pembahasan pengurus. Program terdekat adalah aksi tanam pelihara yang dilakukan di Cipondoh tanggal 6 Desember 2009. Teman-teman dapat langsung dat&lt;/span&gt;a&lt;span lang="IN"&gt;ng ke lokasi. Untuk informasi dapat menghubungi Tari&lt;/span&gt;’97&lt;span lang="IN"&gt;&amp;nbsp;(081&lt;/span&gt;977960844&lt;span lang="IN"&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 24px; margin: auto auto 0pt;"&gt;&lt;span style="border-collapse: separate; color: black; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span style="border-collapse: collapse; color: #111111;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Selain itu diharapkan juga untuk teman-teman alumni supaya mengirimkan data pribadi (CV) selengkap mungkin. Bagi yang telah bekerja mohon disertakan juga data pengalaman/bidang kerja yang ditekuni. File bisa dikirim melalui email ke Eni Susanti&amp;nbsp;&lt;b&gt;(&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:eensusanti@yahoo.com" style="color: #2357c3;" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;eensusanti@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;atau Nurliana&amp;nbsp;&lt;b&gt;(&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:aculiye@yahoo.co.id" style="color: #2357c3;" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;aculiye@yahoo.co.id&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 24px; margin: auto auto 0pt;"&gt;&lt;span style="border-collapse: separate; color: black; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span style="border-collapse: collapse; color: #111111;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 24px; margin: auto auto 0pt;"&gt;&lt;span style="border-collapse: separate; color: black; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span style="border-collapse: collapse; color: #111111;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Terima kasih,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 24px; margin: auto auto 0pt;"&gt;&lt;span style="border-collapse: separate; color: black; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span style="border-collapse: collapse; color: #111111;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Adolf Leopold Sihombing&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 24px; margin: auto auto 0pt;"&gt;&lt;span style="border-collapse: separate; color: black; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span style="border-collapse: collapse; color: #111111;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 24px; margin: auto auto 0pt;"&gt;&lt;span style="border-collapse: separate; color: black; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span style="border-collapse: collapse; color: #111111;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Terlampir:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 24px; margin: 0cm 0cm 0pt 21.3pt;"&gt;&lt;span style="border-collapse: separate; color: black; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span style="border-collapse: collapse; color: #111111;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;·&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hasil Pertemuan Alumni STTL jilid II&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 24px; margin: 0cm 0cm 0pt 21.3pt;"&gt;&lt;span style="border-collapse: separate; color: black; font-size: small; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span style="border-collapse: collapse; color: #111111;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;·&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Draft AD/ART BKKA STTL&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span style="border-collapse: collapse; color: #111111; font-family: 'times new roman','new york',times,serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.scribd.com/doc/23379224/Hasil-Pertemuan-Alumni-Sttl-Jilid-II-Siap-Kirim" style="display: block; font: 14px Helvetica,Arial,Sans-serif; margin: 12px auto 6px; text-decoration: underline;" title="View Hasil Pertemuan Alumni Sttl Jilid II-Siap Kirim on Scribd"&gt;Hasil Pertemuan Alumni Sttl Jilid II-Siap Kirim&lt;/a&gt; &lt;object align="middle" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=9,0,0,0" height="500" id="doc_743685916783086" name="doc_743685916783086" width="100%"&gt;  &lt;param name="movie" value="http://d1.scribdassets.com/ScribdViewer.swf?document_id=23379224&amp;access_key=key-204bd70c1if2xqq72v49&amp;page=1&amp;version=1&amp;viewMode=list"&gt;&lt;param name="quality" value="high"&gt;&lt;param name="play" value="true"&gt;&lt;param name="loop" value="true"&gt;&lt;param name="scale" value="showall"&gt;&lt;param name="wmode" value="opaque"&gt;&lt;param name="devicefont" value="false"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#ffffff"&gt;&lt;param name="menu" value="true"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;param name="salign" value=""&gt;&lt;param name="mode" value="list"&gt;&lt;embed src="http://d1.scribdassets.com/ScribdViewer.swf?document_id=23379224&amp;access_key=key-204bd70c1if2xqq72v49&amp;page=1&amp;version=1&amp;viewMode=list" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" play="true" loop="true" scale="showall" wmode="opaque" devicefont="false" bgcolor="#ffffff" name="doc_743685916783086_object" menu="true" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" salign="" type="application/x-shockwave-flash" align="middle" mode="list" height="500" width="100%"&gt;&lt;/embed&gt; &lt;/object&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.scribd.com/doc/23379684/Rancangan-Ad-Art-Bkka-Sttl" style="display: block; font: 14px Helvetica,Arial,Sans-serif; margin: 12px auto 6px; text-decoration: underline;" title="View Rancangan Ad Art Bkka Sttl on Scribd"&gt;Rancangan Ad Art Bkka Sttl&lt;/a&gt; &lt;object align="middle" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=9,0,0,0" height="500" id="doc_795126443946085" name="doc_795126443946085" width="100%"&gt;  &lt;param name="movie" value="http://d1.scribdassets.com/ScribdViewer.swf?document_id=23379684&amp;access_key=key-1qeed7hq2mw568hkxsqg&amp;page=1&amp;version=1&amp;viewMode=list"&gt;&lt;param name="quality" value="high"&gt;&lt;param name="play" value="true"&gt;&lt;param name="loop" value="true"&gt;&lt;param name="scale" value="showall"&gt;&lt;param name="wmode" value="opaque"&gt;&lt;param name="devicefont" value="false"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#ffffff"&gt;&lt;param name="menu" value="true"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;param name="salign" value=""&gt;&lt;param name="mode" value="list"&gt;&lt;embed src="http://d1.scribdassets.com/ScribdViewer.swf?document_id=23379684&amp;access_key=key-1qeed7hq2mw568hkxsqg&amp;page=1&amp;version=1&amp;viewMode=list" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" play="true" loop="true" scale="showall" wmode="opaque" devicefont="false" bgcolor="#ffffff" name="doc_795126443946085_object" menu="true" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" salign="" type="application/x-shockwave-flash" align="middle" mode="list" height="500" width="100%"&gt;&lt;/embed&gt; &lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-2561929518790656016?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/2561929518790656016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=2561929518790656016' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/2561929518790656016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/2561929518790656016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/11/hasil-pertemuan-alumni-sttl-se.html' title='Hasil Pertemuan Alumni STTL se-Jabodetabek Tanggal 21 November 2009'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ka9jI_GMgYg/SuCMHUQUgII/AAAAAAAAAEI/aURfAlut1jM/s72-c/10121_1141798460879_1104964549_30368047_2778993_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-6447378091646469171</id><published>2009-11-12T14:56:00.003+07:00</published><updated>2010-02-06T11:48:24.788+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AMDAL'/><title type='text'>HASIL RAKERNAS AMDAL 2009 Di Manado, 15-17 Juli 2009</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://i137.photobucket.com/albums/q209/anis0405/environment.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://i137.photobucket.com/albums/q209/anis0405/environment.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PENYELENGGARAAN :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Peserta dihadiri seluruh stakehoder AMDAL yang terdiri dari wakil BLH Provinsi, BLH/kantor Kab/Kota, Pemrakarsa, BKPSL, konsultan penyusun dan LSM. Jumlah peserta 400 – 450 orang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyelenggaraan à selama 3 hari dari 15-17 Juli 2009 di Manado&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;LISENSI :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lisensi komisi penilai AMDAL Kabupaten/Kota berlaku efektif mulai tanggal 16 Juli 2009.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Artinya: Komisi Penilai AMDAL Kabupaten/Kota yang belum memiliki lisensi, tidak dapat melakukan penilaian dokumen AMDAL yang disampaikan kepada komisi penilai setelah tanggal 16 Juli 2009, dan untuk sementara dilakukan penilaiannya oleh komisi penilai AMDAL Provinsi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagi dokumen AMDAL yang sudah diajukan kepada Komisi Penilai AMDAL Kabupaten/ Kota sebelum tanggal 16 Juli 2009 dapat diteruskan penilaiannya sampai dengan diterbitkan keputusan kelayakan atau ketidaklayakan lingkungan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;BLH Provinsi diminta untuk segera membentuk tim terpadu lisensi guna dapat segera memproses verifikasi lisensi dan menetapkan kriteria standard masing-masing provinsi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Instansi lingkungan hidup kabupaten/ kota diminta segera memenuhi persyaratan lisensi dan menyempaikan permohonan lisensi kepada BLH Provinsi masing-masing&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan dukungan dari Depdagri berupa :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;mendukung lisensi dengan menghimbau kepada pemerintah daerah untuk menempatkan staf yang sesuai background dan tidak cepat melakukan mutasi staf&lt;/li&gt;&lt;li&gt;memberi dukungan kepada daerah dalam anggaran biaya institusi LH&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SERTIFIKASI &amp;amp; REGISTRASI :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sertifikasi &amp;amp; registrasi di bidang AMDAL akan berlaku efektif tanggal 11 November 2009.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dokumen KA ANDAL baru yang diajukan pada seluruh komisi penilai AMDAL di Indonesia yang disusun oleh personil dan konsultan penyusun yang belum tersertifikasi dan teregistrasi tidak dapat dinilai.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dokumen AMDAL yang telah diproses oleh komisi penilai AMDAL sebelum tanggal 11 November 2009 diselesaikan penilaiannya walaupun personil dan konsultan penyusun yang belum tersertifikasi dan teregistrasi tidak dapat dinilai&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diminta kepada seluruh stakeholder AMDAL untuk menginformasikan persyaratan sertifikasi personil dan registrasi konsultan dan lembaga diklat penyusun AMDAL&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diminta kepada personil, konsultan dan lembaga peIatihan penyusun dokumen AMDAL segera melakukan sertifikasi dan registrasi&lt;b&gt;.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;DPPL :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Pada tanggal 25 September 2009 adalah tanggal terakhir KLH menerbitkan surat penetapan kegiatan wajib DPPL.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diminta kepada instansi LH Kabupaten/ Kota untuk segera mendata dan mendaftarkan kepada BLH Provinsi dan KLH sebelum batas waktu tersebut&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diminta kepada stakeholder AMDAL untuk membantu menyebarluaskan informasi tentang DPPL ini dan memanfaatkan kesempatan DPPL ini sebelum pengaturan sanksi hukum pelanggaran AMDAL diberlakukan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SISTEM INFORMASI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;KLH sedang mengembangkan sistem informasi Dokumentasi AMDAL dan UKL UPL (DADU) untuk kepentingan sekretariat komisi dan pemrakarsa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk mempersiapkan implementasi DADU diharapkan Instansi LH Kabupaten/ Kota dan BLH Provinsi menyiapkan sarana prasarana untuk system informasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;KLH akan memberikan bantuan atau pembinaan teknis dalam penbangunan sistem informasi di daerah&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BINWAS &amp;amp; PENNILAIAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Komisi penilai AMDAL Kabupaten/ Kota melaksanakan lisensi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku&lt;/li&gt;&lt;li&gt;BLH Provinsi : 1. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap&lt;br /&gt;kabupaten/kota. 2. Menyediakan anggaran biaya untuk pembinaan dan pengawasan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;KLH : 1. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap provinsi. 2. Menyediakan anggaran biaya untuk pembinaan dan pengawasan. 3. Perlu melakukan pengumuman status kinerja komisi penilai&lt;br /&gt;provinsi, kabupaten/kota&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perlu dibentuk Asosiasi AMDAL untuk menyepakati beberapa hal&lt;br /&gt;yang terkait dengan perkembangan AMDAL&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pasal 26, PP 27/ 1999&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada prinsipnya konsep Permen dapat diterima dengan beberapa catatan :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;memperjelas kriteria perubahan disain, proses, kapasitas, bahan baku dan bahan penolong serta jenis pendekatan AMDAL (tunggal, terpadu atau kawasan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;memperhatikan batas wilayah studi;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;mekanisme lebih sederhana dengan pertimbangan Tim Teknis;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;melalui mekanisme adendum RKL RPL&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;UKL - UPL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Secara aklamasi konsep Permen tentang UKL UPL yang akan memberikan pedoman untuk membagi kegiatan wajib UKL – UPL dengan dilengkapi dokumen dan hanya surat&lt;br /&gt;pernyataan “SPPL” dapat diterima dengan beberapa penyempurnaan pada draft yang akan dilakukan oleh KLH Disepakati 5 langkah tahapan mekanisme penapisan UKL - UPL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;AMDAL &amp;amp; Tata Ruang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ketidaksinkronan tata ruang dalam proses penilaian AMDAL disikapi dengan tetap mengacu peraturan tata ruang terkait dengan meminta pertimbangan dari BKPRN/ BKPRD dan koordinasi instansi sektor terkait&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perlu dibuat mekanisme koordinasi antara komisi penilai AMDAL dan BKPRN/ BKPRD&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perlu dilakukan penguatan kapasitas dan keterlibatan BLH sebagai anggota BKPRD&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-6447378091646469171?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/6447378091646469171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=6447378091646469171' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/6447378091646469171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/6447378091646469171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/11/hasil-rakernas-amdal-2009-di-manado-15.html' title='HASIL RAKERNAS AMDAL 2009 Di Manado, 15-17 Juli 2009'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-7837099230543460475</id><published>2009-11-12T14:10:00.005+07:00</published><updated>2010-02-06T11:48:53.194+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AMDAL'/><title type='text'>SISTEM STANDARISASI DAN REGISTRASI KOMPETENSI PENYUSUNAN DOKUMEN AMDAL</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://media.bonnint.net/slc/112/11296/1129626.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://media.bonnint.net/slc/112/11296/1129626.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jum'at 6 Pebruari 2009 bertempat di kantor Kementerian Negara Lingkungan Hidup telah dilaksanakan sosialisasi Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2008 tentang Persyaratan Kompetensi dalam Penyusunan Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup dan Persyaratan Lembaga Pelatihan Kompetensi Penyusun Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup yang telah ditetapkan pada November 2008. Peraturan tersebut akan mulai diberlakukan secara efektif pada tanggal 11 November 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi kebijakan pengembangan kapasitas dan profesionalisme, peraturan ini merupakan tindak lanjut pengaturan yang lebih spesifik dibidang lingkungan sesuai dengan PERMENLH No. 06 Tahun 2006 tentang Pedoman Umum Standarisasi Kompetensi Personil dan Lembaga Jasa Lingkungan. Kebijakan umum KLH yang tertuang dalam Permenlh No. 06/2006 adalah pengembangan kapasitas dan kompetensi para pelaku pengelolaan lingkungan hidup dalam kerangka kebijakan peningkatan akuntabilitas dan mutu jasa bidang pengelolaan lingkungan. Arah pengembangan dituju pada 3 (tiga) pihak 'pelaku' yang berperan dalam pengelolaan lingkungan, yaitu: Pemerintah, industri dan pihak profesional (penyedia jasa bidang lingkungan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pihak pemerintah, KLH telah mengembangkan sistem standarisasi kompetensi bagi Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) baik PPLH pusat maupun PPLH daerah. Bagi pihak industri, KLH bersama dengan Departemen Perindustrian dan Pemerintah Propinsi Jawa Barat (sebagai pioner) mengembangkan dan menerapkan sistem standarisasi kompetensi Manajer Pengendalian Pencemaran Lingkungan, yaitu untuk bidang pengendalian pencemaran air dan pengendalian pencemaran udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bagi pihak profesional, KLH telah menetapkan 2 PERMENLH, yaitu untuk bengkel dan teknisi jasa retrofit dan recycle pada sistem refrigerasi yang diatur melalui PERMENLH No. 02 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis dan Persyaratan Kompetensi Pelaksanaan Retrofit dan Recycle pada Sistem Refrigerasi dan PERMENLH No. 11 Tahun 2008 yang mengatur kompetensi profesional penyusun dokumen AMDAL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi kebijakan standarisasi Amdal, sasaran peningkatan kompetensi ditujukan untuk 3 pihak dalam pelaksanaan sistem Amdal, yaitu komisi penilai, penyusun dan diklat Amdal. Untuk penyusun diberlakukan sistem standarisasi dan registrasi kompetensi. Untuk diklat Amdal diberlakukan sistem registrasi kompetensi sedangkan untuk komisi penilai akan diberlakukan sistem lisensi untuk menilai dokumen Amdal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ringkas, substansi pengaturan dalam PERMENLH No. 11 Tahun 2008 adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;A. Standar kompetensi personil penyusun dokumen AMDAL.&lt;br /&gt;B. Persyaratan kompetensi lembaga penyedia jasa/konsultan penyusun dokumen AMDAL.&lt;br /&gt;C. Sertifikasi kompetensi bagi personil penyusun dokumen AMDAL.&lt;br /&gt;D. Registrasi kompetensi bagi lembaga jasa penyedia jasa penyusunan dokumen AMDAL [konsultan AMDAL].&lt;br /&gt;E. Registrasi kompetensi bagi lembaga penyelenggara pelatihan penyusunan dokumen AMDAL [diktat penyusunan AMDAL].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pengaturan lebih rinci dapat dilihat di PERMENLH No. 11 Tahun 2008 tentang Persyaratan Kompetensi dalam Penyusunan Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup dan Persyaratan Lembaga Pelatihan Kompetensi Penyusun Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (peraturan dan informasi persiapan penerapan peraturan tersebut dapat di unduh di website &lt;a href="http://kompetensilingkungan.menlh.go.id/" onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &amp;quot;7ba42156ddfad5397b76ace4c22a6bd6&amp;quot;, event)" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://kompetensilingkunga&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;n.menlh.go.id&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://www.menlh.go.id/"&gt;www.menlh.go.id &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-7837099230543460475?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/7837099230543460475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=7837099230543460475' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/7837099230543460475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/7837099230543460475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/11/sistem-standarisasi-dan-registrasi.html' title='SISTEM STANDARISASI DAN REGISTRASI KOMPETENSI PENYUSUNAN DOKUMEN AMDAL'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-4861727501674915531</id><published>2009-11-12T00:09:00.005+07:00</published><updated>2010-02-06T11:52:33.424+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Temu Alumni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Moderator'/><title type='text'>Undangan Pertemuan Alumni STTL Se-Jabodetabeka</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://thewanderer79.files.wordpress.com/2009/01/reuni.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="235" src="http://thewanderer79.files.wordpress.com/2009/01/reuni.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mengundang &lt;b&gt;Alumni STTL se-jabodetabeka&lt;/b&gt; pada :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hari / Tgl&amp;nbsp; : &lt;/b&gt;Sabtu, 21 November 2009.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pukul : &lt;/b&gt;10.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tempat :&lt;/b&gt;&amp;nbsp; Rumah makan padang “Simpang Raya”&lt;br /&gt;Jl. Raya Bogor (Pasar Induk Kramat Jati)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Acara :&lt;/b&gt; Membahas Program Kerja dan rencana pembentukan Badan Usaha       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rute :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;dari pusat grosir cililitan naik angkot kearah pasar rebo &lt;br /&gt;dari jatinegara naik angkot 06a &lt;br /&gt;dari blok M naik Kopaja 57 &lt;br /&gt;dari ragunan naik T15Aa mobil merah &lt;br /&gt;dari Depok, naik KA turun di stasiun Kalibata, lanjut naik angkot Kopaja 57 yang dari arah blok M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ira&lt;/b&gt; 081328328378 – ira.juliet@yahoo.co.id atau&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Leo&lt;/b&gt; 081315308584 - leopoldsihombing@yahoo.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-4861727501674915531?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/4861727501674915531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=4861727501674915531' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/4861727501674915531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/4861727501674915531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/11/pertemuan-alumni-sttl-se-jabodetabeka.html' title='Undangan Pertemuan Alumni STTL Se-Jabodetabeka'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-1437992032183221552</id><published>2009-10-22T23:46:00.000+07:00</published><updated>2009-10-22T23:46:19.663+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alumni Wilayah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FOTO KENANGAN'/><title type='text'>Temu Alumni STTL Se-Jabodetabek</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ka9jI_GMgYg/SuCMHUQUgII/AAAAAAAAAEI/aURfAlut1jM/s1600-h/10121_1141798460879_1104964549_30368047_2778993_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://4.bp.blogspot.com/_ka9jI_GMgYg/SuCMHUQUgII/AAAAAAAAAEI/aURfAlut1jM/s320/10121_1141798460879_1104964549_30368047_2778993_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-1437992032183221552?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/1437992032183221552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=1437992032183221552' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/1437992032183221552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/1437992032183221552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/10/temu-alumni-sttl-se-jabodetabek.html' title='Temu Alumni STTL Se-Jabodetabek'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ka9jI_GMgYg/SuCMHUQUgII/AAAAAAAAAEI/aURfAlut1jM/s72-c/10121_1141798460879_1104964549_30368047_2778993_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-2193952856101551028</id><published>2009-10-21T09:07:00.001+07:00</published><updated>2010-02-06T11:54:49.157+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Plumbing'/><title type='text'>Basic Plumbing</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.plumbersdagenham.co.uk/images/Plumber%20spaner.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://www.plumbersdagenham.co.uk/images/Plumber%20spaner.gif" width="212" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;iframe frameborder="0" height="500" scrolling="no" src="http://books.google.co.id/books?id=gonKHq8l21YC&amp;amp;lpg=PP1&amp;amp;dq=plumbing&amp;amp;client=firefox-a&amp;amp;pg=PA8&amp;amp;output=embed" style="border: 0px none;" width="500"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-2193952856101551028?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/2193952856101551028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=2193952856101551028' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/2193952856101551028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/2193952856101551028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/10/basic-plumbing.html' title='Basic Plumbing'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-6769709463836737688</id><published>2009-10-20T22:43:00.001+07:00</published><updated>2010-02-06T12:03:50.145+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengolahan Air Baku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENGOLAHAN AIR MINUM'/><title type='text'>Merakit Sendiri Alat Penjernihan Air untuk Rumah Tangga</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mysoo.files.wordpress.com/2009/08/glass-water2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://mysoo.files.wordpress.com/2009/08/glass-water2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mudah - mudah bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe frameborder="0" height="500" scrolling="no" src="http://books.google.co.id/books?id=k2bSCSVDgHYC&amp;amp;lpg=PA31&amp;amp;dq=penjernih%20air&amp;amp;pg=PP1&amp;amp;output=embed" style="border: 0px none;" width="500"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-6769709463836737688?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/6769709463836737688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=6769709463836737688' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/6769709463836737688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/6769709463836737688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/10/merakit-sendiri-alat-penjernihan-air.html' title='Merakit Sendiri Alat Penjernihan Air untuk Rumah Tangga'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-5821895477770833042</id><published>2009-10-20T14:20:00.002+07:00</published><updated>2009-10-20T14:20:58.360+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengolahan Limbah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengolahan Limbah Cair'/><title type='text'>Wastewater engineering: treatment and reuse</title><content type='html'>&lt;iframe frameborder="0" scrolling="no" style="border:0px" src="http://books.google.co.id/books?id=L1MAXTAkL-QC&amp;lpg=PP1&amp;pg=PA1139&amp;output=embed" width=500 height=500&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-5821895477770833042?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/5821895477770833042/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=5821895477770833042' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/5821895477770833042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/5821895477770833042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/10/wastewater-engineering-treatment-and.html' title='Wastewater engineering: treatment and reuse'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-8096367028257510987</id><published>2009-06-22T22:38:00.000+07:00</published><updated>2009-06-22T22:38:59.133+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENGOLAHAN AIR MINUM'/><title type='text'>Google data center water treatment plant</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;object height="285" width="340"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/nPjZvFuUKN8&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0&amp;border=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/nPjZvFuUKN8&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0&amp;border=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="340" height="285"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span&gt;First presented at the Google Efficient Data Centers Summit,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span&gt;hosted at Google headquarters in Mountain View, CA on April 1, 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For more information about the event or Google's data center efficiency efforts, please visit: &lt;a dir="ltr" href="http://www.google.com/corporate/green/datacenters/summit.html" rel="nofollow" target="_blank" title="http://www.google.com/corporate/green/datacenters/summit.html"&gt;http://www.google.com/corporate/green...&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-8096367028257510987?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/8096367028257510987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=8096367028257510987' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/8096367028257510987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/8096367028257510987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/06/google-data-center-water-treatment.html' title='Google data center water treatment plant'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-1196723263501060645</id><published>2009-06-22T22:32:00.000+07:00</published><updated>2009-06-22T22:32:13.006+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengolahan Limbah Cair'/><title type='text'>Waste Water Treament Plant</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;object height="265" width="320"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/YMD8gb4fTJk&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/YMD8gb4fTJk&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="320" height="265"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="description"&gt;An quick informative video on waste water treatment in the US.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="description"&gt;This video is a good overview of the San Francisco waste water treatment tour led by Down to a Science. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-1196723263501060645?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/1196723263501060645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=1196723263501060645' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/1196723263501060645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/1196723263501060645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/06/waste-water-treament-plant.html' title='Waste Water Treament Plant'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-8532007164117515964</id><published>2009-06-22T22:13:00.004+07:00</published><updated>2009-06-22T22:18:06.750+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pencemaran Tanah'/><title type='text'>Soils Remediation and Environmental Drilling</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;object height="265" width="320"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/u1jHkwb6aDA&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/u1jHkwb6aDA&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="320" height="265"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-8532007164117515964?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/8532007164117515964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=8532007164117515964' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/8532007164117515964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/8532007164117515964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/06/soils-remediation-and-environmental.html' title='Soils Remediation and Environmental Drilling'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-8953944637631599653</id><published>2009-06-22T22:04:00.000+07:00</published><updated>2009-06-22T22:04:28.876+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daur Ulang Sampah'/><title type='text'>Wow, Burung Angsa Dari Sampah Bungkus Kopi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/21/2118273p.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="317" src="http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/21/2118273p.jpg" width="420" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Oom Rosliawati dengan karya seninya dari sampah bungkus kopi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 21 Juni 2009 | 21:19 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CIMAHI, KOMPAS.com - Sebagian besar peminum kopi mungkin akan membuang wadahnya begitu selesai memindahkan isinya ke dalam cangkir atau gelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bagi orang kreatif, bungkus kopi itu mungkin lebih berharga dibandingkan dengan isinya. Bahan yang sekilas tampak tak berguna itu bisa juga menjadi bahan untuk hasil karya berupa hiasan di rumah atau karya lain yang indah.&lt;br /&gt;Itulah yang dilakukan Oom Rosliawati, warga Jalan Encep Kartawirya, Citeureup, Cimahi Utara. Di usianya yang sudah mencapai 59 tahun, ia masih terus mengembangkan karyanya dengan bahan bungkus kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Lebih dari 20 model sudah diciptakannya. Mulai model tas tangan yang biasa digunakan sebagai wadah kosmetik dan keperluan perempuan, wadah buah, dompet, sarung telepon seluler, hingga vas bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, yang paling menarik adalah model angsa yang dipajang di rak televisi rumahnya. Model itu menghabiskan 1.827 bungkus kopi dan dikerjakan selama dua pekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Angsa itu bisa mengambang di atas air karena saya beri dandang plastik di bawahnya," ujar istri dari Anang Hendi (61).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Oom, satu karya angsanya pernah dibeli istri Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf, Sandy Dede Yusuf, pada suatu pameran. Beberapa karyanya dipajang di ruang tengah rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Oom sedang mengerjakan topi koboi dari bungkus kopi untuk dipajang pada pameran ulang tahun Kota Cimahi, Juni mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan yang juga Ketua RT 05 Kampung Sukareja ini mengaku, karya ini berawal dari keprihatinannya saat sampah Leuwigajah tidak bisa digunakan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oom sudah sejak kelas 6 SD suka melipat-lipat wadah bekas rokok. Setelah berhenti cukup lama, akhirnya setahun lalu, ibu tiga anak ini memulai kembali hobinya untuk melipat-lipat bungkus kopi yang sudah tidak terpakai. Bahkan, kertas koran pun dijadikan rak buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak biasa mematok harganya. Terkadang sungkan untuk membuka harga karena hanya terbuat dari bungkus kopi. Biar konsumen saja, mau beli berapa saja silakan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi mempercepat waktu pembuatan, ia dibantu tiga ibu-ibu tetangganya. "Sebenarnya pengen buka galeri di depan rumah, tetapi saya butuh bantuan banyak ibu-ibu," jelasnya. (agung yulianto wibowo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : TRIBUN JABAR&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-8953944637631599653?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/8953944637631599653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=8953944637631599653' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/8953944637631599653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/8953944637631599653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/06/wow-burung-angsa-dari-sampah-bungkus.html' title='Wow, Burung Angsa Dari Sampah Bungkus Kopi'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-6803218076491120730</id><published>2009-06-22T21:52:00.000+07:00</published><updated>2009-06-22T21:52:44.331+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemanasan Global'/><title type='text'>Mungkinkah Tanda-tanda Kiamat Itu Sudah Terlihat?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/data/photo/2008/06/13/2841221p.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="420" src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/06/13/2841221p.jpg" width="191" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://sains.kompas.com/read/xml/2009/06/21/16491157/mungkinkah.tanda-tanda.kiamat.itu.sudah.terlihat#" style="color: #666666; font-family: arial; font-size-adjust: none; font-size: 9px; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; text-decoration: none;"&gt;AP Photo/United Nations Environment Program&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt; &lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Foto satelit di samping menunjukkan pengurangan drastis es di puncak Gunung Kilimanjaro, Tanzania. Foto yang dikeluarkan Program Lingkungan PBB (UNEP) ini diambil tahun 1976 (atas) dan tahun 2006 (bawah). UNEP pada 10 Juni 2008 menerbitkan atlas yang memuat foto-foto yang menunjukkan perubahan drastis akibat pemanasan global di semua negara Afrika. Atlas tersebut membuat banyak pihak terperanjat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 21 Juni 2009 | 16:49 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEDAN, KOMPAS.com - Perubahan iklim yang terjadi dewasa ini membuat negara-negara di belahan dunia ini termasuk juga Indonesia sangat rentan terhadap bencana, Kelaparan, kemiskinan dan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Bidang Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Negara Lingkungan Hidup Indonesia, Dadang Hilman, MA mengungkapkan hal itu dalam suatu seminar di Medan, Minggu (21/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip sebuah laporan, ia mengatakan, Indonesia salah satu negara yang rentan terhadap bencana yang terkait dengan perubahan iklim seperti halnya pemanasan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Kemungkinan pemanasan global itu akan menimbulkan kekeringan dan curah hujan ekstrim yang pada gilirannya akan menimbulkan resiko bencana iklim yang lebih besar pada berbagai belahan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di Indonesia selama periode 2003-2005 terjadi 1.429 bencana. Sekitar 53,3 persen adalah bencana terkait dengan hidro-meteorologi. Banjir adalah bencana yang sering terjadi atau sebanyak 34 persen dan diikuti bencana longsor sebanyak 16 persen," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada seminar Nasional Lingkungan Hidup dengan tema Pelestarian Lingkungan Dalam Upaya Mengurangi Dampak Pemanasan Global di Universitas Negeri Medan (Unimed) itu, ia mengatakan, pemanasan global ditandai dengan meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut sebagai akibat peristiwa efek rumah kaca yaitu terperangkapnya radiasi matahari yang seharusnya dipancarkan kembali ke angkasa luar namun tertahan oleh lapisan akumulasi Gas Rumah Kaca di atmosfer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai tindakan aktif untuk mencegah terjadinya perubahan iklim dan mengurangi dampak pemanasan global dapat dilakukan dengan upaya penurunan emisi GRK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu juga telah dilakukan berbagai kebijakan seperti di bidang kehutanan dengan penanggulangan illegal logging, rehabilitasi hutan dan lahan, serta konservasi, restrukturisasi sektor kehutanan, pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan, penanggulangan dan pencegahan kebakaran hutan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah laporan yang dikeluarkan Bank Dunia pada 2006, disebutkan bahwa kerugian global akibat perubahan iklim diperkirakan akan mencapai 4,3 triliun dolar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kerugian ini akan menjadi tanggungan negara-negara berkembang dan miskin yang relatif memiliki keterbatasan adaptif akibat keterbatasan modal dan teknologi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BNJ&lt;br /&gt;Sumber : Ant&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-6803218076491120730?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/6803218076491120730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=6803218076491120730' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/6803218076491120730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/6803218076491120730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/06/mungkinkah-tanda-tanda-kiamat-itu-sudah.html' title='Mungkinkah Tanda-tanda Kiamat Itu Sudah Terlihat?'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-7703707308512645492</id><published>2009-06-22T21:47:00.000+07:00</published><updated>2009-06-22T21:47:38.860+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konservasi'/><title type='text'>Celaka, Masyarakat Indonesia Ternyata Tidak Tahu Fungsi Hutan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/data/photo/2008/11/25/180129p.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="317" src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/11/25/180129p.JPG" width="420" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Ilustrasi kerusakan hutan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;(&lt;a href="http://sains.kompas.com/read/xml/2009/06/22/11341028/celaka.masyarakat.indonesia.ternyata.tidak.tahu.fungsi.hutan#" style="color: #666666; font-family: arial; font-size-adjust: none; font-size: 9px; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; text-decoration: none;"&gt;TRIBUN PEKANBARU/MELVINAS PRIANANDA&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin, 22 Juni 2009 | 11:34 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAYAPURA, KOMPAS.com — Budaya cinta lingkungan seperti menanam pohon dan membersihkan halaman harus ditanamkan kepada anak sejak usia dini agar dalam perkembangannya tidak menjadi hal yang mudah dilupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dikatakan salah seorang staf pengajar Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Jayapura, Yunus Paelo, di Jayapura, Senin (22/6), menanggapi banyaknya kasus pembabatan hutan yang terjadi di Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Ia menjelaskan, perkembangan sosial ekonomi yang saat ini terjadi membuat hutan menjadi terbabat habis sehingga untuk melestarikan kembali alam yang rusak itu perlu ditanamkan budaya menanam untuk generasi penerus sejak dini.&lt;br /&gt;"Hal ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, di sini dituntut peran dan bimbingan dari para orangtua dan guru di sekolah untuk memberikan mereka pemahaman tentang pentingnya fungsi hutan bagi kehidupan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yunus menambahkan, perubahan iklim global yang terjadi saat ini sudah menjadi suatu bukti konkret sebagai akibat dari rusaknya lahan dan hutan, di mana masyarakat hanya menebang pohon tanpa melakukan penanaman yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau sejak usia dini sudah berikan pemahaman dan pengetahuan seperti jika menebang pohon maka harus diimbangi dengan penanaman yang baru, ke depan diharapkan akan terwujud penghijuan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah sudah seringkali memberikan imbauan dan larangan bagi warga, terutama yang bermukim sekitar hutan dan para perambah hutan liar, agar tidak mengeksploitasi hutan secara berlebihan, tetapi yang menjadi alasan adalah masalah ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di sinilah masalahnya, di mana belum ada kesadaran masyarakat Indonesia tentang fungsi hutan itu sendiri," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menuturkan, dirinya memandang perlu adanya permasalahan lingkungan yang dimasukkan mata pelajaran, seperti muatan lokal pada semua tingkat pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau masalah ini tidak secara berkesinambungan dilaksanakan, maka dikhawatirkan hutan kita akan rusak total," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BNJ&lt;br /&gt;Sumber : Ant&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-7703707308512645492?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/7703707308512645492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=7703707308512645492' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/7703707308512645492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/7703707308512645492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/06/celaka-masyarakat-indonesia-ternyata.html' title='Celaka, Masyarakat Indonesia Ternyata Tidak Tahu Fungsi Hutan'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-4911710801578828488</id><published>2009-06-22T21:39:00.000+07:00</published><updated>2009-06-22T21:39:24.590+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Limbah'/><title type='text'>Madukismo Bayar Ganti Rugi Rp 40 Juta untuk Petani Ikan</title><content type='html'>Senin, 22 Juni 2009 | 20:10 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANTUL, KOMPAS.com — Petani ikan di Miri, Sewon, Bantul, dan petani di sekitar Miri, akhirnya mendapat ganti rugi Rp 40 juta atas kematian ikan-ikan mereka. Karena Pabrik Gula Madukismo sudah menyatakan mau memberi bantuan uang, Pemkab Bantul yang awalnya akan ikut membantu, tidak jadi membantu uang. Selasa (23/6) besok, uang itu diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani mengajukan Rp 94 juta, tetapi dari pemetaan petugas Dinas Kelautan, Perikanan dan Perternakan (KPP) Bantul, kerugian mereka hanya Rp 38 juta. "Angka Rp 38 juta ini kami bulatkan menjadi Rp 40 juta, persis uang bantuan yang dijanjikan Madukismo," ujar Bupati Bantul Idham Samawi, Senin (22/6). Uang kepedulian, begitu istilah bantuan uang itu. Idham menolak istilah uang ganti rugi.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Kepala Dinas KPP Bantul Mursumartinah mengatakan, ada lima kelompok petani ikan yang menerima, yakni Mina Mitra Usaha (Rp 25,3 juta), Mina Wira Mandiri (Rp 600.000), Mina Jaranan Mulyo (Rp 4,8 juta), Sido Maju (Rp 4,8 juta), dan Lintang Makmur (Rp 4,5 juta). Rata-rata satu petani mendapat uang kepedulian Rp 200.000-Rp 400.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Mina Mitra Usaha Budi Marsigit mengatakan, ia tak mempermasalahkan besar ganti rugi itu. "Yah mau bagaimana lagi. Kami tetap berterima kasih," ujar Budi. Awalnya, Mina Mitra Usaha mengajukan ganti rugi Rp 50 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus kematian ikan di Sewon ini terjadi pertengahan Juni lalu. Dari hasil uji sampel air, diketahui kolam ikan petani terkontaminasi limbah pabrik spiritus, dan juga limbah-limbah lain yang ditengarai bukan dari pabrik spiritus.  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-4911710801578828488?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/4911710801578828488/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=4911710801578828488' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/4911710801578828488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/4911710801578828488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/06/madukismo-bayar-ganti-rugi-rp-40-juta.html' title='Madukismo Bayar Ganti Rugi Rp 40 Juta untuk Petani Ikan'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-7735144076311464912</id><published>2009-06-07T08:48:00.003+07:00</published><updated>2009-06-07T20:23:35.202+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerjasama'/><title type='text'>STTL YLH - GODUCATE LIMITED SINGAPORE</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ka9jI_GMgYg/SisbxycE24I/AAAAAAAAAEA/qw562U11YZk/s1600-h/singasttl+copy.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://1.bp.blogspot.com/_ka9jI_GMgYg/SisbxycE24I/AAAAAAAAAEA/qw562U11YZk/s400/singasttl+copy.gif" width="205" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;Klik gambar untuk memperbesar&lt;/center&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-7735144076311464912?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/7735144076311464912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=7735144076311464912' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/7735144076311464912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/7735144076311464912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/06/sttl-ylh-goducate-limited-singapore.html' title='STTL YLH - GODUCATE LIMITED SINGAPORE'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ka9jI_GMgYg/SisbxycE24I/AAAAAAAAAEA/qw562U11YZk/s72-c/singasttl+copy.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-4298932503895028878</id><published>2009-05-15T14:30:00.002+07:00</published><updated>2009-05-15T14:38:43.009+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Temu Alumni'/><title type='text'>Temu Kangen Alumni STTL "YLH" Yogyakarta Semua Angkatan</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: Calibri; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 17px; orphans: 2; text-align: justify; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;Assalamu'alaikum Wr Wb&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: Calibri; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 17px; orphans: 2; text-align: justify; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1242370694_0" style="background-color: transparent; border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Kawan&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-converted-space" style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;– kawan yang saya Hormati,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: Calibri; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 17px; orphans: 2; text-align: justify; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;Sudah lama rasanya saya secara pribadi untuk lebih mempererat tali persaudaraan kita serta untuk memperkokoh Almamater STTL “YLH” YK, yang selama ini mungkin didalam pribadi kita masing – masing secara tidak langsung kita lupa akan hal itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 11pt; line-height: 12.75pt; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Temu Kangen Alumni STTL “YLH” YK ini, tentu belumlah sepenuhnya di ikuti oleh kawan-kawan yang lain karena kesibukan dan sebagainya, namun tidak mengurangi rasa Hormat saya secara pribadi untuk menyampaikan rencana yang Mulia serta sekaligus saya memohon dukungan dari kawan-kawan yang berdomisili di&lt;span class="Apple-converted-space" style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1242370694_1" style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dan sekitar untuk ikut serta dalam acara tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 11pt; line-height: 12.75pt; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 11pt; line-height: 12.75pt; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: Calibri; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 17px; orphans: 2; text-align: justify; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;Untuk itu, mohon ada masukkan dari kawan-kawan semua mengenai lokasi, agar dapat dijadikan sebagai Representative sehingga dari masukkan ini nantinya kita bisa memilih satu lokasi yang pasti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 11pt; line-height: 12.75pt; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: Calibri; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 17px; orphans: 2; text-align: justify; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 11pt; line-height: 12.75pt; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: Calibri; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 17px; orphans: 2; text-align: justify; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;Rencana tentative acara ini di usahakan dalam Bulan2 ini&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 11pt; line-height: 12.75pt; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: Calibri; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 17px; orphans: 2; text-align: justify; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 11pt; line-height: 12.75pt; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: Calibri; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 17px; orphans: 2; text-align: justify; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;Best Regard,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 11pt; line-height: 12.75pt; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: Calibri; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 17px; orphans: 2; text-align: justify; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 11pt; line-height: 12.75pt; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: Calibri; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 17px; orphans: 2; text-align: justify; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 11pt; line-height: 12.75pt; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-align: justify; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 11pt; line-height: 12.75pt; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: medium; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: 14pt; font-weight: bold; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Multazam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 11pt; line-height: 12.75pt; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: 10pt; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Support Expt.Mgr. Env.Bisnis Unit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 11pt; line-height: 12.75pt; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: 10pt; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Ventura&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: 10pt; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-converted-space" style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Building&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: 10pt; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;,4&lt;sup style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;th&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-converted-space" style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Floor 406&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 11pt; line-height: 12.75pt; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: 10pt; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;PT Mitra Lingkungan Dutaconsult – Subsidiary D.H.V Neterhland&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 11pt; line-height: 12.75pt; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: 10pt; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;JL. R.A. Kartini No.26 (Outer Ring Road)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 11pt; line-height: 12.75pt; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: 10pt; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Phone : 021-7504610&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 11pt; line-height: 12.75pt; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: 10pt; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Email :&lt;span class="Apple-converted-space" style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:hamsil.multazam@dhv.com" rel="nofollow" style="border-width: 0px; color: #319bd8; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: none;" target="_blank" ymailto="mailto:hamsil.multazam@dhv.com"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1242370694_2" style="background-color: transparent; border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;hamsil.multazam@dhv.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 11pt; line-height: 12.75pt; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: 10pt; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Person email :&lt;span class="Apple-converted-space" style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:multazam0690@yahoo.com" rel="nofollow" style="border-width: 0px; color: #319bd8; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: none;" target="_blank" ymailto="mailto:multazam0690@yahoo.com"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1242370694_3" style="background-color: transparent; border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;multazam0690@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 11pt; line-height: 12.75pt; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: 10pt; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Contac Person :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: 10pt; font-weight: bold; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-converted-space" style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;085718975099&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: Calibri; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 17px; orphans: 2; text-align: justify; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt; margin: 0px; padding: 0px;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: Calibri; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 17px; orphans: 2; text-align: justify; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: Calibri; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 17px; orphans: 2; text-align: justify; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: Calibri; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 17px; orphans: 2; text-align: justify; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-4298932503895028878?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/4298932503895028878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=4298932503895028878' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/4298932503895028878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/4298932503895028878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/05/temu-kangen-alumni-sttl-ylh-yogyakarta_15.html' title='Temu Kangen Alumni STTL &quot;YLH&quot; Yogyakarta Semua Angkatan'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-6684526136380621440</id><published>2009-05-15T13:55:00.000+07:00</published><updated>2009-05-15T13:55:09.497+07:00</updated><title type='text'>Deklarasai Kelautan Manado Disepakati 75 Negara</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/12/3193616p.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/12/3193616p.jpg" width="420" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Kekayaan spesies terumbu karang, ikan, dan biota laut lainnya tampak berlimpah di Perairan Alor, Nusa Tenggara Timur, pada Mei 2007. Segitiga Terumbu Karang yang disebut juga sebagai "Amazon of the Seas" mencakup wilayah perairan tengah dan timur Indonesia, Timor Leste, Filipina, Sabah-Malaysia, Papua Niugini, dan Kepulauan Salomon diperkirakan dihuni sekitar 3.000 spesies ikan.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="tanggal" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="tanggal"&gt;Kamis, 14 Mei 2009 | 18:20 WIB&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;MANADO, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; — Deklarasi Kelautan Manado (Manado Ocean Declaration) disepakati dalam Konferensi Kelautan Dunia (World Ocean Conference/WOC) di Manado, Kamis. Deklarasi ini diadopsi 75 negara yang mengirimkan delegasi ke konferensi laut pertama di dunia itu.&lt;br /&gt;"Semua sepakat, semua yang hadir mengadopsi," kata Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan Gellwyn Yusuf seusai pertemuan tingkat tinggi WOC di Grand Kawanua Convention Center, Manado.&lt;br /&gt;Negara yang mengadopsi deklarasi itu antara lain Indonesia, Filipina, Thailand, Malaysia, Somalia, Suriname, Pakistan, Grenada, Amerika Serikat, Republik Korea, Perancis, India, China, Kamboja, Angola, Filipina, dan Namibia.&lt;br /&gt;Ketua Pertemuan Pejabat Tinggi (Senior Official Meeting/SOM) WOC Eddy Pratomo mengatakan, kesepakatan dalam deklarasi ini selanjutnya diharapkan bisa memengaruhi pembahasan global mengenai perubahan iklim, dan menjadikan dimensi laut sebagai arus utama di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;"Ini adalah bentuk komitmen politik yang jelas terkait dengan peran perubahan iklim terhadap laut dan sebaliknya. Para menteri dan delegasi juga telah menunjukkan keinginan mereka untuk membangun kemitraan dalam perlindungan laut," katanya, saat menutup pertemuan.&lt;br /&gt;Eddy yakin kesepakatan yang tertuang dalam Deklarasi Kelautan Manado selanjutnya akan menyatukan tujuan negara-negara peserta konferensi untuk menjadikan laut sebagai arus utama dalam setiap pembahasan dan negosiasi terkait perubahan iklim.&lt;br /&gt;Namun, kata dia, kesepakatan yang dihasilkan dalam WOC baru merupakan langkah awal yang harus diikuti dengan tindak lanjut, sebelum benar-benar direalisasikan dan memberikan manfaat bagi semua, khususnya daerah kepulauan di negara-negara berkembang.&lt;br /&gt;Menurut anggota delegasi dari China, Shang Zhen, deklarasi tersebut harus diikuti dengan lebih banyak kerja sama riset ilmiah untuk merumuskan strategi adaptasi yang tepat dalam rangka mengurangi dampak perubahan iklim terhadap laut dan sebaliknya.&lt;br /&gt;Tentang mekanisme pendanaan dalam upaya adaptasi dan mitigasi dampak perubahan iklim terhadap laut dan sebaliknya, Zhen mengatakan, selanjutnya harus ada kejelasan tentang apa saja yang bisa dicakup oleh pendanaan, dan apa yang bisa dijual untuk itu.&lt;br /&gt;Ia mengatakan, implementasi deklarasi ini masih bergantung pada pertemuan para pihak dalam United Nations Framework Convention on Climate Change/UNFCCC di Kopenhagen, Denmark, Desember mendatang.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penekanan pada Konservasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Deklarasi Kelautan Manado terdiri atas 14 paragraf pembuka inti dan 21 poin kesepakatan operatif. Isi deklarasi antara lain berupa komitmen negara-negara peserta untuk melakukan konservasi laut jangka panjang, menerapkan manajemen pengelolaan sumber daya laut dan daerah pantai dengan pendekatan ekosistem, serta memperkuat kemitraan global untuk pembangunan berwawasan lingkungan.&lt;br /&gt;Mereka juga menyepakati perlunya strategi nasional untuk pengelolaan ekosistem laut dan kawasan pantai serta penerapan pengelolaan laut dan daerah pantai secara terpadu.&lt;br /&gt;Kesepakatan untuk bekerja sama dalam riset kelautan serta pertukaran informasi terkait hubungan perubahan iklim dan laut juga masuk dalam deklarasi yang dibahas sejak 11 Mei hingga 14 Mei itu.&lt;br /&gt;Meski tidak dijelaskan secara rinci,&amp;nbsp;tetapi deklarasi juga menitikberatkan perlunya penerapan kebijakan terpadu yang ramah lingkungan dalam pengelolaan laut dan daerah pantai dengan memperhatikan kehidupan masyarakat yang paling rentan, yakni mereka yang hidup di pesisir atau pantai.&lt;br /&gt;Deklarasi juga menekankan kebutuhan dukungan finansial dan insentif untuk membantu negara-negara berkembang mewujudkan lingkungan yang baik bagi komunitas yang paling rentan terkena dampak perubahan iklim, serta mengundang negara-negara dalam UNFCCC untuk mempertimbangkan dan memasukkan proposal proyek adaptasi perubahan iklim di laut ke dalam Adaptation Fund Board.&lt;br /&gt;Pertukaran teknologi untuk pengurangan dampak perubahan iklim terhadap laut dan sebaliknya juga ditekankan,&amp;nbsp;tetapi belum ada penjelasan mengenai mekanisme transfer teknologi yang dimaksud.&lt;br /&gt;Mereka yang menyepakati deklarasi juga menyatakan akan melanjutkan kerja sama pada tingkat nasional dan regional, serta selanjutnya membangun area perlindungan laut.&lt;br /&gt;Mereka juga mendorong upaya Sekretaris Jenderal PBB untuk memfasilitasi kerja sama dan koordinasi terkait masalah ini dalam sistem PBB, serta mengharapkan hasil efektif dari pertemuan para pihak (Conference of Parties/COP) UNFCCC ke-15 di Kopenhagen, Denmark, pada Desember mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;WAH&lt;/b&gt;        &lt;br /&gt;&lt;b style="color: #999999; font-family: arial; font-size-adjust: none; font-size: 11px; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; line-height: normal;"&gt;Sumber : Antara&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-6684526136380621440?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/6684526136380621440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=6684526136380621440' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/6684526136380621440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/6684526136380621440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/05/deklarasai-kelautan-manado-disepakati.html' title='Deklarasai Kelautan Manado Disepakati 75 Negara'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-6438453963147532775</id><published>2009-05-15T13:51:00.000+07:00</published><updated>2009-05-15T13:51:39.547+07:00</updated><title type='text'>Kesepakatan Manado Dibawa ke New York dan Kopenhagen</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/data/photo/2008/04/08/2727487p.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="279" src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/04/08/2727487p.jpg" width="420" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Jejak keberadaan koloni terumbu karang yang telah mati menjadi karakter unik kawasan tepi pantai yang berkarang di Pantai Pasir Putih, Desa Sukahujan, Malingping, Lebak, Banten, Senin (7/4). Kawasan pantai karang merupakan ekosistem yang sanggup beradaptasi dengan kondisi alam yang ekstrem, seperti pasang surut laut, gelombang tinggi, perubahan cuaca ekstrem, juga salinitas air laut yang berubah-ubah.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="tanggal" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="tanggal"&gt;Kamis, 14 Mei 2009 | 18:26 WIB&lt;/div&gt;&lt;div id="article_body"&gt;     &lt;strong&gt;MANADO, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; — Deklarasi Kelautan Manado atau Manado Ocean Declaration (MOD) yang disepakati 75 negara peserta Konferensi Kelautan Dunia atau World Ocean Conference (WOC) di Manado, Kamis (14/5), baru merupakan langkah awal dalam upaya pengarusutamaan isu laut dalam pembahasan dan adaptasi perubahan iklim.&lt;br /&gt;"Ini maksimal yang dicapai, kita senang akhirnya semua yang disarankan bisa masuk ke dalam deklarasi. Tapi ini baru langkah awal, masih banyak yang harus dilakukan setelah ini," kata Ketua Pertemuan Pejabat Tinggi atau Senior Official Meeting (SOM) WOC Eddy Pratomo.&lt;br /&gt;Namun, kata dia, saat ini sudah ada peta jalan yang jelas untuk menerjemahkan isi deklarasi ke dalam strategi dan kebijakan yang jelas sehingga selanjutnya bisa diterapkan dan memberikan manfaat bagi negara-negara di dunia, khususnya negara-negara kepulauan yang paling rentan terkena dampak perubahan iklim.&lt;br /&gt;"Bulan Juni nanti akan dibahas dalam dua seri pertemuan soal kelautan di New York. Sebagai negara yang punya inisiatif mengenai hal ini, Indonesia bisa menyampaikan apa yang sudah disepakati dalam WOC," katanya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Deklarasi yang intinya berisi kesepakatan mengenai konservasi laut jangka panjang, transfer teknologi, dan kebutuhan pendanaan untuk adaptasi perubahan iklim di laut tersebut, dia mengatakan, selanjutnya akan disampaikan dalam Pertemuan Para Pihak atau Conference of Parties (COP) UNFCCC ke-15 di Kopenhagen, Denmark, bulan Desember mendatang.&lt;br /&gt;"Kita juga sudah mengundang negara-negara pihak di UNFCCC untuk mempertimbangkan pengembangan dan pengajuan proposal proyek adaptasi perubahan iklim dalam pengelolaan laut ke Adaptation Fund Board," katanya.&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Perjanjian Internasional Departemen Luar Negeri Arif Hafaz Oegroseno menambahkan bahwa selanjutnya deklarasi itu akan dimasukkan ke dalam sistem PBB sehingga isu laut dan perubahan iklim bisa masuk ke dalam setiap pembahasan dan upaya adaptasi terhadap perubahan iklim yang dilakukan badan-badan di bawah PBB, seperti WHO, ILO, UNCLOS, dan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;WAH&lt;/b&gt;        &lt;br /&gt;&lt;b style="color: #999999; font-family: arial; font-size-adjust: none; font-size: 11px; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: bold; line-height: normal;"&gt;Sumber : Antara&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-6438453963147532775?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/6438453963147532775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=6438453963147532775' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/6438453963147532775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/6438453963147532775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/05/kesepakatan-manado-dibawa-ke-new-york.html' title='Kesepakatan Manado Dibawa ke New York dan Kopenhagen'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-6889674072360633098</id><published>2009-04-21T19:51:00.001+07:00</published><updated>2009-04-21T19:51:42.199+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konservasi'/><title type='text'>Cacing Tanah, Aset Masa Depan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/05/161644p.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="317" src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/05/161644p.jpg" width="420" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 18 April 2009 | 14:27 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SHANGHAI, KOMPAS.com - Dua keluarga dari daerah Danau Dianshanhu di Kabupaten Qingpu, Shanghai, akan mengembang-biakkan cacing tanah sebagai bagian dari pilot proyek oleh satu organisasi perlindungan lingkungan hidup lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi yang tepat, 1 kilogram cacing tanah dapat menghabiskan sampai 1 kilogram sampah dapur setiap hari dan menghasilkan setengah kilogram limbah cacing tanah, yang dapat digunakan sebagai pupuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program percobaan tersebut bertujuan mendorong peternakan cacing sebagai cara efektif mengurangi limbah dapur di kota itu.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Percobaan serupa sedang dilakukan di Beijing. Rancangan lokal tersebut sedang dikembangkan di Pusat Komunikasi dan Pelestarian Ekologi Oasis Hijau Shanghai dan Fana Alam Seluruh Dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Staf Pusat Komunikasi dan Pelestarian Ekologi Oasis Hijau Shanghai telah memelihara cacing tanah di kantor mereka selama lebih dari satu tahun. Mereka memelihara cacing tanah di dalam tempat penyimpanan plastik besar dan memberi makan hewan itu dengan kulit buah serta sisa makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Staf di pusat tersebut mengatakan sistem pencernaan cacing tanah berisi bermacam jenis enzim yang mampu mengurai sampah dan bahkan menghilangkan beberapa bahan beracun, seperti logam berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiga atau empat keluarga telah mengajukan kesediaan untuk ikut dalam proyek percobaan itu, tapi para ahli kami belum menghubungi mereka," kata seorang anggota staf yang bermarga Chen di pusat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami akan memilih dua keluarga dan percobaan mereka akan dimulai pada pertengahan Mei. Kami berharap setiap keluarga dapat memelihara cacing tanah di rumah mereka," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BNJ&lt;br /&gt;Sumber : Antara&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-6889674072360633098?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/6889674072360633098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=6889674072360633098' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/6889674072360633098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/6889674072360633098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/04/sabtu-18-april-2009-1427-wib-shanghai.html' title='Cacing Tanah, Aset Masa Depan'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-3674323701386845841</id><published>2009-04-21T19:45:00.001+07:00</published><updated>2009-04-21T19:48:09.857+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konservasi'/><title type='text'>Yuyun Ismawati Peroleh "Nobel Lingkungan"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/20/1638122p.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="317" src="http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/20/1638122p.jpg" width="420" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="tanggal" style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="tanggal"&gt;Senin, 20 April 2009 | 16:38 WIB&lt;/div&gt;&lt;b&gt;JAKARTA, KOMPAS.com&lt;/b&gt; — Aktivis lingkungan dari Denpasar, Bali, Yuyun Ismawati, bersama lima aktivis yang bekerja di akar rumput dari Amerika Serikat, Gabon, Banglades, Rusia, dan Paramaribo terpilih sebagai penerima Penghargaan Lingkungan Goldman 2009, semacam Nobel di bidang lingkungan. Anugerah khusus itu diserahkan di San Francisco Opera House, AS, hari Senin (20/4) pukul 17.00 waktu setempat.&lt;br /&gt;"Saya sama sekali tidak menyangka mendapat penghargaan ini. Selama ini saya melakukan apa yang menjadi perhatian khusus saya saja," kata Yuyun saat dihubungi di San Francisco dari Jakarta, Minggu (19/4) waktu Indonesia. Keenam pemenang berhak atas hadiah masing-masing 150.000 dollar AS.&lt;br /&gt;"Seperti pendahulunya, para penerima Penghargaan Goldman ini amat mengesankan. Mereka berhasil menghadapi rintangan yang tampaknya tak terpecahkan," ujar pendiri Penghargaan Goldman, Richard N Goldman, seperti dikutip dari siaran pers The Goldman Environmental Prize.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Penghargaan ini memasuki tahun ke-20 yang diberikan setiap tahun kepada para pejuang lingkungan di tingkat akar rumput. Sejak dimulai tahun 1989, penghargaan ini sudah diberikan kepada 133 aktivis dari 75 negara.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;LEAD Fellow&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yuyun, salah satu fellow dari Program Leadership on Environment and Development (LEAD Programme) Indonesia, adalah orang Indonesia ketiga yang menerima penghargaan ini.&lt;br /&gt;Ibu dua anak itu dengan lembaga Bali Fokus melakukan solusi berbasis masyarakat untuk pengelolaan sampah yang memberi peluang kerja bagi warga berpenghasilan rendah dan memberdayakan warga untuk memperbaiki kualitas lingkungan.&lt;br /&gt;Bersama sejumlah aktivis, ia juga mengembangkan Indonesia Toxics-Free Network (ITFN) yang di antaranya menyoroti perhatian pemerintah yang kurang terhadap isu-isu limbah berbahaya dan beracun berikut dampak publiknya.&lt;br /&gt;"Indonesia terlalu santai, padahal ada banyak hal yang patut dikhawatirkan terkait isu limbah beracun," katanya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pemenang lain&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lima penerima penghargaan lainnya adalah Marc Ona Essangui dari Gabon (Benua Afrika), Maria Gunnoe, Bob White dari West Virginia (Amerika Utara), Olga Speranskaya dari Rusia (Benua Eropa), Rizwana Hasan dari Banglades (Asia), dan Hugo Jabini serta Wanze Eduards dari Suriname (Amerika Tengah dan Selatan).&lt;br /&gt;Olga yang juga LEAD Fellow mengubah kelompok lembaga swadaya masyarakat di Eropa Timur, Kaukasus, dan Asia Tengah menjadi kekuatan potensial untuk mengidentifikasi dan memusnahkan bahan kimia beracun warisan Uni Soviet.&lt;br /&gt;Marc Ona yang hidup di atas kursi roda memimpin upaya publik untuk mengungkap korupsi di balik konsesi pertambangan milik Pemerintah China yang mengancam ekosistem hutan hujan tropis di negaranya.&lt;br /&gt;Maria, Bob bersama warga berjuang menentang industri batu bara yang menghancurkan puncak gunung untuk menguruk lembah. Adapun Rizwana memimpin perjuangan mendorong pemerintah mengeluarkan kebijakan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya industri pembuangan kapal.&lt;br /&gt;Wanze dan Hugo adalah anggota komunitas "Maroon"—didirikan komunitas budak Afrika —yang menentang penebangan di lahan tradisional mereka. (*/MH/GSA)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-3674323701386845841?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/3674323701386845841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=3674323701386845841' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/3674323701386845841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/3674323701386845841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/04/yuyun-ismawati-peroleh-nobel-lingkungan.html' title='Yuyun Ismawati Peroleh &quot;Nobel Lingkungan&quot;'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-5789854622114272524</id><published>2009-04-03T22:16:00.000+07:00</published><updated>2009-04-03T22:16:38.055+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Drainase'/><title type='text'>Tanggul, Pemicu, dan Audit Teknologi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/28/3261368p.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/28/3261368p.jpg" width="420" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Tanggul Situ Gintung, Cirendeu, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, yang jebol, Jumat (27/3) subuh. Jebolnya tanggul tersebut mengakibatkan banjir bandang yang menyebabkan puluhan orang tewas dan ratusan rumah rusak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Rabu, 1 April 2009 | 05:01 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS.com - Menjelang ”pesta demokrasi” pemilu legislatif, Banten menangis, Jakarta menangis, Indonesia menangis. Hingga hari Senin (30/3) sudah 98 orang kehilangan nyawa dan 102 orang tak ketahuan nasibnya, menyusul jebolnya tanggul Situ Gintung, Cirendeu, Tangerang Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana, kecuali gempa dan angin topan, sebenarnya tidak terjadi tiba-tiba. Bencana seperti longsor dan banjir selalu membawa pertanda sebelumnya. Korban menjadi banyak ketika mitigasi tidak dilakukan dalam bentuk antisipasi dan prevensi. Sebelum Jumat subuh itu, kata Situ Gintung berkonotasi rekreatif: kolam renang, lokasi berpetualang (adventure camp), dan rumah makan.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Situ tersebut memiliki daerah tangkapan air seluas 112,5 hektar; dari kawasan itulah situ mendapat suplai air di samping mata air asli. Kondisi permukaannya, seperti diungkapkan Kepala Bidang Mitigasi Bencana Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Sutopo Purwo Nugroho, kini berupa permukiman (39,7 persen), tegalan (22,8 persen), badan air (17 persen), kebun (18 persen), rumput atau tanah kosong (4,5 persen), dan gedung (0,6 persen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kondisi permukaan itu, yang mampu menyerap air adalah tegalan, badan air (yaitu situ atau saluran irigasi), kebun, dan rumput atau tanah kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada situ seluas 21,4 hektar tersebut hanya ada satu spillway (saluran buang) selebar kira-kira 5 meter dan dua saluran irigasi yang lebarnya sekitar 1 meter, yang menurut Sutopo saat itu tidak bekerja optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika curah hujan besar, kecepatan aliran air melalui saluran buang akan tidak memadai sehingga ada kemungkinan terjadi limpasan (overtopping), bahasa awamnya luberan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menempel pada bagian luar tanggul adalah permukiman padat, mulai dari kaki tanggul, terletak di bawah tanggul sekitar 15-20 meter. Sungguh rawan karena bisa terkena longsoran tanggul. Mestinya, minimal 100 meter dari kaki tanggul tidak boleh ada bangunan. Permukiman itu mengurangi lebar saluran air dari semula 5-7 meter kini tinggal 1 meter. Kondisi ini berpotensi menambah beban air pada situ karena air tidak tersalur ke luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan penyebab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut peneliti dari Pusat Bencana Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Amien Widodo, ada tiga faktor penyebab bencana. Ketiga faktor itu adalah faktor internal (kondisi tanggul), faktor eksternal (bencana lain seperti gempa, longsor, dan hujan besar), dan faktor manusia (pembangunan sekitar tanggul, pembabatan hutan, dan sebagainya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekitar Situ Gintung sudah sejak lama tak ada hutan. Saat itu pun tak terjadi gempa. Dari data Sutopo yang didapatnya saat melakukan kajian kualitas air dan pemanfaatan air situ untuk waduk resapan 5 Desember 2008, pada bagian tanggul yang jebol Jumat lalu telah didapati erosi buluh (piping). Erosi itu diduga sudah lama terjadi karena muncul mata air di bawah tanggul. Rembesan air ke dalam kapiler retakan menyebabkan kapiler bertambah besar. Akibatnya, terjadi deformasi struktur saluran buang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, dorongan massa air menyebabkan badan tanggul longsor karena kapiler (retakan kecil) terisi air. Ketika bagian atas tanggul longsor, beban massa air berpindah ke bawah sehingga bagian dasar tanggul tergerus. Ini mengakibatkan tanggul jebol hingga sekitar 20 meter tingginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tanggul jebol, rembesan air di sekeliling tanggul memberi beban besar sehingga tanggul jebol semakin lebar pada 27 Maret 2009. Lapisan tanah pada Situ Gintung merupakan sedimen muda—batuan kuarter, tersier—mudah longsor. Situ dengan struktur batuan muda umumnya dibuat tanggul urukan. Selain urukan, ada tipe busur (berbentuk melengkung) dan tipe graviti-tanggul beton di sisi luar miring ke luar, di sisi dalam datar seperti dinding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski beban massa air menyebabkan tanggul jebol, hujan pada Kamis, 26 Maret 2009, dari penelusuran Sutopo bukanlah faktor tunggal penyebab, melainkan hanya pemicu. Dari catatan di Stasiun Meteorologi Ciputat—terdekat dengan Situ Gintung—curah hujan 113,2 milimeter per hari, dari Stasiun Meteorologi Pondok Betung, curah hujan normal selama tiga jam disusul 1,5 jam curah hujan ekstrem 70 mm per jam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curah hujan 180 mm pada tahun 1996 tercatat di Stasiun Pondok Betung (Stasiun Ciputat baru dibangun tahun 2007), tanggul Situ Gintung tidak jebol. Juga saat 2007 ketika curah hujan 275-300 mm per hari di sekitar Situ Gintung, tanggul situ tetap aman. Pada dua kejadian itu, Jakarta banjir besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, bagian saluran buang bisa dikatakan merupakan titik lemah. Analoginya adalah: seseorang yang dalam kondisi bugar tak akan mudah terinfeksi virus. Ketika kondisinya lemah akibat kurang tidur dan kelelahan, seseorang akan lebih mudah terserang penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutopo mencatat, secara global terdapat 78 persen bendungan jebol adalah tipe urukan, sedangkan tipe lainnya 22 persen. Adapun runtuhnya bendung di dunia, 38 persen akibat erosi buluh, 35 persen akibat peluapan air, 21 persen fondasi jebol, dan 6 persen karena longsoran dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, untuk mengetahui secara tepat penyebab jebolnya tanggul, perlu dilakukan kajian lebih mendalam dengan meneliti faktor lainnya, seperti aktivitas pengerukan sedimen situ dengan ekskavator, atau hilangnya batu-batu di luar tanggul misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dengan mahal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana adalah arena belajar yang amat mahal. Mestinya pihak yang bertanggung jawab langsung atas Situ Gintung melakukan tugasnya dengan tepat. Masyarakat, sesuai amanat undangundang bencana, juga harus bertanggung jawab dengan melaporkan potensi bencana, sementara pemerintah harus membuka diri pada laporan masyarakat apa pun bentuknya, tertulis atau tidak tertulis. Mengabaikan laporan masyarakat hanya menunjukkan arogansi penguasa; masyarakat Situ Gintung sudah pernah melaporkan kerusakan tanggul pada dua tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, lembaga penelitian seperti BPPT dan lainnya sudah seharusnya dilibatkan untuk melakukan audit teknologi demi keamanan struktur pada situ-situ. Saat ini sudah ada sejumlah teknologi ciptaan mereka sendiri yang mampu mendeteksi kelayakan teknis sebuah bendung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa, masih ada 189 situ lain di Jabodetabek. Beberapa di antaranya perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan bencana. Pada akhirnya, keselamatan dan keamanan manusia semestinya diletakkan pada posisi teratas kebijakan pembangunan sehingga pada setiap pembangunan harus selalu disertakan analisis risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YUN&lt;br /&gt;Sumber : Kompas Cetak&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/04/01/05011699/tanggul.pemicu.dan.audit.teknologi#"&gt;http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/04/01/05011699/tanggul.pemicu.dan.audit.teknologi#&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-5789854622114272524?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/5789854622114272524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=5789854622114272524' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/5789854622114272524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/5789854622114272524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/04/tanggul-pemicu-dan-audit-teknologi.html' title='Tanggul, Pemicu, dan Audit Teknologi'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-2948132678343515894</id><published>2009-04-03T22:09:00.000+07:00</published><updated>2009-04-03T22:09:51.599+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengolahan Sampah'/><title type='text'>Bantar Gebang Dibenahi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/data/photo/2008/08/12/154123p.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="317" src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/08/12/154123p.jpg" width="420" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sampah Bantar Gebang&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 3 April 2009 | 06:24 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEKASI, KOMPAS.com - Setelah tertunda beberapa tahun, pembangunan industri pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantar Gebang, Bekasi, akhirnya dimulai, Kamis (2/4). Industri pengolahan itu akan mengubah sampah dari Jakarta menjadi kompos, biji plastik, dan listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Wali Kota Bekasi Mochtar Muhammad meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan industri pengolahan sampah. Pembangunan fasilitas industri pengolahan itu akan menjadikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang sebagai yang paling modern di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mochtar mengatakan, industri pengolahan yang dikelola oleh PT Godang Tua Jaya dan PT Navigat Energi Organik Indonesia itu mampu mengolah 4.500 ton sampah yang dikirimkan setiap hari. Sampah yang semula dikelola dengan sistem penimbunan atau sanitary land fill kini diubah menjadi produk-produk bernilai ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Sistem pengolahan sampah yang dibangun dengan dana investasi Rp 700 miliar itu, kata Mochtar, jauh lebih ramah lingkungan daripada sistem sanitary land fill. Tidak ada pencemaran lindi atau air sampah karena industri itu memiliki sistem pengolahan limbah cair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Industri ini juga memanfaatkan gas metan yang dihasilkan sampah untuk menjadi bahan bakar bagi pembangkit listrik. Gas metan dari TPST tidak lagi mencemari udara dan tidak merusak lapisan ozon,” kata Mochtar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangkit listrik di TPST Bantar Gebang mampu menghasilkan 26 megawatt listrik. Listrik itu akan dibeli oleh PLN dan masuk dalam jaringan distribusi Jabodetabek. Di sisi lain, industri pengolahan sampah tidak membutuhkan penambahan lahan secara berkala. Dengan demikian, Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak perlu repot memikirkan perluasan kawasan untuk menampung sampah baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perluasan lahan TPST sering menjadi masalah karena banyak protes dari masyarakat sekitar TPST. Lahan TPST seluas 108 hektar juga sering menjadi komoditas politik terkait dengan kompensasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menguntungkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fauzi Bowo memuji kerja sama Pemkot Bekasi untuk mewujudkan industri pengolahan sampah modern itu. Kerja sama itu bukan hanya menguntungkan kedua pemerintah, tetapi juga warga sekitar. ”Industri pengolahan sampah ini membuka lapangan kerja bagi 1.200 warga setempat sebagai tenaga pemilah sampah,” kata Fauzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola kerja sama antardaerah semacam ini akan dikembangkan di Tangerang. Pemprov DKI Jakarta dan Pemerintah Kabupaten akan membangun industri pengolahan sampah serupa di Ciangir, Tangerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika TPST Bantar Gebang untuk menampung dan mengolah sampah di Jakarta bagian timur, industri pengolahan sampah di Ciangir akan mengolah sampah dari Jakarta bagian barat. Pemprov DKI Jakarta dan mitra swasta juga sudah membangun industri pengolahan sampah di Cakung-Cilincing, Jakarta Utara, yang mampu mengolah 1.500 ton sampah menjadi kompos atau bahan bakar padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, kata Fauzi, Pemprov DKI Jakarta akan mencari kompensasi dari dunia internasional karena pengolahan sampah di TPST Bantar Gebang ramah lingkungan. Kompensasi dana internasional melalui mekanisme kredit karbon akan digunakan untuk menambah industri pengolahan sampah yang ramah lingkungan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/04/03/06245070/Bantar.Gebang.Dibenahi."&gt;http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/04/03/06245070/Bantar.Gebang.Dibenahi.&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-2948132678343515894?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/2948132678343515894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=2948132678343515894' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/2948132678343515894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/2948132678343515894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/04/bantar-gebang-dibenahi.html' title='Bantar Gebang Dibenahi'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-9073686262455431444</id><published>2009-04-01T10:04:00.000+07:00</published><updated>2009-04-01T10:04:39.928+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Air'/><title type='text'>Botol Plastik + Sinar Matahari = Air Minum</title><content type='html'>&lt;span style="color: black; font-family: Garamond; font-size: medium;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times; font-size: small;"&gt;Oleh :&amp;nbsp;Richel Langit-Dursin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #666666; font-family: Garamond; font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Garamond; font-size: small;"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; font-size: 12pt;"&gt;JAKARTA&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; font-size: 12pt;"&gt; (IPS) - BOTOL-BOTOL plastik dan sinar matahari dipakai warga Bintaro, Jakarta Selatan, untuk memenuhi kebutuhan keluarga terhadap air bersih untuk keperluan minum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga Bintaro, yang warga miskinnya kebanyakan tinggal dekat tempat pembuangan sampah di Jalan Bintaro Permai di Pesanggrahan, hanya bermodalkan botol-botol plastik bekas dan terik matahari untuk menghasilkan air, yang mereka pompa dari tanah, layak minum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami tak perlu mengeluarkan uang lagi untuk mendapatkan air minum yang bersih,” ujar Dewi, ibu rumahtangga berusia 29 tahun dengan tiga anak. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Seperti juga para tetangganya, Dewi mensterilkan air kotor itu dengan memasaknya. Dia membelanjakan Rp 45.000 untuk membeli 15 liter minyak tanah bersubsidi setiap bulan. Meski uang itu kelihatannya kecil, tapi sangat berarti bagi Dewi. Suaminya hanya berpenghasilan Rp 10.000 per hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga satu liter minyak tanah Rp 3.000. Di sejumlah tempat di &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, minyak menjadi langka sejak perusahaan minyak milik negara Pertamina mengurangi pasokannya sebagai upaya pemerintah mempromosikan penggunaan elpiji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dua bulan lalu Dewi menggunakan metode sterilisasi air yang murah dengan menjemurnya di bawah sinar matahari. Sejak itu, dia bisa menghemat uang untuk minyak tanah. Tidak seperti sebelumnya, Dewi sekarang hanya membeli enam liter minyak tanah per bulan untuk memasak. Uang yang bisa dia hemat dipakai untuk biaya sekolah putrinya yang berusia 12 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode tersebut, yang juga dikenal dengan proses menjemur air (solar water disinfection) atau SODIS, memungkinkan warga menghemat uang yang bisa dipakai untuk berobat. Menurut warga, anak-anak mereka jarang terkena diare. Seorang warga laki-laki percaya bahwa air hasil proses ini bisa mengobati diabetes. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini sama seperti air kemasan,” ujar Mulyani, kepala desa berusia 40 tahun, yang awalnya ragu dan takut meminum air yang dia sterilkan di bawah sinar matahari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 52 keluarga miskin di Bintaro Permai belajar metode hemat energi itu dari Emmanuel Foundation. Organisasi nonpemerintah ini didirikan oleh Emmanuel Laumonier, mantan mahasiswa Jakarta International School (JIS). Awalnya dia menolak terlibat dalam proyek pelayanan masyarakat. Tapi setelah bekerja di panti asuhan, dia memutuskan mencurahkan hidupnya untuk membantu sesama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Proses menjemur air tidaklah sulit,” ujar Mindy Weimer, mantan mahasiswa JIS yang menjadi direktur Program Air di Emmanuel Foundation. Mempromosikan akses ke air bersih hanyalah salah satu proyek lembaga ini. Organisasi ini juga menyediakan layanan pendidikan dan kesehatan untuk anak-anak yatim piatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan air bersih, warga harus membersihkan botol plastik yang bening, mengisinya dengan air, menutup rapat tutup botol, dan menjemurnya di bawah sinar matahari selama enam jam. Botol harus terisi penuh. Sebab, udara bisa membelokkan sinar ultraviolet dan menghalanginya untuk membunuh bakteri dalam air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika botol diletakkan di atas sepotong kain hitam, air akan menyerap panas lebih cepat. Karena miskin, warga menempatkan botol-botol itu di atap gubuk mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika warga belajar proses SODIS ini, mereka takjub bahwa sinar matahari bisa membunuh bermacam bakteri dalam air yang menyebabkan penyakit seperti diare, tipus, kolera, dan disentri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu masalah mereka adalah kekurangan botol-botol plastik. Sebab, mereka juga menjualnya untuk mendapatkan uang. Dewi, misalnya, hanya menggunakan tiga botol plastik, sementara keluarganya mengonsumsi sekitar empat botol air setiap hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika kami benar-benar kehausan, kami minum air tanah secara langsung,” ujar Dewi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan, sekitar 80 persen penduduk &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; mendapatkan air dari sumber yang tercemar. Air tanah di &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; terkontaminasi bakteri faecal coliform karena banyak warga tidak punya tempat pembuangan kotoran (septic tank). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontaminasi juga disebabkan oleh pipa yang berkarat, banyak di antaranya sudah dipakai selama 80 tahun –dipasang selama masa kolonial Belanda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data itu juga menunjukkan, lebih dari 100 juta orang &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; tidak memiliki akses air layak minum. Perusahaan-perusahaan air di Indonesia, negara berpenduduk keempat terbesar di dunia, hanya mampu melayani sekitar 40 persen rumahtangga perkotaan. Selebihnya bergantung pada sumber lain seperti sumur atau penjual air. Di daerah pedesaan, perusahaan air hanya melayani 10 persen rumahtangga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;Orang-orang&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, yang tidak memiliki akses air bersih, membeli air seharga Rp 25.000 per meter kubik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanitasi yang buruk menyebabkan sekitar 100.000 anak-anak meninggal dunia karena diare setiap tahun. Penyakit ini menempati urutan kedua sebagai penyebab kematian anak-anak di &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menerapkan metode SODIS, orang-orang di Indonesia memasak air, menggunakan sistem saringan keramik (ceramic filter system), atau membeli larutan sodium hypochlorite untuk mengatasi air yang terkontaminasi. Menurut Kementerian Kesehatan, dari semua metode penanganan air itu, memasak air paling populer. Lebih dari 90 persen penduduk melakukannya setiap hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, menurut Zainal Nampira, kepala subdirektorat Penyehatan Air di Kementerian Kesehatan, memasak air menyebabkan polusi udara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Asap dari pembakaran minyak tanah atau katu bakar menyebabkan iritasi mata dan masalah pada paru-paru,” ujar Nampira. Dia menambahkan, organisme penyebab penyakit tidak mati jika air tidak dimasak dengan benar. Untuk membuatnya aman diminum, air harus dibiarkan mendidik selama satu menit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski hemat biaya, menjemur air saat ini hanya dipraktikkan oleh sedikit komunitas. Orang &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang mampu membeli segalon air mineral, yang harganya sekitar Rp 9.000. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar &lt;st1:city w:st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;, metode sederhana itu diterapkan oleh sejumlah warga &lt;st1:place w:st="on"&gt;Yogyakarta&lt;/st1:place&gt; yang terkena gempa dan warga di provinsi Lombok Timur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu alasan yang membuat warga enggan menggunakan metode ini adalah prosesnya lama. Selama hari-hari cerah, mereka harus menunggu selama enam jam agar air dimurnikan. Tapi jika cuaca mendung, mereka harus membiarkan botol-botol plastik itu selama dua hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami tidak bisa mengandalkan cuaca. Terkadang hari tidak begitu cerah,” ujar Syarief, warga Tanjung Priok meratap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, musim penghujan jatuh pada bulan November dan berakhir pada bulan Maret. Tapi, warga &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; masih menerima hujan sampai bulan Juli. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan lainnya, orang &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, khususnya di Jawa, lebih suka minum teh panas. Maka, mereka memilih memasak air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alasan lain mengapa penduduk tidak suka menjemur air adalah bahwa mereka merasa metode ini hanya untuk orang miskin,” ujar Arum Wulandari, ahli kesehatan masyarakat dari Emmanuel Foundation. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk alasan kesehatan, lembaga ini tidak menganjurkan air hasil SODIS untuk konsumsi anak-anak di bawah usia dua tahun dan orang dengan HIV/AIDS. Sebab, mereka punya sistem kekebalan tubuh yang rendah. Lembaga ini juga belum melakukan riset yang cukup untuk meyakinkan bahwa proses SODIS ini efektif melawan penyakit polio. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menjemur air di bawah sinar matahari tidak membunuh seluruh bakteri,” ujar Wulandari. Dia menganjurkan penduduk yang menggunakan metode ini membersihkan botol-botol plastik sebelum mengisinya dengan air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga ini menemukan sejumlah warga di Tanjung Priok memakai botol-botol plastik berkali-kali tanpa membersihkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempromosikan penggunaan metode ini, Emmanuel Foundation mendistribusikan buku-buku komik ke anak-anak sekolah, khususnya mereka yang tinggal di perkampungan miskin. “Kami percaya bahwa anak-anak bisa mempengaruhi orangtua mereka untuk mendapatkan air melalui pemurnian matahari,” ujar Mita Sirait, promotor kesehatan masyarakat dari lembaga ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku-buku komik itu menggambarkan seorang gadis sedang berlari-lari di lapangan dengan ayahnya. Setelah lelah berlari, gadis itu, Ani namanya, meminta ayahnya membeli air kemasan. Mereka meminum smapai tandas. Sang ayah akan melemparkan botol plastik yang sudah kosong itu tapi Ani mencegahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan botol ini kita bisa menyulap air mentah menjadi air yang sehat untuk diminum,” kata Ani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Ani menjelaskan proses membuat air sehat dengan sinar matahari dan dampak negatif minum air mentah, didasarkan apa yang dia telah pelajari dari gurunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika kita tidak punya sikat untuk membersihkan botol plastik itu, kita bisa menggunakan batang bambu atau kayu dan mengikatkan sehelai kain pada ujungnya,” ujarnya. Kisah pun berakhir dengan keluarga Ani yang hidup bahagia dan sehat.* &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Translated and edited by Budi Setiyono &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; *) Naskah ini dipublikasikan atas kerjasama Yayasan Pantau dan IPS.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Garamond; font-size: medium;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Garamond; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.pantau.or.id/inc/printberitakerjasama.php?id=82"&gt;http://www.pantau.or.id/inc/printberitakerjasama.php?id=82&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-9073686262455431444?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/9073686262455431444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=9073686262455431444' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/9073686262455431444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/9073686262455431444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/04/botol-plastik-sinar-matahari-air-minum.html' title='Botol Plastik + Sinar Matahari = Air Minum'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-3945528181250447525</id><published>2009-03-30T22:04:00.001+07:00</published><updated>2009-03-30T22:09:40.364+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lowongan Pekerjaan'/><title type='text'>Lowongan Kerja</title><content type='html'>&lt;b&gt;PT Wira Bhumi Sejati&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Expiry date: April 06, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• PROJECT MANAGER COAL MINING (PM)&lt;br /&gt;• SAFETY MANAGER (SM)&lt;br /&gt;• HRD OFFICER (Code: HR)&lt;br /&gt;• PLANT SUPERVISOR (PS)&lt;br /&gt;• SURVEYOR (Code: SY)&lt;br /&gt;• MINE PLANNING &amp; ENGINEERING (ME)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;• PROJECT MANAGER COAL MINING (PM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Job Description &amp; Qualification:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Reporting to Operation Manager&lt;br /&gt;• This position responsible for managing a Mining Project&lt;br /&gt;• Manage all aspects of mining including Production, Plant, Finance, SH&amp;E, GA, &amp; HR accordingly to the Project s KPIs &amp; target&lt;br /&gt;• ensure all operational aspects of mining including mine planning &amp; other contractual issues being managed externally with Mining Owner&lt;br /&gt;• Male and age max 45 years old&lt;br /&gt;• Mining degree with GPA min 2.8&lt;br /&gt;• 5 (five) years professional experience in similar&lt;br /&gt;• Fluent in English both written and spoken&lt;br /&gt;• Good attitude, honest, self-motivated, team player, leadership, strong analysis, conceptual thinking&lt;br /&gt;• Have communication skill &amp; ability to establish an effective communication internally with team and externally with Mining Owner&lt;br /&gt;• Based in South Kalimantan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• SAFETY MANAGER (SM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Job Description &amp; Qualification:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Reporting to Business Development Director this position will be responsible to develop and implement all aspects of safety and training, accident prevention, safety performance report, and accident and incident investigation for the mining operations&lt;br /&gt;• Male and age max 35 years old&lt;br /&gt;• Degree or diploma in Mining/Occupational Health and Safety/Environmental Engineering with GPA min 2.8&lt;br /&gt;• Minimum 5 (five) years professional experience&lt;br /&gt;• Knowledge of HSE and OHSAS 18001&lt;br /&gt;• Fluent in English both written and spoken&lt;br /&gt;• Good attitude, honest, self-motivated, team player, leadership, strong analysis, conceptual thinking&lt;br /&gt;• Have communication skill &amp; ability to establish an effective communication with team&lt;br /&gt;• Willing to be placed at any places in Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• HRD OFFICER (Code: HR)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qualification:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Female and age max 30 years old&lt;br /&gt;• Psychology degree with GPA min 2.8&lt;br /&gt;• Minimum 2 (two) years professional experience&lt;br /&gt;• Fluent in English both written and spoken&lt;br /&gt;• Good attitude, honest, self-motivated, team player, leadership, strong analysis, conceptual thinking&lt;br /&gt;• Have communication skill &amp; ability to establish an effective communication with team&lt;br /&gt;• Willing to be placed at any places in Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• PLANT SUPERVISOR (PS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Job Description &amp; Qualification:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Reporting to Plant Superintendent&lt;br /&gt;• Responsible to develop maintenance planning and schedule&lt;br /&gt;• Male and age max 30 years old&lt;br /&gt;• Degree in Mechanical with GPA min 2.8&lt;br /&gt;• Minimum 2 (two) years professional experience&lt;br /&gt;• Fluent in English both written and spoken&lt;br /&gt;• Good attitude, honest, self-motivated, team player, leadership, strong analysis, conceptual thinking&lt;br /&gt;• Have communication skill &amp; ability to establish an effective communication with team&lt;br /&gt;• Willing to be placed at any places in Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• SURVEYOR (Code: SY)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qualification:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Male and age max 35 years old&lt;br /&gt;• Geodetic degree or diploma from with GPA min 2.8&lt;br /&gt;• Minimum 2 (two) years professional experience&lt;br /&gt;• Fluent in English both written and spoken&lt;br /&gt;• Good attitude, honest, self-motivated, team player, leadership, strong analysis, conceptual thinking&lt;br /&gt;• Have communication skill &amp; ability to establish an effective communication with team&lt;br /&gt;• Willing to be placed at any places in Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• MINE PLANNING &amp; ENGINEERING (ME)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Job Description &amp; Qualification:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Work closely with Operation Manager &amp; Project Manager&lt;br /&gt;• Responsible to support projects with short and long term mine planning and other mining engineering aspects, set up a production standard, continuously monitor the achievement gap and analyze necessary improvement action&lt;br /&gt;• Mining or Geological Engineering degree&lt;br /&gt;• Minimum 2 (two) years professional experience&lt;br /&gt;• Have mining operation technical skill&lt;br /&gt;• Ability to analyze mine planning from Mining Owner &amp; creating an effective mining sequence&lt;br /&gt;• Ability to operate mining software&lt;br /&gt;• Based in South Kalimantan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Please send your application letter completed with a comprehensive resume, recent photograph, and work reference to the address below or email to :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hrd@wbs.co.id&lt;br /&gt;or&lt;br /&gt;HRD PT Wira Bhumi Sejati&lt;br /&gt;Jl. Gayung Sari Barat No. 9&lt;br /&gt;Surabaya 60231&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://md-jobs.blogspot.com/2009/03/pt-wira-bhumi-sejati.html"&gt;http://md-jobs.blogspot.com/2009/03/pt-wira-bhumi-sejati.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-3945528181250447525?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/3945528181250447525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=3945528181250447525' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/3945528181250447525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/3945528181250447525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/03/lowongan-kerja.html' title='Lowongan Kerja'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-3418233678680673788</id><published>2009-03-30T21:36:00.000+07:00</published><updated>2009-03-30T21:36:54.267+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mikro Organisme'/><title type='text'>Ditemukan Spesies Mampu Hidup di Air Mendidih</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/data/photo/2008/04/16/195156p.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="315" src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/04/16/195156p.jpg" width="420" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://sains.kompas.com/read/xml/2009/03/28/13210285/ditemukan.spesies.mampu.hidup.di.air.mendidih#" style="color: #666666; font-family: arial; font-size-adjust: none; font-size: 9px; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; text-decoration: none;"&gt;NASA Goddard Space Flight Center&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Bumi dipotret dari ruang angkasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sabtu, 28 Maret 2009 | 13:21 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NEW DELHI, KOMPAS.com — Beberapa ilmuwan India telah menemukan mikro-organisme yang disebut "extremophiles", yang dapat bertahan hidup di dalam air mendidih dan radiasi sinar ultraviolet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut laporan tabloid setempat Mail Today, para ilmuwan tersebut menemukan mikro-organisme itu pada ketinggian 40 kilometer di atas permukaan Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian dipimpin ilmuwan dari Center of Cellular and Microbiology di kota Hyderabad, India Selatan, S Shivaji. Ia telah meneliti bakteri di Antartika, Samudera Kutub Utara, dan Gletser Himalaya. "Ketiga spesies baru yang ditemukan sekarang dapat dibedakan dari semua spesies yang sejauh ini dilaporkan di dalam catatan ilmiah," kata surat kabar tersebut, yang mengutip keterangan Shivaji.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Bakteri itu dapat bertahan pada radiasi ultraviolet dosis lebih tinggi, tumbuh di dalam kondisi gizi rendah, dan memiliki susunan asam lemak yang memungkinkan mereka bertahan hidup dalam kondisi ekstrem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesies baru itu kini diisolasi. Semua spesies tersebut dikumpulkan dari ketinggian antara 20 kilometer dan 41,4 kilometer pada April 2005, tetapi temuannya baru terjadi belum lama ini. Para ilmuwan mengatakan sulit untuk meramalkan bagaimana bakteri dapat bertahan hidup di lingkungan yang rendah oksigen semacam itu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian extremophiles menimbulkan pertanyaan mengenai kelangsungan hidup bentuk kehidupan. Itu dapat mengarah pada pengenalan lebih lanjut mengenai rangkaian baru dan menemukan beragam penerapan produk yang berlandaskan bioteknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ONO&lt;br /&gt;Sumber : Ant&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-3418233678680673788?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/3418233678680673788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=3418233678680673788' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/3418233678680673788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/3418233678680673788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/03/ditemukan-spesies-mampu-hidup-di-air.html' title='Ditemukan Spesies Mampu Hidup di Air Mendidih'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-8260482822779566523</id><published>2009-03-30T21:28:00.001+07:00</published><updated>2009-03-30T21:33:40.757+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengolahan Limbah'/><title type='text'>Daur Ulang Sampah Plastik di Lhokseumawe Dilirik Perusahaan Dunia</title><content type='html'>&lt;div class="tanggal"&gt;Kamis, 26 Maret 2009 | 20:23 WIB&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Laporan wartawan KOMPAS Khaerudin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; - Upaya daur ulang sampah plastik yang dilakukan Palapa Plastic Recycle Foundation, sebuah lembaga yang dibentuk masyarakat Lhokseumawe untuk mengatasi persoalan sampah plastik, kini mulai dilirik perusahaan pendaur ulang sampah plastik terbesar di dunia. Lembaga ini ditawari kesempatan mengekspor sampah plastik yang telah diolah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Chairman Palapa Plastik Recycle Foundation (PPRF) Baharudin Sanian, yayasannya menampung berbagai sampah plastik yang dikumpulkan pemulung. Berbeda dengan agen barang bekas, yayasan ini menurut Baharudin , memberdayakan pemulung dengan cara membantu mereka mengetahui nilai ekonomis sampah plastik. Jika sebelumnya pemulung menyerahkan sampah plastik berbagai jenis dalam bentuk aslinya, yayasan membantu pemulung memisahkan berbagai jenis sampah plastik tersebut sesuai unsur kimianya masing-masing.&lt;/p&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;"Dengan cara membagi semua jenis sampah plastik menurut unsur kimianya masing-masing, secara langsung membuat harga jual sampah plastik tersebut meningkat. Dulu ketika pemulung menyerahkan sampah plastik dalam bentuk utuh dan berca mpur baur, dihargai oleh agen pengumpul hanya Rp 1000 perkilogram. Tetapi ketika sampah plastik tersebut mulai dibagi dan dikelompokan sesuai unsur kimianya, harganya meningkat berkali lipat," ujar Baharudin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mencontohkan, satu botol minuman bisa terdiri dari dua jenis sampah plastik yang berbeda, botol dan tutupnya. Ketika keduanya dipisahkan dan digabungkan dengan jenis yang sama, maka harga sampah plastik tersebut bisa lebih mahal dibanding saat pemulung menjual botol dan tutupnya tak terpisah. "Kami butuh waktu sampai dua tahun membuat pemulung tahu membedakan jenis-jenis sampah plastik," ujar Baharudin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;PPRF kini memiliki sebuah tempat penampungan dan pabrik pengolahan sampah plastik. Pabrik ini berfungsi menggiling sampah-sampah plastik yang telah dipisahkan ke dalam berbagai jenis, menjadi serpihan kecil atau plastic chips. "Kalau dijual dalam bentuk plastic chips ini, harganya lebih mahal lagi, " kata Baharudin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;PPRF menurut Baharudin sempat dibantu lembaga donor yang datang ke Lhokseumawe pascatsunami. Dari lembaga donor inilah, PPRF mendapatkan konsultasi bisnis dan dihubungkan dengan salah satu perusahaan pengolah sampah plastik terbesar di dunia yang berbasis di Hong Kong, Fukutomi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perwakilan Fukutomi telah datang ke Lhokseumawe dan tertarik dengan apa yang kami lakukan. Mereka meminta kami mengekspor sebesar dua kontainer sampah plastik yang telah digiling tersebut, ujar Baharudin sembari mengatakan, dalam sebulan PPRF bisa menjual 150 ton sampah plastik yang telah diolah ke pabrik pengolahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun upaya Baharudin dan PPRF mengatasi persoalan sampah plastik ini tak sepenuhnya didukung Pemerintah Kota Lhokseumawe. Mereka malah membebani PPRF agar membantu Pemkot menyediakan tempat sampah untuk berbagai jenis sampah berbeda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Padahal kami minta Pemkot agar mau mendidik masyarakat, membuang sampah dengan memilah jenisnya. Ini untuk membantu pemulung memungut sampah-sampah plastik, " ujar Public Outreach PPRF Surya Aslim. Surya mengatakan, upaya PPRF sebenarnya secara langsung telah membantu mengatasi persoalan sampah plastik di Lhokseumawe.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-8260482822779566523?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/8260482822779566523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=8260482822779566523' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/8260482822779566523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/8260482822779566523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/03/daur-ulang-sampah-plastik-di.html' title='Daur Ulang Sampah Plastik di Lhokseumawe Dilirik Perusahaan Dunia'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-8721639047475203989</id><published>2009-03-12T09:43:00.001+07:00</published><updated>2009-03-30T16:59:55.535+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Air'/><title type='text'>2025, Dunia Hadapi Krisis Air bersih</title><content type='html'>&lt;h6&gt;Sabtu, 7 Maret 2009 - 14:52 wib, Stefanus Yugo Hindarto - Okezone&lt;/h6&gt;&lt;h6&gt;&lt;/h6&gt;ISTANBUL - Ahli konservasi dunia memperkirakan dua dari tiga penduduk dunia akan kesulitan mendapatkan akses bersih pada tahun 2025. sebab itu, sebanyak 25.000 ahli konservasi akan berkumpul di Istanbul, Turki untuk membicarakan masalah kelangkaan air bersih tersebut dalam waktu dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan yang digagas International Union for Conservation of Nature (IUCN) tersebut mencoba untuk menyumbangkan pikiran dan gagasan untuk mendorong pemerintah disemua negara menerapkan kebijakkan yang tepat tentang permasalahan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perubahan iklim dan permasalahan krisis air jelas menjadi pembahasan utama dalam pertemuan mendatang, selain bencana seperti badai," kata kepala IUCN, Mark Smith seperti dilansir RedOrbit, Sabtu (7/3/2009).&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Sebelumnya,  seorang professor National University, Singapura, Wong Poh Poh telah mengungkapkan jika pada tahun 2050 setengah dari jumlah penduduk dunia diprediksi akan kesulitan mengakses ketersediaan air bersih pada 2050. Hal itu disebabkan Pengaruh perubahan iklim menjadi faktor utama berkurangnya stok air di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya di Asia bencana itu akan sangat mengerikan. Distribusi air menjadi tidak merata dan beberapa wilayah akan sangat sulit mengakses air bersih, terutama India dan China. Tingginya jumlah penduduk juga mendorong kedua negara itu kesulitan sumber air bersih.&lt;br /&gt;(srn)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-8721639047475203989?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/8721639047475203989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=8721639047475203989' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/8721639047475203989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/8721639047475203989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/03/2025-dunia-hadapi-krisis-air-bersih.html' title='2025, Dunia Hadapi Krisis Air bersih'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-600038452518887691</id><published>2009-03-12T09:17:00.000+07:00</published><updated>2009-03-12T09:17:12.178+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengolahan Sampah'/><title type='text'>Kunci Konversi Sampah ke Energi Listrik Ditemukan</title><content type='html'>JAKARTA--MI: Mimpi mengubah sampah dan limbah menjadi aliran listrik kian mendekati kenyataan, terlebih ketika para peneliti dari Universitas Minnesota Amerika Serikat menemukan kunci konversi sampah ke listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini hasil penelitian tim Universitas Minnesota mendapati bahwa organisme bakteri yang mampu menghasilkan listrik bisa ditingkatkan produksi energinya dengan pasokan riboflavin - yang lazimnya dikenal dengan vitamin B-2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakteri penghasil listrik itu bernama Shewanella, seringnya didapati di air dan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bakteri ini bisa mengubah asam susu (lactic acid) menjadi listrik,” kata Daniel Bond dan Jeffrey Gralnick dari Jurusan Mikrobiologi Institut Bio-Teknologi Universitas Minnesota yang memimpin penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini sangat membahagiakan buat kami, karena menuntaskan teka-teki biologi yang sangat fundamental," kata Bond.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, "Para pakar selama sudah bertahun-tahun mengetahui bahwa Shewanella bisa menghasilkan listrik. Dan sekarang kami tahu bagaimana bakteri ini melakukannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan ini juga berarti bakteri Shewanella bisa memproduksi energi lebih banyak lagi bisa riboflavin ditingkatkan jumlahnya. Selain itu penelitian tim Universitas Minnesota ini juga membuka peluang bagi berbagai inovasi di bidang energi terbarukan dan pembersihan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Proceedings of the National Academy of Sciences edisi 3 Maret 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim penelitian yang lintas-disiplin ilmu ini menunjukkan bahwa bakteri tumbuh di elektroda yang secara alamiah menghasilkan riboflavin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena riboflavin sanggup membawa elektron dari sel-sel hidup ke elektroda, maka angka produksi listrik pun bisa ditingkatkan menjadi 370 persen saat riboflavin ditambah jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penambahan bahan bakar mikroba ini menggunakan bakteri serupa yang bisa menghasilkan listrik untuk membersihkan limbah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bakteri bisa membantu kita menurunkan biaya pabrik pengelolaan limbah air," kata Bond.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi untuk aplikasi yang lebih ambisius seperti listrik untuk transportasi rumah atau bisnis, masih kata Bond, dibutuhkan temuan ilmu biologi yang lebih mutahir dan pasokan bahan bakar sel yang lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu timbul pertanyaan, "Bagaimana bakteri ini bisa menghasilkan listrik?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara alamiah, bakteri seperti Shewanella butuh mendapatkan dan melarutkan benda-benda logam seperti besi. Dengan kemampuan mengarahkan secara langsung elektron ke logam, membuat bakteri ini bisa mengubah kadar kimia dan tingkat ketersediaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bakteri sudah sejak miliar tahun lalu mengubah kadar kimia di lingkungan hidup kita," kata Gralnick.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemampuan mereka membuat besi menjadi zat yang terlarutkan adalah kunci dari proses siklus logam di lingkungan dan memainkan peran yang sangat penting buat kehidupan di Bumi," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses ini bisa berlaku terbalik untuk menghindari logam terkena kerosi, teruma buat logam-logam di kapal laut. (Ant/OL-06)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-600038452518887691?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/600038452518887691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=600038452518887691' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/600038452518887691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/600038452518887691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/03/kunci-konversi-sampah-ke-energi-listrik.html' title='Kunci Konversi Sampah ke Energi Listrik Ditemukan'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-929734593351941204</id><published>2009-03-12T09:07:00.002+07:00</published><updated>2009-03-12T09:17:45.728+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengolahan Limbah'/><title type='text'>Mobil Plasma Pengolah Limbah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.lintasberita.com/media/bdf1d53bf9875aee1e3363f68eb66d9c.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="140" src="http://www.lintasberita.com/media/bdf1d53bf9875aee1e3363f68eb66d9c.jpg" style="cursor: move;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;"Tirta Aji" berarti air berharga. Itulah label yang disematkan Heri Karnoto pada produk alkohol bikinannya. Lelaki 52 tahun itu mengelola perusahaan keluarga warisan kakeknya, Kerto Saiman, yang beroperasi sejak 1950-an. Industri alkohol rumahan di Desa Ngombaan, Sukoharjo, Jawa Tengah, itu setiap bulan menghasilkan 100 liter alkohol berkadar 70% hingga 90%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heri memasarkan alkoholnya ke sejumlah rumah sakit dan apotek di pelbagai kota di Jawa Tengah. Ia membuat alkohol dengan bahan baku tetes tebu yang difermentasi. Lumayan rumit untuk memproduksi alkohol itu. Tetes tebu diperam selama tujuh hari dan disuling hingga tiga kali untuk memperoleh alkohol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gatra.com/images/gambar/258/35.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://www.gatra.com/images/gambar/258/35.jpg" style="cursor: move;" width="140" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah alkohol dihasilkan, muncul persoalan, yakni limbah dalam jumlah besar yang baunya menyengat. "Dari 100 liter produk alkohol, limbahnya mencapai enam kali lipat," kata Heri. Dulu ia membuang limbah alkoholnya ke Sungai Samin, yang terletak sekitar 50 meter di belakang rumahnya. Karena mencemari lingkungan, pemerintah melarang Heri membuang limbahnya ke sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak empat tahun silam, Heri harus mengangkut limbah cair itu dengan drum ke instalasi pengolahan limbah di desanya. Ada dua instalasi pengolah limbah (IPAL) di Desa Ngombaan, masing-masing berkapasitas 5 meter kubik untuk 50-an industri rumah tangga. IPAL komunal ini memang dimaksudkan untuk menjembatani persoalan limbah industri kecil di Sukoharjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini ada sekitar 20 IPAL komunal yang dibangun di sana. "Mereka tidak mungkin membangun unit pengolah limbah sendri," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sukoharjo, Sri Hardiman Eko Yulianto. Namun instalasi IPAL komunal itu belum cukup untuk menuntaskan pencemaran air di Sukoharjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula ketika dikembangkan pengolahan limbah menjadi biogas. "Tidak semua limbah bisa diolah," ujar Sri Hardiman. Sebab jumlah industri kecil di Sukoharjo mencapai 14.807 perusahaan. "Jadi, perlu terobosan untuk mengatasi persoalan limbah ini," ia menegaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik terang datang pada saat Hardiman mengunjungi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam rangka Pekan Lingkungan Hidup, Juni 2006. Dia tertarik pada temuan Anto Tri Sugiarto, berupa pengolahan limbah dengan teknologi plasma yang hemat biaya dan minim tempat. Setelah memperoleh cerita tentang kendala limbah yang dihadapi Sukoharjo, Anto pun menyiapkan konsep IPAL keliling.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;"Saya langsung menyatakan berminat," kata Hardiman. Meskipun, ia harus merogoh kocek lebih dalam, karena satu unit IPAL keliling membutuhkan dana Rp 450 juta. Hardiman kemudian menyurati Menteri Lingkungan Hidup, 11 April 2008, minta izin menggunakan dana alokasi khusus (DAK) untuk pengadaan unit pengolah limbah keliling itu. Menteri Lingkungn Hidup menyetujui sebagian DAK, Rp 856 juta, untuk pengadaan IPAL keliling tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hardiman memesan IPAL mobile kepada PT Pasadena Engineering Indonesia, perusahaan yang ditunjuk Anto Tri Sugiarto sebagai pemegang hak paten IPAL teknologi plasma di Japan Office Patent No. 4111858. "Pembuatannya membutuhkan waktu 90 hari," tutur Anto. Pada 7 Januari lalu, dua unit IPAL pun diluncurkan di Kabupaten Sukoharjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga bagian utama pada mesin pengolah limbah ini. Yang utama adalah tabung oksidasi, kemudian tabung koagulasi sedimen, dan tabung filter. Air limbah yang disedot menggunakan pompa masuk ke tabung oksidasi. Di tabung ini, limbah organik dioksidasi menjadi gas, sehingga semua limbah organik terurai menjadi gas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan zat anorganik, semacam zat besi, masuk tabung koagulasi sedimen yang di dalamnya terdapat aluminium sulfat atau tawas. Zat-zat itu mengendap ketika masuk tabung sedimen. Sedangkan airnya mengalir ke tabung filtrasi berupa karbon filter, sehingga segala polutan terserap. Air yang keluar berupa air bersih. "Jernihnya melebihi air mineral," kata Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IPAL keliling itu, menurut Hardiman, memang diperlukan Sukoharjo. Sebab banyak industri kecil dan menengah yang belum memiliki instalasi pengolah limbah yang representatif. "Adanya mesin itu setidaknya bisa jadi solusi, terutama dalam mengendalikan pencemaran air yang selama ini banyak terjadi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat itu sekarang memang belum beroperasi, kata Hardiman, karena memang masih dalam tahap sosialisasi. Selain itu, dia berencana melakukan modifikasi ulang. IPAL yang ada berupa seperangkat alat dalam boks beroda dua. Untuk menjalankannya, alat ini ditarik dengan mobil. Ini dipandang kurang gesit beroperasi di lapangan. "Ke depan bakal menyatu dengan mobil, seperti mobil boks," ujar Hardiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tahap perkenalan, menurut Hardiman, akan diberikan layanan gratis sesuai dengan permintaan. Untuk selanjutnya dimungkinkan ada retribusi yang mesti ditanggung kalangan industri sebagai pengganti biaya operasional. "Tidak besar, anggap saja ganti bensin," katanya. Untuk itu, perlu dikeluarkan peraturan bupati sebagai dasar penarikan retribusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IPAL keliling di Sukoharjo merupakan yang pertama di Indonesia. Teknologi plasma ini diteliti Anto Tri Sugiarto ketika kuliah di Jepang pada 1998. Pada saat kembali ke Indonesia, lima tahun kemudian, ia menerapkannya dalam bentuk prototipe. Baru pada 2005 diciptakan mesin pengolah limbah teknologi plasma untuk perusahaan-perusahaan besar. "Tapi itu tidak bergerak, seperti IPAL tradisional," kata Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihannya, dengan model ciptaannya, instalasi tidak membutuhkan lahan yang luas. Tidak ada limbah sebagaimana IPAL tradisional. Anto memang menciptakan IPAL mobile didasarkan atas kebutuhan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Ia mendapat informasi bahwa di Sukoharjo banyak industri menengah dan kecil. Industri semacam ini biasanya tidak memiliki unit pengolah limbah sendiri. Sebab lahan mereka sempit untuk membangun pengolah limbah tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, duperlukan biaya besar. Padahal, limbah yang dihasilkan tergolong sedikit. "IPAL mobile ini cocok untuk kondisi semacam itu," katanya. Tak lama berselang setelah di Sukoharjo, Anto membuat IPAL mobile sejenis pesanan sebuah perusahaan elektronik di Kudus, dengan kapasitas 3 meter kubik, yang dimodifikasi dengan truk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Anto, IPAL mobile dengan teknologi plasma di Sukoharjo mampu mengolah semua jenis limbah organik. Misalnya limbah rumah tangga, rumah sakit, hotel, pabrik, dan perusahaan tekstil. "Yang tidak bisa cuma untuk industri logam karena itu limbah anorganik," kata Anto pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tidak menghasilkan limbah, menurut Anto, hasil akhirnya berupa air bersih siap saji setara dengan produksi air mineral. Teknologi plasma yang diterapkan pada IPAL ciptaannya mampu bekerja dan menetralkan bakteri serta membasmi zat kimia berbahaya. Selain ramah lingkungan, IPAL ini pun tergolong murah biaya operasionalnya. "Satu meter kubik limbah hanya membutuhkan daya listrik 300 watt atau sama dengan rice cooker," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rohmat Haryadi dan Syamsul Hidayat&lt;br /&gt;[Lingkungan, Gatra Nomor 13 Beredar Kamis, 5 Februari 2009] &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-929734593351941204?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/929734593351941204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=929734593351941204' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/929734593351941204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/929734593351941204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/03/obil-plasma-pengolah-limbah.html' title='Mobil Plasma Pengolah Limbah'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-1381033512830733590</id><published>2009-03-12T08:57:00.000+07:00</published><updated>2009-03-12T08:57:07.193+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengolahan Limbah'/><title type='text'>UPT Balai Litbang Biomaterial - LIPI  Unit Pelaksana Teknis Balai Penelitian dan Pengembangan Biomaterial, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia  Pengolahan Limbah Cangkang Udang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://biomaterial-lipi.org/blog2/wp-content/uploads/2009/02/cangkang-udang1-150x150.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://biomaterial-lipi.org/blog2/wp-content/uploads/2009/02/cangkang-udang1-150x150.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Udang adalah komoditas andalan sektor perikanan yang umumnya diekspor dalam bentuk beku. Adapun Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor udang terbesar di dunia dengan nilai ekspor antara 850 juta sampai 1 miliar dollar AS per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data Direktorat Jenderal Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan menunjukkan bahwa areal tambak udang nasional pada tahun 2003 seluas 478.847 hektar (ha) dengan volume produksi 191.723 ton atau 400 kilogram (kg) per hektar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tahun 2004 ditargetkan usaha itu pada areal 328.425 ha dengan produksi 226.553 ton atau 690 kg per hektar. Setahun berikutnya pada areal seluas 397.398 ha dengan produksi 251.599 ton atau hanya 660 kg per hektar. Tahun 2006 seluas 480.850 ha dan 281.901 ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2007 seluas 581.825 ha dan 318.565 ton, tahun 2008 seluas 704.013 ha dengan produksi 362.935 ton atau 510 kg per ha, serta tahun 2009 luas areal budidaya udang mencapai 851.852 ha serta volume produksi yang ditargetkan sebanyak 416.616 ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar udang yang dibudidayakan adalah jenis udang windu. Namun, pada dekade terakhir ini banyak yang mulai beralih ke jenis udang lain, yaitu udang vannamei (vannamei booming). Sebab, dari hasil penelitian, jenis ini lebih tahan dari serangan penyakit white spot yang banyak menyerang udang jenis lain, seperti udang windu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia saat ini ada sekitar 170 pengolahan udang dengan kapasitas produksi terpasang sekitar 500.000 ton per tahun. Dari proses pembekuan udang (cold storage) dalam bentuk udang beku headless atau peeled untuk ekspor, 60-70 persen dari berat udang jadi limbah (bagian kulit dan kepala).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan, dari proses pengolahan oleh seluruh unit pengolahan yang ada, akan dihasilkan limbah sebesar 325.000 ton per tahun. Limbah sebanyak itu, jika tidak ditangani secara tepat, akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sebab limbah tersebut dapat meningkatkan biological oxygen demand dan chemical oxygen demand. Sedangkan selama ini pemanfaatan limbah cangkang udang hanya terbatas untuk campuran pakan ternak saja, seperti itik, bahkan sering dibiarkan membusuk.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Ada peluang besar dalam inovasi pengolahan limbah cangkang udang yang berbasis bioindustri perikanan dan kelautan. Sebab, limbah tersebut merupakan sumber potensial pembuatan kitin dan khitosan, yakni biopolimer yang secara komersial potensial dalam berbagai bidang dan industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitin dan khitosan merupakan bahan dasar dalam bidang biokimia, enzimologi, obat-obatan, pertanian, pangan gizi, mikrobiologi, pertanian, industri membran (film), tekstil, kosmetik, dan lain sebagainya. Di luar negeri, teknologi pengolahan limbah cangkang udang ini sudah sangat maju sehingga mereka mampu menghasilkan produk khitosan dengan berbagai variasi dan kegunaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cangkang udang jenis udang windu mengandung zat kitin sekitar 99,1 persen (paling besar dari jenis udang lainnya). Dengan teknologi sederhana dan bahan-bahan yang cukup murah, serta mudah didapatkan di dalam negeri, dalam proses pengolahan limbah cangkang udang tersebut akan dihasilkan kitin dan khitosan yang cukup berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun teknologi pengolahan tersebut dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demineralisasi. Limbah cangkang udang dicuci dengan air mengalir dan dikeringkan di bawah sinar matahari sampai kering, kemudian dicuci dalam air panas dua kali lalu direbus selama 10 menit. Tiriskan dan keringkan. Bahan yang sudah kering lalu digiling sampai menjadi serbuk ukuran 40-60 mesh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dicampur asam klorida 1 N (HCl 1 N) dengan perbandingan 10 : 1 untuk pelarut dibandingkan dengan kulit udang, lalu diaduk merata sekitar 1 jam. Biarkan sebentar, kemudian panaskan pada suhu 90°C selama satu jam. Residu berupa padatan dicuci dengan air sampai pH netral dan selanjutnya dikeringkan dalam oven pada suhu 80°C selama 24 jam atau dijemur sampai kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deproteinasi. Limbah udang yang telah dimineralisasi dicampur dengan larutan sodium hidroksida 3,5 persen (NaOH 3,5 persen) dengan perbandingan antara pelarut dan cangkang udang 6 : 1. Aduk sampai merata sekitar 1 jam. Selanjutnya biarkan sebentar, lalu dipanaskan pada suhu 90°C selama satu jam. Larutan lalu disaring dan didinginkan sehingga diperoleh residu padatan yang kemudian dicuci dengan air sampai pH netral dan dikeringkan pada suhu 80°C selama 24 jam atau dijemur sampai kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deasetilisasi kitin menjadi khitosan. Khitosan dibuat dengan menambahkan sodium hidroksida (NaOH) 50 persen dengan perbandingan 20 : 1 (pelarut dibanding kitin). Aduk sampai merata selama 1 jam dan biarkan sekitar 30 menit, lalu dipanaskan selama 90 menit dengan suhu 140°C. Larutan kemudian disaring untuk mendapatkan residu berupa padatan, lalu dilakukan pencucian dengan air sampai pH netral, kemudian dikeringkan dengan oven suhu 70°C selama 24 jam atau dijemur sampai kering. Bentuk akhir dari khitosan bisa berbentuk serbuk maupun serpihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ekstrasi kitin dari limbah cangkang udang rendemennya sebesar 20 persen, sedangkan rendemen khitosan dari kitin yang diperoleh adalah sekitar 80 persen. Maka dari itu, dengan mengekstrak limbah cangkang udang dengan mengacu pada kapasitas produksi terpasang udang nasional sekitar 500.000 ton per tahun yang masih bisa ditingkatkan dari seluruh unit pengolahan udang yang tersebar di Indonesia yang mampu menghasilkan limbah sebanyak 325.000 ton per tahun, maka akan diperoleh kitin sekitar 65.000 ton per tahun yang apabila diproses lagi akan diperoleh khitosan sekitar 52.000 ton per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi ekonomi, pemanfaatan kitin maupun khitosan dari limbah cangkang udang untuk bahan utama dan bahan pendukung dalam berbagai bidang dan industri sangat menguntungkan karena bahan bakunya berupa limbah dan berasal dari sumber daya lokal (local content).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;–&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Kurnia Wiji Prasetiyo, S.Hut., Staff Peneliti di UPT Balai Litbang Biomaterial, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Artikel ini juga terbit di KOMPAS pada tanggal 15 Mei 2006.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-1381033512830733590?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/1381033512830733590/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=1381033512830733590' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/1381033512830733590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/1381033512830733590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/03/upt-balai-litbang-biomaterial-lipi-unit.html' title='UPT Balai Litbang Biomaterial - LIPI  Unit Pelaksana Teknis Balai Penelitian dan Pengembangan Biomaterial, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia  Pengolahan Limbah Cangkang Udang'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-480853107358703610</id><published>2009-03-12T08:28:00.000+07:00</published><updated>2009-03-12T08:28:41.700+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wirausaha'/><title type='text'>Kementerian Lingkungan Hidup Sediakan Pinjaman Lunak UKM</title><content type='html'>Kementerian Lingkungan Hidup menyediakan pinjaman lunak demi membantu usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia untuk investasi lingkungan. Bantuan tersebut bekerja sama dengan pemerintahan Jepang dan Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini seperti dipaparkan Deputi Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Pembinaan Sarana Teknis dan Peningkatan Kapasitas, Sudaryono, saat seminar program pinjaman lunak lingkungan, di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (24/2/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UKM tersebut dalam mengelola lingkungan tidak tersedia dana untuk pengadaan peralatan, pencegahan, dan pengendalian pencemaran. Ini menjadi masalah yang dihadapi UKM tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, pihak Kementerian Lingkungan Hidup mengadakan program pinjaman lunak ke para UKM ini. Pinjaman lunak tersebut dibagi menjadi empat program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni JBIC-PAE (dana pinjaman lunak berasal dari pemerintah Jepang melalui program Japan Bank for International Cooperation Polution Abatement Equipment) dari tahun 1992. Dengan dana alokasi sebesar Rp313 miliar, dana yang tersedia sebesar Rp15 miliar (status revolving di bank pelaksana), jenis kredit investasi, serta sistem penyaluran bank langsung.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Program kedua, IEPC-KfW I dana pinjaman lunak dari pemerintah Jerman melalui program industrial efisiensi and polution control atau IEPC-KfW tahap I yang sudah digelontorkan sejak 1997. Dengan status revolving di bank pelaksana, dana pinjaman ditujukan bagi UKM skala kecil dan menengah nasional yang memiliki aset kurang dari Rp8 miliar (di luar tanah dan bangunan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah pinjaman maksimum Rp3 miliar, dan suku bunga pinjaman 9-14 persen. Sementara jumlah alokasi dana sebesar 95 persen dan dana yang tersedia Rp42 miliar, serta jenis kredit investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program ketiga, IEPC-KfW tahap II, di mana dana pinjaman untuk UKM nasional yang memiliki aset kurang dari Rp10 miliar, jumlah pinjaman maksimum Rp5 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat suku bunga pinjaman tergantung bank penyalur dan sudah digelontorkan sejak 2005 pinjamannya, jumlah alokasi dana Rp110 miliar, dana tersedia Rp70 miliar, jenis kredit investasi dan modal kerja, sistem penyaluran menggunakan Apex Bank, serta masih menggunakan dana loan hingga 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan program keempat yakni debt for nature swap (dana pinjaman ini merupakan kerja sama antara pemerintah Jerman dengan Indonesia). Melalui KfW, dan pinjaman ditujukan bagi usaha kecil dan mikro dengan maksimum pinjaman Rp500 juta dengan sistem bagi hasil dan pinjaman ini ada sejak 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah alokasi dana Rp80 miliar, dana tersedia Rp35 miliar, jenis kredit investasi dan modal kerja, sistem penyaluran bank langsung, serta pinjaman ini masih menggunakan dana swap hingga 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(www.okezone.com)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-480853107358703610?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/480853107358703610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=480853107358703610' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/480853107358703610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/480853107358703610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/03/kementerian-lingkungan-hidup-sediakan.html' title='Kementerian Lingkungan Hidup Sediakan Pinjaman Lunak UKM'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-2585281752898493503</id><published>2009-03-12T08:19:00.000+07:00</published><updated>2009-03-12T08:19:45.246+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemanasan Global'/><title type='text'>Limbah Tambang Terus Cemari Lautan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Isu Pemanasan Global Bisa Menyesatkan&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/11/0933177p.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="317" src="http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/11/0933177p.jpg" style="cursor: move;" width="420" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ikan yang mati akibat perairan tercemar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Rabu, 11 Maret 2009 | 09:34 WIB&lt;br /&gt;Laporan wartawan KOMPAS Nawa Tunggal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang penyelenggaraan Konferensi Kelautan Dunia pada 11-15 Mei 2009 di Manado, Sulawesi Utara, Indonesia belum menunjukkan konsistensinya menjaga lingkungan kelautan. Aktivitas pertambangan tetap mencemari lautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikitnya sampai saat ini masih terdapat 340.000 ton limbah tambang yang terbuang ke laut dan mencemarinya hanya dari dua perusahaan asing terbesar yang beroperasi di wilayah Papua dan Nusa Tenggara Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dengan penyelenggaraan WOC (Konferensi Kelautan Dunia), masalah mendasar untuk menjaga lingkungan kelautan dari aspek pencemaran limbah tambang di Indonesia sendiri masih terabaikan. Euforia perubahan iklim membuat tersesat dan menjadikannya sebagai pencarian sumber dana baru atau skema finansial yang baru,” kata Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang Siti Maemunah, Selasa (10/3) di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Menurut Maemunah, substansi perusakan lingkungan kelautan akibat operasional tambang di Indonesia masih ditutupi. Tanpa ketegasan Indonesia, penyelenggaraan WOC diragukan akan mampu menyentuh substansi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Utang kerusakan ekologis kelautan oleh kegiatan pertambangan dari negara-negara lain tersebut tidak akan sebanding dengan dana-dana hibah asing untuk program rehabilitasi kelautan kita,” kata Maemunah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usulan konkret yang perlu disampaikan, menurut Maemunah, seperti yang pernah dihasilkan dalam Konferensi Internasional Pembuangan Tailing ke Laut di Manado pada 23-30 April 2001. Pada konferensi yang dihadiri delegasi 15 negara tersebut diserukan komitmen untuk menjaga kelestarian kelautan dengan menolak pembuangan limbah tambang sampai ke laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Perusahaan pertambangan selalu menyatakan limbah tambang secara teknis sudah ditangani di darat. Namun, pada kenyataannya laut tetap menjadi tempat sampah bagi pertambangan karena limbah terhanyut oleh air hujan,” kata Maemunah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencemaran dibahas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara terpisah, Sekretaris Panitia Nasional WOC Indroyono Soesilo mengatakan, dari 32 sesi simposium pada penyelenggaraan WOC nanti, tentu akan dibahas aspek pencemaran laut dari kegiatan pertambangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, fokus pada tema besar penyelenggaraan WOC akan tetap pada aspek peran dan pengaruh kelautan terhadap perubahan iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ada empat hal yang ingin diraih dari penyelenggaraan WOC ini,” kata Indroyono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat hal tersebut meliputi pembahasan kesepakatan tentang peran kelautan terhadap perubahan iklim global, dampak perubahan iklim global terhadap kelautan, program adaptasi dan mitigasi menghadapi perubahan iklim global, serta menggalang kerja sama internasional untuk mengatasi perubahan iklim global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kesepakatan tersebut yang akan dituangkan ke dalam Manado Ocean Declaration. Kegiatan pertambangan terkait dengan perubahan iklim dan kelautan sehingga masalah ini tetap akan dibahas,” kata Indroyono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambang dihentikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Maemunah mengatakan, bulan April 2009 ada kebijakan pemerintah atas desakan berbagai LSM untuk menghentikan kegiatan tiga perusahaan tambang yang mencemari laut di Waigeo, Kepulauan Raja Ampat, Papua. Perairan tersebut dikenal sebagai kawasan terkaya biodiversitasnya sedunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Meski penambangan dihentikan, pemulihan ekosistem tidak akan mudah,” ujar Maemunah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga menyebutkan, era otonomi daerah berimplikasi pada distribusi kewenangan yang tidak berpihak bagi lingkungan kelautan. Izin usaha penambangan di berbagai wilayah provinsi dan kabupaten atau kota cenderung bertambah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-2585281752898493503?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/2585281752898493503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=2585281752898493503' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/2585281752898493503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/2585281752898493503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/03/limbah-tambang-terus-cemari-lautan.html' title='Limbah Tambang Terus Cemari Lautan'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-2953170515706259913</id><published>2009-03-02T14:38:00.001+07:00</published><updated>2009-03-02T14:48:02.115+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Data Alumni'/><title type='text'>KELUARGA ALUMNI STTL YOGYAKARTA ANGKATAN 1997</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ka9jI_GMgYg/SauMa6xMmOI/AAAAAAAAADw/rbocCPt6v34/s1600-h/Graphic1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ka9jI_GMgYg/SauO9-MS5mI/AAAAAAAAAD4/KHKpkeMGis0/s1600-h/logo97.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_ka9jI_GMgYg/SauO9-MS5mI/AAAAAAAAAD4/KHKpkeMGis0/s320/logo97.jpg" style="cursor: move;" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Keluarga Alumni STTL Yogyakarta 1997 didirikan tanggal 10 Juni 2002, bertepatan dengan lulusan ”pertama” rekan-rekan Angkatan 1997. Pada waktu itu kami hanya ”mewajibkan” wisudawan 1997 untuk memberikan biodatanya kepada pengurus Angkatan 1997 karena Pengurus Alumni 1997 belum terbentuk. Namun setelah lulusan yang ketiga tahun 2004 akhirnya kami sepakat membentuk Keluarga Alumni STTL Yogyakarta 1997 dengan Pengurus ”seadanya” dan anggota alumni 12 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kepengurusan ”seadanya” itu, tidak mengurangi perjuangan kita untuk selalu berkomunikasi dan mencari informasi keberadaan rekan-rekan kita Alumni 1997, sehingga terbitlah BUKU ALUMNI STTL 1997 Edisi Ke 6 (mudah-mudahan bermanfaat bagi rekan semua). Kini jumlah alumni 1997 yang sudah terdata mencapai ratusan orang (hampir semua alumni 1997 terpantau), namun yang selalu aktif memperbaharui biodatanya hingga saat ini hanya sekitar 60%, mungkin karena biodata rekan-rekan tidak berubah atau karena setelah lulus berganti alamat, no tlp dll sehingga tidak dapat lagi dihubungi. Kedepan kami mengharap dukungannya terus sehingga data tersebut dapat terus diperbaharui dari tahun ke tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka PEMUTAHIRAN DATA Alumni STTL YOGYAKARTA 1997 Tahun 2009, dengan ini kami selaku pengurus meminta kepada seluruh anggota alumni 1997 segera mengirimkan kembali Biodata TERBARU untuk di up date.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data tersebut dapat rekan-rekan kirimkan melalui e-mail ke  adewahyudiyanto@yahoo.com selambat-lambatnya akhir maret 2009. Informasi ini dapat disampaikan kepada rekan-rekan lain agar segera mengirimkan biodata terbarunya. &lt;br /&gt;Bagi rekan yang sama sekali belum menginput data, dapat mengirimkan biodata ke alamat e-mail diatas yang berisi Nama, TTL, Alamat Rumah, Instansi Tempat Kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi rekan-rekan kami sarankan untuk bergabung ke situs pertemanan facebook.com atau friendster.com dan bergabung kedalam grups Alumni STTL’97 agar kami dapat berkomunikasi dan segala aktifitas, kritik serta saran dapat kita diskusikan bersama disana.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADE WAHYUDIYANTO&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-2953170515706259913?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/2953170515706259913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=2953170515706259913' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/2953170515706259913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/2953170515706259913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/03/keluarga-alumni-sttl-yogyakarta.html' title='KELUARGA ALUMNI STTL YOGYAKARTA ANGKATAN 1997'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ka9jI_GMgYg/SauO9-MS5mI/AAAAAAAAAD4/KHKpkeMGis0/s72-c/logo97.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-4215176756091496796</id><published>2009-03-01T11:12:00.003+07:00</published><updated>2009-03-01T11:20:55.507+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Ribuan Warga Yogyakarta Bersepeda Peringati SO 1 Maret 49</title><content type='html'>Yogyakarta - Ribuan warga Yogyakarta bersepeda bersama memperingati peristiwa Serangan Oemoem (SO) 1 Maret 1949. Acara tersebut dipusatkan di titik nol kilometer di simpang empat Kantor Pos Besar Yogyakarta di Jl Senopati, Minggu (1/3/2009) pukul 07.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara bertajuk sepeda bersama dan menjadikan Kota Yogya kembali sebagai kota sepeda itu diikuti berbagai komunitas dan klub sepeda di Yogyakarta seperti Komunitas Segosegawe (sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe), Jogja Onthel Community (JOC), Paguyuban Onthel Jogjakarta (Podjok), Komunitas Sepeda Low Rider, hingga Komunitas Guyub Rukun.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selain komunitas sepeda, acara juga diikuti para pelaku sejarah peristiwa SO 1 Maret dari Paguyuban Wehrkreise III Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berkumpul di Plaza Monumen Serangan Oemoem 1 Maret 49, peserta datang dari empat titik penjuru. Dari arah utara peserta berangkat dari Monumen Jogja Kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dari arah barat berangkat dari Demak Ijo, Jl Godean. Dari arah selatan dari gedung piramid Jl Parangtritis Sewon Bantul dan arah timur dari gedung Jogja Expo Center (JEC) Janti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengendarai berbagai jenis sepeda, para peserta juga mengenakan atribut jaman perjuangan serta berkalungkan janur kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di plaza monumen, peserta langsung disambut sejumlah anggota veteran/pelaku SO 1 Maret 49 bersama Walikota Yogyakarta Herry Zudianto. Di tempat itu juga digelar berbagai acara mengenang peristiwa SO 1 Maret yang telah menewaskan sekitar 300-an pejuang Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herry Zudianto dalam sambutannya mengatakan, bersepeda tidak hanya menjadikan badan sehat, namun juga upaya untuk mengatasi pemanasan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bersepeda tidak identik dengan kuno, tapi itu sikap modern warga Yogyakarta untuk ramah lingkungan," katanya. (bgs/mok)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Foto - foto bisa dilihat di :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://foto.detik.com/readfoto/2009/03/01/100527/1092254/157/1/bersepeda-peringati-so-1-maret-49"&gt;http://foto.detik.com/readfoto/2009/03/01/100527/1092254/157/1/bersepeda-peringati-so-1-maret-49&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-4215176756091496796?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/4215176756091496796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=4215176756091496796' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/4215176756091496796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/4215176756091496796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/03/ribuan-warga-yogyakarta-bersepeda.html' title='Ribuan Warga Yogyakarta Bersepeda Peringati SO 1 Maret 49'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-1133545273477004412</id><published>2009-02-26T23:02:00.001+07:00</published><updated>2009-02-26T23:03:09.219+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konservasi'/><title type='text'>Harimau Keluar, Jadi Sinyal Kerusakan Hutan</title><content type='html'>Kompas. Kamis, 26 Februari 2009 | 13:02 WIB&lt;br /&gt;Laporan wartawan Agnes Rita Sulistyawaty&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PADANG, KAMIS — Sejumlah kasus keluarnya harimau dari hutan merupakan tanda alam yang disampaikan si raja hutan tentang kerusakan lingkungan di dalam hutan. Kerusakan lingkungan itu bisa disebabkan perambahan hutan, pembalakan liar, hingga pembakaran hutan dan lahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Indra Arinal, Kamis (26/2), mengatakan, kerusakan hutan di Sumatera bagian tengah ini tergolong besar. Itulah salah satu pemicu sejumlah konflik antara harimau dan manusia yang terjadi serentak pada bulan Januari-Februari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik harimau-manusia yang sangat banyak di Sumatera Barat, Jambi, dan Riau, menunjukkan bahwa kondisi hutan sudah sangat rusak. "Hutan ini merupakan habitat hidup harimau. Kalau hutan tidak terganggu, harimau tidak akan mengambil risiko besar untuk keluar dari habitat mereka dan menampakkan diri ke pemukiman manusia," ujar Indra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Sumatera Barat, konflik harimau terjadi pada akhir Januari ketika harimau sumatera masuk ke permukiman warga Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, dan memangsa sejumlah ternak. Masih di Kabupaten Limapuluh Kota, keresahan masyarakat akan harimau menimbulkan ekses dukungan warga atas pemburuan harimau. Seorang pemburu harimau tertangkap Polsek Kapur IX Kabupaten Limapuluh Kota dua pekan silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Provinsi Riau, konflik harimau menyebabkan tiga ekor harimau mati, sementara enam orang tewas akibat diterkam harimau di Provinsi Jambi. Kejadian terjadi hanya dalam kurun waktu satu bulan saja.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Indra mengatakan, kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak pada penyakit saluran infeksi pernapasan di manusia, tapi juga terganggunya keseimbangan habitat hidup satwa di dalam hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali api membakar hutan, satwa akan terusik dan segera pindah ke tempat lain yang aman. Bila tempat untuk berpindah sudah semakin susut, satwa akan banyak masuk ke permukiman penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, tidak hanya harimau yang menampakkan diri, tapi juga sejumlah satwa lain seperti beruang madu. "Namun, konflik terbesar manusia dan satwa terjadi pada harimau sehingga kasus penampakan harimau mengundang perhatian," kata Indra lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berharap pemerintah menyadari konflik harimau-manusia ini dan mengambil kebijakan untuk penyelamatan hutan, bukan untuk menambah konversi areal hutan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-1133545273477004412?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/1133545273477004412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=1133545273477004412' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/1133545273477004412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/1133545273477004412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/02/kamis-26-februari-2009-1302-wib-laporan.html' title='Harimau Keluar, Jadi Sinyal Kerusakan Hutan'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-2600010134900702025</id><published>2009-02-26T22:58:00.000+07:00</published><updated>2009-02-26T22:58:19.077+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sain'/><title type='text'>Iptek, Politik, dan Politisi</title><content type='html'>Kompas. Rabu, 25 Februari 2009 | 04:01 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NINOK LEKSONO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;”Hanya ilmu pengetahuan sajalah yang dapat memecahkan masalah-masalah kelaparan dan kemiskinan, insanitasi dan buta aksara, takhayul dan hilangnya adat istiadat, habisnya sumber daya, atau sebuah negeri kaya yang didiami oleh penduduk miskin…. Siapakah sesungguhnya yang sanggup mengabaikan iptek sekarang ini? Pada setiap kesempatan kita pasti membutuhkan bantuannya.... Masa depan ditentukan oleh iptek dan orang-orang yang bersahabat dengannya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;(Jawaharlal Nehru, dikutip dari ”India Perspectives”, 8/2008)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik ternyata juga kemauan. Semasa memerintah, Presiden George W Bush banyak memveto isu lingkungan. Misalnya, Protokol Kyoto tidak mau ia tanda tangani. Lalu, ketika Negara Bagian California minta persetujuan untuk menetapkan sendiri aturan mengenai emisi gas rumah kaca dari mobil dan truk, Bush menolak. Kini, setelah menjadi presiden, Barack Obama meninggalkan pendekatan pasif Bush terhadap lingkungan. Menanggapi permintaan California, Obama, 26 Januari lalu, segera memanggil Badan Perlindungan Lingkungan untuk mempertimbangkan permintaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja California mendapat persetujuan dari Obama, akan ada 13 negara bagian, dan diyakini akan bertambah lagi, yang akan menerapkan peraturan serupa. Sebagai konsekuensinya, pabrik pembuat mobil di Amerika dan di tempat lain akan dipaksa untuk memproduksi mobil dan truk yang lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar dibandingkan dengan yang ada sekarang ini, dan itu dilakukan dalam tempo lebih cepat (IHT, 28/1).&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Keputusan mengenai California di atas tidak saja penting untuk menghasilkan kendaraan hemat bahan bakar minyak, tetapi juga memperlihatkan komitmen Presiden Obama dalam upaya menanggulangi meningkatnya gas-gas rumah kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau George W Bush memulai pemerintahan dengan meninggalkan janji kampanye untuk meregulasi gas karbon dioksida dan dengan mundur dari Persetujuan Kyoto, Obama memulai pemerintahannya dengan sinyal jelas, ia tidak akan ragu- ragu menggunakan wewenang pengaturan yang diberikan oleh Akta Udara Bersih dan aturan lain yang ada di tingkat federal untuk memerangi pemanasan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh lagi, Obama juga memerintahkan Departemen Transportasi untuk merampungkan standar efisiensi BBM nasional, seperti dikehendaki oleh RUU Energi tahun 2007. Standar-standar ini akan menuntut peningkatan efisiensi BBM pada mobil dan truk ringan Amerika, dari sekarang rata-rata 27 mil per galon menjadi 35 mil per galon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran politik dan politisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kasus AS dan khususnya Negara Bagian California, tampak bahwa campur tangan politik/pemerintah sangat besar. Akan tetapi, yang juga tidak kalah menentukannya adalah peranan politisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak bahwa isu-isu iptek, termasuk lingkungan di dalamnya, semakin penting dewasa ini. Namun, ada berapa banyakkah negarawan dan politisi yang punya visi dan wawasan tentang iptek seperti halnya pemimpin India yang ucapannya dikutip di atas? Atau yang mau membuat terobosan kebijakan seperti halnya Presiden Obama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu dari waktu ke waktu pemimpin Indonesia menampilkan komitmen terhadap iptek. Cikal bakal riset nuklir, bahkan peroketan, sudah muncul di era Bung Karno. Semasa kepemimpinan Pak Harto lahir pula visi iptek seperti pemanfaatan sistem komunikasi satelit domestik dan pengembangan industri kedirgantaraan. Sayang di era reformasi kepemimpinan berlangsung pendek sehingga pemimpin tak cukup waktu untuk mengembangkan visi iptek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan sekarang, terlebih- lebih di era pemilu, di masa krisis ekonomi pula, tampak semakin memprihatinkan. Kalangan politisi bisa dikatakan tak menaruh perhatian terhadap iptek, sebagaimana juga partai-partai politik. Berapa parpol yang pernah mengusung iptek sebagai program atau tema kampanye?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika era semakin sarat diwarnai pemanfaatan iptek, tiadanya visi iptek di kalangan elite tak jarang lalu membuat bangsa kedodoran ketika menghadapi berbagai fenomena perubahan alam, kemajuan iptek, juga impitan krisis ekonomi. Hal itu masuk akal karena sendi-sendi kehidupan berbangsa—yang salah satu fundamentalnya adalah iptek—amat rapuh di sini. Salah satu indikator yang sering disebut-sebut adalah rendahnya anggaran iptek yang kurang dari 0,5 persen produk domestik bruto. Sementara negara yang berambisi menjadi negara maju, seperti China, terus menaikkan anggaran ipteknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggi rendahnya anggaran iptek itu sendiri juga mencerminkan tinggi rendahnya komitmen iptek di kalangan politisi Indonesia. Di negara lain, iptek disadari semakin memainkan peranan dalam kehidupan politik. Isu pangan dan energi, juga isu kesehatan seperti flu burung, atau juga isu keamanan seperti yang menyangkut pengayaan uranium oleh Iran atau pengembangan rudal balistik oleh Korea Utara, terkait dengan iptek untuk memahaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan ke depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika urusan dan krisis semakin kompleks, umat manusia dihadapkan pada berbagai tantangan baru. Misalnya, ketika jumlah penduduk makin banyak dan lahan pertanian makin sempit, pemerintahan di sejumlah negara dihadapkan pada pertanyaan sulit, yakni ”siapkah membuat terobosan dengan memperkenalkan tanaman pangan yang genetikanya dimodifikasi?” Atau, yang sebelumnya sudah sering muncul, ketika dihadapkan pada kesempitan energi, ”siapkah pemerintah memanfaatkan energi nuklir?” Lalu, kalau solusi yang diyakini adalah energi terbarukan nonnuklir, manakah yang harus diprioritaskan? Energi suryakah? Atau geotermal? Apa pun, semuanya membutuhkan adanya wawasan iptek untuk memutuskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, lingkup wawasan iptek yang sebenarnya dibutuhkan oleh elite bangsa sebenarnya lebih luas lagi. Selain yang telah disinggung di atas, masih ada lagi soal kloning, bioterorisme, perang cyber, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihadapkan pada realitas baru ini, pemerintah—seperti dikatakan Prof Katherine Pandora yang memberi kuliah tentang ”Science, Technology and Politics” di Universitas Oklahoma (2006)—terus-menerus dihadapkan pada tekanan untuk memutuskan apa yang harus didukung dan didanai dalam kebijakan iptek. Sementara itu, warga negara individu hidup dalam konsekuensi keputusan pemerintah, tidak saja setahun atau dua tahun, tetapi bahkan bergenerasi-generasi kemudian. Makanan yang kita makan, udara yang kita hirup, air yang kita minum, mesin yang kita gunakan dalam pekerjaan, sistem yang kita ada di dalamnya, lalu bagaimana kita hidup dan mati, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok, merupakan bagian dari jaringan lebih besar yang ada di bawah naungan pengaruh iptek dan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks itulah masih terus diharapkan keterbukaan para politisi terhadap wawasan iptek yang semakin besar peranannya dalam kehidupan warga individu maupun kehidupan kebangsaan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-2600010134900702025?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/2600010134900702025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=2600010134900702025' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/2600010134900702025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/2600010134900702025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/02/iptek-politik-dan-politisi.html' title='Iptek, Politik, dan Politisi'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-5235654087185770157</id><published>2009-02-26T22:41:00.001+07:00</published><updated>2009-02-26T22:42:49.909+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sain'/><title type='text'>Terowongan "Kiamat" di Tanah Swiss</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="tanggal" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;Merekayasa Terbentuknya Jagat Raya&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="tanggal" style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/23/0638085p.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="317" src="http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/23/0638085p.jpg" style="cursor: move;" width="420" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="tanggal" style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="tanggal"&gt;Kompas, Senin, 23 Februari 2009 | 06:37 WIB&lt;/div&gt;&lt;b&gt;SWISS, MINGGU &lt;/b&gt;— Laboratorium berupa terowongan sepanjang 27 kilometer, 91 meter di bawah tanah Swiss, disebut sebagai penemuan terbesar abad ini. Large Hadron Collider (LHC) akan merekayasa ulang penciptaan bumi, tapi terowongan ini bisa meledak, bahkan menghancurkan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LHC yang berada di bawah pegunungan Alpen, perbatasan Swiss dan Perancis, merupakan percobaan fisika terbesar di dunia. Biaya konstruksi untuk pembangunan fasilitas ini mencapai 8,8 miliar dollar ASn yang didanai oleh European Organization for Nuclear Research (CERN) bekerja sama dengan ribuan universitas dan laboratorium di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CERN akan mereka ulang terbentuknya Tata Surya beberapa detik setelah &lt;i&gt;Big Bang&lt;/i&gt; (ledakan dahsyat). Selama ini &lt;i&gt;Big Bang &lt;/i&gt;diyakini sebagai teori terbentuknya jagad raya secara instan. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta berasal dari kondisi superpadat dan panas, yang kemudian mengembang sekitar 13.700 juta tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan juga percaya bawa &lt;i&gt;Big Bang &lt;/i&gt;membentuk sistem Tata Surya. Ide sentral dari teori ini adalah bahwa teori relativitas umum dapat dikombinasikan dengan hasil pemantauan dalam skala besar pada pergerakan galaksi terhadap satu sama lain, dan meramalkan bahwa suatu saat alam semesta akan kembali atau terus. Konsekuensi alami dari Teori Big Bang yaitu pada masa lampau alam semesta punya suhu yang jauh lebih tinggi dan kerapatan yang jauh lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini LHC akan menguji coba bermacam prediksi fisika berenergi tinggi dengan melemparkan tembakan proton berkecepatan tinggi. Tapi, kritikus menilai, LHC yang mampu mempercepat partikel hingga 99,99 persen kecepatan cahaya dapat memunculkan panas triliunan derajat. Selain itu, juga bisa menimbulkan apa yang disebut lubang hitam yang bisa menelan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan ini berujung pada gugatan ke European Convention of Human Rights terhadap 20 negara, termasuk AS, yang mendanai proyek itu. Apakah kita perlu khawatir? “Sama sekali tidak,” kata Stephane Coutu, profesor fisika dari Universitas Pennsylvania, AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bumi berulang kali dibombardir energi kosmik dari angkasa, beberapa di antaranya menyerap ribuan tabrakan partikel lebih hebat dari yang dihasilkan oleh LHC,” tambahnya. Ketakutan pada munculnya lubang hitam itu menyebabkan LHC disebut sebagai Mesin Kiamat atau Mesin Bing Bang seperti teori mengenai penciptaan jagad raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu LHC itu dan bagaimana penembakan partikel bisa menjelaskan terbentuknya jagad raya? Pemacu partikel paling besar yang pernah dibuat manusia itu terdiri dari terowongan bawah tanah sepanjang 27 kilometer. Coutu menjelaskan, proton akan dibenturkan melalui terowongan hingga bertabrakan dan terpecah menjadi bagian lebih kecil. Detektor partikel di sepanjang terowongan akan menganalisa hasil tabrakan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hasil akhir dari tabrakan partikel itu dapat menyediakan pemahaman baru bagaimana partikel berinteraksi dan bisa menjelaskan hasil dari proses partikel setelah terjadinya Big Bang saat pembentukan jagad raya,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan lain adalah bisa mengamati Higgs Boson sebagai hasil dari tabrakan partikel itu. Higgs Boson merupakan partikel misterius yang secara hipotesis diprediksikan ada dalam standar model fisika partikel, tapi tidak pernah diisolasi secara eksperimen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Higgs boson yang diperkirakan menyediakan massa ke partkel lain dan kadang-kadang disebut sebagai partikel Tuhan, bisa sebagai kunci untuk mengetahui mengapa hal itu bisa terjadi. Verifikasi mengenai keberadaannya akan menjadi terobosan di fisika partikel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hal lain dari data eksperimen LHC akan memberi petunjuk peningkatan kehidupan sehari-hari kita. Metode komputasi untuk memproses dan menganalisa data yang sangat besar ini akan segera dibuat. Hal itu akan dilakukan di luar laboratorium,” kata Coutu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ilmuwan masih harus sabar memanen data itu. Karena mesin ini baru akan dijalankan lagi pada akhir 2009 nanti. LHC sudah dinyalakan pada September 2008, tapi dimatikan enam hari kemudian karena mengalami masalah teknis.&lt;br /&gt;Penundaan itu diakibatkan kerusakan pada magnet superkonduktor yang menyebabkan bocornya 6 ton helium cair super dingin ke dalam terowongan itu. LHC sendiri diyakini bisa memecahkan berbagai pertanyaan manusia selama berabad-abad mengenai terciptanya jagad raya kita. &lt;b&gt;(inc/ggl) &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-5235654087185770157?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/5235654087185770157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=5235654087185770157' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/5235654087185770157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/5235654087185770157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/02/terowongan-kiamat-di-tanah-swiss.html' title='Terowongan &quot;Kiamat&quot; di Tanah Swiss'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-9136049758128929801</id><published>2009-02-19T18:51:00.001+07:00</published><updated>2009-02-19T18:53:07.457+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Air'/><title type='text'>Saringan Air Portable</title><content type='html'>Halo kawan-kawan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kabar, sudah lama gak ada kabar dari kawan-kawan dimilis. Saya butuh masukan dari kawan-kawan, bagaimana menciptakan alat penyaring air yang portable. Yang mudah dibawa, mudah digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar belakang kenapa saya ada ide ini, karena banyaknya bencana ditanah air kita ini. Barang yang paling diperlukan ibu-ibu adalah air bersih. Untuk ibu-ibu, diperlukan untuk bersih-bersih, apalagi jika sedang datang bulan. dan juga diperlukan untuk memandikan bayi dll.Insya Allah ide ini akan saya sampaikan ke penyandang dana untuk diproduksi dan dibagikan secara gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang saya sesalkan adalah tidak ada orang yang perhatian terhadap danau, situ ataupun apa namanya. Penampung air yang sudah terbentuk oleh alam tidak dijaga kelestariannya. Banyak terjadi pendangkalan dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo kawan-kawan... bantu warga disekeliling kita....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik Rakhmadani&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;Email : madanijayen@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB : di copy dari milist KASTTL oleh Moderator KASTTL, agar kawan - kawan alumni bisa memberikan komentar dan masukan. Serta bisa merasakan manfaat join di milist KASTTL. Bagi yg belum join silahkan masukkan email di kotak kuning sebelah kanan halaman ini. Yang ingin kasih komentar dan masukan di blog ini juga bisa, silahkan klik tulisan "komentar" dibawah ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-9136049758128929801?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/9136049758128929801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=9136049758128929801' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/9136049758128929801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/9136049758128929801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/02/saringan-air-portable.html' title='Saringan Air Portable'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-8673147417543049384</id><published>2009-02-14T01:14:00.002+07:00</published><updated>2009-02-14T01:30:16.947+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Alumni'/><title type='text'>Nanang Nurjamil. MZ : Buku Prof. BJ Habibie Memberikan Inspirasi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://photos-a.ll.facebook.com/photos-ll-snc1/v2083/78/63/1583779788/n1583779788_104432_8102.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="317" src="http://photos-a.ll.facebook.com/photos-ll-snc1/v2083/78/63/1583779788/n1583779788_104432_8102.jpg" style="cursor: move;" width="420" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Kegemarannya membaca dimulai sejak Nanang Nurjamil MZ menggeluti profesi konsultan. Banyak maestro dunia telah memberikan inspirasi melalui buku kepadanya,&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;salah satunya karya Prof. BJ Habibie.     &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Awalnya bekerja di salah satu perusahaan konsultan BUMN bernama PT. Indah Karya di Jakarta. Sampai akhirnya Nanang Nurjamil MZ ditugaskan oleh Bank Dunia berangkat ke Sulsel untuk mengerjakan sebuah proyek. Di Makassar lah, Nanang Nurjamil bertemu dengan Dani Pomanto, salah seorang konsultan Makassar, yang kemudian sepakat bekerjasama mendirikan perusahaan yang diberi nama PT. Multi Maestro Desain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat bapak kelahiran Tasikmalaya, 20 April 1965 ini tertarik menekuni profesi konsultan, karena pekerjaan tersebut sangat dinamis dan penuh tantangan. Di dunia konsultan ini, lanjut Nanang (panggilan akrabnya), kita akan cepat sekali menambah referensi teman. Hal tersebut sesuai dengan karakter dirinya yang senang menimba ilmu dan menjalin hubungan baik dengan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kegemaran Nanang mem-baca dimulai sejak dirinya menggeluti profesi konsultan. Ada dua jenis buku yang sangat digemari Nanang, yaitu yang berkaitan dengan rekayasa engineering dan manajemen. Buku rekayasa engineering digemarinya karena terkait dengan bisnis yang dijalani. Sedangkan buku manajemen, terkait dengan bagaimana sikap dirinya  sebagai pimpinan perusahaan. “Memimpin dan menjalankan suatu perusahaan,  harus berdasarkan konsep manajemen yang jelas,” ujar Nanang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk buku rekayasa engineering, Nanang mengaku suka dengan buku-buku karya Prof. BJ. Habibie. Melalui buku-buku tersebut, dirinya banyak sekali mendapatkan ilmu yang sangat berharga, salah satunya adalah mengenai teori hedrolika engineering. Ilmu ini pula yang dia terapkan dalam aplikasi pekerjaan di perusahaan yang dipimpinnya. Buku karya Prof. BJ Habibie termasuk buku yang jarang dijual, tetapi sangat dicari oleh Nanang. Untuk buku luar negeri, Nanang menyukai karya Hardamsing, seorang penulis dari India. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk buku manahemen, Nanang menyukai karya JF Daming. Pemikiran dari JF Daming banyak diterapkan dalam konsep manajemen perusahaannya, salah satunya dengan menerapkan konsep standar ISO. Dalam bukunya, JF Daming banyak berbicara tentang Total Quality Management (TQM). Di TQM ini kepuasan pelanggan menjadi hal yang diutamakan. Diakui Nanang, perusahaannya saat ini memiliki corporat culture yaitu the best for our customer satisfaction. Dalam hal ini, kita akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk customer, yang dibagi menjadi dua yaitu customer internal dan eksternal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain membaca buku, Nanang juga rajin membaca beberapa jurnal yang di download melalui handpone blackberry miliknya. Kalau sedang men-download jurnal, Nanang suka lupa diri. Beberapa kali dirinya harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 15 juta sebulan untuk kebutuhan tersebut. Nilai tersebut memang mahal kalau dilihat dari angka, tapi dari segi reward yang didapatkan, nilai tersebut menurut Nanang, tidak akan ada apa-apanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* BIODATA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama : Nanang Nurjamil. MZ&lt;br /&gt;Lahir : Tasikmalaya, 20 April 1965&lt;br /&gt;Pekerjaan : Direktur Utama PT. Multi Maestro Desain&lt;br /&gt;Istri : Oche Rosmiati&lt;br /&gt;Anak : 3 Orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ketua Litbang dan Hubungan Luar Negeri Gapensi  Sulsel&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketua Litbang Perkindo&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anggota Partai Golkar Makassar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketua dan Pendiri Pengobatan Hipnotherapy Qurani Silahul Mukmin&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Pendidikan :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Diploma 3 di LPPU Bandung.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sarjana Strata Satu di Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan Yogyakarta.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sarjana Strata Dua di Unhas Makassar.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://photos-b.ll.facebook.com/photos-ll-snc1/v2083/78/63/1583779788/n1583779788_104433_8425.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="420" src="http://photos-b.ll.facebook.com/photos-ll-snc1/v2083/78/63/1583779788/n1583779788_104433_8425.jpg" style="cursor: move;" width="304" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;Sumber : http://makassarterkini.com/Jejak-Langkah.php&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-8673147417543049384?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/8673147417543049384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=8673147417543049384' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/8673147417543049384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/8673147417543049384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/02/nanang-nurjamil-mz-buku-prof-bj-habibie.html' title='Nanang Nurjamil. MZ : Buku Prof. BJ Habibie Memberikan Inspirasi'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-5537248313206349887</id><published>2009-02-12T19:46:00.015+07:00</published><updated>2009-02-12T19:51:34.563+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Limbah'/><title type='text'>PCB dan DDT Dilarang Begitu Konvensi Stockholm Diratifikasi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/data/photo/2008/06/29/161555p.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/06/29/161555p.jpg" width="420" border="0" height="315" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;KOMPAS, Kamis, 5 Februari 2009 | 16:24 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KAMIS - Rencana pemerintah segera meratifikasi Konvensi Stockholm tentang Bahan Pencemar Organik yang Persisten terancam tertunda. Muncul pendapat agar ratifikasi dilakukan paling cepat Juli 2009 atau setelah pemilihan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami berharap sebelum bulan Mei sudah diratifikasi,” kata Sekretaris Menteri Negara Lingkungan Hidup Arief Yoewono seusai rapat dengar pendapat antara pemerintah dan Komisi VII DPR di Jakarta, Rabu (4/2). Alasannya, Indonesia dapat mengikuti Pertemuan Para Pihak (COP) ke-3 Konvensi Stockholm awal Mei 2009.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada pertemuan kemarin, seluruh departemen yang hadir menyatakan persetujuannya segera meratifikasi konvensi yang mulai berlaku 17 Mei 2004 itu. Selain Kementerian Negara Riset dan Teknologi, hadir pula wakil Departemen Perindustrian, Departemen Perdagangan, Departemen Pertanian, Departemen Kesehatan, serta Departemen Luar Negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami siap mendukung ratifikasi konvensi,” kata Direktur Jenderal Tanaman Pangan Deptan Sutarto Alimoeso. Deptan hingga kini telah melarang 38 jenis pestisida atau bahan aktif untuk pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 12 bahan pencemar organik yang diidentifikasi sulit terurai (persistent organic pollutants/POPs) dan dilarang di seluruh negara peratifikasi, delapan di antaranya masuk kategori pestisida yang berbahaya bagi kelestarian lingkungan. Dua bahan kimia industri, PCB dan HCB, serta dua bahan lainnya terbentuk melalui proses bersuhu tinggi, dioksin dan furan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan agar ratifikasi dilakukan paling cepat bulan Juli mendatang disampaikan anggota Komisi VII DPR, Effendi Simbolon. Alasannya, ratifikasi konvensi akan dijadikan klaim keberhasilan pemerintahan sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jangan sampai menjadi alat tambah nilai rapor calon presiden siapa pun. Meskipun fraksi saya memerintahkan setuju ratifikasi, saya minta diundur setelah pilpres,” kata anggota Fraksi PDI Perjuangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan pengganti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu konsekuensi ratifikasi konvensi yang patut ditindaklanjuti pemerintah adalah ketersediaan bahan pengganti POPs, di antaranya PCB untuk keperluan industri elektronik dan DDT yang banyak digunakan sebagai pestisida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bahan pengganti untuk pestisida sudah banyak pilihannya. Namun, pengganti bahan di sektor industri seperti baja belum bisa Indonesia hasilkan sendiri,” kata Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman. Konsekuensinya, impor bahan pengganti dari negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, pihaknya akan mengembangkan penelitian soal bahan-bahan pengganti POPs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Arief, langkah ratifikasi Konvensi Stockholm di antaranya akan diikuti beberapa kompensasi, seperti adanya bantuan teknis pengawasan dan pengendalian POPS di Indonesia, termasuk bantuan pendanaan bagi penelitian bahan penggantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kewajiban sebagai negara peratifikasi adalah membayar iuran sebesar 10.000 dollar Amerika Serikat per tahun. (GSA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Kompas Cetak&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:xx-small;"&gt;http://sains.kompas.com/read/xml/2009/02/05/16243229/pcb.dan.ddt.dilarang.begitu.konvensi.stockholm.diratifikasi..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-5537248313206349887?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/5537248313206349887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=5537248313206349887' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/5537248313206349887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/5537248313206349887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/02/pcb-dan-ddt-dilarang-begitu-konvensi.html' title='PCB dan DDT Dilarang Begitu Konvensi Stockholm Diratifikasi'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-8742936511555792970</id><published>2009-02-12T18:57:00.003+07:00</published><updated>2009-02-12T19:21:04.769+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Air'/><title type='text'>Banjir dan Kebangkrutan Air</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/04/3182268p.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="291" src="http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/04/3182268p.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="432" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;Sejumlah warga Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah,&lt;br /&gt;terpaksa menggunakan perahu sebagai alat transportasi darurat untuk menuju rumah mereka, Senin (2/2).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS, Rabu, 4 Februari 2009 | 20:41 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Ninok Leksono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari ini, salah satu berita yang menonjol adalah bencana banjir. Bengawan Solo yang meluap merendam kota-kota yang dilaluinya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Inilah fenomena yang sebenarnya telah ada bersama kita sejak bertahun-tahun silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman ini, salah satu hal yang melegakan adalah bahwa sebenarnya musim masih berjalan normal-normal saja, ditandai oleh meningkatnya curah hujan pada bulan Januari dan Februari. Yang bisa dicermati lebih lanjut mungkin intensitas hujan itu sendiri, yang diyakini terkait dengan munculnya gejala perubahan iklim akibat pemanasan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman manusia dengan air secara umum bisa dibagi dalam dua ekstrem. Yang pertama adalah masa kerepotan karena dihantam oleh air dalam jumlah besar, apakah itu dalam wujud air bah, banjir besar, atau hantaman gelombang besar tsunami seperti yang terjadi di Aceh akhir tahun 2004. Yang kedua adalah masa kesusahan akibat kelangkaan air, seperti saat muncul gejala El Nino tahun 1982 yang menyebabkan musim kemarau panjang.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ke depan, kedua ekstrem itu pula yang akan terus mewarnai kehidupan di Bumi. Di satu sisi, manusia akan mendapat kelebihan air akibat pemanasan global yang akan melelehkan es di kutub dan di puncak gunung. Laporan terakhir menyebutkan, sebagian selimut es di Pegunungan Himalaya dan Tibet akan lenyap pada tahun 2100 dengan tingkat pelelehan yang ada sekarang ini, dan itu akan memberi air bagi 2 miliar penduduk dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sisi lain, laporan yang terbaru juga menyebutkan bahwa manusia akan dilanda kelangkaan air parah karena air disebut akan bangkrut, tidak ada lagi. Tentunya di sini yang dimaksud adalah air yang bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari dan bisa diperoleh secara ekonomis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Davos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan baru yang dimaksud disampaikan Jumat di Forum Ekonomi Dunia (WEF) yang berlangsung di Davos, Swiss, 28 Januari–1 Februari 2009. Penyebab kebangkrutan air adalah tingginya kebutuhan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dunia. Kelangkaan air ini, dalam 20 tahun mendatang, akan menyebabkan hilangnya tanaman pangan sebanyak yang bisa dihasilkan oleh India dan Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tentu memprihatinkan karena justru dalam beberapa tahun ke depan kebutuhan pangan akan melonjak drastis. Menurut laporan yang dimuat kantor berita AFP ini, di masa depan dunia tidak akan bisa lagi mengelola air dengan cara yang sama seperti pada masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bisa jadi berbeda adalah persepsi mengenai harga air. Laporan dari Davos menyebut di sejumlah tempat di dunia air dijual terlalu murah dan banyak yang dihambur-hamburkan. Padahal, mungkin warga di sekitar Tanjung Priok menganggap air yang mereka beli sekarang ini pun sudah mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat dijual murah dan digunakan berlebihan, di banyak tempat selama sekitar 50 tahun terakhir ini terjadi bubble (gelembung) air—meminjam istilah ekonomi—dan dikhawatirkan akan diikuti dengan kebangkrutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan air dalam jumlah besar terjadi untuk proses pembangkitan energi. Di AS proses ini membutuhkan air 39 persen dari semua air yang digunakan di negeri adidaya ini, sementara di Uni Eropa 31 persen. Padahal, jumlah air yang dikonsumsi hanya 3 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan energi juga akan terus naik, demikian pula kebutuhan air. Hal ini membuat air yang diarahkan untuk pertanian akan berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungai mengering&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di atas disinggung tentang melelehnya gletser Himalaya, bagian lain Laporan WEF ini juga menyebutkan, sekitar 70 sungai besar di dunia diperkirakan akan mengering total karena airnya disedot untuk irigasi dan reservoir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena semakin langka, dalam dua dekade mendatang air akan dijadikan obyek investasi, yang bahkan mungkin nilainya lebih baik dibandingkan minyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Kimoon berpendapat, masalah air bersifat luas dan sistemik, dan karena itu penanggulangannya pun harus luas dan sistemik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan usaha pun sepandangan bahwa dengan pengelolaan seperti yang ada sekarang ini, air bisa lebih cepat habis dibandingkan bahan bakar. Untuk mencegahnya, dibutuhkan kerja sama luas antara pemerintah, industri, akademik, dan pemangku kepentingan di seluruh dunia, ujar pimpinan PepsiCo Inc, perusahaan AS yang usahanya menggunakan air dalam jumlah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dicerna lebih jauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi yang dihadapi umat manusia berkaitan dengan air boleh jadi memang membingungkan karena di satu sisi dihadapkan pada ancaman perendaman wilayah pesisir akibat pemanasan global, tetapi pada sisi lain juga kelangkaan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kolom ini (27/11/2007) diangkat kekhawatiran Aliansi Negara Kepulauan Kecil saat mengadakan pertemuan puncak di ibu kota Maladewa, Male. Negara-negara yang perekonomiannya banyak bersandar pada turisme dan perikanan mengantisipasi datangnya ancaman naiknya permukaan air laut akibat melelehnya tudung es kutub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini naiknya suhu udara sebesar 0,6 derajat celsius selama abad kemarin telah membuat permukaan air laut naik sekitar 20 cm. Namun, kalau es Greenland meleleh, lebih dahsyatlah akibatnya. Kenaikan sampai lebih dari 1 meter amat mungkin, bahkan kalau es Greenland meleleh total, kenaikan muka air laut bisa mencapai 7 meter! (NG News, 3/2/2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik ancaman kebanjiran maupun kelangkaan air akan sama-sama menyeramkan. Selama proses itu berlangsung, bisa kita bayangkan ketegangan sosial-ekonomi yang terjadi. Misalnya saja potensi terjadinya konflik akibat rebutan sumber air, atau tekanan ekonomi yang meningkat karena orang harus mengeluarkan dana besar untuk mendapatkan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berharap seruan kerja sama berbagai pihak tanpa mengulur waktu mulai dari sekarang masih bisa mengurangi dampak kesengsaraan potensial yang dimunculkan oleh kedua permasalahan ekstrem yang ditimbulkan oleh air ini. Adanya kajian lebih serius yang diikuti oleh kebijakan konkret merupakan wujud kepedulian nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;http://sains.kompas.com/read/xml/2009/02/04/20415835/banjir.dan.kebangkrutan.air&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-8742936511555792970?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/8742936511555792970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=8742936511555792970' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/8742936511555792970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/8742936511555792970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/02/banjir-dan-kebangkrutan-air.html' title='Banjir dan Kebangkrutan Air'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-4686608836951950388</id><published>2009-02-12T18:45:00.002+07:00</published><updated>2009-02-12T18:53:09.334+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Limbah'/><title type='text'>Membersihkan Laut dengan Mikrobakteri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/10/1346456p.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 298px; height: 225px;" src="http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/10/1346456p.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS, Selasa, 10 Februari 2009 | 13:41 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, SELASA — Memakai alam untuk membersihkan alam adalah metode yang paling tepat. Demikian pula hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan National Institute of Technology and Evaluation (NITE) Jepang yang didiseminasikan di Jakarta, Selasa (10/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika wilayah laut di Indonesia akhirnya disadari sering dicemari oleh tanker-tanker minyak yang membawa minyak mentah dari kawasan Timur Tengah ke negara-negara Asia Timur, mikrobakteri yang hidup bebas di laut bisa digunakan untuk mengurai minyak di laut lebih cepat.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nama prosesnya bioremediasi, artinya mengeliminasi polutan dengan proses biologi. Ini sudah ada dari dulu. Cuma proses biodegradasi, Indonesia belum punya," ujar peneliti teknik lingkungan LIPI, Dwi Susilaningsih, di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses biodegradasi adalah penguraian minyak di laut dengan material biologi, salah satunya dengan bakteri. Dalam kurun waktu tiga tahun penelitian ini dilakukan, ditemukan 182 spesies dan 53 genus baru di tiga wilayah perairan Indonesia yang menjadi rute utama kapal tanker, yaitu Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Lombok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dwi menjelaskan, daripada memikirkan bahan-bahan dengan kandungan zat kimia untuk membersihkan laut dan akhirnya malah kembali mencemarkan, lebih baik Indonesia memanfaatkan kekayaan bakterinya di laut. "Coba bayangkan, polusi minyak, contohnya di Pulau Pramuka, sudah kayak aspal kerasnya menempel di akar-akar bakau. Itu bisa diuraikan dengan bakteri," ujar Dwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fumiyoshi Okazaki, salah satu peneliti dari NITE Jepang, memaparkan penelitiannya yang bertajuk "Diversity and Functional Analysis of Petroleum Hydrocarbon-degrading Bacterial Communities in Coastal Zones of Indonesia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang berpusat di Selat Malaka dan Selat Lombok ini menyebutkan peran Acinetobacter dan Alcanivorax yang sangat dominan dalam biodegradasi. "Mikroba alam itu yang bertanggung jawab terhadap remediasi minyak," ujar Okazaki. "Populasi bakteri secara konstan bekerja dan kadar n-Alkanes secara konstan pula menurun setelah tujuh hari masa inkubasi," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Dwi berharap agar hasil penelitian ini menjadi rekomendasi bagi pemerintah untuk menelurkan regulasi terkait sistem bioremediasi untuk menangani polusi minyak di wilayah laut Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-4686608836951950388?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/4686608836951950388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=4686608836951950388' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/4686608836951950388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/4686608836951950388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/02/membersihkan-laut-dengan-mikrobakteri.html' title='Membersihkan Laut dengan Mikrobakteri'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-1779946988120345657</id><published>2009-02-11T07:10:00.001+07:00</published><updated>2009-03-31T07:12:24.219+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Admin Blog'/><title type='text'>Admin Blog</title><content type='html'>Assalamu'alaikum Wr Wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Selamat datang di web blog KA STTL.&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Web blog ini saya dedikasikan untuk ajang silaturahmi, curhat, berbagi informasi yang baru bagi semua Alumni STTL. Dengan harapan agar web blog ini &lt;b&gt;LEBIH HIDUP&lt;/b&gt; dari website sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami persilahkan kepada rekan - rekan alumni STTL untuk dapat berpartisipasi memberikan tulisan yang bermanfaat, baik berupa artikel teknik lingkungan, curhat, renungan, unek-unek, cerita sukses, dan lain - lain, &lt;b&gt;DARI KITA UNTUK KITA&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;MEMBERI DAN MELAYANI&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengirim artikel, tulisan, berita, dll caranya cukup mudah, tinggal tulis email saja ke :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:kasttl@gmail.com"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #ff99ff;"&gt;kasttl@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah... mudah bukan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk tulisan bebas dan bertanggungjawab. Semua bisa diposting disini. Jangan lupa mencantumkan nama, alamat lengkap, angkatan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pun bidang pekerjaan Anda, bekerja di belakang meja, orang lapangan, atau freelancer yang lebih banyak kerja dari rumah, Anda tetap perlu memperluas jejaring untuk meningkatkan peluang. "Selain untuk mempererat kerja sama, networking juga akan membuka peluang bagi Anda".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan kontak saya, jika ada kesulitan dengan blog ini, via :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS ke : 08174119917&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;email ke : &lt;a href="mailto:ichsansnts@yahoo.com"&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;ichsansnts@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="ymsgr:sendIM?ichsansnts"&gt;&lt;img border="0" src="http://opi.yahoo.com/online?u=ichsansnts&amp;amp;m=g&amp;amp;t=1" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih atas perhatiannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ICHSAN SANTOSO&lt;br /&gt;Moderator Mailinglist KA STTL&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-1779946988120345657?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/1779946988120345657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=1779946988120345657' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/1779946988120345657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/1779946988120345657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/02/admin-blog.html' title='Admin Blog'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-5241743928772304635</id><published>2009-02-11T06:46:00.009+07:00</published><updated>2009-02-11T06:49:46.383+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi Nuklir'/><title type='text'>PLTN Reaktor Suhu Tinggi Paling Aman</title><content type='html'>KR, 10/12/2008 08:59:30 SEBAGIAN besar pasokan listrik di Indonesia diperoleh dari bahan bakar fosil, yakni 40% dari batu-bara dan 30% dari minyak bumi, selebihnya menggunakan bahan bakar gas, tenaga air, dan panas bumi. Dengan semakin mahalnya minyak mentah di pasaran dunia yang beberapa waktu lalu sempat melambung kemudian akhir-akhir ini kembali turun, akan mempengaruhi biaya produksi listrik yang pada akhirnya bakal membebani masyarakat menengah ke bawah.&lt;br /&gt;Selain itu, pemerintah Indonesia juga semakin terbebani anggaran belanjanya untuk menyubsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk masyarakat, sehingga harus pula ada kenaikan harga BBM. "Karena itu, perlu dibangun pembangkit-pembangkit listrik baru yang mempunyai nilai strategis," tandas Prof Yohannes Sardjono, peneliti utama aplikasi teknik nuklir untuk energi, industri dan lingkungan saat berbincang-bincang dengan KR di Yogyakarta baru-baru ini.&lt;br /&gt;Prof Sardjono mengemukakan, dalam membangun pembangkit listrik yang baru, hendaknya memperhitungkan dampak yang akan terjadi. Isu dunia saat ini adalah ancaman kerusakan lingkungan akibat pemanasan global yang disebabkan peningkatan kadar CO2 hasil pembakaran bahan bakar fosil. Untuk itu, dibutuhkan pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar non-fosil, seperti energi surya, biofuel, tenaga air, tenaga panas bumi, dan energi nuklir.&lt;div class="fullpost"&gt;"Namun pemanfaatan energi surya, biofuel, serta panas bumi sangat terbatas, tidak dapat digunakan dalam skala besar. Sedangkan jika memakai tenaga air, maka pasokan listrik tergantung debit air, serta harus mengorbankan lahan produktif untuk pembuatan sebuah waduk," jelas Prof Sardjono di sela penandatanganan kerja sama Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB) Batan Yogyakarta dengan Universitas Mulawarman di Hotel Sahid Yogyakarta akhir November 2008 kemarin.&lt;br /&gt;Salah satu opsi yang tepat, menurut Prof Sardjono adalah dengan memanfaatkan energi nuklir. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) memiliki keunggulan sebagai penyedia energi listrik dalam jumlah yang besar jika dibandingkan pembangkit listrik konvensional. Selain itu, PLTN juga ramah lingkungan karena tidak melepaskan CO2 (zero release emission) seperti pada pembakaran bahan bakar fosil serta aman karena menggunakan sistem keamanan berlapis dan sistem keselamatan pasif (passive safety).&lt;br /&gt;Menurutnya, ada beberapa jenis PLTN, seperti Boiled Water Reactor (BWR), Simplified Boiling Water Reactor (SBWR), Pressurized Water Reactor (PWR), Pressurized Heavy Water Reactor (PHWR), dan High Temperature Reactor (HTR) atau Reaktor Suhu Tinggi.&lt;br /&gt;"PLTN jenis HTR telah dikembangkan untuk proyek menuju Generasi III+ dan selanjutnya ke Generasi IV yang mana mempunyai ciri lebih aman, murah, dan andal," ucap Prof Sardjono yang juga aktif di STTL 'YLH' Yogyakarta itu.&lt;br /&gt;Pada reaktor jenis HTR, jelas Prof Sardjono, ada beberapa tipe yang selalu mengalami pengembangan. Generasi III yang telah beroperasi yakni High Temperature Test Reactor (HTTR) di Jepang dan High Temperature Reactor with Gas Turbin (HTR-10 GT) di Cina. HTR-10 GT ini nantinya bakal dikembangkan lagi menjadi High Temperature Reactor-Pebble Bed Modular (HTR-PM). Selain itu, sebuah Pebble Bed Modular Reactor (PBMR) di Afrika Selatan sedang dalam tahap pembangunan dan ditargetkan pada tahun 2020 akan beroperasi 20 unit PLTN HTR.&lt;br /&gt;"Untuk saat ini penggunaan PLTN yang cocok yakni jenis HTGR. Ini disebabkan karakteristik HTGR yang bersuhu tinggi sehingga aplikasinya menjadi sangat luas serta segi keselamatannya lebih aman, tanpa ada potensi lelehnya bahan bakar, sehingga inti radioaktif yang ditakutkan masyarakat tidak pernah lolos ke lingkungan. Dengan demikian, aman juga bagi pekerja dan penduduk di sekitarnya. Dari segi ekonomi pun lebih kompetitif karena konstruksinya yang lebih cepat karena modular dapat dibangun dekat daerah permintaan energi, komponen fabrikasi yang lebih stabil, serta tarif murah untuk produksi listrik maupun produksi panas guna proses industri," jelasnya.&lt;br /&gt;Target biaya investasi PBMR (Afrika Selatan) dan GT-MHR (Amerika/Rusia) kurang dari 1.000 dolar/kWe dan biaya pembangkitan listriknya 1-2 sen/kWh untuk beberapa modul HTR. Karena itu, PBMR lebih cocok untuk dijadikan pembangkit listrik baik untuk skala kecil maupun besar dari orde 10 MWe sampai 1.000 MWe.&lt;br /&gt;Prof Sardjono mengatakan, ditinjau dari segi keselamatannya, PLTN reaktor suhu tinggi (HTR) baik yang ada di Jepang maupun Cina (HTR-10), adalah yang paling selamat (safe) di dunia. Aplikasi HTR di masa mendatang antara lain bisa untuk produksi hidrogen, pupuk, penyulingan minyak, desalinasi air laut, produksi bubur kertas, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Sementara keamanan dan keselamatan HTR karena didukung beberapa aspek seperti fungsi mantel/pelindung kernel UO2 sebagai penghalang dari inti hasil belah yang sangat radioaktif memiliki titik leleh sangat tinggi, memiliki pendingin Helium yang tidak dapat bereaksi dengan neutron sehingga tidak radioaktif dan tidak berpengaruh pada daya/reaktivitas.&lt;br /&gt;Juga koefisien reaktivitas negative suhu yang besar, sehingga sebagai penyelamat yang melekat pada sistem bahan bakar itu sendiri, kalau terjadi keadaan yang tidak diinginkan, sistem bahan bakar dapat menurunkan daya dengan sendirinya sehingga PLTN aman.&lt;br /&gt;Faktor lainnya, memiliki kapasitas panas reaktor yang tinggi dengan waktu respons yang lama dan integritas struktur yang kontinyu. Di samping itu, memiliki margin terhadap keselamatan yang besar, yaitu bahan bakar tidak akan mencapai titik lelehnya walaupun kondisi reaktor dalam keadaan operator lalai, batang kendali reaktor tidak jalan, dan sistem pendingin juga tidak berfungsi tetap aman karena titik lelehnya 3.000 derajat Celcius dan suhu maksimum jika terjadi kecelakaan hanya mencapai 1.600 derajat Celcius lalu turun dengan sendirinya sampai kembali menyesuaikan suhu kamar.&lt;br /&gt;"Hal lainnya yang perlu diketahui pula, pengisian bahan bakar yang terus menerus (on-line) sehingga kapasitas faktor operasinya sangat tinggi. Ini artinya biaya pembangkitannya semakin murah. Sementara pemindahan panas secara pasif dengan cara konveksi, konduksi, dan radiasi," papar Prof Sardjono.&lt;br /&gt;(MN Hasan)-c&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://manfaatfashion.com" target="_blank" title="manfaatfashion.com"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.geocities.com/ichsansnts/manfaat4.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4823331540715047242-5241743928772304635?l=alumni-sttl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/feeds/5241743928772304635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4823331540715047242&amp;postID=5241743928772304635' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/5241743928772304635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4823331540715047242/posts/default/5241743928772304635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alumni-sttl.blogspot.com/2009/02/pltn-reaktor-suhu-tinggi-paling-aman.html' title='PLTN Reaktor Suhu Tinggi Paling Aman'/><author><name>KELUARGA ALUMNI STTL "YLH" YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4823331540715047242.post-587065425303152200</id><published>2009-02-02T16:43:00.004+07:00</published><updated>2009-02-02T18:54:12.979+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alumni Wilayah'/><title type='text'>Ikatan Sarjana Teknik Lingkungan Yogyakarta Wilayah Lampung</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center"&gt;&lt;span style="font-size: 100%"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ka9jI_GMgYg/SYbDuv8th-I/AAAAAAAAADU/hCUhxTMWxA4/s1600-h/LOGOistel2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298137219560474594" style="width: 170px; cursor: pointer; height: 218px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_ka9jI_GMgYg/SYbDuv8th-I/AAAAAAAAADU/hCUhxTMWxA4/s320/LOGOistel2.jpg" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p align="center"&gt;Jl Kakaktua No.11 Hadimulyo Barat, Kota Metro, Lampung  &lt;p&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;SELAYANG PANDANG&lt;/b&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp; &lt;p&gt;Bismillahirahmanirahim  &lt;p&gt;Terkait dengan era pasar bebas, menuntut peran aktif sarjana Teknik Lingkungan dalam mewujudkan program tersebut sehingga kompetensi dari para sarjana teknik lingkungan merupakan hal mendasar agar mampu berperan aktif untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. Keberadaan Sarjana Teknik Lingkungan di Indonesia belum dapat dirasakan oleh masyarakat, namun seiring perkembangan jaman, lambat laun harus dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa.  &lt;p&gt;Untuk memantapkan kompetensi tersebut khusunya bagi Sarjana Teknik Lingkungan, maka dibentuklah suatu wadah yang bertujuan untuk pembinaan dan pengembangan para Sarjana Teknik Lingkungan agar dapat meningkatkan kemampuan dan keahlian dalam pembangunan nasional  &lt;p&gt;Ikatan Sarjana Teknik Lingkungan Yogyakarta (&lt;i&gt;yang selanjutnya disebut ISTEL&lt;/i&gt;) Propinsi Lampung berdiri pada tanggal 15 Juni 2007 berdasarkan Musyawarah Daerah (Musda) yang dihadiri oleh Sarjana Teknik Lingkungan di Propinsi Lampung.  &lt;p&gt;Pembentukan ISTEL Propinsi Lampung ini didasari oleh pentingnya peran serta Sarjana Teknik Lingkungan dalam pembangunan berkelanjutan (&lt;i&gt;sustainable development&lt;/i&gt;) sehingga diharapkan dapat mensejahterakan rakyat dengan mengindahkan aspek-aspek kelestarian lingkungan  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Harapan kami dari Lampung, semoga ISTEL-ISTEL lain segera berdiri diberbagai Propinsi di Indonesia sehingga dapat terwujud ISTEL INDONESIA, Dahsyat !!! Mamayu Hayuning Bawono.&lt;/b&gt;  &lt;div class="fullpost"&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp; &lt;p&gt;&lt;b&gt;A. &lt;/b&gt;&lt;b&gt;TUJUAN&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;ISTEL Propinsi Lampung didirikan bertujuan untuk :  &lt;p&gt;1. Mengembangkan dan membina bidang keahlian teknik lingkungan untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan Negara pada khususnya dan umat manusia pada umumnya  &lt;p&gt;2. Sebagai wadah bagi para anggota untuk bersama-sama tumbuh dan berkembang serta berperan aktif dalam mengaplikasikan ilmu teknik lingkungan dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat  &lt;p&gt;Bahwa alam telah menunjukkan gejala yang tidak bersahabat dengan banyak terjadinya bencana alam dapat ditarik benang merah bahwa manusia telah salah dalam mengekploitasi alam yang menimbulkan ketidakseimbangan alam sehingga peran serta sarjana teknik lingkungan sangat diharapkan  &lt;p&gt;Untuk mewujudkan tujuan tersebut diatas maka ISTEL Propinsi Lampung melakukan berbagai kegiatan yang digariskan dalam AD/ART sebagai berikut :  &lt;ol&gt; &lt;li&gt;Membina komunikasi antar para anggota, mendorong terciptanya iklim untuk tumbuh dan berkembangnya kemampuan para Sarjana Teknik Lingkungan  &lt;li&gt;Membina komunikasi dan kerjasama dengan Ikatan profesi lain, lembaga-lembaga lain dalam rangka pengembangan dan peningkatan bidang teknik lingkungan  &lt;li&gt;Membina rasa tanggungjawab bagi Sarjana Teknik Lingkungan dalam melaksanakan tugas laku profesi  &lt;li&gt;Melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat, pemerintah dan lembaga-lembaga lain serta memberikan saran apabila diperlukan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;B. &lt;/b&gt;&lt;b&gt;DASAR PEMBENTUKAN&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Dasar dibentuknya ISTEL Propinsi Lampung :  &lt;p&gt;Bahwa sesungguhnya pembangunan nasional bertujuan membentuk suatu masyarakat Indonesia yang adil dan makmur, berazazkan Pancasila serta berdasarkan UUD 1945, dimana setiap warga negara wajib memberikan derma baktinya pada masyarakat sesuai dengan keahliannya  &lt;p&gt;Bahwa telah menjadi fitrah manusia sejak dahulu untuk membentuk koloni / pengelompokan (salah satunya atas dasar keahlian) yang kemudian terbentuk suatu himpunan  &lt;p&gt;Bahwa peran Sarjana Teknik Lingkungan dalam pembangunan nasional terkait dengan kemampuan profesionalnya untuk memadukan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Kesantunan serta ketaatan dalam etika dan sikap kerja, keterampilan dalam melaksanakan pekerjaan dan memecahkan permasalahan lingkungan yang timbul dalam masyarakat  &lt;p&gt;Bahwa dalam rangka meningkatkan hasil guna dan pengembangan tersebut diperlukan suatu wadah yang menyatukan serta mewakili aspirasi Sarjana Teknik Lingkungan  &lt;p&gt;Menyadari akan hal-hal tersebut diatas, maka dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa :  &lt;p&gt;DIBENTUKLAH suatu organisasi Sarjana Teknik Lingkungan Propinsi Lampung yang diberi nama IKATAN SARJANA TEKNIK LINGKUNGAN YOGYAKARTA (yang selanjutnya disebut ISTEL) PROPINSI LAMPUNG  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp; &lt;p&gt;&lt;b&gt;C. &lt;/b&gt;&lt;b&gt;ASAS DAN TUJUAN&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;ISTEL Propinsi Lampung berazaskan Pancasila.  &lt;p&gt;Adapun Tujuan organisasi ISTEL Propinsi Lampung adalah mengembangkan dan membina bidang keahlian Teknik Lingkungan untuk kepentingan masyarakat Lampung pada khususnya serta umat manusia, bangsa dan negara pada umumnya  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp; &lt;p&gt;&lt;b&gt;D. &lt;/b&gt;&lt;b&gt;WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;ISTEL Propinsi Lampung berdiri pada tanggal &lt;b&gt;15 Juni 2007&lt;/b&gt; yang berkedudukan di Jl. Kakaktua No.11 Hadimulyo Barat, &lt;b&gt;Kota Metro, Lampung&lt;/b&gt; contact person : 081541077977 (&lt;i&gt;ade wahyu&lt;/i&gt;), 081379817645 (&lt;i&gt;ahmad&lt;/i&gt;)  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp; &lt;p&gt;&lt;b&gt;E. &lt;/b&gt;&lt;b&gt;STRUKTUR ORGANISASI&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;&amp;nbsp; &lt;p&gt;STRUKTUR PENGURUS ORGANISASI  &lt;p&gt;IKATAN SARJANA TEKNIK LINGKUNGAN YOGYAKARTA PROPINSI LAMPUNG  &lt;p&gt;Periode 2007 – 2012  &lt;p&gt;&amp;nbsp; &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;table cellspacing="0" cellpadding="2" width="400" border="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="200"&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;AHMAD SUPARTONO&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Ketua Umum&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="200"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="200"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="200"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="200"&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;ADE WAHYUDIYANTO&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Ketua I&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="200"&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;ISWAHYUDI&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Ketua II&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="200"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="200"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="200"&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;NUNGKI PUSPARINI&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Sekretaris&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="200"&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;DIAN RATNASARI&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Bendahara&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="200"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="200"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="200"&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;GIGIK RISDIANTO&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Bid. Keorganisasian&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="200"&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;ERTHA M HERMAWAN&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Bid. Bina Profesi&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="200"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="200"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="200"&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;DIAN PUSPITASARI&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Bid. Keuangan&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="200"&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;MUHSAN BAHARI&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Bid. Pengembangan IPTEK&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="200"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="200"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="200"&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;ANDI KRISTANTO&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Bid. Humas &amp;amp; Antar Daerah&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="200"&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;ANDRE GOLDA UTSMANI&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Bid. Wiraswasta &amp;amp; Bina Usaha&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="200"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="200"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="200"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="200"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp; &lt;p&gt;&lt;b&gt;F. &lt;/b&gt;&lt;b&gt;PROGRAM KEGIATAN&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Untuk mencapai tujuan, ISTEL Propinsi Lampung memiliki program kerja periode 2007-2012 sesuai hasil musyawarah daerah sebagai berikut :  &lt;ol&gt; &lt;li&gt;Program penelitian tentang saran prasrana &lt;b&gt;kesehatan&lt;/b&gt; lingkungan perumahan di beberapa desa yang berada diwilayah Propinsi Lampung&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;Rencana kegiatan :  &lt;p&gt;Pembuatan percontohan sarana kebersihan sanitasi dasar (misal: jamban sehat, saluran buangan air limbah domestik, dll) untuk mendorong masyarakat agar hidup lebih sehat&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;ol start="2"&gt; &lt;li&gt;&lt;b&gt;Bekerjasama&lt;/b&gt; dengan lembaga penelitian / pendidikan tinggi, pemerintah daerah di Lampung untuk mengadakan Penyuluhan/ Seminar/ Workshop bertema LINGKUNGAN  &lt;li&gt;Program penelitian untuk mengetahui volume &lt;b&gt;sampah&lt;/b&gt; dan jenis sampah di suatu daerah sehingga dapat diketahui bentuk pengelolaannya dan luasan TPA  &lt;li&gt;Penelitian tentang bantaran kali di sebuah kota yang memerlukan penhijauan dan kawasan &lt;b&gt;R&lt;/b&gt;uang &lt;b&gt;T&lt;/b&gt;erbuka &lt;b&gt;H&lt;/b&gt;ijau&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;Rencana Kegiatan :  &lt;p&gt;Ikut mendukung program pemerintah dalam rangka penghijauan dan konservasi sumber daya air serta program &lt;b&gt;ADIPURA&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;ol start="5"&gt; &lt;li&gt;Merancang pembuatan &lt;b&gt;incenerator&lt;/b&gt; untuk masyarakat, untuk mengurangi volume sampah di pemukiman  &lt;li&gt;Pendampingan &lt;b&gt;Laboratorium&lt;/b&gt;  &lt;li&gt;ISTEL Propinsi Lampung juga diperkenankan membentuk organisasi/ lembaga turunannya (seperti koperasi, lembaga penelitian, lembaga pengabdian masyarakat, konsultan, dll) sepanjang tidak melanggar undang-undang dan AD/ART yang berlaku.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;G. &lt;/b&gt;&lt;b&gt;KEANGGOTAAN&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;ISTEL Propinsi Lampung memiliki anggota yang berasal dari berbagai perguruan tinggi. Dan memiliki kewajiban iuran yang dibebankan setiap tahunnya yang besarnya sesuai hasil musyawarah anggota  &lt;p&gt;Iuran keanggotaan dimaksud digunakan untuk aktifitas organisasi, administrasi dan berbagai kegiatan lainnya  &lt;p&gt;&amp;nbsp; &lt;p&gt;&amp;nbsp; &lt;p&gt;&lt;b&gt;H. &lt;/b&gt;&lt;b&gt;PENUTUP&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Akhirnya semoga tujuan mulia kita bersama diridloi Allah SWT  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Kota Metro, 15 Juni 2007&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Ikatan Sarjana Teknik Lingkungan Yogyakarta  &lt;p&gt;Propinsi Lampung,  &lt;p&gt;&amp;nbsp; &lt;p&gt;&amp;nbsp; &lt;p&gt;Ditandatangani oleh para Pendiri :  &lt;ol&gt; &lt;li&gt;Ade Wahyudiyanto &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ol start="2"&gt; &lt;li&gt;Ahmad Supartono &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ol start="3"&gt; &lt;li&gt;Iswahyudi &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ol start="4"&gt; &lt;li&gt;Nungki Pusparini &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ol start="5"&gt; &lt;li&gt;Dian Puspitasari &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ol start="6"&gt; &lt;li&gt;Gigik Risdianto &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ol start="7"&gt; &lt;li&gt;Ertha Mahesta H &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp; &lt;p&gt;&lt;b&gt;DAFTAR ANGGOTA&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;&amp;nbsp; &lt;div align="center"&gt; &lt;table class="MsoTableGrid" style="border-right: medium none; border-top: medium none; margin-left: 5.4pt; border-left: medium none; border-bottom: medium none; border-collapse: collapse; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-yfti-tbllook: 480; mso-padding-alt: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-border-insideh: .5pt solid windowtext; mso-border-insidev: .5pt solid windowtext" cellspacing="0" cellpadding="0" border="1"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr style="mso-yfti-irow: 0; mso-yfti-firstrow: yes"&gt; &lt;td style="border-right: windowtext 1pt solid; padding-right: 5.4pt; border-top: windowtext 1pt solid; padding-left: 5.4pt; padding-bottom: 0in; border-left: windowtext 1pt solid; width: 27.75pt; padding-top: 0in; border-bottom: windowtext 1pt solid; mso-border-alt: solid windowtext .5pt" valign="top" width="37"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center" align="center"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-size: 11pt; font-family: tahoma; mso-ansi-language: it"&gt;NO&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border-right: windowtext 1pt solid; padding-right: 5.4pt; border-top: windowtext 1pt solid; padding-left: 5.4pt; padding-bottom: 0in; border-left: medium none; width: 1.25in; padding-top: 0in; border-bottom: windowtext 1pt solid; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt" valign="top" width="120"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center" align="center"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-size: 11pt; font-family: tahoma; mso-ansi-language: it"&gt;NAMA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border-right: windowtext 1pt solid; padding-right: 5.4pt; border-top: windowtext 1pt solid; padding-left: 5.4pt; padding-bottom: 0in; border-left: medium none; width: 81.8pt; padding-top: 0in; border-bottom: windowtext 1pt solid; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt" valign="top" width="109"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center" align="center"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-size: 11pt; font-family: tahoma; mso-ansi-language: it"&gt;TTL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border-right: windowtext 1pt solid; padding-right: 5.4pt; border-top: windowtext 1pt solid; padding-left: 5.4pt; padding-bottom: 0in; border-left: medium none; width: 181.55pt; padding-top: 0in; border-bottom: windowtext 1pt solid; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt" valign="top" width="242"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center" align="center"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-size: 11pt; font-family: tahoma; mso-ansi-language: it"&gt;ALAMAT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border-right: windowtext 1pt solid; padding-right: 5.4pt; border-top: windowtext 1pt solid; padding-left: 5.4pt; padding-bottom: 0in; border-left: medium none; width: 88.45pt; padding-top: 0in; border-bottom: windowtext 1pt solid; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt" valign="top" width="118"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center" align="center"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-size: 11pt; font-family: tahoma; mso-ansi-language: it"&gt;PEKERJAAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style="mso-yfti-irow: 1"&gt; &lt;td style="border-right: windowtext 1pt solid; padding-right: 5.4pt; border-top: medium none; padding-left: 5.4pt; padding-bottom: 0in; border-left: windowtext 1pt solid; width: 27.75pt; padding-top: 0in; border-bottom: windowtext 1pt solid; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt" width="37"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-size: 9pt; font-family: tahoma; mso-ansi-language: it"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border-right: windowtext 1pt solid; padding-right: 5.4pt; border-top: medium none; padding-left: 5.4pt; padding-bottom: 0in; border-left: medium none; width: 1.25in; padding-top: 0in; border-bottom: windowtext 1pt solid; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt" width="120"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-size: 9pt; font-family: tahoma; mso-ansi-language: it"&gt;Ade Wahyudiyanto&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border-right: windowtext 1pt solid; padding-right: 5.4pt; border-top: medium none; padding-left: 5.4pt; padding-bottom: 0in; border-left: medium none; width: 81.8pt; padding-top: 0in; border-bottom: windowtext 1pt solid; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt" width="109"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-size: 9pt; font-family: tahoma; mso-ansi-language: it"&gt;Cilacap,15/12/79&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border-right: windowtext 1pt solid; padding-right: 5.4pt; border-top: medium none; padding-left: 5.4pt; padding-bottom: 0in; border-left: medium none; width: 181.55pt; padding-top: 0in; border-bottom: windowtext 1pt solid; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt" valign="top" width="242"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-size: 9pt; font-family: tahoma; mso-ansi-language: it"&gt;Jl. Poksai IV. No.22 Hd Mulyo barat, Kota Metro. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-size: 9pt; font-family: tahoma; mso-ansi-language: it"&gt;Tlp. 081541077977&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border-right: windowtext 1pt solid; padding-right: 5.4pt; border-top: medium none; padding-left: 5.4pt; padding-bottom: 0in; border-left: medium none; width: 88.45pt; padding-top: 0in; border-bottom: windowtext 1pt solid; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt" width="118"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-size: 9pt; font-family: tahoma; mso-ansi-language: it"&gt;Bappeda Kab. Lampung Tengah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style="mso-yfti-irow: 2"&gt; &lt;td style="border-right: windowtext 1pt solid; padding-right: 5.4pt; border-top: medium none; padding-left: 5.4pt; padding-bottom: 0in; border-left: windowtext 1pt solid; width: 27.75pt; padding-top: 0in; border-bottom: windowtext 1pt solid; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt" width="37"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-size: 9pt; font-family: tahoma; mso-ansi-language: it"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border-right: windowtext 1pt solid; padding-right: 5.4pt; border-top: medium none; padding-left: 5.4pt; padding-bottom: 0in; border-left: medium none; width: 1.25in; padding-top: 0in;
